25/01/17

Berlatih Komunikasi Produktif Day #1

*tulisan ini untuk memenuhi challenge Sesi 1 Kelas Bunda Sayang IIP
*familyforum day #1 

Hari Selasa 24 Januari, sempat berdiskusi dengan Zhafir tentang menghadapi ejekan orang lain. Diskusi hari ini melibatkan kami berdua saja, ayahnya belum bisa bergabung karena pulang malam.
Kami mereview kejadian sore harinya, ketika ada seorang anak tetangga (sebut aja Dudun) yang lebih kecil dari Zhafi tapi suka memanggilnya dengan nama ejekan. Zhafi tau kalau menghadapi hal seperti itu yang pertama dilakukan adalah mengabaikan. Tapi karena tampaknya hal itu ngga berhasil, Zhafi mulai terganggu dan ngga terima. Akhirnya terjadilah 'sentuhan fisik', yang membuat si Dudun menangis.
Saya bertanya ke Zhafi ada masalah apa. Juga konfirmasi ke Dudun apa benar seperti itu masalahnya. Dudun ngga banyak membantah. Jadi aku sampaikan ke Dudun, nama itu adalah doa yang baik. Jangan diubah-ubah. Lalu setelahnya Dudun diajarkan untuk meminta maaf. Saling meminta maaf.
Kejadian itu menjadi moment buat kami untuk belajar memaafkan. Kami merecall kisah Nabi Muhammad ketika beliau diludahi oleh seorang ibu-ibu, setiap kali Rasullah SAW lewat jalan depan rumahnya. Nabi Muhammad tidak pernah marah, apalagi balas meludahi. Sampai suatu hari, Rasulullah bertanya-tanya kemana gerangan ibu-ibu itu. Kenapa sudah beberapa hari tidak terlihat melakukakan kebiasaan paginya, yaitu mengumpat dan meludahi Nabi. Ternyata, Si Ibu jatuh sakit. Apa yang Rasulullah lakukan. Tanpa rasa dendam sedikitpun Beliau berkunjung ke rumah Si Ibu, membawakan makanan.
Kami mencoba sama sama mengambil hikmah dari kisah itu. Bahwa Nabi yang kekasih Allah sangat bersih hatinya, tidak pendendam, bahkan sangat mencintai sesama termasuk pembenci Beliau.
Kesimpulannya, kita mungkin tidak bisa memiliki akhlak sesempurna beliau, tapi dengan selalu mengingat bagaimana Rasulullah bersikap pemaaf, setidaknya kita umatnya berusaha meneladani dan mencontoh sikap beliau.

Tidak ada komentar:

Menuju Cerdas Finansial

Mendapatkan badge Cerdas Finansial ini bukan lantas Ibuk memang punya kecerdasan finansial yang tinggi. Masih sangat jauuh dari itu. Masih b...