Pencapaian tahun 2016
1. Menyelesaikan produk-produk rajut. 1 tas, 1 dompet, 1 topi anak perempuan, 4 peci. Thanks to Mi Lilis.
2. Bisa panen sayur dr kebun sendiri walau masih sedikit-sedikit. Sedikit kangkung, sedikit kacang panjang, sedikit bayam. Thanks to Rani.
3. Sudah bisa membuat kalimat-kalimat sederhana dalam bahasa arab. Dan bisa lebih mudah menghapal ayat ayat al Qur'an. Thanks to Bunda Nia
09/12/16
Pencapaian Tahun 2016
02/12/16
Nice Homework #7, Bismillah
Nice Homework #6, Bismillah
1. Mendidik anak, home education
2. Menulis
3. Berkebun (urban farming)
1. Ngecek status dan postingan di FB, WA, instagram
2. Melamun
3. Nonton televisi
Ngecek sosmed. *tutupmuka
03.00-04.00 tahajud, tilawah, tahfidz
04.00-06.30 subuh, siapkan sarapan +bekal, beberes
06.30-07.00 antar Hanan sekolah ngaji
07.00-10.00 dhuha, merajut, ambil katering
10.00-12.00 aktivitas khusus dengan anak anak, atau ngaji (bahasa arab/liqo/dsb)
12.00-13.00 sholat, tilawah, istirahat
13.00-14.00 planning program HE, baca buku upgrade ilmu
14.00-15.00 merajut
15.00-16.00 mandi sholat, beberes
16.00-17.00 berkebun
17.00-18.00 aktivitas bebas (cek medsos, sosialisasi dgn tetangga, dsb)
18.00-19.30 sholat, makan, tilawah, isya'
19.30-20.30 murojaah qur'an anak anak, dampingi zhafi ulang pelajaran atau kerjakan pr.
20.30-21.00 persiapan tidur, bacain buku, pijetin anak, tidur
20/11/16
Nice Homework #5, Bismillah
Tipe belajar visual eksperensial. Memiliki kecerdasan visual spasial. Cepat dalam menghapal. Detail. Punya masalah motivasi dan konsentrasi.
Memperbanyak soal soal matematika.
Menulis resume buku dan film, untuk melatihnya kemampuan menyampaikan ide.
Renang untuk meningkatkan otot dada.
Menggambar.
Memberikan tantangan untuk meningkatkan kemampuannya.
Yang terpenting sebenarnya, memunculkan motivasi untuk menjalani dan menyelesaikan tantangan baru.
Hanan mengalami speech delay, dan memerlukan usaha belajar 5x lebih banyak dari anak lainnya. Tipe belajar auditori. Banyak yang perlu dioptimalkan.
Meningkatkan kemampuan verbalnya.
1. Meniup balon/ bola kapas/ gelembung sabub/ peluit
2. Aktif memberi pengenalan ttg anggota keluarga, tempat tinggal, sekolah, lokasi.
3. Membacakab buku sederhana
4. Menyebutkan warna, nama benda, angka, huruf, dan apabsaja yang ada dibsekitar. Buat permainan.
5. Mengenalkan posisi benda. Di atas, di bawah, dsb.
6. Mengenalkan kata sifat asin, manis, dsb.
7. Mengenalkan kata-kata yang menerangkan kejadian yang terjadi. Sekarang, besok, di sini, nanti, dst.
8. Kegiatan berbisik.
1. Berlompat
2. Main tali/ karet
3. Berenang
1. Meronce
2. Menjahit
3. Menggunakan sumpit
4. Menulis & mengikuti titik2 garis
5. Gunting -tempel
6. Menggambar
7. Playdoh
1. Dialog
2. Bicara
3. Cerita
4. Teladan
5. Bermain peran
6. Bermain panggung boneka
7. Belajar kemandirian untuk mandi, makan dengan sayur, BAK, BAB
16/11/16
Mimpiku
Tempat tinggal saya bisa dibilang nyaris tanpa tantangan berarti dari segi fasilitas.
Tapi memang ada satu problem yang saya temui. Problem ini bisa saja terjadi di kebanyakan pemukiman.
Penumpukan sampah dan lingkungan yang gersang.
Pengelolaan sampah masih sangat tergantung dengan kedatangan petugas kebersihan yang hanya 2 x seminggu. Belum lagi kalau ada halangan. Misalnya, jalan akses satu-satunya tidak bisa dilewati truk sampah karena rusak. Atau hari hujan terus menerus, sehingga truk sampah sulit beroperasi.
Sampah kemudian menumpuk di depan rumah warga.
Kerpihatinan lainnya adalah, banyak rumah warga yang sudah tidak memiliki pekarangan tanah, karena sudah dipelur, dikeramik, atau malah habis untuk bangunan. Memang setiap warga berhak untuk membuat apapun selama di tanahnya sendiri. Tapi, disini menunjukkan masih rendahnya kepedulian warga tentang pentingnya menyisakan pekarangan tanah walau sedikit.
Pekarangan tanah ini sangat bermanfaat untuk:
1. Ruang resapan air hujan
2. Membuat lubang biopori. Lubang biopori ini banyak manfaatnya. Bisa menjadi tempat penampungan sampah organik. Sehingga bisa mengurangi masalah sampah. Sampah yang dimasukkan ke lubang biopori akan terurai dan malah menyuburkan tanah. Sehingga, kita bisa mendapatkan tanah yang subur untuk ditanami.
3. Menanam berbagai macam tanaman, seperti sayuran, buah, tanaman obat, atau bunga-bungaan.
Poin yang ketiga ini memang tidak harus dilakukan di pekarangan tanah, karena masih bisa di lakukan dengan memanfaat kan pot tanaman.
Terkait pot tanaman, kita bisa menggunakan kemasan-kemasan bekas yang berbahan plastik atau kaleng. Sehingga membantu mengurangi sampah plastik.
Jadi, saya punya mimpi, dan mungkin ini misi hidup saya, untuk membuat lingkungan sekitar rumah menjadi lingkungan yang:
1. Hijau dan cantik
2. Swa pangan minimal untuk konsumsi sayur, bumbu, buah, dan obat.
3. Zero waste, dengan memanfaatkan secara optimal sampah yang kita hasilkan.
Saat ini, saya masih jauh dari impian. Tapi langkah kecil sudah saya mulai.
Memanfaatkan pekarangan tanah yang ada di rumah kontrakan saya (iyaa masih ngontrak) untuk menanam tanaman buah dan tanaman hias, juga untuk resapan air.
Terkadang membuang sampah sisa makanan ke pojok pekarangan untuk dimakan hewan seperti burung atau kucing. Atau habis terurai mikroba tanah. Belum optimal. Karena belum memiliki alat biopori. Mudah mudahan dalam waktu dekat bisa dilaksanakan.
Dan saya sudah memulai menanam bibit sayur. Alhamdulillah sedikit demi sedikit sudah memetik hasilnya.
Bismillah... Cita cita yang berat. Semoga Allah meridhoi.
Laa haula wa laa quwwata illa billah...
13/11/16
Nice Homework #4, Bismillah
Menyiapkan anak-anak menjadi generasi yang sehat, sholih, mandiri, dan menjadi rahmatan lil'alamiin.
- Dari kuliah parenting nabawi di Akademi Keluarga At Taqwa
- Dari materi Bunda Sayang dan Bunda Cekatan IIP
- Dari kulwap parenting dan home education di grup homeschooling dan hebat.
- Dari Alqur'an dan Hadits
- Dari buku-buku siroh Nabi
Sebagai bagian dari hidup seimbang dan menjadi rahmatan lil'alamin dengan menanamkan cinta lingkungan dalam keluarga dan masyarakat.
Sebagai bagian untuk menjadi keluarga muslim yang kuat dan mandiri secara ekonomi
Km 0 - Km 1 : dalam 1 tahun pertama mempelajari dan mengaplikasikan ilmu parenting yang didapat di Akademi Keluarga dan referensi lainnya.
06/11/16
Nice Homework #3, Done
Membuat surat cinta untuk suami. Dikumpulkan bersama respon dari suami via email ke fasilitator. Alhamdulillah done.
Hahahaha ((( Kebanyaaakaan )))
Menuliskan potensi kekuatan anak-anak.
1. Daya ingat yg baik sehingga cepat menghafal ayat quran
2. Kemampuan akademik yang baik
3. Detil mengamati dan mengingat sesuatu
4. Belajar eksperensial
5. Kelak dia akan jadi akademisi/ peneliti yang sholih dan inovatif
1. Dia tanggap dgn kebutuhan orang lain
2. Memiliki pendengarannya tajam
3. Penyayang
4. Ceria, tidak pendendam (pemaaf)
Menuliskan potensi kekuatan diri. Lalu, baca kehendak Allah, mengapa saya dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yang saya miliki.
Ringkasnya, misi hidup. Dan misi hidup saya adalah:
"Menyiapkan anak-anak menjadi generasi yang sehat, kuat, sholih, dan rahmatan lil 'alamiin"
Tapi, saya mencoba menjawab dengan cara yang lain.
1. Saya sedang terus belajar memasak makanan sehat dan tetap enak.
Hal ini untuk mendukung misi menyiapkan anak-anak menjadi generasi yang kuat dan sehat, agar dapat belajar dan bermanfaat bagi sesama.
Hal ini mendukung misi diri ini agar menjadi teladan bagi keluarga, dan bekal mendidik anak-anak agar menjadi anak sholih.
Hal ini mendukung misi untuk bisa bersama-sama hidup seimbang selaras dengan alam.
Melihat lingkungan dimana saya tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan saya? Mencoba menangkap maksud Allah, mengapa keluarga saya dihadirkan disini?
1. Masih banyak orangtua yang belum menyadari pentingnya menuntut ilmu dalam membina rumah tangga dan mendidik anak. Sehingga banyak ditemui orangtua tidak memberikan kebutuhan dalam hal emosi, spiritual, dan pendidikan moral dengan tepat.
Di kalangan menengah ke bawah, banya ditemui kaum lelaki yang sudah menikah tidak menjalankan perannya sebagai kepala keluarga dengan optimal. Sehingga anak-anak menjadi terabaikan, karena oara istri/ibu tidak mendapatkan kebutuhan lahir dan batin yang memadai.
Dapat Insight untuk My Life Project
Life Project itu adalah berkebun. Bukan karena hobi, ini awalnya aku mau serius berkebun Udah lama aku punya mimpi pengen punya kebun sayur...
-
Gambar dari health.detik.com Sore ini, ada kejadian yang cukup mengusik pikiran saya. Bermula ketika saya sedang menemani anak-ana...
-
ibuk adalah Khuri, atau Rie ibu dari seorang anak yang berpendirian kuat, Zhafir ibu dari seorang anak yang bagai mentari yang selalu ter...
-
Kemarin sore aku bermaksud ke dokter gigi. Jarak klinik yang agak jauh, dan harus membawa serta Hanan ngga memungkinkan kami jalan kaki...