17/01/18

Fitrah Seksualitas day #10

Review Presentasi Kelompok 9

Ini adalah kelompok saya sendiri bersama Mba Selviana dan Mbak Wahanten. Menurut teman-teman sekelas, ini presentasi paling serius, seperti skripsi. Saya sendiri awalnya ngga ngeh juga. Tapi memang sejak awal Mbak Selvi memberikan outline materi sudah seperti skripsi, dengan Bab 1, 2, 3, dan 4.  Lalu kami bagi tugas, siapa mengerjakan bab berapa. Jadi kami tinggal menulis mengikuti outline dengan berbagai referensi yang kami punya. Alhamdulilah bisa selesai di sela-sela kerempongan ala emak.

Selamat menyimak 'makalah' kami 😉😉, juga slide dan video presentasinya pada link di bawah ini.

Materi presentasi kelompok 9

Fitrah Seksualitas day #9

Review Presentasi Kelompok 10
Presentasi oleh Mbak Ulfah dan Mbak Yunita Dury, membahas tentang Mendidik Anak Laki-Laki Sejati, Mempersiapkan Calon Ayah.

 
Fitrah Seksualitas Adalah tentang  bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.
Perlunya membangkitkan fitrah seksualitas agar kelak pada saat dewasa & berumah tangga anak-anak dapat berperan sejati sesuai dengan gendernya.
Berikut akan kami sampaikan kisah yang bisa dijadikan pelajaran penting bagi yang punya anak laki-laki untuk bisa mempersiapkannya menjadi seorang Ayah sejati kelak.

Mempersiapkan Calon Ayah ( Mendidik Fitrah Seksualitas Anak Laki-Laki)
Proses menjadi seorang Ayah bukanlah sebuah proses yang mudah.
Banyak para Ayah yang ‘gagal’ menjadi Ayah bukan karena ia tidak mampu, tapi karena ia tidak cukup bekal, tidak cukup belajar.
Alhasil, setelah menjadi Ayah ia kikuk, bingung harus bagaimana memperlakukan wanitanya dan keluarganya dengan baik.
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
Sebut saja namanya Mr.Budi (bukan nama yang sebenarnya), seorang pria berusia 35+ yang sampai kini masih kebingungan dengan perannya sebagai Ayah, padahal usia pernikahannya sudah menginjak tahun ketujuh dan sudah dikaruniai 3 orang anak.
Mr. Budi ini tipe Ayah tukang main, sebagian besar waktunya habis di luar rumah, dengan berbagai kegiatan kongkow dan tak jarang bersinggungan dengan gadis-gadis muda.
Ia hampir tidak terlibat dalam pengasuhan dan “belum” merasa penting untuk melakukan tanggung jawab terhadap istri dan ketiga anaknya.
Ia bisa tak pulang berhari-hari karena ‘main’ di luar, juga bisa tetap nyenyak tidur dan bermalas-malasan sementara anak-anaknya menangis di kanan kirinya. Nyaris tidak ada rasa bersalah.
Bisa dibayangkan bagaimana perasaan istrinya?
Beban pernikahan terasa berat sebelah, dan membuatnya tidak sanggup.
Apa suaminya paham beban itu? tidak.
“ This is my world, and I’m Happy ” pendapat Mr. Budi.
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
Mr. Budi belum memahami perannya.
Bahkan lebih jauhnya lagi ia belum matang dalam perkembangan seksualitas, sebagai laki-laki sejati.
Pada kasus Mr.Budi ini rupanya ia nyaris tidak punya role model tentang bagaimana menjadi Ayah yang sejati. Kedua orang tuanya dulu sibuk bekerja, hampir tidak ada kedekatan dengan kedua orang tuanya.

Ia banyak menghabiskan waktunya dengan bibi (pengasuh) dan aneka fasilitas yang tersedia di rumahnya. Ia melihat sosok Ayah banyak di luar rumah dan tak hadir di rumah, hanya sesekali saat liburan panjang. Itupun tetap dengan pekerjaan ini itu.

Ya, ia kehilangan kesempatan belajar dan nyaris tak punya bekal.
Wajah tampan dan uang berlimpah tak cukup untuk modalnya memasuki gerbang pernikahan.
Banyak lubang, banyak fase perkembangan yang terlewati.
Sosok Ayah dan Ibu harus ada sepanjang masa mendidik anak-anak dari lahir sampai usianya aqil baligh agar fitrah seksualitas itu tumbuh subur, matang, paripurna.
Aaah, luar biasa yaa....

Link Referensi: https://sofianaindraswari.com/mempersiapkan-calon-ayah-mendidik-fitrah-seksualitas-anak-laki-laki/
1. Ghadul Bashar (Menjaga Pandangan)
2. Bergaul Dengan Orang - Orang Shalih
3. Memperbanyak Waktu Bersama Al Qur’an
4. Memperbaiki Shalat
5. Memperbanyak Istighfar
6. Meluangkan Waktu Hadir di Majelis Ilmu  
7. Puasa Sunnah

8 Hal Yang Harus Diajarkan Ayah Kepada Anak Lelakinya Agar Kelak Jadi Pria Sejati:
1. Terangkan pentingnya mengetahui arti menang dan kalah
Menjadi teman anak dalam lomba atau permainan di sekolah merupakan sebuah latihan yang bagus untuk “kualitas kelelakian”. Melalui lomba dan permainan itu, anak-anak bisa merasakan apa itu kemenangan dan bagaimana usaha untuk meraihnya. Seorang ayah juga dapat memberikan pemahaman apabila sang anak mengalami kekalahan. Jika kalah dalam perlombaan tidak perlu malu.
2. Ajarkan perilaku yang benar dalam menghadapi perempuan
Seorang ibu bisa saja mengajarkan kepada anak laki-lakinya bagaimana memperlakukan seorang perempuan. Namun, hanya ayah yang bisa mencontohkan secara langsung berdasarkan pengalamannya. Adalah luar biasa bila anak laki-laki belajar dari ayahnya tentang hal-hal penting tentang perempuan. Bukan dari temannya, bukan dari internet, tetapi dari ayahnya.
3. Bicaralah tentang cinta antar lelaki
Biarkan anak laki-laki Anda belajar tentang semua perasaan kelelakiannya dari hati ke hati ketika saat itu tiba. Bagi seorang remaja laki-laki, hal ini adalah sebuah hadiah yang berharga jika ayahnya bercerita tentang cinta dan kencan pertamanya. Katakan pula untuk tidak perlu buru-buru karena lebih baik menunggu untuk dapat perempuan yang tepat. Pembicaraan seperti  ini sangat berguna untuk saling mempercayai.
4. Ajari bagaimana untuk melawan balik
Seorang ayah adalah satu-satunya orang yang dapat dengan tepat mengajarkan anak laki-lakinya untuk menjadi kuat, teguh, dan tahu mana yang benar.
Ayah dapat mengajarkan anak laki-lakinya untuk mengetahui kapan untuk melawan atau jangan pedulikan bila diprovokasi. Ayah juga dapat menerangkan bahwa kebaikan hati bukan berarti sebuah kelemahan. Ayah berperan besar dalam mendidik anak lelakinya untuk bisa menjadi laki-laki sejati.
Ayah dapat mengajarkan anak laki-lakinya untuk mengetahui kapan untuk melawan atau jangan pedulikan bila diprovokasi. Ayah juga dapat menerangkan bahwa kebaikan hati bukan berarti sebuah kelemahan.
5. Bantu anak untuk menemukan pandangan hidup sendiri
Anda tidak perlu melakukan hal yang spesial. Anda cukup ada dari waktu ke waktu dan berbicara kepadanya. Dengan bantuan ayah, anak dapat melihat beberapa sudut pandang pada suatu kejadian yang sama, belajar menganalisa, dan membentuk padangannya sendiri akan sesuatu.
6. Perkaya anak dengan pengalaman yang menarik
Bagi seorang ibu mungkin permainan memutar roda keberuntungan bukanlah permainan yang baik.
Namun, permainan itu akan dipilihkan oleh seorang ayah karena bisa menjadi permainan yang berkarakter macho. Nah, sang anak akan mengganggapnya sebagai sebuah pengalaman baru yang sensasional.
7. Ajari trik-trik atau pekerjaan kaum lelaki
Ada beberapa trik dari kaum lelaki yang akan terlihat seperti sulap bagi kebanyakan perempuan.
Contohnya, menyalakan perapian, memaku, atau memperbaiki mobil. Saat anak dewasa, pasti akan menjadi seorang lelaki yang terampil.
8. Bantu mengenalkan pekerjaan harian di rumah
Memang sih pekerjaan seperti mengikat dasi, menyukur kumis, atau menyetrika kemaja sendiri, dapat dipelajari dari internet. Namun, pengetahuan itu akan lebih baik diajarkan oleh seorang ayah kepada anak lelakinya.

Sumber:
http://intisari.grid.id/index.php/Wellness/Psychology/8-Hal-Yang-Harus-Diajarkan-Ayah-Kepada-Anak-Lelakinya-Agar-Kelak-Jadi-Pria-Sejati?page=4

Fitrah Seksualitas day #8

Review Presentasi Kelompok 8
Presnter kali ini adalah Mbak Yulfitri (Pipit), Mbak Dian A. Puspitasari, dan Mbak Nurlaela, berjudul Hal-hal Yang Perlu Dikenalkan Sejak Dini Untuk Menumbuhkan Fitrah Seksual Anak. 

Fitrah Seksualitas Day #7

Review Presentasi Kelompok 7
Materi kali ini disajikan oleh Mbak Natalia Intan dan Mbak Tanty. Berfokus pada peran tuntunan orang tua dalam membangkitkan fitrah seksualitas dan pengaruh buruk tontonan yang tidak tepat bagi perkembangan fitrah seksualitas anak.

Presentasi Kelompok 7 Level 11 Kelas BunSay Batch 1




16/01/18

Fitrah Seksualitas Day #6

Review Presentasi Kelompok 6

Materi kali ini disajikan oleh Mbak Inten, Mbak Ira, dan Mbak Dian. Temanya kali ini berfokus pada mendidik dan membangkitkan fitrah seksualitas anak terutama pada usia dini.

💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛
Sejak 1990, dukungan terhadap hak-hak kaum laknatullah LGBT mulai meningkat. Seperti terlihat pada gambar, 99 negara telah mengakui adanya hak kaum LGBT dan persamaannya dengan kedua gender sejati. Na’udzubillah.
Kaum LGBT (Lesbian, Gay, Transgender, Bisexual)  menggunakan segala media untuk 'menularkan penyakitnya’ terutama kepada anak-anak, seperti melalui film, buku, iklan, dll.

Alhamdulillah dalam data tersebut, negara kita bertanda merah, yang artinya negara tidak mengakui adanya hak-hak kaum LGBT. Tetapi, dengan banyaknya intervensi asing saat ini, mungkinkah negara kita akan bertanda biru??
Bagaimana caranya untuk mencegah LGBT merebak di sekitar kita??
Kami sepakat, cara terbaik untuk mencegah LGBT sejak dini adalah dengan kembali pada Islam. Dengan mendidik fitrah seksualitas anak sejak usia dini berdasarkan ajaran Islam.
Kami berfokus pada usia dini (0-6 tahun) karena setiap anak pasti melewati masa ini kan?
Dengan latar belakang itulah kami mengambil judul
MENCEGAH LGBT SEJAK DINI
Menurut Harry Santosa, fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.
Pendidikan fitrah seksualitas dapat dimulai sejak anak lahir.
Menumbuhkan Fitrah ini banyak tergantung pada kehadiran dan kedekatan pada Ayah dan Ibu.
Agama kita yang sempurna telah memberikan bimbingan cara mendidik fitrah seksualitas anak dengan jelas dan tegas.

Jadi gimana cara mendidiknya??
Sebelumnya, kita review pemahaman kita yuk buibu,, siapa yang bisa jawab
Apa Itu Fitrah Seksualitas?
Hayoo udah 5 hari dapet materi ini masa belum nglotok
Apa itu fitrah seksualitas?
Fitrah : sifat asal; kesucian; bakat; pembawaan
Seksualitas : ciri/sifat/peranan seks
Fitrah seksualitas adalah fitrah yang ada pada setiap manusia sehubungan dengan jenis kelamin, kodratnya dan tanggungjawabnya sesuai dengan gender yang dimilikinya. Bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sebagai lelaki atau perempuan sejati, membangkitkan, menumbuhkan dan merawat fitrah sesuai gendernya.

Seorang laki-laki merasa, berfikir, bertindak dan bersikap sebagai laki-laki, begitupun seorang perempuan.

Kita lanjutkan yaa masih mengenai fitrah seksualitas anak sejak usia dini berdasarkan agama islam.
Kita masuk ke tahap bagaimana cara mendidiknya .
mendidik fitrah seksualitas anak usia dini = mencegah LGBT sejak dini
1. Buat anak mengerti tentang identitas seksualnya
 anak sudah harus bisa memastikan identitas seksualnya sejak berusia 3 thn.
Sejak bayi, orang tua mengajarkan anak tentang nama-nama bagian tubuh. Seiring usia, jelaskan juga fungsi dan bagaimana menjaganya. Kemudian sejak 9 bulan, kenalkan organ seksual yang dimiliki oleh anak. Ada baiknya dikenalkan dengan nama ilmiahnya, misalnya vagina pada perempuan atau penis pada laki-laki. Mengapa harus nama ilmiah? Ini menghindarkan pada pentabuan. Selama ini pembicaraan seputar seksualitas dianggap tabu oleh masyarakat. Karena penjelasannya seringkali tidak secara ilmiah. Hal yang tabu ini bisa mendorong anak untuk mencari-cari secara sembunyi-sembunyi. Dan ini pada akhirnya akan memulai datangnya masalah penyimpangan seksual pada anak. Orangtua harus menjadi pihak pertama yang secara jujur dan terbuka dalam menyampaikan hal yang berkaitan dengan organ seksual anak. Sehingga anak akan mampu dengan jelas memahami identitas seksualnya.
2. Rawat rasa malu yang fitrahnya ia rasakan ketika bagian tubuh itu terlihat orang lain
Jika akan membantunya memakaikan pakaian, minta izin saudaranya yang lain untuk tidak melihat.
3. Ajarkan anak untuk melindungi dirinya dari kejahatan seksual
Menurut penelitian, hampir 100% gay pernah mengalami pelecehan seksual saat kecil. Karena itu, orang tua perlu mengajarkan anak untuk dapat melindungi diri dari kejahatan seksual. Ketika anak sudah lancar berbicara dan mulai beraktivitas dengan peer groupnya di luar rumah, maka orangtua perlu mengajarkan tentang area pribadi tubuhnya. Area pribadi tubuh adalah bagian tubuh yang tidak boleh dipegang oleh orang lain, kecuali untuk pemeriksaan atau untuk dibersihkan. Hanya orangtua ataupun dokter yang boleh memegang area pribadi ini.

Ada empat area pribadi yaitu anus, kemaluan, payudara dan mulut. Dengan demikian anak akan waspada kepada pihak-pihak yang akan melakukan kejahatan seksual padanya.
Salah satu cara mengajarkannya adalah dengan 3 B (Bermain, Bernyanyi, Bercerita). Ajak anak bermain dengan metode ROLE PLAY sambil menyanyikan lagu dari Yayasan Kita dan Buah Hati ini
https://www.youtube.com/watch?v=Msy1VSMmXN4.

Tak lupa, bantu anak memahami jenis sentuhan. Gunakan lagu ini sebagai alat bantu : https://www.youtube.com/watch?v=k6U3G_aucsw
– Sentuhan baik/boleh untuk sentuhan pada tubuh bagian pundak hingga ujung jari, dan dari lutut hingga ujung kaki.
– Sentuhan buruk/tidak boleh untuk sentuhan yang mengenai tubuh yang ditutupi pakaian dalam dan bibir. Bagian ini hanya boleh disentuh diri sendiri, ibu, dan dokter.
– Sentuhan membingungkan untuk sentuhan yang mengenai tubuh dari pundak hingga lutut. Bagian ini juga hanya boleh disentuh diri sendiri, ibu, dan dokter.
Tak lupa, Ajari anak untuk mempercayai perasaannya dan ajari anak agar mampu berkata TIDAK, ENGGAK MAU, atau JANGAN BEGITU!
4. Latih anak mengucapkan salam dan meminta izin ketika masuk rumah atau kamar orang tua
Mengucapkan salam dan meminta izin adalah dua hal yang berbeda.
Ex: ketika anak masuk kamar (kakak, adik, atau ortu) harus di mulai dengan salam lalu minta izin masuk (Surah Annur - 27). 
❓❓Tujuannnya menjaga pandangan Mata, karena syahwat bermula dari mata. Konsekuensinya, orang tua wajib menutup aurat di hadapan anak
⛔Misalnya ketika ibu menyusui adik bayi, ibu menutup auratnya dari sang kakak laki-laki yang berusia 4 tahun atau lebih. Dalam pengamatan kami, anak usia 4 tahun sudah dapat membedakan dan mengerti aurat wanita.

Tiga waktu dimana anak kecil harus meminta izin untuk masuk kamar  orang tuanya (QS An-Nut 58-59)
    1. Sebelum solat subuh
    2. Waktu tidur siang
    3. Setelah salat isya

5. Biasakan anak untuk menundukan pandangan mata dari hal hal yg haram
 Ex : laki laki melihat wanita yg bukan mahramnya (Annur-30).
Jelaskan hakikat mahram.
~ muhrim : orang yg akan berihram (menunaikan ibadah haji / umrah)
~ mahram : kerabat yg haram utk di nikahi.
❌ termasuk pandangan di gadget, tv, buku, dsb
point selanjutnya adalah bagaimana cara mendidik fitrah seksualitas anak sejak dini
 
6. Membiasakan anak menggunakan pakaian menutup aurat dan mencontohkannya sebagai orangtua
 Bagaimana cara kita mendidik anak-anak kita agar tau pentingnya menutup aurat ❓
Melatih anak mentup aurat:
 Mulailah dari diri kita sendiri. Karena keteladanan adalah senjata paling ampuh.
Memisahkan tempat tidur antara laki laki dan perempuan, ini tujuannya adalah untuk menanamkan pemahaman tentang konsep aurat antara laki laki dan perempuan
Biasakan putri kecil kita berpakaian muslimah ketika keluar, yaa meskipun belum sempurna. Karena usia dini masih dalam proses pembelajaran. Ketika sesuatu sudah tertanam sejak kecil, maka ketika tidak memakainya pasti akan terasa risih. Lalu berikan penghargaan, pasti bakalan tambah semangat deh 
Selektif dalam memilih tontonan bagi putra putri kita. Pilihlah tontonan yang mendukung mereka dalam proses pembentukan akhlak mereka. Jika ada yang bertentangan berikan penjelasan.
Pilih lingkungan yang mendukung. Pilihkanlah putra/putri kita lingkungan yang mendukung mereka untuk berbusana muslimah. Baik dalam lingkungan sekitar rumah ataupun lingkungan sekolah. Ini bukan berarti kita pilih teman untuk anak-anak kita, tapi kenyataan membuktikan bahwa teman sepergaulan sangat besar pengaruhnya dalam diri anak.

7. Latih anak tidur dalam posisi miring ke kanan
Kenapa posisi miring ke kanan gak kekiri atau tengkurap❓
 Menghindarkan anak dari sesuatu yang dapat menimbulkan rangsangan seksual
✍ Diantara tanggung jawab terbesar yang diwajibkan islam kepada pendidik (orang tua) ialah menghindarkan anak dari segala yang membangkitkan rangsangan seksual dan segala hal yang merusak akhlak sedini mungkin salah satu solusinya adalah dengan melatih anak tidur dalam posisi miring ke kanan.
✍ Rosulullah SAW mengajarkan kita dan anak kita tidur dengan posisi miring ke kanan seperti yang sudah tercantum point 7 diatas.
Posisi yang demikian akan mencegah timbulnya nafsu syahwat bagi si anak. Sementara itu, Rosulullah SAW juga menjelaskan tentang cara tidur setan, yaitu *tidur dengan posisi telungkup atau tengkurap, yang dapat mempengaruhi nafsu syahwat.*
Oleh karena itu, jika orang tua melihat dan menemukan anaknya tidur dalam posisi tengkurap, maka hendaklah orang tua mengubah posisi tidur anaknya dan mengarahkan anaknya agar mencontoh cara Rosulullah SAW.

8. mulai pisahkan tempat tidur anak
Memisahkan tempat tempat tidur anak sejak dini berdasrkan pada hadist berikut :
Nabi Muhammad SAW bersabda :
"Perintahkanlah anak-anak kalian shalat ketika usia mereka tujuh tahun; pukullah mereka karena (meninggalkan)-nya saat berusia sepuluh tahun; dan pisahkan mereka di tempat tidur.” (HR Abu Dawud).
Referensi lengkapnya ada disini :

9. Jauhkan anak dari ikhtilat (campur baur antara laki laki dan perempuan)

12/01/18

Fitrah Seksualitas Day #5

Review Presentasi Kelompok 5
Presentasi kali ini disajikan oleh mbak Sophia, Mbak Anggita, dan Mbak Utami. Kelompok ini menitikberatkan pembahasan pada usaha orangtua dan masyarakat yang bisa dilakukan untuk melindungi anak dari kejahatan seksual dan perilaku seksual yang tidak sehat. Berikut presentasinya.

💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak


Point penting pada pendidikan seks bukan hanya hubungan seksualitas saja.
Tapi point-point yang terkait seksual, tingkah laku dan aspek-aspek kesehatan.
Yang perlu digaris bawahi adalah tidak ada cara yang instan, kita sebagai orang tua harus belajar serta menanamkan pendidikan kepada anak sesuai fase usianya.


Fase seksualitas pada anak umumnya terbagi 4 tahapan :

 Fase oral, dimana anak  anak melakukan pemuasan di area mulutnya.
 Fase Anal, dimana anak mendapat kepuasan ketika BAB.
 Fase Phallic, dimana anak sudah mengenal alat kelamin.
 Fase Genital, dimana anak sudah memiliki ketertarikan lawan jenis.


Berdasarkan fase-fase di atas maka pendidikan seks dapat dilakukan dengan cara bertahap sesuai usianya :
 Usia 1-5 thn➖ anak masih belum mengetahui perbedaan jenis kelamin, maka kita harus memberitahunya tentang perbedaan laki-laki dan perempuan.
 Usia 5-10 thn ➖ anak sudah mulai kritis sehingga kita harus menjawab setiap pertanyaannya dengan benar tentang konsep aurat dan daerah privasi.
Dan point pentingnya adalah pentingnya melakukan workshop Child Safety And Security secara rutin selama 6 bulan sekali.
 Usia 10-12 thn ➖ dimana dimulai pubertas,sehingga kita harus mengenalkan apa saja yang di alami selama masa pubertas tersebut.
✨ Ketika masa pubertas,keinginan secara seksual sudah mulai muncul,sehingga kita harus mendidik mereka untuk dapat mengendalikan syahwatnya dengan menanamkan ketauhidan (iman), yang dibantu dengan puasa dan menjaga pandangan.

Tantangan Masa Kini

Tantangan berkaitan gender ini bisa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Untuk dominan pengasuhan ini bisa dilakukan komunikasi dengan pasangan dengan bersumber pada literasi atau mengikuti seminar parenting, jika terkendala karena perceraian atau meninggal orang tua maka bisa dicari pengganti sosoknya seperti paman atau bibi dalam pengasuhan.
Dalam masalah eksternal saat ini yang sedang ramai diperbincangkan yaitu banyaknya orang yang hidup tidak sesuai fitrah, ini mungkin sudah cukup lengkap dibicarakan oleh kelompok sebelumnya ya. Selain itu tantangan internal eksternal juga bekaitan dengan pendidikan seksual usia dini dan mengakibatkan faktor eksternal ancaman sex abuse.


Disini kami mencoba menjelaskan lebih mendalam dilihat dari sisi pendidikan seksual bagi anak usia dini dan sex abuse terhadap anak,  mengingat pendidikan seksual anak masih dianggap tabu oleh orangtua,  padahal justru sangat penting dipelajari oleh anak usia dini dengan cara yang sesuai dan menyenangkan.

Di zaman sekarang banyak media yang bisa kita peroleh,  dari buku,  seminar parenting terkait pendidikan seksual,  bahkan di usia sekolah sudah diajarkan. 

Buku cerita sekaligus pendekatan untuk anak pun sudah tersedia,  salah satu contoh : Buku aku anak berani oleh Watiek Ideo, pada buku ini ada berbagai cerita anak berkaitan ancaman kejahatan seksual sekaligus terdapat panduan orangtua dalam mencegah kejahatan seksual.
Berikut saya rangkum dari buku aku anak berani, semoga bisa menjadi referensi ibu ibu 


Sebetulnya, materi ini sudah mulai bisa diberikan sejak anak usia 2 tahun, dengan mengajak anak mengenal bagian2 tubuhnya, dan mengenal indikator warna di bagian depan dan belakang tubuh.
 Alat peraga yang dapat digunakan adalah boneka / karton putih berbentuk siluet tubuh, dan juga stiker warna merah, kuning, dan hijau.

Seperti rambu lalu lintas, ajarkan anak untuk mengenali lampu merah = berhenti, lampu kuning = hati2, dan juga lampu hijau = boleh.
Ajari anak bahwa area badan berlampu kuning dan merah hanya boleh dipegang oleh ayah / ibu dan juga dokter. Itupun Ayah dan Ibu harus tetap menemani.
Ajari anak untuk menunjuk sosok bodyguard nya (boleh ayah / ibu atau keduanya), yang memiliki janji untuk senantiasa melindungi dan bersedia mendengarkan seluruh cerita anak. Ajak anak untuk selalu terbuka dan bercerita jika ada orang asing yang mendekati lampu kuning dan lampu merah di tubuhnya.
Berikut adalah rangkuman dari bahan workshop hari ini 

https://www.youtube.com/watch?v=nUvM4XjT_vk
Ini adalah salahsatu episode dari Satyamev Jayate. Di akhir acara, Aamir Khan mengundang anak2 usia 5-11tahun untuk mengikuti workshop terkait Child Safety and Security


Diskusi 

Pertanyaan 1
1. Berkaitan dg tantangan eksternal, bagaimana menjelaskan pada anak  apabila ada keluarga (berlainan jenis) yg melanggar SOP kita. Misal kita sdh wanti2 spy tdk mau dicium tp si om maksa nyium dan anak tdk berani menolak. Apalagi pihal lain mengatakan kita sok over protect.
2. Saya agak paranoid menyekolahkan anak yg msh umur 5-12 th. Pengalaman beberapa keponakan/anak teman yang mendapat kosa kata dan perilaku "ajaib" berkaitan ttg sex. Dan kalo sdh terpapar, susah sekali menghilangkannya, butuh waktu lama .
Bagaimana cara menegur bila anak melakukan hal yang "kurang pas" misal meniru pose ML?
3. Ada anak yg suka meniru ayahnya meremas pantat ibunya, sengaja mencolek payudara ibu/kakak perempuannya dan hanya ditertawakan. Sementara anak kita yg seumuran melihatnya, bagaimana menjelaskan bahwa itu bukan hal lucu yg patut ditertawakan?


Jawaban
Saya coba jawab sedikit ya
1. Anak harus di ajari cara membela diri,misal berlari dan berani katakan "TIDAK" untuk hal2 yg memang ayah dan ibu sudah katakan tidak boleh
2. Tiap anak beda usia berbeda pula dalam cara menasehati ya mba,kalo menurut saya ttp beritahu secara perlahan tapi tegas bahwa apa yg dia lakukan itu tidak pantas/tidak sopan,dan harus selalu di ingatkan setiap saat.
3. Itulah kita sebagai orang tua harus berhati-hati di depan anak terlebih untuk perilaku yg seperti ini,misal berciuman,lakukanlah ketika tidak ada anak di sekitar kita.

Mba intan saya coba jawab semampu saya yaa..
No. 1, tetap yakinkan anak untuk selalu melaporkan kejadian yang dialaminya kepada kita. Karena kita belum tentu bisa mengontrol perilaku keluarga, beri orientasi bahwa oom seperti itu karena sayang sama anak kita :)

Pertanyaan 2
1. Mulai usia brp sebaiknya anak pisah kamar tidur dg orang tua?

Kalau merujuk ke alquran, sapih itu bukan hanya utk menyusui tapi juga utk pisah kamar teh nani, dan itu yg dibiasakan oleh ortu saya. Sejak usia 2 tahun anak dibiasakan utk tidur sendiri. Agar fun, ajak anak memilih dekorasi kamar dan bahkan kasurnya sendiri ❤

Mungkin saya menambahkan sedikit mba,  berani tidur sendiri secara tidak langsung akan melqtih mental anak untuk mandiri.  Rasul juga memiliki tujuan untuk memisahkan kamar sebab mencegah anak untuk melihat hal hal yang belum sepantasnya dilihat anak. Anak ketika masuk ke kamar orangtua pun harus mengetuk dan mengucapkan salam.


Practical life skill sudah sepatutnya kita ajarkan ke anak sejak dini, mulai dari ngajarin anak makan sendiri.
Dan tanpa kita sadari, ketika kita ngajarin anak praktek2 kayak gini itu sebenernya akan ngaruh ke kemampuan yang jauh lebih advance. Misalnya, jika mengajarkan anak utk pakai celana sendiri, itu ternyata mengasah kecerdasan logis matematisnya. Trus ketika kita ngajarin anak makan sendiri (sejak bayi) itu akan membantu dia utk memiliki kemampuan menulis yang baik kelak

Fitrah Seksualitas day #4

Review Presentasi Kelompok 4:
Presentasi kali ini disampaikan oleh mbak Noor Widyaningsih, Mbak Efi, dan Mbak Lia Raziq. Bertema pendidikan seksualitasi pada tahap usia perkembangan pra aqil baligh.

Berikut presentasinya.
💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙

Presentasi kelompok 4 dibuka dengan penuturan kisah tokoh Aisyah, sebagai berikut:
Perkenalkan Aku Aisyah dan ini kisahku.
Aku tinggal di sebuah rumah yang nyaman bersama Ayah, Ibu, dan saudara kembarku, Ali. Tahun ini usiaku 11 tahun. Aku sangat sayang mereka. Setiap akhir pekan, kami punya waktu bersama-sama untuk membahas kegiatan selama seminggu terakhir. Ibuku seorang ibu rumah tangga yang asyik, yah walaupun kadang sedikit galak dan tegas, hehe. Aku dekat dengan Ibu dan bercita-cita kelak bisa seperti Ibu. Ali dekat dengan Ayah, mereka berdua sering asyik sendiri. Berkutat dengan lego dan mengutak-atik komputer. Entahlah, aku kurang paham istilah-istilahnya. Terlalu rumit.

Tapi akhir-akhir ini Ayah tidak hanya dekat dengan Ali. Ayah sekarang lebih sering menanyakan kabarku di sekolah atau mengajakku ke toko buku untuk berbelanja buku. Ibu juga begitu, sekarang lebih sering meminta tolong Ali menemani ke pasar atau mengajak Ali melihat pameran lego. Hmmm.., aku dan Ali senang sih, tapi ini sedikit aneh bagi kami, hehe. Mungkin Sabtu depan, aku akan bertanya kepada mereka.
Sabtu ini, kami duduk bareng bersama Ayah dan Ibu. Ini adalah diskusi penting diantara kami. Ayah yang membuka forum ini ...
( dalam hatiku terus bertanya kenapa ibu sekarang lebih dekat ke Ali. Kenapa Ayah lebih dekat ke aku ? )
Lalu, kelompok 4 menampilkan membuat video presentasi yang bisa diakses di link berikut ini:
https://youtu.be/JyibrHwDlO8

Diskusi
Tanya 1
Bagaimana jika anak anak yg masuk masa puber bahkan ada yg blm msk masa puber sudah menyukai lawan jenis,solusi?
1. Boleh merasa suka, tapi jangan sampai berpacaran. Alihkan dengan kegiatan yang bermanfaat. 
2. Menundukkan pandangan terhadap lawan jenis mba.
3. Orangtua bisa memfasilitasi anak untuk melakukan hobi dan kegiatan untuk pengalihan. Orangtua juga memberikan pemahaman bahwa suka itu hal wajar, tidak perlu dipupuk dan kalau bisa kita lekat dengan anak agar anak merasa nyaman dan tidak membutuhkan “pacar”.

4. Orang tua dapat memberi pemahaman mengenai dampak baik dan buruknya dekat dengan lawan jenis, apa yang akan dilalui anak ketika mereka dekat dengan lawan jenisnya, dan sejauh mana sebaiknya anak berinteraksi dengan lawan jenis
5. Meningkatkan bonding orangtua dengan anak, dengab komunikasi yang intens dan menyenangkan. 

Tanya 2
Apa perbedaan aqil dan baliq ya?
Baligh telah menyebabkan mereka memiliki nafsu, syahwat kelamin, gairah terhadap lawan jenis dan fantasi seksual. Pengendali dan pengarahnya adalah akal, dan itu hanya milik orang-orang yang sudah aqil.
Misalnya, kita menemui orang yang sholat juga ngeseks juga, puasa juga melacur juga, tilawah juga berzina juga...ini salah satunya contoh aqil dan baligh yang tidak bersamaan

Berikut link resume diskusinya ya..

Notes for myself:
Pengalaman di bawah ini sebagai clue dalam meningkatkan bonding dengan anak-anakku nanti. 
Jadi mau cerita sedikit...
Si ayah, itu ga pernah mau pacaran karna malu sama orang tua nya
Dan karrna dia takut ga bisa jawab kl ditanya soal temen cewek, karena dia gabisa bohong sama ortu nya yang selalu menjalin komunikasi dengan baik..
Kebetulan mamah mertua mengajar, papah pun sibuk di pasar..tapi mereka aktif berkomunikasi ke semua anak2 nya.terutama mamah.
Jadi karena komunikasi baik dan terbuka, anak2 pun terbuka.

Fitrah Seksualitas day #10

Review Presentasi Kelompok 9 Ini adalah kelompok saya sendiri bersama Mba Selviana dan Mbak Wahanten. Menurut teman-teman sekelas, ini ...