14/04/09

Langsung Tembak, Bidik Kemudian

Langsung tembak bidik kemudian. Begitu saran Michael Masterson, seorang wirausahawan yang berhasil menjadi jutawan dari bisnisnya. Jangan menunggu sampai Anda selesai menyempurnakan produk dan jasa Anda. Beranikan untuk mencabut pistolmu, dan menembak dari arah pinggul. Tembak saja sebelum Anda membidik. Tidak perlu menjadi sempurna terlebih dulu- terjunlah saja ke pasar.

Memulai bisnis sama dengan memulai menjadi orangtua, kita membesarkan, menjaga, mengasuh, mendidik anak sambil terus belajar dari hari ke hari. Kita tidak belajar dahulu sampai mempunyai keterampilan dan kepandaian sempurna sebagai ayah atau ibu, baru kemudian kita belajar menghadapi berbagai masalah seiring pertumbuhan anak-anak kita. Bisnis, terlpeas dari produk atau jasa yang ditawarkan, mengalami periode pertumbuhan yang berbeda. Setiap tahap memiliki kesulitan, tantangan dan peluang tersendiri. Tapi semua itu baru akan anda hadapi kalau Anda sudah memulai bisnis, sebelum itu hanyalah simu;asi, dan terlalu lama bersimulasi malah membuat bisnis Anda tidak akan pernah lahir.

Langkah Awal: Fokus Pada Penjualan dan Pemasaran
Mungkin apa yang Anda tawarkan adalah produk atau jasa yang terhebat di dunia, tetapi jika Anda tidak memasarkannya, tawaran Anda akan sia-sia. Banyak orang yang mempunyai gagasan pencetak uang, tapi tidak pernah mewujudkannya menjadi sebuah bisnis. Seiring dengan berlalunya waktu, gagasan itu menjadi basi, atau menjadi mesin pencetak uang bagi oranglain. “Tuh, betul kan, gagasan itu terbukti menghasilkan uang.” Sayangnya uang itu bukan untuk Anda.

Jangan kuatir produk Anda tidak sempurna Anda akan punya banyak waktu untuk menyesuaikan dan menyempurnakan. Rahasianya adalah mengetengahkannya ke hadapan publik pembeli. Pendapat Anda tentang produk Anda tidaklah penting, yang sungguh-sungguh penting adalah apakah calon pelanggan Anda akan membelinya. Banyak wirausahawan melakukan kesalhan fatal dengan tidak memfokuskan energi untuk mengembangkan sebuah program penjualan yang efektif. Luangkan sedikitnya 80% dari waktu untuk penjualan.

Banyak wirausahawan yang masih baru dan naif, menempatkan diri sebagai CEO yang tidak bersedia neberuna tygas penjualan sehari-hari. Mereka menganggap produk mereka akan terjual dengan sendirinya. Tentu saja mereka salah. Dekati beberapa irang untuk melihat bagaimana mereka bereaksi terhadap produk Anda. Pasang meja di pasar, atau selenggarakan pesata untuk mengundang teman, tetangga dan kerabat untuk membangun basis pelanggan awal. Perkokoh dengan kampanye iklan dan singkirkan saingan yang lemah. Pamasaran agresif diperlukan untuk memelihara dan merangsang pertumbuhan bisnis. Anda tidak bisa berpuas diri. Menyerang adalah pertahanan terbaik. Cari dan manfaatkan sarana promosi terbaik yang ada, bukan yang termurah, atau yang termahal.

Berubah dan Bertumbuhlah
Banyak wirausahawan yang nyaman setelah bisnisnya lancar. Bisnis mereka cukup sukses, hidup mereka cukup enak dan hanya sedikit stress. Wirausahawan ini tidak bersedia melakukan modifikasi pada bisnis stagnannya karena itu juga akan dianggap terlalu mengganggu dan tidak nyaman. Tetapi, untuk bergerak maju, Anda harus bertumbuh dan bersedia merangkul perubahan.

Langkah krusial di dalam bertumbuh adalah mengembangkan, memperkenalkan dan menjual produ-produk baru. Meskipun menarik pelanggan baru adalah penting tetapi pertumbuhan Anda tergantung pada upaya merangsang pelanggan yang sudah ada. Beri mereka alasan untuk membeli produk baru Anda, dan tetap pertahankan agar pengalaman membeli mereka adalah pengalaman yang menyenangkan. Mungkin Anda harus meyakinkan karyawan bahwa perubahan adalah sesuatu yang positif. Kebanyakan orang menilak perubahan karena perubahan berarti stres, jelaskan bahwa pertumbuhan akan mustahil tanpa perubahan dan bahwa dalam jangka panjang, setiap orang akan memetik manfaatnya.

Kembangkan Gagasan Baru
Gali gagasan baru untuk dapat terus bertumbuh, bentuk kebiasaan agar gagasan dan inovasi mendapatkan tempat untuk muncul, inovasi bukanlah tugas satu orang, urun gagasan memerlukan sedikitnya tiga orang dan tidak lebih dari delapan orang.
Tetapkan batas waktu maksimal 3 jam, untuk sesi brainstorming dan tetapkan tujuan-tujuan Anda. Putuskan berapa banyak gagasan yang ingin Ana munculkan. Fokuskan pada usulan-usulan yang cerdik dan praktis. Perkenankan pertujaran gagasan secara bebas. Hindari mngkritik gagasan orang lain. Jangan biarkan gagasan inventif menjadi padam, unah konsep-konsep menjadi realita dengan mendesak setiap orang untuk menindaklanjuti dengan setiap desain produk ata rencana pemasaran.
Manfaatkan sarana komputer dan internet untuk urun gagasan tanpa perlu bertemu dan berkumpul di ruangan yang sama pada waktu yang sama. Misalnya dengan mengadopsi program viki atau blog internal yang saat ini sudah tersedia dengan biaya murah. Namun bila komunikasi secara langsung tetap diperlukan maka gunaka chat/messenger.

Laksanakan gagasan baru dengan cepat. Mulailah dengan percaya diri, dan mengetahui bahwa Anda akan bisa mengerjakan soal-soal rinci di kemudian hari. Bahkan jika gagasan baru Anda gagal, Anda akan menghemat waktu dan biaya dengan bertindak cepat. Basis pelanggan yang suda ada adalah keuntungan besar dalam menguji sebuah konsep atau produk baru.

Lakukan Perbaikan Terus Menerus.
Selalulah berusaha untuk meningkatkan produk Anda, bahkan jika tidak ada yang salah. Luangkan biaya untuk menjadi lebih baik daripada berusaha mengurangi biaya produksi. Tetap usahakan agar pelanggan Anda puas – mereka adalah promotor terbaik Anda.

Wirausahawan yang sukses memahami perbedaan antara keinginan dan kebutuhan pelanggan. Konsumen menginginkan pengalaman membeli yang merangsang dan memuaskan. Berikan itu kepada mereka.
Setiap pebisnis yang hebat memahami psikologi dari orang membeli. Orang-orang yang berkanting tebal yang bertanggung jawab untuk 80% laba Anda- melakukan pembelian karena mereka mampu dan karena merasa nyaman. Sebagai wirausahawan yang cerdik, tugas Anda adalah menciptakan hasrat di dalam diri pelanggan Anda. Sebenarnya tidak ada orang yang membutuhkan jam tangan Rolex seharga tiga puluh juta. Sebuah jam tangan biasa juga dapat menunjukkan waktu dengan tepat. Tetapi arloji yang terbuat dari emas dan berlian membuat pembeli berkantong tebal merasa hebat. Ciptakan pengalaman membeli yang merangsang bagi pelanggan. Perasaan itu bisa menimbulkan ketagihan dan bisa mendorong pelanggan untuk kembali dan membli lagi. Terus libatkan pembeli besar Anda. Buatkah mereka merasa isitmewa.

Perkuat Organisasi
Ketika perusahaan bertumbuh, operasional perusahaan Anda sudah jauh lebih rumit. Anda yang menyeleksi, lalu Anda memiliki manajer. Dan akhirnya para manajer mendatangkan lebih banyak karyawan.

Mempekerjakan manajer yang berpengalaman bisa membantu efisiensi operasi dan menemukan jalan keluar dari masalah yang menyebabkan perusahaan dapat terus bertumbuh. Anda akan perlu merancang sebuah struktur organisasi yang memampukan para manajer menangani tumpukan tanggung jawab administratif Anda. Perkenankan mereka menjalankan departemennya dan hangat kemahiran mereka.

Sebagai CEO, anda akan mulai mengatur jadwal rapat, memilih mana yang harus anda ajak bicara setiap hari, dan mana yang cukup seminggu sekali. Anda akan harus membaca laporan demi laporan, manfaatkan internet agar sirkulasi laporan dapat dikirim dan diterima di mana saja dan kapan saja.

Selain penjualan dan pemasaran, tanggung jawab terbesar seorang CEO adalah merekrut orang-orang yang tepat. Pertimbangkan manfaat keuangan dari mempekerjakan karyawan yang baik dan kerugian keuangan dari mempekerjakan karyawan yang buruk.

Menemukan superstar adalah sebuah masalah—mereka sudah dipekerjakan orang lain. Tetapi mengubah karyawan yang baik menjadi superstartidak memerlukan bujukan, mereka memiliki motivasi sendiri, bangga akan pekerjaannya dan selalu mencari tantangan. Mereka akan menghargai pengakuan dari Anda. Inilah tantangan yang harus Anda hadapi setiap hari. Dan sebagai wirausahawan yang sukses, tantangan Anda berikutnya sudah hadir di ujung jalan. Jangan gentar, maju terus.

Oleh Sylvia W. Sumarlin (Praktisi Bisnis) dari majalah Media Kawasan edisi Maret 2009

Tidak ada komentar:

Menuju Cerdas Finansial

Mendapatkan badge Cerdas Finansial ini bukan lantas Ibuk memang punya kecerdasan finansial yang tinggi. Masih sangat jauuh dari itu. Masih b...