18/04/09

Investasi Leher Ke Atas

Investasi untuk leher ke atas, adalah investasi bernilai jutaan rupiah, bahkan jutaan dolar, bahkan tak ternilai. Artinya apa?

Ya...ngga ada yang lebih berharga daripada ilmu. Beberapa orang mengira, kalau sudah bekerja, kalau sudah tua, ga perlu belajar lagi. Padahal, pembelajaran itu proses tiada akhir. Tanpa disadari atau tidak, kita belajar banyak dari sekitar kita. Hanya saja, banyak pula orang yang saking tidak menyadari bahwa ia sedang belajar, jadi ilmu yang ada terlewatkan begitu saja tanpa memberi manfaat apapun. Banyak pula orang yang urung belajar karena alasan biaya, padahal sebenarnya kalau mau diusahakan sedikit, pasti biaya itu ada.

Atas dasar itu pulalah, saya juga akhirnya memutuskan kuliah lagi di sekolah ini. Karena saya sudah merasakan betapa banyak waktu saya terbuang dengan hanya menggunakan cara-cara instan di internet, atau cara-cara yang gratisan yang ngga bisa memberi panduan yang menyeluruh bagi saya untuk bisa mewujudkan cita-cita menjadi ibu produktif bekerja di rumah. Belajar di sekolah ini, bagaikan belajar dengan seorang mentor pribadi yang sudah profesional.

Namun karena belajarnya online, otomatis harus belajar secara mandiri. Artinya, saya harus bener-bener memegang komitmen untuk belajar dan disiplin melakukannya supaya target dan impian saya tercapai. Ada kalanya saya kehilangan motivasi, ada kalanya tidak disiplin. Sebelum saya kehilangan arah dan kemalasan semakin menjadi-jadi, biasanya saya mencari siraman motivasi. Kata-kata dari Pak Tung Desem Waringin yang biasanya membantu saya untuk bisa semangat lagi, dan konsisten belajar lagi secara mandiri.

Salah satu kata-kata Pak Tung Desem yang memotivasi saya adalah agar kita harus selalu berani berinvestasi untuk leher ke atas, untuk bisa mencapai impian terbesar kita. Apapun itu, termasuk kalau kita ingin melipatgandakan kekayaan kita.

So belajar teruuus...? Pasti!








Tidak ada komentar:

Grab Your Imagination #10

Zafir ingin ikut program tahfidz untuk mengisi liburan. Ibuk meminta Mas Zafir untuk memperhatikan kembali adab menuntut ilmu. Kalau kita di...