22/07/17

Math Adventure Day #1


"Dek,  kita hitung, yuk ada berapa kotak di lantai ini yang kita injak dari sini ke sana."

Ibu dan Hanan lalu menginjak sembari melangkahkan kaki di atas kotak-kotak keramik secara berurutan, sambil berhitung.

"Satu..., dua..., tiga..., empat..., lima..., enam..., tujuh..., delapan..., sembilaan!"

"Ayok hitung lagi, bu...!" teriak Hanan sambil menggandeng tangan Ibu.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

10/07/17

Catatan Liburan Lebaran 2017


Catatan Liburan Lebaran  2017

Sabtu, 24 Juni
Malam Idul Fitri yang syahdu, terasa penyesalan begitu Ramadhan semakin mendekati akhir.  Di sayup-sayup gema takdir, air mata tak terbendung. Apakah Ramadhan kali ini sudah kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya? Akankah masih bertemu dengan Ramadhan berikutnya?

Malam Idul Fitri ini,  kami berangkat ke rumah Bapak Ibu di Rawasari, untuk menyambut zed idul fitri bersama esok hari.

Minggu,  25 Juni
Taqabalallahu minna wa minkum.
Selamat Idul Fitri 1438 H.
Kami awali Idul Fitri dengan sholat ied bersama di lapangan Arsisi,  Cempaka Putih. Lalu bersalaman dan bermaafan dengan Bapak,  Ibu,  dan semuanya.
Lalu kami menerima kedatangan keluarga besar Mangundiwiryo.

Senin,  26 Juni
Keesokan harinya, Zulkarnain's Family siap ke Pasuruan. Dari rumah menuju ke bandara Sukarno Hatta jam 3 malam. Take off dengan maskapai Air Asia ke Surabaya. Dari Surabaya,  memakai armada Grab Car ke Bangil. Kami bertemu keluarga adik-adik Ayah,  lalu keliling silaturahim keluarga almarhum Mbahkung Syafii dan almarhumah Uti Yayuk yang tinggal di Bangil. Setelah maghrib,  kami 'pulang' ke rumah jujugan,  di Pasuruan, dan tidur di sana.

Selasa, 27 Juni
Besok harinya, setelah takziyah ke makam Mbahkung, Uti, dan mbah buyut, kami melanjutkan keliling silaturahim keluarga di Bangil dan Pasuruan. Malam harinya, Zulkarnain's Family berangkat ke Solo.  Dari rumah Pasuruan jam 9, ke Terminal Bungur Asih Surabaya.  Dari terminal,  bis Eka berangkat jam 23.00. Berhenti untuk tukar kupon makan di rumah makan di Ngawi,  dan perjalanan berlanjut hingga tiba di Solo sebelum subuh.

Rabu, 28 Juni
Terminal Tirtonadi Solo bagai bandara.  Bersih,  nyaman,  luas. Ayah dan anak-anak sholat di Mesjid Hidayah yang terletak di dalam terminal. Mesjidnya pun bersih dan nyaman.  Setelah duduk-duduk santai menunggu terang,  kami lalu naik taksi ke rumah Om dan Tante di di Keprabon. 

Rumah Keprabon ini tadinya adalah rumah mbah kakung Abdul Madjid dan mbah putri.  Kami hampir selalu habiskan liburan di rumah ini.  Rumah aslinya berbentuk joglo dengan pembagian ruangan yang khas.  Lalu setelah keduanya meninggal,  rumah ini dibeli oleh salah seorang anak Mbah Abdul Madjid, yang hasil penjualannya dibagikan kembali ke anak-anaknya.  Alhamdulillaah rumah ini tetap dapat menjadi rumah jujugan keluarga besar Abdul Madjid setiap ke Solo. 

Acara di Solo adalah halal bi halal keluarga besar Abu Kasan, di rumah adik Bapak yang lainnya  di Mojosongo. Keluarga Abu Kasan itu orangtua dari Mbah Putri. Jadii di generasi saya panggilnya Mbah Buyut.

Selesai acara di Mojosongo, berangkatlah kami ke Tawangmangu. Di sinilah pertemuan khusus keluarga besar Abdul Madjid. Kami menginap di kawasan agrowisata Amanah. Ini kawasan wisata yang terbilang lengkap. Penginapan, agrowisata, arena outbond, kolam renang dan waterboom, challenge-challenge unik, berkuda,  arena bermain wahana, dan lainnya. Kami menikmati makan malam sambil beranjangsana,  bertukar kabar,  dan mendengarkan musik.

Kamis, 29 Juni
Selepas subuh,  kami tracking dan jalan-jalan di area agrowisata dan outbond. Setelah sarapan,  kami bebas eksplorasi menikmati fasilitas yang ada. Anak-anak memilih berenang di waterboom. Kami check out jam 12.00  lanjut menikmati makan siang di resto Kemuning, baru kemudian kembali ke Solo.

Di Solo,  Zulkarnain's dan Kamal's check in di Grand Orchid Hotel. Makan malamnya nasi liwet,  dan beli oleh-oleh kue artis - yang ngakunya khasp  Solo: Solo Fluffy. 

Jumat, 30 Juni
Acara diawali takziah ke makam Mbah kakung dan Mbah Putri, lalu sarapan di warung Sate Buntel Man Gullit. Kehabisan sate buntelnya,  sih.  Tapi sate,  tongseng,  dan apa satu lagi yaa... Yang serba kambing,  enaak.  Selesai sarapan,  The Zulkarnain's pamit-pamitan mau ke Jogja.

Di Jogja,  transit di rumah orangtua teman kantor Ayah,  di Kasihab,  Bantul. Ayah, dan para cowok sholat Jumat di Mesjid yang lagi viral, yaitu Jogokaryan. Selepas itu,  makan siang di lesehan dekat situ.

Lalu kami pamit mau silaturahim. Tujuan pertama keluarga almarhumah Bude Sri di Green Garden, Godean.  Sayang,  pas kami kesana, rumah kosong. Lalu kami ke Piyungan,  Bantul.  Ketemuan sama Mila dan Kumi. Lalu,  kami ke penginapan Awangga Residence untuk istirahat. Tapi,  sebelumnya kami main dan silaturahim dulu ke rumah keluarga almarhum Pakde Yusman dan ketemu sama Mbak Sari n family yang ada di seberang penginapan.

Sabtu, 1 Juli
Hari ini,  agenda kami ke rumah keluarga Almarhum Pakde Sumar. Alhamdulillaah bisa ketemu Mas Danan, Mas Sur n family,  Mas Bas n family, juga Mbak Bening n family.

Lalu,  The Zulkarnain's check out dan cari oleh-oleh. Lanjut  main ke rumah keluarga Maminya Mora di daerah Jembatan Kewek. Nengokin Mora yang baru saja khitan.

Dari situ,  kami ke Mangunan. Mau main ke kawasan wisata hutan pinusnya. Jelang maghrib,  kami kembali masuk Jogja, makan Gudeg Basah Mbok Mandheg di jalan Parang Tritis. Yummy tuh. Setelah itu,  kami mampir sowan ke rumah dosen kami dulu di Psiko UGM, Bu Indati. Ngobrol santai dan numpang selonjoran. Jam 22.30 kami jalan keluar Jogja.

Minggu,  2 Juli
Jam 00.00, kami berhenti untuk istirahat di Purworejo. Sejam kemudian jalan lagi dan berhenti di sebuah Mesjid di Ajibarang. Waktu itu sekitar jam 3.30am. Kami mandi-mandi di mesjid itu,  karena kemarinnya kami ngga mandi sore.  Hihi...

Setelah subuh,  kami jalan lagi dan berhenti beberapa kali di beberapa tempat. Alhamdulillaah, jelang maghrib, kami sudah sampai di rumah Tangerang.

Selesailah liburan part 1. Eh... Emang masih ada part 2? 😅

25/06/17

Tantangan Membaca Hari Ke 10


Literasi hari ke 10

Memasuki hari ke 10, Ibu mulai makin tidak konsentrasi mendokumentasikan kegiatan baca anak-anak. 

Hari ini,  rencananya kami mau ke Glodok untuk hunting perlengkapan eksperimen kapal remote control.  Rencananya,  Ayah mau pulang lebih awal dan menenami pergi hunting.  Tapi apa daya,  situasi ngga memungkinkan Ayah pulang cepat.  Sehingga rencana hunting harus ditunda.  Untung Zhafir bisa mengerti. 

Dan seharian ini,  dia menunggu sambil membaca buku komik tentang Dinosaurus,  dan beberapa buku komik lainnya. 

Tantangan Membaca Hari Ke 9


Literasi Hari Ke 9

Hari ini,  kegiatan utama Zhafi adalah merakit kapal uap.  Kegiatan utama Hanan,  bermain konstruksi jalan mobil dan jalur kereta.  Di sela-sela itu,  Zhafi kembali menekuni membaca buku ensiklopedianya.  Sedangkan Hanan,  minta dibacakan. 

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
#day9

21/06/17

Ensiklopedia 'Warisan'


Bangun tidur setelah sahur, Zhafir langsung mandi dan sudah siap pergi.

"Ayo, Buk, kita cari bahan-bahan."
"Iya, tunggu bentar ya, ibu mau cari lagi kunci motornya."

Singkat cerita, kunci motor akhirnya ketemu, bahan bakar motor sudah diisikan, dan motor sudah bisa dipakai setelah sebelumnya diengkol berpuluh kali. Maklum motor tua, dan sempat seminggu ngga dipakai jadi ngadat.

Pergilah kita cari bahan-bahan yang  dibutuhkan. Bahan-bahan untuk kapal uap sudah lengkap. Sedangkan untuk perahu remote control, masih harus cari tokonya. Masalahnya bahan-bahan seperti itu banyak di Glodok.. Kan jaaauuh yaa?

Akhirnya tertunda melanjutkan projectnya.

Zhafir Hanan pun isi waktu sesiangan ini dengan membaca buku ensiklopedia. Buku Ensiklopedia Disney jadul yang dulu jadi bacaan masa kecil Ibu, Pakde, dan Tantenya Zhafir dan Hanan. Iya, dulu Yangkung belikan 1 set buku ensiklopedi ini buat anak-anaknya. Alhamdulillah, sampai sekarang kondisinya masih mulus dan bisa dibaca cucu-cucunya.

Dari buku ensiklopedia, Zhafi mulai mengenal tentang keberadaan Nazi. Dia bertanya, Nazi itu apa? Hitler itu siapa. Rasis itu apa. Dan kami sama-sama menarik pelajaran bahwa, semua manusia harusnya saling menghargai dan tidak membeda-bedakan berdasarkan ras atau jenis kulitnya. Tidak bersikap sombong atau arogan, hanya karena merasa bangsanya yang paling tinggi kedudukannya.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
#day8

-Selasa, 20 Juni 2017-

 

Life Of A Mom and A Wife Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez