30/04/14

Belajar Menyetrika


Sudah 3 hari si Bibi ngga datang. Alhasil cucian dan setrikaan menumpuk. Ibu pun mulai mengumpulkan baju-baju yang belum disetrika, di keranjang dan di jemuran baju. Lalu mulai menyetrika.

Malam setelah makan, Mas Zhafi menawarkan diri untuk menyetrika baju-bajunya sendiri. Ibu senang Mas Zhafi mau menyeterika, yang terpenting adalah mau belajar melakukan hal-hal sederhana seperti menyeterika. 

Ternyata hasilnya rapih juga lho.Tambah bangga ibu sama Zhafi. Mas Zhafi udah melakukan banyak kebaikan. Yang pertama, karena mau belajar menyetrika, kedua membuat ibu bangga, dan ketiga dengan sendirinya Mas Zhafi sudah bantu ibu mengurangi pekerjaan rumah. 

Ibu bangga sama Mas Zhafi :)

Good News, Not A Very Good News


Waktu terapi hari selasa lalu, seperti biasa, sesi terapi diawali dengan nangis sebentar. Tapi ngga lama kemudian, Hanan sudah merasa nyaman dengan Bu Juli, terapisnya. 

"Udah mulai berani ngajak ngomong ya. Tadi lihat gambar ayam, trus panggil saya sambil bersuara 'u'uu uuu'. Oh suara ayam." Kata Bu Juli.

Iya, Ibu juga senang karena Hanan sudah berani ngajak ngobrol atau ngajak main teman. 

Seperti beberapa hari terakhir ini, Hanan seneng banget main sama tetangga sebelah yang seumuran, Cici Zelda dan Amigo. Main sepeda-sepedaan dan kejar-kejaran. Keliatan Hanan seneng banget. Padahal Ibu masih harus bolak balik nungguin tempe yang lagi digoreng, jadi ngga bisa nemenin Hanan di depan rumah.

Tapi Hanan, kenapa agak lesu ya? Ngga demam sih, tapi lesu dan BABnya ngga seperti biasanya.
Awalnya, Minggu pagi waktu di rumah Yangti, diare ringan, sampai hari Senin. Hari Selasa terlihat baik-baik aja. Tapi sejak hari Rabu, Hanan ngga nafsu makan sampai hari ini. Duh, Badan Hanan jadi kelihatan lebih kurus. Hiks...

Cepet seger lagi ya... Love You Hanan.

17/04/14

Diary of Changing Habits Project #1


Gambar dari scdlifestyle.com
Sejak tanggal 25 Maret lalu, aku merilis projek pribadi, yang ku beri nama CHANGING HABIT PROJECT. 

Project yang saya buat untuk meningkatkan kualitas pribadi, untuk melatih diri menjadi pemenang atas musuh abadi:DIRI SENDIRI

Jadi, sudah sering saya berusaha untuk membentuk kebiasaan baru, tapi selalu kalah oleh kebiasaan lama. Saya bikin jadwal harian, seideal mungkin, tapi... akhirnya jadwal itu hanya jadi pajangan dinding yang berdebu. Sering saya frustrasi karena kebiasaan lama yang kebanyakan memang kebiasaan buruk ini, begitu menguasai diriku, bikin saya sepertinya ngga bisa berubah sama sekali.

Nah, suatu ketika, ada suatu tawaran yang dishare di grup penulisan, untuk membuat buku tentang pengembangan diri. Aku mengajukan untuk membuat. Walau dalam hati aku mengejek diri sendiri... “bikin buku pengembangan diri tapi diri sendiri nggaaa berkembang-berkembang”. Tapi... keinginan untuk bisa menghasilkan suatu karya sebelum tahun ini berakhir, membuatku menepis pikiran itu. kalau aku ngga mulai sekarang, mau kapan lagi? Siapa tahu, sambil aku membuat buku ini, aku bisa sambil mencambuk diriku sendiri untuk maju.

Setelah diberitahu, bahwa tema bukunya adalah Change Your Habit, aku seperti pengen berteriak , “Akkk... ini aku banget!”. Maka mulailah aku membuat rancangan outlinenya. Aku buka semua situs-situs yang kutemukan di google tentang how to change habit. 

Nah, dari artikel-artikel tersebut, aku mendapat inspirasi baru. Bahwa mengubah kebiasaan perlu adaptasi. Mengubah kebiasaan bisa dengan melakukan setahap demi setahap. Di sebut apaa ya namanya, aku lupa. *lagi ngga bisa konek ke internet. 

Jadi misalnya, mau membentuk kebiasaan untuk berolahraga setiap hari, dari yang tadinya ngga pernah olahraga sama sekali. Pastinya berat kalau sekali memulai, menargetkan untuk olahraga minimal 30 menit sehari, setiap hari. Well, mungkin awal-awal semangat, tapi ngga bisa bertahan lama. Itu karena kita berusaha melawan kebiasaan tubuh secara paksa. Nah, kalau sebagai langkah awal, kita membuat kebiasaan baru, berolahraga minimal 10 menit perhari, tubuh ngga akan merasa terlalu berat, dan lebih besar kemungkinannya kita akan lebih mudah mempertahankan kebiasaan itu.
Kebiasaan baru yang positif tapi ringan dilakukan itu, coba kita terapkan selama lebih kurang 2 bulan, atau 66 hari. Kenapa? Karena menurut beberapa riset, kebiasaan itu akan menjadi sesuatu yang natural dilakukan tubuh setelah secara rutin dilakukan selama jangka waktu tersebut. setelah 66 hari, kebiasaan itu akan jadi sesuatu yang otomatis (atau default setting) bagi tubuh kita. Tapi setelah itu, coba tingkatkan durasinya menjadi 20 menit. Lakukan selama 66 hari. Tingkatkan lagi sampai pada target durasi yang diinginkan. Begitulah kira-kira kesimpulannya.

Tetapi, ngga menjamin juga, dalam waktu 66 hari, kebiasaan itu menjadi otomatis. Tergantung kebiasaan yang ingin dibentuk. Kalau kebiasaan itu terhitung sulit dan/ atau berat dilakukan, mungkin butuh waktu lebih lama.

Ya, kira-kira begitulah. Jadi yaa... pantesan aja, berkali-kali aku bikin jadwal harian, udah bagus dan ideal lah, akhirnya ngga pernah kepake juga. Jadi aku buatlah proyek ini. proyek yang akan memakan waktu berbulan-bulan, mungkin bertahun-tahun... Karena kebiasaan lamaku yang negatif itu, yang perlu diubah ke kebiasaan positif itu, BUANYAAAKKKK! Dari yang mulai males olahraga, pola makan ngga bener, tidur ngga teratur, sholat sering molor sampai akhir waktu, susah bangun pagi, muacem –muacem! Belum yang males ini, males itu. Haduuhh..

Nah... apa jaminannya, aku ngga akan bosan menjalankan proyek ini? Karena, aku juga mudah bosan orangnya. Apalagi ini dijalankan dalam waktu yang lama. Satu hal lagi yang aku pelajar dari artikel-artikel tentang changing habits itu, adalah... tubuh dan pikiran kita selalu menginginkan hal yang baru. Nah, aku membuat proyek ini seperti dengan prinisip itu.

Aku akan menentukan 2-3 kebiasaan baru yang mau kubentuk. Jadi setiap 3 hari ada hal yang baru. Misalnya hari pertama proyek aku punya kebiasaan A, B, C. Nanti hari ke-4, aku menentukan akan memulai kebiasaan baru D, E, dan F. Sementara kebiasaan A, B, dan C tetap dijalankan. Biar ngga lupa, ya aku bikin tabel matriks kebiasaan di program excel.

Trus... aku menantang diri, kalau aku ngga melakukan kebiasaan itu, aku akan merasa menyesal. Karena aku udah membuat janji pada diri sendiri. Kalau sampai janji itu ngga ditepati, berarti aku semakin ngga bisa dipercaya, bahkan oleh diriku sendiri.

Trus gimana dengan project nulis bukunya? Hehe, ajuan rancangan outlineku ngga diterima. Tapi... aku rapopo.... memang belum waktunya. Dan aku rapopo, karena aku justru dapet kesempatan untuk belajar tentang changing habits, dengan mempraktekkannya. Suatu saat, kalau aku sudah membuktikan keberhasilan dari ‘teori-teori’ changing habits ini, aku bener-bener akan menuliskannya dalam buku. In syaa Allahh. *ini doaku ya Rabb...

Pasuruan, 8 April 2014

Kok Kurusan ?


Sudah 3 tahun terakhir ini, lumayan banget sering dengar komentar, "Kok kurusan sih?" atau "Kok tambah tipis aja", "Kok makin tirus aja". Ehm... komentar ringan sebenernya. Tapi, cukup bikin kepikiran. Tanpa di komentari begitu, saya pun sudah cukup kepikiran setiap kali melihat wajah sendiri di cermin. Pipi itu makin tirus, kalau tidak mau dibilang kempot. Tulang di bahu saya terlihat menonjol. Pergelangan tangan pun terlihat makin kecil lingkarnya.

Kalau melihat dari riwayat kesehatan sendiri sih, memang belakang ini terhitung sejak 3,5 tahun lalu, cukup sering saya bolak balik rumah sakit. Awalnya, karena Hanan yang sakit, setelah Hanan sembuh, gantian saya sendiri.

Sejak tahun 2012 bulan Mei, saya mulai merasakan gejala-gejala ngga nyaman di dada. Kadang seperti merasa nafas ini berhenti, atau sesak, atau nyeri yang hilang timbul. Ternyata saya punya riwayat kelainan katup yang masih sangat ringan sebenarnya. Tetapi, gejala ngga nyaman itu sering muncul membuat saya ketakutan untuk tidur selama beberapa lama. Alhamdulillah dokter jantung yang saya temui dulu sangat ramah dan menyejukkan. Mungkin itu juga yang membuat saya akhirnya tidak terlalu khawatir lagi.

Tahun 2013, kembali mengalami gejala nafas berat dan sampai keluar keringat dingin. Sampai harus dibawa ke IGD. Alhamdulillah setelah beberapa saat gejala itu hilang dan saya pun diperbolehkan pulang walau masih terasa lemas.

Dan akhir-akhir ini makin sering merasa nyeri dada, dan dada berdebar-debar yang muncul beberapa kali dalam sehari.

Kemarin, saya memeriksakan diri lagi ke dokter jantung, yang kemudia merujuk saya untuk melakukan pemeriksaan holter. Pemeriksaan holter adalah pemeriksaan rekam jantung selama 24 jam.

Rencananya minggu depan saya akan melakukan pemeriksaan Holter. Mudah-mudahan hasilnya cukup melegakan.

13/04/14

Deg-degannya Kalau Anak Sakit


Yang namanya ibu-ibu, kalau anak sakit pasti deg-degan. Apalagi kalau sampai anaknya tidur terus, lemes, pake acara linglung ketika bangung, diare. Duh....

Dua hari kemarin, adalah dua hari yang lumayan bikin hati deg-degan karena Zhafi sakit diare. Badan lemas, tidur terus, dua kali dibangungkan seperti orang bingung. Bibirnya mengatup, pandangan mengawang, mengigau. Ampun.... Besoknya, juga begitu. Dan sempat yang terlama (untungnya juga yang terakhir insyaa Allah), linglungnya lumayan lama, sampai Ayahnya berkeputusan membawa Zhafi ke rumah sakit. Saya menyiapkan semua keperluan kalau-kalau harus nginap di rumah sakit, sambil nangis dalam hati. Tapi ngga lama kemudian, sebelum berangkat udah sadar kembali.

Dan sekarang udah bisa sedikit lega, karena behaviornya udah normal. Di suruh tidur ngga mau, seperti biasanya. Walaupun masih sedikit khawatir karena BABnya masih cair. Yang penting kontrol cairan terus. Untunggg banget, sakitnya pas Ayahnya libur, alias hari Sabtu, jadi sayanya ngga terlalu panik.

Teman Baru di Apotik


Tadi malam, Hanan ikut nganter Mas Zhafi periksa dokter dan beli obat di apotik. Waktu di apotik, Hanan ikut Ayah masuk ke apotik. Eh, ternyata di dalam sana, ada anak seumuran. Ngga butuh waktu lama, Hanan dan anak laki-laki itu udah asik main kejar-kejaran kelilingan di dalam apotik. Bikin heboh dengan suara cekakak cekikik si Hanan dan teman barunya itu.

Pas temannya itu mau pulang karena ibu bapaknya sudah selesai antri di apotik, Hanan dan si teman baru saling dadah-dadahan dari balik pintu kaca. Malah Hanan sempat pingin ngikut. Hihihi... Lucunya... Hanan. Lucunya anak-anak.

12/04/14

Mas Zhafi, Get Well Soon Yah ...


Ternyata, keluhan sakit perut dan mual hari Jumat lalu masih berlanjut. Setelah kedinginan, lalu demam sampai 40 dersel. Setelah diberi parasetamol, panasnya turun. Tapi yang mengkhawatirkan, dua kali dalam hari ini, Mas Zhafi bangun tidur dalam keadaan linglung. Yang pertama memang dalam kondisi panas tinggi, tapi yang kedua, suhu tubuhnya sudah 37,6 dersel. Khawatir.

BABnya 5 kali dan cair. Mudah-mudahan ini hanya virus saluran cerna aja. Tapi tetap kami bawa ke dr. Armelia, DSA langganan Mas Zhafi dan Hanan. Beliau merujuk untuk tes urin, karena tau sejarah penyakit Mas Zhafi sebelumnya. Dan memang, hasil tes urin kembali sedikit mengkhawatirkan. Beliau menjelaskan, kondisi GNAnya belum betul-betul sembuh. Harus diobati lagi dengan AB Amoxiclav dan usahakan untuk bed rest total.Tapi, penyakitnya yang sekarang, bisa jadi memang dari virus saluran cerna. Jadi selain diberi AB untuk menangani GNAnya, dr Armelia juga meresepkan sejumlah suplemen dan obat non AB untuk masalah pencernaannya.

Akhirnya dimulailah periode minum obat-obatan itu. Tapi...

Sampai hari kemarin, kondisi Mas Zhafi masih lemas, mengantuk, dan banyak tidur. Kedapatan dua kali Mas Zhafi linglung ketika dibangunkan. Bikin Ayah dan Ibu deg-degan. Sampai sempat mau kami bawa ke UGD. Baju dan perlengkapan 'menginap' di rumah sakit sudah ibu siapkan. Tapi kemudian, Mas Zhafi mengeluh mules dan pingin BAB. setelah itu, kondisinya mulai sadar kembali.

Hari kemarin, Mas Zhafi tanya. "ini hari apa?" sampai 3 kali.
Ibu dan Ayah, menjawab, "Ini Hari Sabtu, Mas. Kenapa?"
Yang ketiga ketiga kalinya, Mas Zhafi bilang, "Kok lama banget ya, hari Sabtunya."
"Mungkin karena Mas Zhafi tadi banyak tidurnya, dan lama ya. Jadi sepertinya kok udah banyak tidur tapi masih hari Sabtu, gitu ya?"
Mas Zhafi mengangguk.

Tapi sorenya, Mas Zhafi kelihatan lebih segar, tidak mudah tertidur lagi seperti sebelumnya. Sepertinya sudah terlihat lebih segar, walau masih lemas. Kami tetap membawa ke dokter di klinik, untuk minta surat rujukan kontrol ke DSA. 

Pagi ini, alhamdulillah Mas Zhafi udah lebih segar. Udah ngga tidur terus dan sedang asik main lego. Tapi Ayah dan Ibu ingin Mas Zhafi tetap di tempat tidur, seperti saran dr. Armelia. Setidaknya selama seminggu. 

Get Well Soon Mas Zhafi....
 

Aksi Lucu a La Hanan #!


Gemesnya sama si anak lanang satu ini. Aksinya semakin kreatif dan aneh-aneh. Hanan makin ngga bisa diam. Apa saja dieksploras, apa saja ditiru.

Contoh hari ini aja, ada aja aksinya yang lucu-lucu dan bikin geleng kepala. Sepagian ini saja sudah ada aksi ngupil pakai jempol kaki, bermain sama semut sampai ngerogoh-rogoh kolong kulkas.

Melihat masnya yang lagi sakit sarapan disuapi Ayah di tempat tidur, Hanan pingin ikut-ikutan. Dari mulai senderan di kasur pakai bantal, peluk guling, dan minta disuapi. Hihihi...

Tiga Tahun Sembilan Bulan


Usia Hanan bulan ini 3 tahun 9 bulan. Di usia ini, keterampilan-keterampilan yang sudah dia kuasai:

Motorik kasar
Berlari pelan
Berdiri kaki satu selama 2 detik
Mengayuh pedal sepeda setengah-setengah
Mendorong dengan kaki (menjalankan mobil-mobilannya)


Motorik halusnya
Meronce balok
Memasukkan koin
Membuka tutup botol flip

Sosialnya
Mudah mengajak bermain teman baru
Suka tersenyum dengan orang lain

Bahasa dan ekspresi
Pemahaman cukup baik, paham instruksi seperti buang sampah, ambil gelas, bawa sini, ambil baju, dll.
Mau meniru, walau tidak selalu, kata-kata seperti aih (air), ju (baju)
Kata-kata yang muncul seperti mbu (ibu), yayah (ayah), mbi (ubi), cuscus (susu), mamam (makan), mnyumnyum (minum), emah (mas), jus-jus (kereta api), du (madu), pipis, a'a (e'e/BAB)
Kalau menginginkan sesuatu, menunjuk

Kemandirian
Makan sendiri
Menyiram tubuhnya sendiri ketika mandi
Cuci tangan pakai sabun sendiri
Mengambil gelas, piring, sendok sendiri
Melepas celana sendiri
Memakai dan melepas sendal sendiri

Memang terlihat lebih lambat dari seharusnya, karena riwayat kesehatannya di masa lalu yang pernah Ibu ceritakan di sini. Tapi Ayah dan Ibu bersyukur, sampai hari ini, Hanan terlihat sehat dan bisa berinteraksi seperti anak-anak lainnya. Hanan, you are always my sunshine. :*

11/04/14

Perut Mual, Bu ...


Hari ini Mas Zhafi ngga masuk sekolah. Tadi pagi sehabis sarapan, perut Mas Zhafi sakit, trus mual. Tapi dicoba tetep sekolah. Dianter Ibu sampai sekolah, Mas Zhafi merasa makin mual dan sakit perut. akhirnya, Ibu menemui Bunda Nita, izin tidak sekolah hari ini.

Sampai sekolah, badan Mas Zhafi kedinginan, dan perut masih mual. Ibu bantu dengan tapping SEFT. Mualnya hilang, tapi masih terasa kedinginan. Akhirnya Ibu bilang, Mas Zhafi tidur aja. Ngga berapa lama, Ibu bangunin Mas Zhafi, karena badannya panas, sampai 40 dercel. Ibu suruh Mas Zhafi minum obat penurun panas dan minum yang banyak.

Badan Mas Zhafi ngga kedinginan lagi, malah jadi keringetan, dan minta Ibu nyalakan AC.

Semoga, Mas Zhafir cepat sembuh. Aamiin...

10/04/14

Ke Rumah Uti dan Mbahkung


Asikk, naik pesawat!

Mas Zhafi mau ngunjungin Uti dan Mbahkung di Pasuruan. Pasuruan itu di Jawa Timur. Kalau mau ke Pasuruan naik pesawat, rutenya begini. Dari bandara Soekarno Hatta terbang selama 1 jam lebih ke Bandara Juanda miSurabaya, dari sana baru deh naik mobil ke Pasuruan.

Kemarin dari Bandara Juanda dijemput sama Om Iyan. Om Iyan itu adeknya Ayah. Ngga cuma Om Iyan, ada tante Eris juga adek-adek epupu Mas Zhafi, dek Lintang dan Dek Feran.

Selama di sana, Ayah ngajak ke rumah mbah buyut, bude Tin, Bude Rom, dan Mbah de Nurul. Dan serunya Mas Zhafi, main sama dek Hanan dan dek Lintang.

Kami di Pasuruan hanya 3 hari, berangkat Minggu, balik ke Jakarta hari Rabu pagi, karena Ayah Ibu mau nyoblos hehe.

Cari Blog Ini

Google+ Followers

 

Life Of A Mom and A Wife Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez