09/12/16

Pencapaian Tahun 2016


Pencapaian tahun 2016
1. Menyelesaikan produk-produk rajut. 1 tas, 1 dompet, 1 topi anak perempuan, 4 peci. Thanks to Mi Lilis.
2. Bisa panen sayur dr kebun sendiri walau masih sedikit-sedikit. Sedikit kangkung, sedikit kacang panjang, sedikit bayam. Thanks to Rani.
3. Sudah bisa membuat kalimat-kalimat sederhana dalam bahasa arab. Dan bisa lebih mudah menghapal ayat ayat al Qur'an. Thanks to Bunda Nia

02/12/16

Nice Homework #7, Bismillah


Tema sesi ke tujuh ini adalah tentang bunda produktif.
Tugas kali ini menarik, karena kami diminta untuk menelusuri potensi kemampuan kami melalui tes bakat yang terdapat di situs temubakat.com.
Hasil yang didapat bisa dilihat di gambar.

Nice Homework #6, Bismillah


Untuk menjadi ibu profesional, setelah menerapkan ilmu Bunda Sayang dan Bunda Cekatan, maka selanjutnya perlu melangkah ke tahapan Bunda Produktif.
Kemampuan manajemen waktu sangatlah perlu dimiliki, agar ibu bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.
Nah, di sesi ke 6 dari matrikulasi IIP ini, tugas yang harus kamu kerjakan adalah, mengelola waktu agar ibu bisa produktif menghasilkan karya di sela aktivitas rutin sebagai ibu.
Untuk tugas poin 1, adalah menuliskan 3 aktivitas paling penting buat saya. Penting dalam arti aktivitas ini akan mengembangkan diri saya.
1. Mendidik anak, home education
2. Merajut
3. Berkebun (urban farming)
Poin 2, tuliskan 3 aktivitas yang paling tidak penting.
1. Ngecek status dan postingan di FB, WA, instagram
2. Melamun
3. Nonton televisi
Waktu saya paling banyak justru untuk:
Ngecek sosmed. *tutupmuka
Jadwal harian:
Aktivitas Rutin
03.00-04.00 tahajud, tilawah, tahfidz
04.00-06.30 subuh, siapkan sarapan +bekal, beberes
06.30-07.00 antar Hanan sekolah ngaji
Aktivitas Dinamis
07.00-10.00 dhuha, merajut, ambil katering
10.00-12.00 aktivitas khusus dengan anak anak, atau ngaji (bahasa arab/liqo/dsb)
12.00-13.00 sholat, tilawah, istirahat
13.00-14.00 planning program HE, baca buku upgrade ilmu
14.00-15.00 merajut
15.00-16.00 mandi sholat, beberes
16.00-17.00 berkebun
17.00-18.00 aktivitas bebas (cek medsos, sosialisasi dgn tetangga, dsb)
18.00-19.30 sholat, makan, tilawah, isya'
19.30-20.30 murojaah qur'an anak anak, dampingi zhafi ulang pelajaran atau kerjakan pr.
20.30-21.00 persiapan tidur, bacain buku, pijetin anak, tidur
Jadwal ini akan dievaluasi satu minggu lagi. Jika cocok maka lanjut.
Bismillah.

20/11/16

Nice Homework #5, Bismillah


Design pembelajaran untuk anak anak
Zhafir (10 tahun)
Tipe belajar visual eksperensial. Memiliki kecerdasan visual spasial. Cepat dalam menghapal. Detail. Punya masalah motivasi dan konsentrasi.
Pembelajaran yang diberikan berupa:
Memperbanyak soal soal matematika.
Menulis resume buku dan film, untuk melatihnya kemampuan menyampaikan ide.
Renang untuk meningkatkan otot dada.
Menggambar.
Memberikan tantangan untuk meningkatkan kemampuannya.
Yang terpenting sebenarnya, memunculkan motivasi untuk menjalani dan menyelesaikan tantangan baru.
Hanan (6 tahun)
Hanan mengalami speech delay, dan memerlukan usaha belajar 5x lebih banyak dari anak lainnya. Tipe belajar auditori. Banyak yang perlu dioptimalkan.
Design pembelajaran:
Meningkatkan kemampuan verbalnya.
1. Meniup balon/ bola kapas/ gelembung sabub/ peluit
2. Aktif memberi pengenalan ttg anggota keluarga, tempat tinggal, sekolah, lokasi.
3. Membacakab buku sederhana
4. Menyebutkan warna, nama benda, angka, huruf, dan apabsaja yang ada dibsekitar. Buat permainan.
5. Mengenalkan posisi benda. Di atas, di bawah, dsb.
6. Mengenalkan kata sifat asin, manis, dsb.
7. Mengenalkan kata-kata yang menerangkan kejadian yang terjadi. Sekarang, besok, di sini, nanti, dst.
8. Kegiatan berbisik.
Meningkatkan kemampuan motorik kasar.
1. Berlompat
2. Main tali/ karet
3. Berenang
Meningkatkan motorik halus
1. Meronce
2. Menjahit
3. Menggunakan sumpit
4. Menulis & mengikuti titik2 garis
5. Gunting -tempel
6. Menggambar
7. Playdoh
Meningkatkan kemampuan spiritual, moral, sosial, kemandirian
1. Dialog
2. Bicara
3. Cerita
4. Teladan
5. Bermain peran
6. Bermain panggung boneka
7. Belajar kemandirian untuk mandi, makan dengan sayur, BAK, BAB

16/11/16

Mimpiku


Tempat tinggal saya bisa dibilang nyaris tanpa tantangan berarti dari segi fasilitas.

Tapi memang ada satu problem yang saya temui. Problem ini bisa saja terjadi di kebanyakan pemukiman.

Penumpukan sampah dan lingkungan yang gersang.

Pengelolaan sampah masih sangat tergantung dengan kedatangan petugas kebersihan yang hanya 2 x seminggu. Belum lagi kalau ada halangan. Misalnya, jalan akses satu-satunya tidak bisa dilewati truk sampah karena rusak. Atau hari hujan terus menerus, sehingga truk sampah sulit beroperasi.

Sampah kemudian menumpuk di depan rumah warga.

Kerpihatinan lainnya adalah, banyak rumah warga yang sudah tidak memiliki pekarangan tanah, karena sudah dipelur, dikeramik, atau malah habis untuk bangunan. Memang setiap warga berhak untuk membuat apapun selama di tanahnya sendiri. Tapi, disini menunjukkan masih rendahnya kepedulian warga tentang pentingnya menyisakan pekarangan tanah walau sedikit.

Pekarangan tanah ini sangat bermanfaat untuk:
1. Ruang resapan air hujan
2. Membuat lubang biopori. Lubang biopori ini banyak manfaatnya. Bisa menjadi tempat penampungan sampah organik. Sehingga bisa mengurangi masalah sampah. Sampah yang dimasukkan ke lubang biopori akan terurai dan malah menyuburkan tanah. Sehingga, kita bisa mendapatkan tanah yang subur untuk ditanami.
3. Menanam berbagai macam tanaman, seperti sayuran, buah, tanaman obat, atau bunga-bungaan.
Poin yang ketiga ini memang tidak harus dilakukan di pekarangan tanah, karena masih bisa di lakukan dengan memanfaat kan pot tanaman.
Terkait pot tanaman, kita bisa menggunakan kemasan-kemasan bekas yang berbahan plastik atau kaleng. Sehingga membantu mengurangi sampah plastik.

Jadi, saya punya mimpi, dan mungkin ini misi hidup saya, untuk membuat lingkungan sekitar rumah menjadi lingkungan yang:
1. Hijau dan cantik
2. Swa pangan minimal untuk konsumsi sayur, bumbu, buah, dan obat.
3. Zero waste, dengan memanfaatkan secara optimal sampah yang kita hasilkan.

Saat ini, saya masih jauh dari impian. Tapi langkah kecil sudah saya mulai.
Memanfaatkan pekarangan tanah yang ada di rumah kontrakan saya (iyaa masih ngontrak) untuk menanam tanaman buah dan tanaman hias, juga untuk resapan air.

Terkadang membuang sampah sisa makanan ke pojok pekarangan untuk dimakan hewan seperti burung atau kucing. Atau habis terurai mikroba tanah. Belum optimal. Karena belum memiliki alat biopori. Mudah mudahan dalam waktu dekat bisa dilaksanakan.

Dan saya sudah memulai menanam bibit sayur. Alhamdulillah sedikit demi sedikit sudah memetik hasilnya.

Bismillah... Cita cita yang berat. Semoga Allah meridhoi.
Laa haula wa laa quwwata illa billah...

13/11/16

Nice Homework #4, Bismillah


Sebagai jawaban dari tugas #4 yang diberikan di kelas Matrikulasi IIP batch 2, inilah dia. Maaf kalau agak-agak ngga nyambung.
Misi hidup saya adalah:
Menyiapkan anak-anak menjadi generasi yang sehat, sholih, mandiri, dan menjadi rahmatan lil'alamiin.
Maka, ilmu-ilmu yang saya butuhkan untuk bisa mencapai misi itu adalah:
1. Parenting
- Dari kuliah parenting nabawi di  Akademi Keluarga At Taqwa
- Dari materi Bunda Sayang dan Bunda Cekatan IIP
- Dari kulwap parenting dan home education di grup homeschooling dan hebat.
- Dari Alqur'an dan Hadits
- Dari buku-buku siroh Nabi
2. Bertanam organik
Sebagai bagian dari hidup seimbang dan menjadi rahmatan lil'alamin dengan menanamkan cinta lingkungan dalam keluarga dan masyarakat.
3. Berbisnis cara Nabi.
Sebagai bagian untuk menjadi keluarga muslim yang kuat dan mandiri secara ekonomi
Milestone
Km 0 - Km 1 : dalam 1 tahun pertama mempelajari dan mengaplikasikan ilmu parenting yang didapat di Akademi Keluarga dan referensi lainnya.
Km 1 - Km 2 : di tahun kedua, dengan tetap mengamalkan ilmu parenting, berlanjut ke tahapan mempelajari ilmu bertanam organik.
Km 2 - Km 3 : tahun ketiga, dengan tetap mengamalkan ilmu parenting dan bertanam, berlanjut mempelajari bisnis penyediaan barang dan/ jasa di bidang perkebunan organik. Dan kemudian membuat sharing community

06/11/16

Nice Homework #3, Done


NHW yang ketiga ini seruuu bener.
Tugasnya banyak dan bikin baper. Hahaha.
Tugas poin pertama:
Membuat surat cinta untuk suami. Dikumpulkan bersama respon dari suami via email ke fasilitator. Alhamdulillah done.
Sedang berpikir untuk mempostingnya di blog ini atau nggak. Ada malunya, tapi juga sayang kalau ngga didokumentasikan. Karena paksu tipe yang kurang romantis dalam arti kebanyakan.
Hahahaha ((( Kebanyaaakaan )))
Jadi kalaupun saya posting, akan terpisah di judul yang lain nanti. Doakan aja yaa.... Wkwkwk.
Tugas poin kedua:
Menuliskan potensi kekuatan anak-anak.
Zhafir
1. Daya ingat yg baik sehingga cepat menghafal ayat quran
2. Kemampuan akademik yang baik
3. Detil mengamati dan mengingat sesuatu
4. Belajar eksperensial
5. Kelak dia akan jadi akademisi/ peneliti yang sholih dan inovatif
Hanan
1. Dia tanggap dgn kebutuhan orang lain
2. Memiliki pendengarannya tajam
3. Penyayang
4. Ceria, tidak pendendam (pemaaf)
Tugas poin ketiga:
Menuliskan potensi kekuatan diri. Lalu, baca kehendak Allah, mengapa saya dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yang saya miliki.
Ringkasnya, misi hidup. Dan misi hidup saya adalah:
"Menyiapkan anak-anak menjadi generasi yang sehat, kuat, sholih, dan rahmatan lil 'alamiin"
Sebenarnya saya selalu bingung ditanya apa potensi kekuatan diri. Karena sampai sekarang masih mencari.
Tapi, saya mencoba menjawab dengan cara yang lain.
1. Saya sedang terus belajar memasak makanan sehat dan tetap enak.
Hal ini untuk mendukung misi menyiapkan anak-anak menjadi generasi yang kuat dan sehat, agar dapat belajar dan bermanfaat bagi sesama.
2. Saya sedang terus belajar mengelola hati untuk lebih tenang dan bijaksana menghadapi segala permasalahan sehari hari.
Hal ini mendukung misi diri ini agar menjadi teladan bagi keluarga, dan bekal mendidik anak-anak agar menjadi anak sholih.
Dengan kondisi anak-anak yang masih belum mandiri dan matang, tantangan saya adalah menjadikan diri ini mandiri dan matang terlebih dulu.
3. Saya sedang belajar berkebun sayur organik. Harapannya, bisa menyiapkan sayur organik sendiri dari pekarangan rumah. Selain itu, ingin menjadikan berkebun sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak tentang keseimbangan alam yang telah Allah atur untuk kehidupan manusia dan makhluk lainnya.
Hal ini mendukung misi untuk bisa bersama-sama hidup seimbang selaras dengan alam.
4. Saya menyukai kerajinan rajutan. Saya bersedia memberikan pelatihan keterampilan merajut ketika saya sudah mahir merajut dengan banyak teknik.
Tugas poin keempat:
Melihat lingkungan dimana saya tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan saya? Mencoba menangkap maksud Allah, mengapa keluarga saya dihadirkan disini?
Tantanga yang saya temui di lingkungan saya adalah:
1. Masih banyak orangtua yang belum menyadari pentingnya menuntut ilmu dalam membina rumah tangga dan mendidik anak. Sehingga banyak ditemui orangtua tidak memberikan kebutuhan dalam hal emosi, spiritual, dan pendidikan moral dengan tepat.
Di kalangan menengah ke bawah, banya ditemui kaum lelaki yang sudah menikah tidak menjalankan perannya sebagai kepala keluarga dengan optimal. Sehingga anak-anak menjadi terabaikan, karena oara istri/ibu tidak mendapatkan kebutuhan lahir dan batin yang memadai.
2. Banyak keluarga yang mengajarkan agama hanya sebatas hapalan dan ritual ibadah tanpa menanamkan makna dan keimanan terlebih dulu. Sehingga, banyak anak-anak yang tidak menerapkan perintah Allah dan sunnah Rasul dalam keseharian yang mencerminkan Islam rahmatan lil'alamiin. Contoh kecil, banyak yang masih membuang sampah sembarangan.
Harapan kami, dengan kami sekeluarga menjalankan perintah Allah dan Sunnah Rasul denga optimal, kami bisa saling memberi manfaat satu sama lain antara anggota keluarga. Dan juga bisa memberi kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar kami.

28/10/16

Barakallahu Fiik, Hanan Sayang


Hari ini, dibuat takjub dan bersyukur lebih dan lebih lagi.

Hanan ituu...
Tarik tarik ibunya belajar a ba ta...
Diajak sholat ngga usah berkali kali. Bahkan saat dia udah ngantuk dan ketiduran di kursi, ketika melihat aku berwudhu, dia langsung bangkit dari tempat duduknya dan bilang mau wudhu. Isya ini, kukira dia bakal bablas ketiduran ngga sholat, alhamdulillah dia sholat!

Adab malam seperti menutup pint jendela, menebah kasur juga sudah dilaksanakannya.

Semoga, kelak dirimu benar jadi anak sholeh. Sholeh dalam arti yang sebenar-benarnya.

27/10/16

Ketetapan Hati


Hari ini Allah menunjukkanku banyak peristiwa yang membuatku mengambil hikmah.

Kejadian yang menimpa sahabat sekaligus guruku, Bunda Nia, sungguh suatu tamparan besar buatku. Kejadian yang menguatkan kebenaran suatu ayat yang kurang lebih isinya: bahwa tidak akan seseorang memperoleh surga tanpa melewati ujian demi ujian.

Allah sedang menguji Bunda Nia dengan ujian yang sesuai dengan tingkatnya. Menguji keikhlasannya meniti jalan dakwah.

Dan aku? Awalnya aku merasa kecil, malu, bahwa apa yang kualami ini ngga ada sepersekiannya dari yang dialami Bunda Nia

Tapi kemudian seorang sahabat, Ambu Firda, punya pendapat lain. Tiap orang mendapatkan ujiannya masing masing. Dan inilah ujianku. Pola interaksiku dengan suami yang masih belum bisa saling memahami. Juga kondisi pribadi yang masih belum selesai urusannya. Karena bawaan kami yang memang sulit terbuka satu sama lain.

Dan sepanjang sore, dorongan untuk menyampaikan apa yang selama ini kupendam sudah mencapai titik tak tertahankan lagi. Aku sebenarnya tidak tega melihat dia yang kecapekan dan ngantuk. Tapi masalah ini harus selesai. Kalau tidak, bagaimana aku nanti menjalankan peranku? Pastinya berpengaruh kepada interaksiku dengan anak anak. Dan lebih parah lagi, kesalahpahaman semakin berdampak buruk kepada interaksiku dengan suami.

Alhamdulillah... Kami sudah bicara dari hati ke hati. Mengungkapkan apa yang selama ini terpendam. Mempertanyakan apa yang selama ini jadi pertanyaan yang hanya tersimpan.

Aku bersyukur ada kesempatan bicara. Jadi aku bisa lebih memahami kondisi dan kemampuannya. Dan aku bisa legowo untuk tidak menuntut harapan yang selama ini kusimpan.

Bismillah... Semakin menguatkan niatku, untuk menjalani peranku sebagai istri dan ibu dengan lebih optimal lagi.

Karena, tanpa aku sadari, apa yang selama ini dilakukan suamiku adalah sesuatu yang luar biasa besar nilai pengorbanannya demi keluarga.

Ia memang tidak mengungkapkan secara verbal dan non verbal. Tapi menunaikannya dalam bentuk tanggung jawab. Dan itu semakin kupahami setelah pembicaraan malam ini.

Setelah malam ini, dengan segala daya upaya yang hanya dariNya, aku kuatkan niat untuk menemaninya, melayaninya, menentramkannya, mendukungnya, dan membantunya mewujudkan apa yang menjadi impian dan harapannya. Tidak untuk mengharap balasan darinya. Semata-mata karena mengharap ridho Allah. Cukup itu saja tujuannya. RidhoNya.

Semoga Allah kuatkan aku.
Semoga istiqomah.
Semoga Allah selalu tuntun niatku supaya tetap lurus adanya.

Nice Homework #2, Done


NHW #2 kali ini, adalah membuat checklist Indikator profesionalisme perempuan.
Gunanya, supaya kita melakukan perubahan secara terstruktur yang akan meningkatkan kemampuan kita sebagai individu, sebagai istri, dan sebagai ibu.
Untuk itu, saya mencoba membuat beberapa indikator. Yang dibantu oleh suami dan anak. Supaya saya mendapatkan gambaran apa yang mereka harapkan dari saya sebagai istri dan sebagai ibu.
A. Sebagai pribadi
- melaksanakan sholat lail setiap malam selama 30 hari tanpa putus  dan dilanjutkan seterusnya (kecuali saat haid)
- melaksanakan sholat dhuha setiap pagi selama 30 hari tanpa putus  dan dilanjutkan seterusnya (kecuali saat haid)
- membaca 1 buku dalam 1 bulan dan membuat resumenya.
- tilawah minimal 1 lembar (2 halaman) perhari dengan artinya, dst.
B. Sebagai istri
- selalu mengambilkan minum setiap kali suami pulang dari kerja/kampus, atau bepergian.
- menyiapkan jus sayur setiap sore/ malam
- menyiapkan pakaian yang sudah diseterika
- menyambutnya dengan senyum tulus setiap kali pulang kerja/kuliah, dst.
C. Sebagai ibu
- menyiapkan makanan kecil yang aman, halal, thoyib untuk anak-anak setiap harinya (bisa belajar resep baru, atau pesan ke teman)
- menyediakan waktu 30-60 menit setiap harinya untuk ngobrol, bercanda, atau apapun, untuk memberikan rasa nyaman kepada mereka
- membimbing anak ketika belajar dan bermain
- dst.
Checklist di atas akan dilakukan secara konsisten mulai tanggal 16 November 2016. Kemudian akan dievaluasi setiap 1 bulan. Jadi, evaluasi pertama yaitu tanggal 15 Desembar 2016



26/10/16

Luapan Rindu


Ketika Allah menciptakan Hawa, Adam bertanya pada Hawa,
"Untuk apa kamu diciptakan?"
Hawa menjawab, "aku diciptakan untuk menemanimu."

Saat Fathimah bercanda dengan Ali, ada candaan Fathimah yanh membuat Ali marah. Menyadari itu, Fathimah meminta maaf kepada Ali, dan Ali memaafkan. Namun Fathimah masih merasa tidak tenang. Keesokan harinya, Fathimah mendatangi Sang Ayah, Rasulullah SAW, dengan wajah panik.

Seketika itu, Rasulullah bertanya dengan khawatir kepada Fathimah, putri yang dicintainya.
"Ada apa, Fathimah?"
"Ayah, semalam aku bercanda dengan Ali, dan rupanya Ali merasa tersinggung dengan candaanku. Aku meminta maaf dan dia sudah memaafkanku. Tapi aku masih merasa gelisah. Bagaimana ayah?"

Menanggapi penuturan putri tercintanya, Rasulullah menjawab dengan tegas,
"Seandainya Ali belum ridho terhadapmu, aku tidak mau melihatmu."

Saat ini aku melepas semua egoku. Tidak terbayangkan rasanya Rasululullah memalingkan wajahnya dariku karena aku membuat suamiku tidak ridho padaku.
Tak terbayangkan seperti apa jika Ia dan semua malaikatNya melaknatku satu malam itu.

Tidak lagi aku memikirkan tujuan pribadiku, karena sesungguhnya tujuanku adalah ingin bertemu dengan junjunganku seorang, Nabi Tercinta.
Tak lagi aku hirau mengharap pamrih dan cinta siapapun, karena yang kukejar adalah cintaNya.

Dan suamiku, dia adalah orang yang karena Dia, aku menaatinya.
Karena Dia, aku menemaninya.
Karena Dia, aku mencintainya.

-menahanrindu-

24/10/16

Mengejar Sarwana


Mengejar Sarwana

Nama Sarwana menjadi populer beberapa tahun belakangan ini. Desa yang terletak di Propinsi Banten ini dikenal memiliki tempat wisata pantai yang indah dan disebut-sebut sebagai the "Hidden Paradise".

Terbesitlah keinginan saya untuk bisa mengunjunginya. Tapi pada waktu pertama kali mendengar kawasan Sawarna itu, konon untuk mencapai ke sana aksesnya tidak mudah. Untuk mencapai kota terdekat dengan Sawarna saja harus menempuh perjalanan 5 jam dari Jakarta. Dan untuk mencapai desa Sawarna, membutuhkan waktu 1 jam lagi. Sampai di Sawarna, memasuki kawasan pantai yang indah belum ada akses langsung, tapi harus menggunakan jasa ojeg. Karena jalanan yang sempit dan terkadang masih terjal.

Beberapa kali, Zhafir pun minta kami mengajaknya ke pantai. Bukan pantai Ancol tapinya, karena sudah pasti bosan. Akhirnya, awal bulan Mei kemarin, kami punya kesempatan untuk pergi ke kawasan Sawarna.

Setelah mendapatkan informasi melalui internet dan dari beberapa teman yang sudah pernah ke sana, kami pun membuat rencana perjalanan.

Hari Jumat tanggal 6 Mei, saya sekeluarga, mengajak kakak sekeluarga dan adik untuk piknik ke sana. Berangkat dari Jakarta sekitar jam 7.30. Tujuan pertama kami adalah Kota Malingping. Kota ini juga memiliki pantai pasir putih yang cukup menarik, yaitu Pantai Bagedur.

Kami tiba di Malingping sekitar jam 1 siang. Setelah mengisi perut dengan sajian nasi padang dan mendapatkan tempat untuk menginap, kami langsung pergi ke Pantai Bagedur.

Pantainya tidak jauh, hanya 15 menit dari pusat kota Malingping. Pantai yang masih cukup alami dan belum ramai pengunjung. Saat itu sekitar jam 3 sore waktu kami tiba di sana.

Zhafir senang bukan main. Akhirnya setelah berkali-kali mengajak ke pantai, kesampaian juga. Adiknya juga luar biasa senangnya. Aku, anak-anak, dan ayahnya anak-anak membiarkan baju kami basah terkena sapuan ombak pantai... Hmmm asiikk.

Jam 4, kami cabut dari situ. Penasaran dengan nama Pantai Binuangeun, pergilah kami ke sana. Tapi kami agak kecewa karena pantai yang merupakan pantai nelayan itu ternyata kotor. Untungnya, di situ kami bisa bawa pulang rumah kerang cantik yang sudah kosong. Juga beberapa karang yang sudah mati.

Kami kembali ke penginapan di Malingping untuk beristirahat. Karena kami berencana untuk ke Sawarna besok subuh. Menurut beberapa warga, kalau ke Sawarna sebaiknya pagi atau subuh. Supaya terhindar macet.

Keesokan paginya setelah sholat subuh, kami chek out dr pebginapan dan langsung menuju tempat tujuan. Perjalanan berbekal nasi uduk untuk sarapan ini menyenangkan, karena disuguhi pemandangan pantai yang wow keren. Memang pantai sepanjang Malingping-Bayah ini indah banget.

Sekitar 1,5 jam perjalanan, kami akhirnya tiba di kawasan wisata Sawarna. Mobil kami parkir di taman parkir yang sudah disediakan. Beberapa tukang ojeg langsung menghampiri kami dan menawarkan jasa. Ternyata ada banyak situs wisata menarik di kawasan itu yang tidak bisa dicapai dengan mobil. Disitulah rejeki Si Tukang Ojeg. Mereka menawarkan jasa paket wisata, yang rutenya Pantai Tanjung Layar (iconnya Sawarna), Pantai Legon Pari, dan beberapa Goa yang saya lupa namanya. Paketnya dihargai Rp 150.000 pulang pergi. Tukang ojegnya pun bersedia menunggui kita di sana bermain sampai puas.

Tapi kita juga bisa kok kalau hanya memilih diantar sampai Pantai Tanjung Layar. Cukup hanya membayar Rp 10.000 saja, bukan PP. Jangan khawatir, di Pantai Tanjung Layar ada banyak tukang ojeg yang mangkal, yang siap mengantarkan kita kembali ke taman parkir dengan biaya yang sama.

Lalu kami pilih perjalanan ke mana nih? Kami putuskan menikmati dulu pantai yang terdekat dengan taman parkir. Orang-orang menyebutnya Pantai Pasir Putih. Hanya butuh berjalan kaki 5 menit untuk sampai di Pantai itu. Pemandangan dan ombaknya cantik juga, kok. Zhafir langsung berbasah-basahan di sana.

Dari situ kami sudah bisa melihat dimana Pantai Tanjung Layar. Disebut Tanjung Layar karena di pantai itu terdapat batu karang besar yang berbentuk seperti layar. Dan batu karang itulah yang terlihat dari tempat kami. Jaraknya 1,5 km.

Kami lalu mencoba berjalan menyusuri pantai ke batu karang itu. Kesannya jauh ya? Haha, memang jauh. Tapi bagi saya ngga terasa karena sambil menikmati ombak dan pemandangan yang cantik.

Kami malah menemukan titik titik tempat yang cantik untuk difoto atau untuk ber-selfy ria.

Akhirnya sampai juga di Pantai Tanjung layar. Waw... Cantiknya. Pantainya berkarang dan banyak ikan ikan kecil yang berenang renang di antara karang itu. Selain batu karang besar berbentuk layar, hal unik lainnya adalah, batu karang yang bentuknya seperti persegi, dan ketika ombak pecah menabrak batu itu, jatuhan air ombaknya terlihat seperti air terjun. Ih... Keren deh.

Saat itu masih sekitar jam 10 pagi. Si ayah menemani anak anak bermain di pantai karang itu. Sementara saya dan yang lainnya duduk di saung menikmati pemandangan. Sesekali ikut juga nyemplung.

Semakin siang, air laut di antara karang karang itu semakin surut. Semua yang pada berenang tadi berbilas bilas. Lalu kami kembali ke taman parkir dengan jasa tukang ojeg.

Kami langsung berencana pulang. Tidak seperti perjalanan berangkat yang relatif lancar dari rumah sampai Malingping, perjalanan pulang dari setelah Malingping sampai Jakarta padat dan macet.

Dan... Sampai di rumah sudah jam 12 malam. Alhamdulillahh...

Rumah Kami, 25 Mei 2016

22/10/16

Nice HomeWork #1, Done


Saya beruntung tergabung di grup ibu-ibu hebat Institut Ibu Profesional.
Kali ini saya sedang mengikuti perkuliahan singkat yang diselenggarakan oleh IIP, yaitu program Matrikulasi IIP, yang tujuannya untuk meningkatkan ilmu dan keterampilan sebagai ibu agar menjadi ibu yang profesional. Karena menjadi seorang ibu itu adalah tugas besar dan menbutuhkan ilmu.
Tentunya saya masih jauh dari sosok ibu yang profesional. Tapi semoga langkah-langkah kecil yang saya lakukan, ikhtiar saya ini yang in syaa Allah tidak akan berhenti, bisa menjadi pemberat timbangan amal saya kelak. Aamiinn.
Perkuliahan sesi pertama sudah dimulai. Ada tugas yang harus dikerjakan setelah mengikuti setiap sesinya. Tugas atau yang di sini dinamakan nice homework pada sesi pertama ini adalah menjawab 4 pertanyaan yang saya tuliskan dengan cetak tebal miring di bawah ini. Dan jawaban dari masing-masing pertanyaan sudah saya tuliskan.
1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
Ilmu yang akan saya tekuni dalam universitas kehidupan ini adalah ilmu parenting.
2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
Saya memandang Ilmu parenting, khususnya yang sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, adalah ilmu yang tidak hanya bicara mengenai mendidik anak dalam arti sempit, yaitu bersikap terhadap anak. Namun, bagaimana menjadi pribadi yang shalih yang akan menjadi teladan bagi anak. Karena tujuan kami adalah melahirkan dan membentuk keturunan yang shalih dan shalihah.
Bagaimana bersikap sebagai manusia dengan banyak peran yang dimilikinya, sebagai ibu/ayah, sebagai istri/suami, sebagai anak, dan sebagai hamba Allah. Bagaimana kami sebagai orangtua, -khususnya saya sebagai ibu- menjalankan peran-peran itulah yang akan diteladani anak. Dan untuk bisa menjadi teladan yang benar, selayaknya kita meneladani sosok yang layak, yaitu Nabi Muhammad Saw.
Kami sebagai orangtua mengharapkan memiliki keluarga dengan akidah yang kuat dan memperoleh  keturunan yang shalih/shalihah, sebagaimana yang dimiliki Nabi SAW.
Sehingga meneladani Nabi SAW dalam setiap aspek kehidupan adalah ikhtiar kami sebagai orangtua dalam mendidik anak. Untuk menjadi teladan bagi mereka.
3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
a. Menghadiri kajian ilmu al quran dan hadits, untuk memperdalam ilmu agama sebagai landasan penting dalam mendidik anak
b. Memperbanyak membaca literatur dan menghadiri kajian parenting, terutama parenting nabawiyah.
c. Mempelajari hadits-hadits dan siroh nabawi, untuk mendapatkan gambaran bagaimana keseharian Nabi SAW, dengan bimbingan guru yang kompeten.
d. Lebih disiplin dan konsisten menjalankan kewajiban dan sunnah sebagai muslim, dan meninggalkan larangan Allah SWT. Misal sholat tepat waktu, menjalankan rukun Islam, memperbanyak dan merutinkan ibadah-ibadah sunnah.
e. Menjalin komunikasi yang produktif dengan suami supaya bisa berjalan sinergis menjalani peran sebagai orangtua.
f. Disiplin dan konsisten untuk menyegerakan beramal sholih setelah memiliki ilmunya yang sesuai tuntunan Al Quran dan Hadits. Karena ilmu menjadi berkah jika bermanfaat untuk orang di sekitar.
4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.
a. Bersikap ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari pikiran buruk,
b. Bersikap rendah hati dalam menerima ilmu,
c. Mencari guru/mentor/pembimbing yang kompeten dalam mendalami ilmu parenting,
d.  Meningkatkan sikap disiplin dan istiqomah untuk terus belajar, lalu mengikat ilmu dengan menuliskan resumenya dan mengamalkannya.
Semoga diteguhkan hati ini untuk terus melakukan yang terbaik.

09/10/16

Bahagia Itu...


Bahagia itu...
Ketika Hanan sudah mau melaksanakan sholat 5 waktu. Walau yang dimaksud 'sholat' baru sebatas melakukan gerakan sholat dan membaca Al Fatihah, di waktu waktu sholat. Belum dengan konsisten berwudhu. Masih belum konsisten untuk mau memakai sarung atau celana panjang.

Bahagia itu...
Ketika Hanan mau menjalankan 1 kebiasaan adab malam. Yaitu menggibaskan tempat tidur sebelum tidur. Bahkan ditambah dengan merapihkan bantal guling.

Bahagia itu...
Ketika Hanan memelukku dan mengatakan, "sayang ibu"

07/10/16

Shalih Itu Bukan Sekedar Rajin Sholat dan Pintar Mengaji


shalih/shalihah itu...
bukan sekedar rajin sholat, rajin ngaji, punya banyak hapalan surat. bukaaan
bukan sekedar patuh pada orangtua dan guru. bukaaan

shalih/shalihah itu...
memiliki iman dan aqidah kepada Allah, sehingga apapun yang dilakukannya itu karena Allah. karena mengejar ridho dan cintanya Allah. sholat, ngaji, menghapal bukan karena ingin dipuji manusia tapi karena ingin dicintai Allah.
menghapal tidak sekedar menghapal tapi memahami dan mengamalkan Alqur'an. dan semuaaa yang ada di alQur'an itu adalah hukum bagi semua manusia. termasuk bagaimana berinteraksi dengan sesama manusia dan lingkungan.
apalagi disertai dengan menjalankan sunnah Rasulullah. menjadikan Rasulullah panutan karena kita tahu Rasulullah memiliki pribadi yang luar biasa mulia, sehingga dicintai umatnya, lisan dan sikapnya mencerminkan kecerdasan hati yang tinggi.

dan menjadi shalih/shalihah itu adalah menjadi pribadi yang mengejar cinta Allah dan mencintai Rasulnya.
tau bagaiman rasanya dan apa yang dilakukan ketika jatuh cinta dan mengejar cinta seseorang?
pasti jadi jaga image kalau ketemu. hanya melakukan hal-hal yang disukai orang itu. lalu ikut-ikutan melakukan apa yang dilakukan orang itu.
jadi jaga image sama Allah saja. Allah pasti melihat kita. jangan sampai Allah melihat kita melakukan hal-hal yang ngga disukaiNya, apalagi yang membuat Dia murka.
meniru apa yang dilakukan Rasulullah. dalam beribadah, berinteraksi dengan manusia dan lingkungannya, dalam berorganisasi, dalam berdagang.

kalau rajin sholat dan pintar ngajinya tidak membuat perilakunya dalam keseharian menjadi mulia dan tidak memberi manfaat bagi sesama, belum bisa dibilang shalih.
shalih itu, adalah mengejar cinta Allah, dan mencintai Rasulullah. sehingga apapun yang dikatakan dan dilakukannya, adalah karena dua hal tersebut.

kejar cinta Allah dengan benar, cintai Rasulullah dengan benar. caranya... dalami ilmunya. pelajari dengan benar. jangan pernah merasa cukup dengan ilmu tentang agama, dalam hal ini Islam.

#pengingat untuk diri sendiri
#semoga diberikan keturunan yang shalih/shalihah

Referensi tentang makna shalih bisa dilihat di http://buletinmi.com/shalih-menurut-al-quran-edisi-39/


Bersekolah


berkumpul bersama sahabat dan teman yang shalih itu nikmat yang luar biasa
itu yang kurasakan saat ini.
menunggui Hanan belajar mengaji di Lembaga Tahfidz Qur'an, bersama ibu-ibu yang lain, dilakukan sambil berbagi kisah, berbagi ilmu.
begitupun ketika berkumpul dengan sesama emak orangtua siswa Sekolah Alam Tangerang di beberapa pertemuan, seperti kelas bahasa arab, kepengurusan komite sekolah, dsb.
kadang sekedar ngobrol biasa, kadang belajar ilmu agama yang selama ini belum kita tahu, kadang belajar merajut, kadang berbagi makanan.
rasanya nikmat mana lagi yang kamu dustakan, Rie.


nikmat ini berawal dari keinginan aku dan suami memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak. rezeki kami bisa menyekolahkan anak-anak di lembaga pendidikan yang baik.

di LTQ, kami belajar bahwa perlu tumbuhkan iman dulu sebelum al qur'an, dan adab dulu sebelum ilmu. tumbuhkan kecintaan dan keyakinan kepada yang ada dalam rukun iman, baru belajar Al Qur'an. tanamkan adab dulu baru belajar pengetahuan.
di SAT, kami pandang bisa memberikan pendidikan yang baik buat Zhafi karena aku tidak ingin anakku terjejali dengan hal-hal yang sangat akademis tapi menumpulkan hati, nurani, adab, dan moralnya.

sering aku dengarkan curhatan dari emak lainnya yang kebetulan bersekolah di sekolah negeri, swasta lain, atau umum. anak sejak kelas 1 sudah harus menanggung beban berat pelajaran sekolah. tidak hanya membebani otaknya, tapi juga membebani tubuhnya karena harus membawa banyak buku setiap hari pergi dan pulang sekolah.
sementara sekolah tidak memberi tempat bagi berkembangnya aspek pribadi lain dari anak. moral, adab seakan nomor sekian dibanding target pencapaian akademis.


sedih. prihatin.

lihatlah, banyak orang 'bersekolah' tapi tak miliki adab yang baik. di jalan raya, lampu lalin dan rambu cuma jadi pajangan. hanya berfungsi kalau ada polisi. jalan, taman, sungai, dan ruang publik seakan disediakan sebagai tempat sampah besar bagi semua orang.

jadi, ketika menemui sekolah atau lembaga pendidikan yang baik bukan dinilai dari sisi akademis saja. dan alhamdulillah, kami beruntung menikmatinya. tidak hanya anak kami yang bersekolah. kami orangtua, khususnya ibu mendapatkan pendidikan juga. baik dari program parenting yang didapat dari sekolah, juga dari pergaulan dengan sesama emak yang juga shalihah.


doa kami, semoga kelak sekolah di manapun di Indonesia, lebih memperhatikan pencapaian anak dari aspek pembentukan karakter yang positif., tidak hanya sekedar akademis.

25/07/16

Dari Halal bi Halal ke Halal bi Halal


Masih dalam suasana lebaran, acara halal bi halal masih mendominasi.

Sabtu, 23 Juli kemarin, ada 2 undangan HBH. Untungnya ngga bertabrakan. Pagi, acaranya bareng keluarga besar SD4 SAT 2016/2017. Yang mana dari pada itu adalah sekaligus acara pertemuan dan arisan rutin kita.

Dilanjut sorenya, undangan HBH di lingkungan RW.

Minggunya, 24 Juni, acara HBH dari keluarga trah Mbah Buyut. Acaranya di Jakarta. Jadilah kami ke Jakarta nebeng mobil kantor ayahnya bareng teman-teman kantornya.

Kebetulan si Ayah ada acara outing di Bandung, sampai minggu depan. Jadi ngga bisa ikut, deh.

22/07/16

Minggu Pertama Hanan Sekolah


20 Juli 2016

Hanan akhirnya mau berangkat ke LTQ, sekolahnya yang baru. Setelah bujuk rayu.

Mas Zhafi ikut antar, karena masih libur juga. Supaya adiknya mau berangkat.

21 Juli 2016

Masih harus dengan bujuk rayu supaya Hanan mau sekolah pagi ini. Alhasil berangkatlah ke sekolah.

22 Juli 2016

Massiiihh juga dengan bujuk rayu. Hiks... Semoga lambat laun Hanan menikmati berproses di sekolah barunya.

20/07/16

Hanan Ngga Mau Sekolah


Kemarin, Selasa tanggal 19 Juli 2016.

Hanan sudah sembuh, sudah ngga demam lagi. Tapi dia menolak keras untuk sekolah. Alias mogok sekolah. Jadinya ibunya baper. Lhaah...

Untung pekerjaan rumah udah beres. Ayah udah bantu cuci baju, tinggal jemur. Zhafi udah bantu nyapu, tinggal ngepel. Jadi rumah ngga berantakan amat. Bisa punya waktu untuk memulihkan suasana hati. Hahahah.

Biar gitu, tetep semangat belanja harian, bulanan, ke bank untuk masukin angpaw lebaran anak anak dan emaknya di bank. Plus, tanya tanya kursus renang untuk anak lanang.

Eh... Tetep semangat juga bikinin makan malam sop dan gurame goreng. Moga moga bukan cuma efek liburan. Hahaha

19/07/16

18 Juli 2016 (Senin)


Seharian di rumah saja. Mengerjakan pekerjaan domestik, ke pasar, merajut, menemani Hanan main, dan bikin catatan-catatan harian.

Hanan bangun tidur pagi masih sumeng. Semakin siang, semakin sore sudah berangsur turun suhunya. Dan malam harinya nggaa... bisa diam. Ada saja yang dilakukan, yang bikin gemes dan tertawa.

18/07/16

Mudik dan Piknik = Recharge Energi


Liburan sudah hampir selesai. Adek sudah harus masuk sebenarnya, tapi sejak kemarin demam jadi izin dulu. Si Mas masih minggu depan masuknya.

Alhamdulillah, lebaran kemarin bisa kembali silaturahmi ke keluarga besar dari pihak suami, juga dari pihak saya.

Pertemuan keluarga besar itu selalu memberi energi baru. Belum lagi ditambah kesempatan bertemu teman teman lama.

Plus kesempatan liburan ke tempat tempat wisata. Hmmm....

Walau pulang pulang ditunggu cucian dan setrikaan segunung, dan badan lumayan renteg minta dipijat (*lirik g*massage), tapi hati dan jiwa seakan segar kembali. Siap kembali menjalani berbagai rutinitas sebagai ibu rumah tangga (uhuk...).

Jadi... Kalau ada yang sedih isi dompet jadi kering karena mudik dan piknik... Segera ingat ingat... Keceriaan bertemu saudara dan teman yang lama ngga ketemu. Ingat juga wajah wajah ceria anak anak mengunjungi tempat tempat wisata.

Itu jadi tabungan kenangan yang berharga.

#udahcumamaungomonggituaja

17/07/16

17 Juli 2016 (Minggu)


Agenda hari ini, masih lebaran temanya. Bersama keluarga besar Yangkung, kami mengunjungi rumah sepupu Mbah Buyut.
Lanjut kunjungan sowan ke Kakak tertuanya Yangkung.
Sorenya, balik deh ke Tangerang.
By the way, Hanan badannya masih demam.

16/07/16

16 Juli 2016 (Sabtu)


Hari ini Hanan trial di Rumah Tahfidz Qur'an At Taqwa. Diantar ayah, ibu dan Mas Zhafi. Ketika diantar ke saung kelasnya, dan harus ditinggal, Hanan nangis. Hiks, ibu ngga tega. Tapi guru-guru tampak sudah yakin setiap anak nanti akan dapat beradaptasi. Akhirnya, ibu ikhlas dan pasrahkan kepada Allah, penjagaan Hanan. Semoga Allah memberikan ketenangan dan kedamaian di hati Adek Hanan, agar Hanan bisa menikmati hari-hari bersama guru dan teman-teman di LTQ At Taqwa hari ini dan seterusnya. Aamiin.
Ayah dan ibu lalu berkumpul dengan orangtua lainnya, untuk ta'aruf dengan kepala sekolah, pengasuh, dan orangtua-orangtua siswa yang lain. Selain itu ada preview dari Mudir (kepala Sekolah) tentang model pembelajaran di sini.
Dan alhamdulillah, orangtua dapat jatah belajar tahsin Qur'an secara cuma cuma setiap minggunya. Ayah dan Ibu mengikuti tes penempatan untuk menentukan kelas tahsin sesuai kemampuan.
Sorenya, kami pergi ke Rawasari. Kami janji mau memperingati milad Adek Hanan secara sederhana bareng Yangti, Yangkung, Pakde, dan Tante (eh... ternyata tantenya ada acara). Ndilalah, badannya agak hangat, sumeng. Akhirnya, kami pesan pizza dan foto-foto aja sendiri di rumah.

15/07/16

15 Juli 2016 (Jumat)


Masih ngelanjutin cuci dan setrika yang ronde kesekian. Alhamdulillah bisa beres hari ini. Cuma karena ini hari pertama berhalangan, ngga sanggup masak. Jadilah beli soto aja buat makan malam.

14/07/16

Cerita Mudik dan Liburan Lebaran 2016


Mudik tahun ini terlamaa...
Dua minggu. Biasanya paling hanya 10 harian aja. Sama perjalananannya kalau jalan darat ya... 11-12 hari.
Berangkat tanggal 30 Juni 2016, menaiki armada Akas Asri dari terminal Rawamangun. Pertama kali menginjakkan kaki di terminal ini lagi setelah renovasi.
Berangkat jam 2 siang, perjalanan relatif lancar, meski melewati jalur horor (aka - brexit). Walau sempat harus berhenti karena ban pecah, untungnya tidak butuh waktu lama pak supir dan kondektur memperbaikinya. Puasa kami pun alhamdulillah bisa tertunaikan hingga maghrib.
Iyaa... Hari itu, belum banyak yang memulai perjalanan mudik. Tapi besoknya, denger-denger sih, memang mulai padat.
Kami berbuka di daerah ... Di sebuah rumah makan perhentian bus AKAP.
Lanjut perjalanan juga relatif lancar. Ketika waktunya sahur, kami sudah tiba di ...
Sekitar pukul 7, kami sudah tiba di kota tujuan mudik yang pertama. Pasuruan, kota kelahiran si Ayah.
Dua tahun lalu, mudik ke Pasuruan, masih bisa sungkem ke Mbah Kung dan Uti (orang tua Ayah). Setahun lalu, mudik ke Pasuruan masih bisa ketemu Uti dan bantu-bantu beliau masak persiapan lebaran. Tahun ini, kami mudik disambut oleh adik-adiknya si Ayah, juga para keponakan. Al Fatihah untuk Mbah Kung dan Uti :'(.
Selama 5 hari jelang lebaran, kami relatif ngga banyak ke mana-mana. Paling hanya cari oleh-oleh, atau ajak anak dan ponakan nonton kereta dan lihat kapal perahu. Yeaa... Pasuruan belum jadi kota tujuan wisata, karena memang belum banyak tujuan wisata yang bisa didatangi. Paling dekat ya ke Kebun Binatang di Pandaan, atau wisata ke Malang. Tapi...ngga kesana juga lah kita. Malang walau dekat, tapi jarak tempuhnya bisa sampai 2 jam lebih karena macet. Lagi pula, itu masih di bulan Ramadhan, jadi yaa...kurang pas kalau mau piknik.

Baru pada hari lebaran pertama, tanggal 6 Juli, setelah sholat ied, kami keliling dari pagi sampai jelang maghrib. Di rumah pun kedatangan keluarga besar. Alhamdulillah...
Kuliner hari ini:
‌Bakso
‌Lontong opor, dan...
‌Rawooon.... Yang ditunggu!
Hari lebaran kedua, dini hari sekitar jam 2, tanggal 7 Juli, kami diantar adiknya Si Ayah ke terminal ... , Surabaya. Kami akan cabut ke Jogja dengan bus Patas Eka. Setelah sholat subuh, bus yang kami tumpangi berangkat melalui rute Lamongan, Gresik, dst. Bukan melewati Mojokerto seperti rute biasanya, karena konon kondisinya macet.
Perjalanan relatif lancar, dan sempat berhenti makan siang di Ngawi. Mulai terjebak macet ketika memasuki Klaten sampai masuk Jogja. Saking sudah ngga sabar sampai Jogja, karena mau menghadiri acara pertemuan keluarga di sana, sampai ngga ingat yang lain. Pengennya cepet sampai ajalah gitu. Dan ketika akhirnya kami sampai di tempat berhenti, kami turun di Janti, tidak ke terminal Giwangan. Begitu turun dan bis sudah jalan lagi, Ayah berseru, "Astaghfirullah...!"
Perasaanku ngga enak. Kupikir apa yang ketinggalan? HP Ayah? Dompet?
"Apa, Yah?! Ada apaa?!", teriakku panik.
"Koper!!"
Whaaat!!??
Dan aku jadi lebih panik.
Untungnya saat itu sudah datang mobil jemputan. Langsung kami minta pak Supir untuk antar kami ke Terminal Giwangan. Syukuur alhamdulillah... Masih rezeki kami itu koper dan segala isinya. Duh duh... Aeng aeng wae... -_-!
Setelah mampir di sebuah masjid untum sholat-sholat dan ganti pakaian, kami langsung ke lokasi pertemuan.
Rencananya, kami ketemu sama Yangti, Yangkung, dan Tante Vivi di Jogja, dan langsung menghadiri acara pertemuan keluarga besar Mangundiwiryo, keluarga dari Yangti. Alhamdulillah... Masih sempat bertemu dengan kakak-kakak sepupu, para ponakan, dan ... cucu. Hehe. Cucunya sepupu sih. Hihihi.
Kuliner hari ini:
‌Bakmi jawaa.... Dan nasi goreng
Lebaran hari ketiga, tanggal 8 Juli 2016. Agenda kami, bersama Yangti, Yangkung, dan Tante Vivi, adalah ke Solo, tempat kelahiran Yangkung. Di sana akan ada pertemuan keluarga besar Abdul Madjid, keluarga dari Yangkung. Tapi sebelum ke sana, kami mengunjungi Museum Ullen Sentalu. Museum kebudayaan Keraton yang dikelola oleh beberapa keluarga keraton. Museum yang unik. Sayang, tidak boleh ambil gambar di dalamnya.
Setelah puas menikmati museum dan berselfie ria, lalu sholat Jumat yang laki-laki, kami langsung check out dari penginapan, dan berangkat ke Solo. Tidak lupa membawa oleh-oleh jadah tempe Mbah Carik dan bakpia pathok.
Setelah kembali terjebak macet di Klaten, kami tiba di Solo sekitar jam 7 malam, dan menginap di rumah yang menjadi 'basecamp keluarga'.
Kuliner hari ini:
‌Bakso Telkooom
‌Nasi liweeet .... Ohh heaven
Lebaran hari ke empat, 9 Juli.
Hari ini adalah acara pertemuan keluarga besar Abdul Madjid. Acara silaturahmi sungkeman sekaligus pertemuan per tiga bulanan.
Menyenangkan banget, bisa ngobrol sama sepupu-sepupu, juga om dan tante, adik adik dari Yangkung. Dengar kabar-kabar terbaru, ketemu ponakan yang belum pernah ketemu karena tinggal di pulau seberang. Alhamdulillah acara lancar.
Kuliner hari ini:
‌Nasi liwet
‌Ketan kelapa bubuk kedeleee....!
‌Bakso (lagi)
Tanggal 10 Juli... Udah bukan lebaran kali yaaa...
Hari ini, ayah akan balik ke Jakarta, ngikut adiknya Yangkung naik mobil. Aku dan krucils extent liburannya dan akan berada di Jogja sampai tanggal 13, karena baru dapat tiket pesawat tanggal segitu.
Aku dan krucils ngikut balik ke Jogja bareng Yangkung, Yangti, dan Tante Vivi. Dalam perjalanan ke Jogja, kami mampir di Kalasan, tempat peternakan lele milik saudara sepupuku. Di sana kami diajak melihat kolam-kolam ternak lele sambil nabur pakan ikan. Senengnya si Zhafi, karena setiap pakan ikan ditebar, si lele-lele itu gerubyukan berebut makanan sampai air kolam nyiprat ngga karuan.
Setelah puas lihat mentahnya, kami disuguhi matengannya, sambil ngobrol-ngobrol.
Kuliner hari ini:
‌Bubur gudeg krecek
‌Soto daging triwindu
‌Mangut lele
Tanggal 11 Juli.
Yangkung, yangti, dan tante Vivi balik ke Jakarta nih. Yaahh... Makin sepi dehh...
Setelah anter Yangkung dan lainnya ke bandara, aku dan krucils ke Kebun Binatang Gembira Loka. Selama kuliah di Jogja, ngga pernah sekalipun aku masuk ke kebun binatang ini. Dan ini memang yang pertama kalinya aku ke sini. Direkomendasiin sama anak pemilik penginapan tempat kami menginap. Katanya Gembira Loka yang sekarang udah lebih bagus pengelolaannya. Wahana bermainnya juga lebih atraktif. Jadilah kami bermain main di GL Zoo. Selain melihat binatang liar dari dekat, Zhafi nyobain naik ATV, naik bumper boat berdua sama Hanan, lalu kita naik kereta keliling dan naik kapal bareng-bareng. Adzan Dhuhur, kami sudah keluar dari Kebun binatang. Ternyata Zhafi pengen jalan jalan lagi, akhirnya kita ke Taman Sari.
Taman Sari yang terakhir dulu kami kunjungi masih belum dicat, tempat pemandiannya juga ngga ada airnya. Sekarang sudah lebih bagus. Sudah dicat warna bata, kolamnya bersih dan airnya jernih dengan air mancurnya.
Zhafi penasaran dengan mesjid bawah tanah. Setelah melihat lihat dan foto-foto, jam 4, kami sudah keluar dari taman sari.
Kuliner hari ini:
‌Nasi Gudeg Yu Djum
‌Soto Pak Marto
‌Nasi goreng sea food
Tanggal 12 Juli.
Pagi-pagi, aku ajak krucils ke kawasan kampus UGM. Keliling-keliling kampus dan piknik di Grha Sabha Pramana (GSP). Setelah itu foto-foto di Masjid Kampus UGM.
Setelah sesiangan gegoleran aja di kamar penginapan, sorenya kami main ke Taman Lampion Pelangi di Monjali (Monumen Jogja Kembali). Di sana kami disuguhi pemandangan lampion aneka bentuk dan warna yang bisa jadi backgrouns selfie. Dan sempat juga kami sewa hellycak buat seru-seruan anak-anak.
Tanggal 13 Juli (last day).
Main ke Museum Dirgantara. Anak anak belajar segala macam tentang dunia penerbangan Indonesia dan sejarahnya. Bermacam-macam pesawat, helikopter, alutsista, diorama, dipamerkan menjadi media belajar yang memancing ketertarikan Zhafi dan Hanan. Apalagi, kita diperbolehkan untuk naik ke salah satu pesawat dan helikopter yang ada di sana.
Selesai dari sana, kami check out dari penginapan, pamit dengan keluarga Jogja, kami dijemput teman kuliahku. Aku janjian dengan beberapa teman kuliah yang sekarang menetap di Jogja, untuk ketemuan, reuni sekaligus nilik'i teman yang baru aja babaran (lahiran).
Alhamdulillahh... Bisa ketemu, tukar cerita, walau beberapa jam aja. Memberi energi dan semangat baru. Cieeh!
Akhirnya, waktunya pulang ke Jakarta, eh Tangerang. Penerbangan kami harusnya jam 6.50 sore. Tapi terlambat jadi 7.50. Dan entah kenapa pesawat baru landing sekitar jam 10, dan masih harus menunggu bagasi. Alhasil, kami keluar dari bandara baru jam 11, dan sampai rumah jam 12.
Cuappekk.
Kuliner hari ini? Ngga istimewa ... Seputaran nasi goreng penginapan, Hokben, dan nasi goreng a la resto bandara 
Alhamdulillah tiba di rumah dengan selamat. Walau sempat ngalamin moment ngga enak karena suami kelamaan nunggu di bandara, udah gitu nunggunya di terminal 1, ternyata landingnya di terminal 3. Padahal Li**, biasanya di terminal 1. 
Duuh maaf ya, Ayah.... 

14 Juli 2016 (Kamis)


Finally... Kembali ke pekerjaan domestik.
Seharian ini cuci baju, setrika, sampe berapa ronde. Disambi nyapu, ngepel, masak, dan cuci piring.
Alhamdulillah... Bisa makan malam lauk tempa tahu, ikan asih, dan pecel bumbu wijen.

Nikmat mana lagi yang kudustakan.

27/04/16

Hanan Today...



Awalnya ngga mau sekolah pagi ini. Tapi setelah dibujuk Ibu dengan beberapa cara, berangkat juga sekolah. Tampaknya Hanan senang banget di sekolah hari ini. Main sama teman-temannya, Valisa dan Kaisa. Sempat diajak menengok adik nya Althaf yang baru lahir.

Ternyata, dari sekolah Hanan membawa playdo. Sepulang sekolah, Hanan asyik membuat bentuk bentuk dari playdo. Seperti cacing, orang, dan robot. Ibu bantu membuat bentuk kura-kura dan kupu-kupu. Kemudian minta dibuatkan ikan, rumput laut, dan lain-lain.

Sambil menonton film Inside Out, masih juga dimainkan itu playdo. Sampai tertidur.
Sorenya, setelah bangun tidur, Hanan asyik bermain dengan kucing. Teman temannya, Amigo dan Dinka ikut bergabung bersama Hanan bermain kucing. Hihi… lucunya mereka.

Setelah maghrib, masih saja ceria. Masih ingin keluar bermain sama kucing. Masih tertawa-tawa. Sampai akhirnya masuk kamar Ayah Ibu, dan naik ke kasur. Sudah mau tidur aja. Sempat tidak mau sikat gigi. Tapi setelah digoda oleh Ayah Ibu, akhirnya mau juga sikat gigi. Ayah kasih hadiah istimewa karena Hanan sudah mau sikat gigi. Diayun ayun pakai sarung. Hahaha….

Sebelum tidur, Hanan minta dibacakan buku cerita. Alhamdulillah… hari yang cukup menyenangkan ya, Hanan…


Mudah-mudahan Hanan tidur membawa perasaan gembira ya, Nak…. 
Ibu sayang Hanan.

26/04/16

Bu, Kenapa Harus Ada Hari Kartini?


Beberapa hari yang lalu, Zhafi tiba-tiba mengajak diskusi tentang ‘kenapa harus ada Hari Kartini’.

“Bu, kenapa sih Hari Kartini harus ada? Kenapa harus dirayakan? Memangnya apa jasanya?”

Ya kujawab dengan jawaban standar. Pasti tahu, ya.

“Tapi kenapa justru Kartini yang dimuliakan? Dia muslimah bukan? Kenapa ngga berhijab?”

“Menurut yang Ibu baca, pada waktu dan tempat Kartini hidup saat itu, belum ada Alqur’an yang diterjemahkan. Para guru agama pun tidak ada yang mengajarkan makna Alqur’an, tapi hanya mengajarkan untuk membacanya aja. Tidak boleh diubah ke bahasa lain. Termasuk bahasa Jawa.

Sampai suatu ketika, Kartini bertemu dengan seorang Kyai yang memberikan ulasan tentang makna Al Qur’an. Kepada Kyai tersebut, Kartini menyampaikan keresahannya. Kenapa muslim diwajibkan membaca kitab yang kita tidak boleh tahu artinya. Apa gunanya. Hal itu menyadarkan Kyai. Lalu Kyai tersebut membuat terjemahan Al Qur’an dan memberikannya kepada Kartini. Namun sayang, Kyai tersebut baru menterjemahkan sampai juz 17, tapi kemudian sudah dipanggil menghadap Ilahi.

Perintah untuk menutup aurat ada di surat An Nuur yang ada di Juz  24. Itu alasannya kenapa Kartini tidak memakai hijab. Karena dia belum mendapatkan terjemahan juz berikutnya. “

Namun Zhafi tidak puas dengan penjelasan itu.

“Lalu kenapa harus dijadikan hari khusus? Kenapa pahlawan pahlawan muslim lainnya tidak dijadikan hari Khusus?”

“…”

“Bu, kok ngga jawab?”

“ Tidak semua tokoh pahlawan harus punya hari khusus.”

“ Lha terus kenapa Kartini punya? Menurutku, kita ngga perlu merayakan hari Kartini”

Pada titik ini, emosi dan egonya sudah terasa meningkat intensitasnya. Kalau sudah seperti ini, aku hanya perlu jadi pendengarnya, menyetujui pendapatnya, sambil tetap terus memasukkan pesan moral sejauh yang aku mampu.

“Mas Zhafi benar. Kita mungkin tidak perlu merayakan Hari Kartini. Banyak pahlawan –pahlawan lainnya yang mungkin lebih berjasa bagi negara dan kehidupan bangsa Indonesia saat ini. Tugas kita adalah, banyak membaca dan banyak belajar dari tokoh-tokoh pahlawan Indonesia. Mengambil teladan dari perjuangan mereka.”

Dan diskusi pun mereda.


Cari Blog Ini

Google+ Followers

 

Life Of A Mom and A Wife Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez