16/02/15

Baca Buku Lagi



Alhamdulillah dapat buku bagus, nih. 

Ceritanya udah lama pengen beli buku, dan pengen buku yang menceritakan sejarah Islam, terutama di zaman kejayaannya, dengan kemunculan ilmuwan-ilmuwan yang ternama.

Jadi, pingin deh koleksi buku tentang Ibnu Sina, Ibnu Rushdi, Al Ghazali, Sejarah Islam, tentang KhalifahTurki Utsmani. Biografi sahabat-sahabat Rasul. Tapi, di sisi lain juga pingin baca dan koleksi fiksi-fiksi berbobot.

Tadinya pengen beli buku Assalamualaikum Beijing. Pengen baca bukunya aja deh, belum tertarik untuk nonton filmnya. Nanti aja kalau udah ada di tivi.

Akhirnya ketika ada waktu senggang, ke Gramedia, muter-muter, nemu buku ini. Bukunya Habiburrahman El Shirazy yang terbaru. Judulnya Api Tauhid. Novel fiksi sejarah. Fiksi yang mengandung sejarah tentang tokoh Islam asal Turki, Bediuzzamann Said Nursi.

Luar biasa tokoh ini, tokoh yang di anugerahi kecerdasan luar biasa dan menjadi cahaya untuk tetap tegaknya Iman dan Islam di awal zaman keruntuhan kekhalifahan Turki Utsmani.
Jadi belajar sedikit lagi soal sejarah panjang bergantinya pemerintahan kekhalifan Turki menjadi republik, dan kegelapan yang terjadi di sana pasca itu.

Rencananya aku akan baca dua kali buku ini. Yang pertama baca cepat untuk tau jalan cerita dan alurnya, yang kedua baca lebih seksama untuk memperhatikan detil-detil nya, juga untuk jadi bahan membuat resensinya. Ya, aku mau meresensi buku ini. Insya Allah benar-benar kulakukan. Untuk memperbarui blog, juga untuk berbagi.

Karena menurutku, buku ini perlu banget dibaca bagi kaum muda. Untuk menginspirasi kaum muda agar makin teguh lagi mempelajari Islam dan ajaran kasih sayangnya.

Masalahnya, memang, kalau udah ibu-ibu begini, cari waktu untuk membaca habis novel setebal  578 halaman ini memang ngga bisa seperti dulu. Zaman kuliah dulu, 3 hari bisa habis. Sekarang waktunya kan dibagi-bagi, buat bikin sarapan, makan malam, mandiin anak, nemenin anak belajar, cuci, setrika, nyapu, ngepel , nganter sekolah, bla anda bla and bla …

Hihihi…

Tidak ada komentar:

Menuju Cerdas Finansial

Mendapatkan badge Cerdas Finansial ini bukan lantas Ibuk memang punya kecerdasan finansial yang tinggi. Masih sangat jauuh dari itu. Masih b...