Tampilkan postingan dengan label Fariha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fariha. Tampilkan semua postingan

09/12/24

Tumbuh Kembang Fariha 3 Tahun 8 Bulan

Lama ngga update perkembangan Fariha.

Di usia yang sekarang ini (3 tahun 8 bulan) pencapaian Fariha akan aku catat di sini.

Fariha sekarang ini lagi suka kegiatan seperti prakarya (menggunting, menempel), menggambar, main lempar tangkap bola, mewarnai, main air, berenang (masih pakai pelampung).

Teman bermainnya di rumah selain Ibu dan Mas Hanan, yang dia kenal akrab ada Safia, Kak Gina, Acil. Kalau di rumah Yangtinya, main bareng sepupunya yang seumuran: Gara dan Gendis. Kadang diajak main juga sama kakak sepupunya Alesha. 

Alhamdulillah, untuk toilet training sudah 75% progressnya. Kalau mau BAK dia sudah bisa bilang sebelum pipis, dan sudah jarang ngompol, kecuali kalau malam. Malam masih pakai diapers. Pergi juga masih suka aku pakaikan diapers. Ibunya masih ngga pede kalau tanpa diapers, apalagi perjalanan jauh. Tapi sebenernya dia udah bisa tetap bilang mau pipis walau pakai diapers. Ya semoga bulan depan aku ngga perlu lagi pakaikan diapers untuk pergi. Mungkin bulan ini juga sudah bisa insha Allah. Kalau tidur malam ini yang masih PR juga. 

Tapi aku seneng banget, alhamdulillah. Buang air besarnya akhirnya sekarang dia udah mau dan bisa BAB di kloset kamar mandi. Awalnya kan ngga mau, dan selalu bilang ngga bisa kalau diminta BAB di kloset. Tapi kemarin ada momentumnya. Fariha lagi suka karakter Robocar Poli. Lalu aku bilang, akan kasih hadiah mainan Robocar Poli kalau Fariha bisa BAB di kloset. Di luar ekspektasi, tanpa drama dia langsung mau dan bisa lho. Alhamdulillah. Langsung deh itu mainan aku belikan. 

Masalah waktu makan juga masih PR, sih. Setiap diajak makan (pagi, siang, sore) hampir selalu harus sambil nonton Youtube di HP. Ada kalanya dia mau makan tanpa itu. Tapi itu kalau lagi bener-bener lapar. Ya memang harusnya dilaparkan dulu ya. Tapi membuat dia lapar di kondisi sehari-hari itu jadi tantangan juga. Karena dia pasti udah pengen dan minta ini itu duluan. Dan aku belum bisa konsisten untuk itu. 

Fariha juga udah mulai ngerti shopee. Mulai minta ini itu di shopee. Hadeeh..

Satu hal lagi yang agak mengganggu pikiranku. Fariha masih suka minta minum susu di botol dot. Kemarin sempat lama aku ngga kasih, tapi sekarang karena tetiba dia minta banget, kupikir apa kasih aja lah ya... mumpung masih usia yang tolerable untuk ngedot. Biar puas dari rasa penasarannya. Daripada nanti dia penasaran terus kebawa sampai tambah besar. Jadi ya, kukasih lah dot. Tapi tetap aku kasih batasan. Hanya untuk minum susu di rumah saja. Kalau lagi di luar rumah ya ga bawa-bawa dot. Dan minum susu aku batasi 2x aja sehari. 

Kalau perkembangan motorik kasar Fariha :

1. Berlari

2. Berdiri 1 kaki

3. Melompat dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah

4. Berjalan meniti 1 garis 

5. Melompat di trampolin

6. Naik tangga 

7. Main perosotan udah bisa, tapi belakang ini suka kadang-kadang takut. 

8. Memanjat masih takut, belum lancar. Padahal sebenarnya bisa. 

9. Melompati tali


Motorik halus:

1. Menggunting garis lengkung / lingkaran

2. Memasang isolasi

3. Mewarnai tidak keluar garis

4. Menggambar lingkaran

5. Menempel di bidang datar

6. Menuang cairan ke dalam gelas 

7. Menyendok dan memasukkan ke dalam gelas

8. Mengancing dan melepas kancing baju

9. Meronce bisa, tapi masih perlu dibantu

10. Memakai dan melepas celana

11. Memakai baju (kalau melepas baju belum bisa)

12. Konstruksi balok menjadi rumah, istana, kereta, dan macam-macam lainnya.

13. Cuci peralatan makan (plastik)


Bahasa dan ekspresi:

1. Sudah pandai membuat argumen

2. Pandai bernalar

3. Membuat kalimat-kalimat panjang

4. Bercerita dengan ekspresi yang lucu. Dia suka cerita misalnya, "Ih itu dino nya gede banget, tauu..." sambil matanya membulat dan suaranya meninggi. Wkwk... gemesh!


Sosial emosi:

1. Punya inisiatif bikin ini itu tapi minta dibantu ibunya. Jadi dia yang ngide, tapi merasa belum bisa, ibunya yang suruh bikinin bagian yang dia ngga bisa. Nah bagian yang dia bisa baru dia yang kerjain. Haha...

2. Mau bercerita kepada orang yang dia udah kenal. Kepada orang yang baru kenal atau jarang ketemu, kebanyakan diam.

3. Agak enggan kenalan dengan orang baru.

4. Suka inisiatif membantu ibu menjemur, cuci piring. 

5. Suka nyanyi - nyanyi kecil kalau sedang main sendiri.





25/07/23

Hari-hari Bersama OAT

Sudah sejak bulan Mei aku akrab dengan OAT alias obat anti tuberkulosis. Sejak Fariha divonis positif TB, rutinitas bertambah setiap pagi. Setiap Fariha bangun tidur, setelah kuajak ke kamar mandi, lalu aku ajak minum air dan minum obat. Awalnya dia masih mau tanpa dipaksa. Obatnya berupa 2 tablet yang hancur ketika diberi air.

Berjalan sebulan, Fariha agak sedikit menolak sekarang ketika waktunya minum obat. Tapi ya apa boleh buat. 

Sebulan kemudian, Hanan juga menyusul divonis TB. Diapun harus minum obat anti TB juga dengan dosis yang berbeda. Perjuangan ngajak Hanan minum obat dari dulu ngga pernah mudah. Penuh drama, tensi tinggi. Pusing kepala pegel hati. 

Tapi alhamdulilah sekitar sepuluh hari terakhir ini ada juga cara menyenangkan supaya Hanan mau minum obat tanpa drama. Minta bantuan Fariha untuk nyuapin obatnya ke mulut Hanan. Selama ini Fariha suka kalau diminta nyuapin suplemen ke aku atau ayahnya. Ternyata ke Hanan juga sama. Dan Hanan juga suka kalau adiknya yang nemenin minum obat. Terjadilah simbiosis mutualisme yang indah. Hihi.

Kabar baiknya, BB Fariha sekarang mencapai angka 10 kg. Alhamdulillah. Semoga naik terus dan ngga seret lagi, dan bisa sembuh tuntas TB nya. 

15/05/23

Perjalanan Menyapih Fariha

Untuk Fariha, anak ketiga ini, aku inginnya menyapih dengan cara yang baik. Ideal. Weaning with love gitu. Tapi pada akhirnya, aku harus pasrah menerima proses menyapih yang ngga berjalan sesuai harapan. Maafin Ibuk, ya, Fariha. 

Ngga ada yang bisa aku ceritakan di sini selain usahaku untuk bisa menyapih dengan cara yang baik.

Awalnya usia 12 bulan lebih aku mulai ga kasih nenen di siang hari. Atas saran dokter anak karena BBnya kurang sesuai kurva normal, nenen di siang hari ditiadakan. Supaya siang hari diutamakan MPASI supaya nutrisinya cukup dan BB bisa naik dengan bagus. 

Praktis nenen hanya di malam hari. Mulai dari sejak maghrib sampai pagi jam 6.  

Lalu sejak usia 18 bulan aku mulai sounding ke Fariha untuk berhenti nyusu atau nen. Mendekati 24 bulan, lebih sering sounding. 

Sebulan menjelang Fariha usia 2 tahun aku mulai kurangi nenen di malam hari. Sounding ke Fariha tampak tidak berefek sesuai yang diharapkan. Masih minta nenen sampai nangis teriak. 

Dua minggu setelah ulang tahun, suami dan keluarga mulai support untuk menyapih. Oke aku akhirnya Siap. 

Hari pertama menyapih itu sabtu malam. Masih Sounding dengan agak mengiltimatum. Hehe. Fariha..  Hari ini hari terakhir nenen ya. Besok Fariha udah ga nenen lagi ya. Fariha udah berhenti nenennya ya. 

Hari kedua, mulai deh diberlakukan. Pas dia minta aku ga kasih. Aku ingetin yang aku omongin ke dia kemarinnya. Apakah beliau mau mengerti? Cencu tydhagg! Dia berusaha meminta dengan menangis, teriak, meraung, berontak. 

Cukup lama akhirnya suami bilang... Coba buk, itu nenennya dikasih lipstik kaya Bik Engkoy (yang suka urut Fariha). Aku ngga mau... Awalnya. Karena aku masih berharap bisa menyapih tanpa harus bohongin Fariha kalau nenenku ada apa-apanya. 

Tapi... Setelah setengah jam lebih raungan dan tangisan belum ada tanda-tanda berhenti, akhirnya aku menyerah. 

___15/05/2023___ Bersambung …

Aku olesi puting dengan sesuatu yang membuat Fariha langsung berhenti menangis minta nenen dengan seketika. Aku inget Fariha sempat menanyakan sesuatu dengan suaranya yang lucu dan menggemaskan. Sampai akhirnya dia ngga bertanya lagi dan tertidur di gendonganku. 

Ada rasa lega akhirnya Fariha berhenti menangis dan merengek. Tapi terselip juga perasaan kasihan dan bersalah karena harus berhenti dengan cara seperti ini. Belum lagi aku harus melakukan ini untuk sekitar 1 minggu sampai Fariha ngga lagi minta nenen. 

Maasya Allah, Fariha, Ibuk nulis ini jadi ngerasa mellow sendiri. Masa menyusui Fariha itu kenangan sangat indah sekali buat Ibuk. Apalagi di 6 bulan pertama. Semoga buat Fariha juga, ya. Maafin Ibuk ya, kalau mengakhirinya mungkin di saat Fariha belum bener-bener siap. Tapi ada beberapa alasan yang bikin ayah sama Ibuk memutuskan untuk mengakhiri masa menyusui ini. Di antaranya adalah masalah berat badan Fariha. Bismillah, semoga Fariha ridho ya. 

___16/07/2023___


20/02/23

Rujukan, Rujukan, Rujukan

Seminggu setelah rawat inap, alias tanggal 8 lalu, Fariha kembali ke dr. Frieda untuk kontrol. Dari situ, dr. Frieda kasih banyak rujukan. Lima rujukan.

1. Ke dr. Henny nefrolog anak di Rscm Kencana 

2. Ke dr. Sub sp gizi di Hermina Jatinegara 

3. Tes alergi 

4. Ngulang tes mantoux 

5. Cek feses analisis gastro

Poin 1, 3, 4 udah. Yang 2 dan 5 nih belum.


Btw, mau cerita dulu. Senin kemarin pas mau tes mantoux ada kecelakaan kecil. Fariha jatuh dari sepeda. Jatuh dari boncengan depan yang bisa bongkar pasang. Jatuh ke kanan kena pipi. Kukira kena kepala juga. Sempat takut karena sempat kaya orang bingung. Sampai aku bawa ke Igd. Alhamdulillah gapapa.


Tapi kalo inget itu, aku masih ngeri sendiri. 


Besoknya, giliran kacamataku yang jatuh dan framenya patah. Hiks. Sorenya tas ranselku sempat ketinggalan di mobil grab waktu mau ke Rscm. Alhamdulillah masih rejeki.



04/02/23

Tumbuh Kembang Fariha 21 Bulan

Ceritanya kemarin habis opname nih Fariha.

Dengan cerita yang masih sama, BB ngga naik alias weight faltering, akhirnya aku mulai cari referensi dokter anak sub sp pencernaan. Dari sepupuku yang dokter, dapet nama dr. Frieda di RS Evasari Jakarta.

Singkat cerita, setelah dapat hasil kultur feses, ternyata ada bakteri e coli yang pengobatannya harus dengan antibiotik lewat suntikan. Alasan lain si dokter menyarankan rawat juga karena kalau pakai BPJS bisa sekalian dimanfaatkan untuk periksa rontgen dada, cek darah, cek urin. Karena BBnya udah kurang banget, harus bener-bener dipantau selama pengobatan. 

Alhamdulillah BPJS bisa dipakai dan akhirnya kita jadi rawat. Hasil rontgen ternyata ada bercak putih. Dokternya merujuk untuk lakukan tes IGRA, untuk melihat apa ada TB. Sayangnya si IGRA ini ga bisa pakai BPJS. Padahal lumayan juga itu tesnya sejutaan. Jadi kami harus tes mandiri di Prodia.

Empat malam dirawat dengan suhu kamar udah kaya di kulkas. Alhamdulillah Fariha sangat kooperatif selama dirawat. Maasya Allah, walaupun dia nangis setiap ada suster yang datang, tapi ngga berontak. Mulai dari pasang infus, dimasukin obat, dll, nangis tapi tetep dikasih tangannya. Hiks... Maasya Allah anak kuat Fariha. Terharu Ibuk.

Malah... Pas hari ketiga, kalau ada petugas dapur nganter makanan, dia malah bilang makasih ke petugasnya. 😘

Setelah keluar RS, dijemput Si Ayah pulang, tapi ke kantornya dulu, absen sore. Yah kena angin laut, mana maghrib lagi. Besoknya anget masuk angin. Pake muntah juga. Alhamdulilah ngga lama demamnya turun dan anaknya ceria lagi.

Sabtu kemarin, tes IGRA di Prodia. Aku tanya diambil berapa mili, kata petugas kurang lebih diambil sampel darahnya 8 ml dong alias 2 tabung. Duh... Ku khawatir nanti sulit dapat banyak. Karena 2 kali pernah ambil sampel darah di lab. deket rumah, bolak balik tusuk dong. Duh... Aku ngilu kasian. Tangan kiri tusuk, ga dapet. Kanan tusuk, masih kurang. Kiri tusuk lagi, teteeep ngga dapet. Astagfirullah, ngga pinter dah ini petugasnya! Tapi alhamdulillah, waktu di Prodia kemarin dapet 3 tabung lancar jaya. Makasih mba Prodia, you're the best!

Oke sekarang pencapaiannya.

Bahasa dan Ekspresi 
Makin kaya ekspresinya. Kata-kata udah lebih jelas. Udah bisa nyanyi beberapa lagu sampai habis. Bisa ngomong gini, "ibu nyanyi terus cih! " 😂

Motorik halus dan kasar
Udah bisa lari kecil, suka manjat-manjat. Udah bisa susun balok lebih dari 4.

Sosial emosi 
Suka ikut-ikutan ibunya, nyuci piring, nyapu, dsb. Uda mulai susah diajak mandi. Suka bilang da mau, kadang sampai teriak juga. Udah bisa protes.

Ayo, Nduk... Sehat yaa... Tambah besar tambah tinggi tambah pinter, tambah solihah.

Aamiin.

12/08/22

Milestone Fariha Jelang 16 Bulan

Ucap syukur Alhamdulillah dengan perkembangan yang dicapai Fariha di usia ini. 


Di usia yang jelang 16 bulan besok tanggal 14, ini milestone yang dicapainya:

Bahasa dan ekspresi
Ini yang paling ketara sih. Kata-katanya banyak keluar yang baru. Mudah meniru. Ini daftar kata yang sudah keluar darinya.
Abu (ibu), ayah (ini jelas banget), anan (Hanan), bobo (kalo minta nyusu 😅. Ini salah konsep nih), awat (pesawat), dan lainnya. Aku bikin list sendiri deh di Excel nanti buat ngedata berapa kata yang udah keluar. 

Yang jelas aku suka kaget dan ngerasa lucu karena kejutan-kejutan yang sering muncul darinya. 

Udah bisa ikutan ketawa bareng. Baik ketawa yang beneran atau ikut-ikutan. Kalau ga suka, atau ga mau, atau pengen sesuatu tapi ga dikasih, udah menunjukkan ekspresi marah dengan menangis kejer. 

Kalau diminta mengambilkan atau menaruh sesuatu udah paham. Udah paham instruksi dan pertanyaan. 

Motorik kasar
Jalannya udah mulai cepet. Udah bisa jalan di turunan dan tanjakan yang landai. Misal di polisi tidur. Tapi kadang masih aku jagain kalau-kalau hilang keseimbangan. Naik sepeda roda tiga ya udah bisa nggowes kakinya di lantai. 

Motorik halus
Udah bisa menyendok dan menyuapkan buah ke mulutnya sendiri. Kalau menyuapkan air ke mulut masih suka tumpah. Udah bisa menyendok dan menuang objek seperti beras dari satu wadah ke wadah lain. 

Udah bisa memasukkan pipe cleaner ke lubangnya. Kalau stik ke lubang udah lama bisanya. Tapi kalau pipe cleaner kan dia leyot tuh karena dari kawat, jadi lebih sulit. Nah dia udah bisa itu. Udah bisa menumpuk balik sampai 5 tumpukan. 

Fisik dan Kesehatan
Ini yang masih struggling banget. BB masih seret. Kalau nimbang masih sering keluar angka 7,4 atau 7,5. Walaupun kadang sampai juga di angka 7,6 atau 7,7 bahkan 7,8. Tapi ya itu suka turun lagi ke angka 2 angka yang aku sebutin pertama. Bingung aku tu. Udah underweight, tinggi badan juga udah di garis kuning. Udah beli makanan NDF yang ga murah juga. Makannya seringnya sedikit, 3-8 siap. Ga pernah bisa habis dengan porsi yang aku kasih. Seringnya suka buah. Lah gimana coba tuh. Diet dong itu. Kue suka sih. Alhamdulillah sekarang aku ga terlalu mager lagi kalau mau bebikinan. Lebih semangat karena sambil ngerjain tugas kelas yang ketunda lamaaaaa banget. 
Tapi ya ituuuu.... BBnya masih stuck di situ.

Oya ceritanya bulan lalu juga habis dirawat karena trombosit turun plus ada gejala tipes. Alhamdulillah 3 hari aja dirawatnya. Itu sebelumnya sempet naik kan 7,7 dan 7,8. Habis itu sembuh yaaa udah belum naik lagi. Malah sempet demam lagi Alhamdulillah semalam aja demamnya. 

Ibuk ya dietnya juga kacau sih. Hiks. Mau benerin lagi Kayan lagi ga semangat gitu. Ayuk laaah.. demi Fariha juga demi kesehatan sendiri. Semangat laaah!

29/07/22

Fariha Demam 1 Hari

Pagi tadi, Fariha bangun tidur seperti biasa. Aku Minumkan probiotik. Setelah beberapa lama, tetiba tersedak dan seperti mau muntah. Kupikir ya cuma karena tersedak. Lalu tersedak lagi dan kali ini muntah air. Sedikit. Seperti gumoh.

Kuajak mandi sekalian, karena bajunya jadi basah. Mandi berendam beberapa menit, setelah itu seperti biasa kuajak makan. Aku udah buatin pancake pisang buat sarapan. Cuma makan secuil eh ga mau lagi dong. Padahal biasanya dia mau. Ditawari nasi juga geleng-geleng. Ga berapa lama kemudian dia muntah. Keluar deh itu pancake nya yang secuil. Akhirnya kutawari minum dan aku Minumkan obat anti muntah. Setelah itu sempat makan secuil pisang lalu emoh lagi. Aku raba tubuhnya masih normal sih ga anget. 

Akhirnya aku susuin dan diapun tertidur. Aku tinggal mandi, ga lama kakaknya teriak heboh, "Buu, Fariha muntah!" 

Ngebut aku keluar nyamoperin Fariha  cuma pake Handuk dililit ke badan. Posisi Fariha masih telentang dan terbatuk2. Langsung aku miringkan sambil tepuk-tepuk punggungnya, supaya ga ada muntahannya yang salah masuk ke kerongkongan. 

Untuk ada buk Nanik yang mau bantu aku bersih2 sementara aku bersihin tubuhnya Fariha. Lalu Fariha digendong Buk Nanik supaya aku bisa mandi.

Setelah mandi aku gendong lagi. Aku susui lagi sambil perut dan punggungnya dibalur pakai parutan bawang dan minta kelapa. 

Suhu tubuhnya mulai naik. Akhirnya aku Minumkan parset sekitar jam 10an. Lalu datang ayah yang baru pulang dari jemput Zhafi di stasiun. Badannya sepertinya rada enakan dan mau makan beberapa suap nasi aja. Hanya nasi tanpa lauk apa-apa.

Aku segera bikin janji ke dokter anak dapat jadwal jam 5. Jam 2an aku minumkan lagi parset. Sorenya mau makan bubur dan nuget otak beberapa suap. 

Ketemu dokter di RS pas maghrib. Dokter bilang karena demam baru sehari baru bisa diobservasi dulu. Kalau masih Demam Minumkan parset, kalau mual Minumkan vometa, dan minum vitamin utk daya tahan tubuh. Kalau masih Demam sampai hari senin saatnya cek lab. Tapi kalau - naudzubillah - panas tinggi ga bisa turun dgn parset, harus ke IGD untuk infus dan cek lab segera.  

Pulang dari RS, kita makan malam lalu acara potong kue utk ultah Hanan yang tertunda. Yang seharusnya tgl 14 Juli, tapi karena Fariha opname, terpaksa delayed. 

Sebelum tidur tadi, sempat bab lembek hampir cair. Lalu sepertinya demamnya sudah ga terlalu tinggiseperti siang tadi yang bisa sampai 39+. Aku Minumkan semua obat dan vitaminnya, lalu kususui. Sekitar jam 10 lebih baru dia tertidur. 

Semoga besok sudah sehat walafiyat dan bisa ke liburan ke Bogor dengan kondisi yang sehat seterusnya.

19/05/22

Milestone Fa 13 Bulan

Sampai juga Fariha di usia 1 tahun. Dan sekarang sudah 13 bulan. Fariha udah nambah kepintaran apa lagi nih?


Bismillah
Motorik Kasar
Umur 12 bulan udah bisa jalan gandengan 1 tangan. Nah pas liburan lebaran kemarin dicobain sama budenya untuk jalan. Alhamdulillah maasya Allah bisa jalan 3 langkah 5 langkah dan berulang-ulang. Makin semangat jalannya karena pas lagi rame semuanya semangatin. Nah begitu di rumah ini masih takut-takut lagi nih mau jalan. Mungkin ga serame waktu itu. Hehe. 

Dari sejak 11 atau 12 bulan udah aman kalau mau turun dari kasur. Bahkan sering banget aku lagi di dapur pagi-pagi, tau-tau dia udah bangun dan turun sendiri dari kasur. Sekarang malah lagi pengen manjat-manjat sofa atau kasur atau apa aja. 

Motorik Halus. 
Udah bisa masukin stik ke lubang stik di busy jar. Udah bisa masukin bentuk-bentuk ke dalam tempat yang sesuai. Udah bisa pencet-pencet tombol.

Bahasa dan Ekspresi
Suka mengeluarkan banyak ocehan seperti jajit, menyebut butuh, ayah, dsb. Kalau lihat tulisan kaya yang pengen baca, keluar ocehan-ocehan ala dia. 

Kalau marah suka teriak-teriak, suka ikutan ketawa kalau yang lain ketawa. 

Fisik dan Kesehatan
Masih berkutat dengan BB seret. BB masih di angka 7 kg. Akhirnya setelah lagi-lagi Konsul via alodok, kemarin cek darah lengkap plus LED dan cek urine rutin. Didapat hasil tes darah normal tapi urin ada bakteri. Setelah dikonsulkan lagi, diberi resep antibiotik untuk infeksi saluran kencingnya. Baru dibelikan hari ini. Bismillah .. semoga ini jawaban dari penyebab BB seretnya. Semoga setelah minum obat ini, Fariha bisa kembali sehat dan bisa ngejar pertumbuhan yang ketinggalan. 

Oya kalau aku perhatiin, pup Fariha udah lumayan membaik sih. Dan meski aku mulai banyak bandel citing makanan mengandung susu telur dan terigu pupnya tergolong oke. Tapiii... Memang gatel-gatelnya masih, cuma ga sampai flare up. Dann...  Tidurnya masih suka kebangun. Bahkan 3 hari ini tidurnya bener-bener ga nyenyak. 

Akuuuu sejak puasa malah kacau dietnya. Buka puasa pakai gorengan, lebaran makin kacau. Kue kering penggoda iman. Sampai sekarang. Huhuuuuu... maafin ibuk ya, Faaa... Bismillah bismillah.... Harus benerin lagi makannya


Ayuuuk bisa yuuk... Benerin lagi. Balik lagi no gluten, no refined sugar, no UPF, no grainfed dairy product.
Semangat!

15/03/22

Milestone Fariha 11 Bulan

Motorik kasar
Sejak usia 8 bulan mulai merangkak dan duduk sendiri. Tapi udah sejak 6 bulan kakinya sudah mulai kuat menyangga sebagian berat tubuhnya. Dan ketika usia 9 bulan dia udah bisa berdiri sendiri berpegangan di sofa. Nah mulai 10 bulan dia udah bisa ditetah atau jalan dengan berpegangan ke tangan orang dewasa atau benda-benda sekitarnya. Onggong-onggongnya makin kenceng. Sekarang 11 bulan dia udah bisa berdiri tanpa berpegangan atau dipegangin selama 2-3 detik.

Motorik halus dan sensori
Mulai 8,5 bulan udah bisa diajak tepuk tangan. Jadi ketika kita nyanyi Kalau Kau Suka Hati, dia dengan sendirinya bertepuk tangan. Mulai 9 bulanan udah bisa dadah-dadah. Kalau denger suara klakson kendaraan apapun dia akan otomatis dadah-dadah. Karena memang ngajarin dadahnya terutama kalau pas ayahnya berangkat ke kantor. 

Usia 9 bulanan udah bisa masukin benda kancing ke dalam wadah toples. 10 bulan masukin kancing lewat mulut celengan. 

Bicara
Seminggu ini makin banyak ocehannya. Tejah, tata, dah, ajuh, ebuh, buwah, papah, ngeng, bubu, fufu.
Kalau dikasih mainan setir mobil udah ngoceh ngeng ngeng... 
Mulai pingin ikutan nyanyi kalau ada yang nyanyi. Memperhatikan orang yg lagi nyanyi. Terutama kalau dinyanyiin lagu baru. Nyanyi burung Kakatua udah ikutan nyanyiin reff nya. Tedung tedung yayayaya...

Ekspresi
Ekspresinya makin beragam. Kalau mau disusuin happy banget pas dibaringkan. Dua kakinya disentak2kan ke atas. Mukanya ketawa bahagiaaa banget.
Kalau marah atau ngga suka ya nangis.
Kadang lagi diem, keluar ekspresi buang muka atau melengos. Kadang matanya dikedip-kedipin sambil mulutnya dimonyong-monyongin. 

Makan dan Kesehatan
Nah ini nih yang lebih challenging.
Dari umur 4 bulan kan berat badannya udah mulai seret naiknya. Dan mulai 6 atau 7 bulan udah ga naik. Sampai tanggal 22 Februari kemarin beratnya 6,7 kg. Dan memang sejak 6 bulan naik turun antara 6,4 sampai 6,9. Seringnya 6,6 dan 6,7. Udah tes mantoux Alhamdulillah hasilnya negatif. Hb juga normal ga ada indikasi ke arah anemia defisiensi besi. Demam juga ga ada. 

Cuma sejak usia 7 bulan mulai deh babnya ga normal. Teksturnya lembek. Kadang bisa sampai 3x. 

Usia 7,5 bulan kita Konsul ke dr. Armel, tapi lebih untuk konsul tentang motorik kasarnya yang sampai saat itu belum juga bangkit duduk sendiri dari tiduran, dan juga belum merangkak sendiri. Walau sudah distimulasi. 

Selain itu juga tanya kenapa berat badan ga naik alias seret, dan juga tentang eksimnya yang semakin parah dan kulitnya  bruntusan. 

Dokter Armel lalu menyarankan hal-hal seperti berikut: 
1. Untuk berat badannya yang seret, mengusahakan makan setiap 3 jam dengan protein hewani terutama ikan dan lainnya. Jadi sehari makan dgn protein sampai dengan 4x. Sepanjang siang sampai sore itu tidak diberi ASI dan buah, supaya perut bayi ga keburu kenyang tapi nutrisinya kurang. ASI dan buah baru diberikan malam hari setelah Maghrib.

2. Untuk eksimnya, stop dulu susu dan telur. Lalu coba terapin makan 1 prohe yang sama 3 hari berturut-turut lalu lihat reaksi di tubuh. Setiap 3 hari beralih ke prohe lainnya. 

3. Untuk milestonenya, tetap distimulasi dan kalau sudah 8,5 bulan belum ada kemajuan (belum bangkit duduk sendiri dan belum merangkak juga), Konsul ke dokter spesialis syaraf anak.

Seminggu kemudian, setelah nemu akun IG dokter Nerissa, dan jadi melek kalau semua akar masalah tumbuh kembang anak itu dari kesehatan pencernaan, hidupku serasa lebih tercerahkan. Jadi lebih tau lagi harus ngapain dan apa yang harus dibenahi dengan berusaha ikutin panduan pertamanya yang ada di highlight IG nya, yang disebut protokol Alika. 

Aku jadi lebih semangat lagi stop semua produk susu, terigu, ultra processed food (UPF), dan gula pasir. Ga lagi kasi bubur fortif dan berusaha kasih Fa real food. Beliin dia probiotik yang direkomendasikan. Semangat berjemur. Dan tentu berdoa. 

Alhamdulillah... 2 Minggu kelihatan ada perubahan. Fa kelihatan lebih aktif bergerak dan lalu milestone nya pun tercapai. Pupnya sempat membaik selama seminggu tapi kalau makannya salah lagi pup jadi ambyar lagi. Eksimnya pun menghilang sendiri dan kulit kelihatan glowing lagi setelah 2 bulanan jalanin pola makan yang baik dan konsumsi probiotik lifespace. Cuma memang BBnya belum bisa naik. Ya ini berkaitan dengan penyerapan makannya yang terganggu. Bisa kelihatan dari BAB nya yang masih ambyar. 

Yang dibilang makannya salah lagi maksudnya bukan makan terigu, dairy, UPF dan gula lagi, tapi... Makanan real food yang ternyata Fa sensitif atau intoleran terhadapnya. Misal ternyata memang Fa belum bisa dikasih telur, ayam, dan udang. Kalau makan ayam BABnya langsung makin ambyar begitu juga udang. Lalu kalau telur, memicu eksimnya. Mungkin masih ada jenis makanan lain yang dia masih sensitif, tapi aku belum bisa memastikan apa. Karena memang harus melalui jurnal makanan yang panjang. 

Untuk sensitivitas terhadap makanan ini, sebenarnya ada cara yang lebih mudah yaitu menjalani Igg test atau food sensitivity test. Tapi itu sangat-sangat mahal. Antara 2,5 juta sampai dengan 8 juta. Dan menurut dokter Herlin, walau dia sangat menyarankan menjalani test ini, tapi test ini baru cukup akurat untuk bayi usia minimal 18 bulan. 

Kondisi yang dialami Fa ini bikin aku serasa dipaksa lagi belajar tentang kesehatan secara holistik, dan belajar juga untuk konsisten menjalaninya. Hmm... Padahal dulu waktu terjadi pada Hanan, aku juga dipaksa belajar untuk makan clean and raw food. Terutama juga setelah aku bolak-balik periksa ke RS Krn kondisi kesehatan yang kurang baik  Tapi .. ya Allah .. istiqomahnya susah. Akhirnya balik lagi dengan pola hidup dan pola makan yang amburadul. Manajemen stress juga masih kacau. 

Tapi kali ini insya Allah aku bertekad bener-bener untuk konsisten jalaninnya. Bismillah. 

30/12/21

Fariha 8,5 Bulan: Yeay Duduuk!

Hari ini alhamdulillah... setelah menanti dan harap-harap cemas...
Fariha akhirnya bisa dan mau duduk sendiri. 
Dia duduk dari telentang lalu tengkurap, onggong-onggong dan akhirnya duduk! Maasya Allah tabarakallah...

Hari ini juga dia pertama kali tepuk tangan sendiri. Diajak nyanyi-nyanyi dia tepuk-tepuk tangan. 

Apakah terjadi tiba-tiba? 
Semuanya terjadi secara bertahap. Setelah lega pada bulan 6 Fa sudah bisa tengkurap dan telentang sendiri, menginjak bulan ke 7 lebih 2 minggu aku mulai waspada lagi. Karena Fa keliatan kurang aktif dan belum bisa duduk dan merangkak sendiri. 

Mulailah kubrowsing tentang stimulasi duduk dan merangkak. Juga cari tahu kenapa bayi tampak kurang aktif. Berusaha untuk setiap hari menstimulasi Fa supaya bisa bangkit duduk sendiri dan merangkak. Juga teruus stimulasi dengan berbagai macam hal. Bacain buku, dadah, tepuk tangan, salim, tos. Kalau ngocehnya alhamdulillah... udah macam-macam. 

Empat hari sebelum ultahnya, aku ajak Fa konsul ke dr.Armel. Pas nimbang... hiks beratnya juga ga sesuai harapan. Harapannya di atas 7 kg, ternyata 6,9 kg. padahal nimbang umur 5,5 bulan di situ beratnya 6,5 kg. 

Dari konsul dengan dr. Armel, kata dia untuk saat ini perkembangan motoriknya masih sesuai milestone walau tetap harus waspada. Misal bulan depan masih juga belum duduk harus segera konsul ke spesialis syaraf anak. Sambil tetap distimulasi di rumah. 

Untuk BBnya yang masih kurang, jadwal dan pola makan harus dievaluasi. Pagi sampai sore harus makan menu lengkap. Jeda antar makan minimal 3 jam supaya muncul rasa lapar. Makan buah dan snack setelah maghrib. Menyusu pun hanya malam saja. Banyakin menu ikan.

Untuk gatal-gatalnya, aku dan Fa harus stop susu dan telur. Lalu pola makannya cek prohe mana yang membuat dia gatal. Caranya makan 1 prohe yang sama selama 3 hari. Setelah 3 hari ganti 1 prohe lain. Begitu seterusnya. Lalu dilihat, pada saat makan prohe apa yang dia merasa gatal banget. Itu bukan cuma untuk Fa ya... tapi akunya juga karena Fa masih menyusu di aku. 

Oh ya by the way, sebelum ke dokter ini, sebetulnya udah sekitar semingguan lebih pup Fariha lembek dan sehari bisa 2x pup. Tapi aku belum terlalu ngeh nih. Kupikir masih biasa aja. Akupun ngga konsulin ini ke dokter. Selain itu... Fariha tuh juga jadi lebih sering mulutnya kebuka dan lidahnya menjulur keluar. Kalau pas lagi diem gitu. Eyangnya juga notice tuh. Aku mulai ngeh ya pas eyangnya kasih tau itu. Tapi itu juga lupa aku konsulin ke dokter. 

Nah besoknyaaa.... setelah dari konsul doter itu, pup Fariha makin lembek dan bisa sampai 3-5 kali. Aku konsul lagi ke dokter anak via alodokter. Disuruh periksa feses. Diresepin juga lacto b dan zinc. Pas mau periksa feses agak susah nih. Karena labnya jauh. Trus pas pup tuh masih pagi banget dan lab belum buka. Dan ternyata siangnya udah ngga pup lagi. Ya udah ngga jadi. Tapi masih lembek dan kadang cair. 

Agak membaik setelah minum lacto B. Tapi masih belum normal. Lalu ketemulah aku dengan akun IG dr. Nerisa. Ini kaya harta karun banget!

Akun @dayswithalika itu tentang bayinya  yang punya problem kesehatan dan gtm parah. Dan dari perjuangan dia mencari tau apa masalahnya karena udah jajan 9 dokter masih belum selesai juga. Akhirnya dia menemukan akar masalahnya dari dia belajar sendiri. Problemnya di pencernaan yang sakit. Intinya... semua masalah bayi yang gtm, bb seret, alergi, eksema, diare, mencret, tumbuh kembang ngga optimal, problemnya bermula dari pencernaan dan nutrisi yang kurang terserap. Disitu juga dibahas soal intoleransi makanan yang berbeda dengan alergi.

Ok... BB seret, eksema, gtm, diare... itu yang sekarang lagi dialamin Fa. Langsung aku ikutin saran dia. Well belum semua. Baru konsumsi probiotik buat Fa dan berhenti makan semua produk ultra processed food. Lanjutin stop semua produk susu sapi (sudah 2 minggu no dairy food). Makan hanya yang real food. 

PR selanjutnya:
Stop semua produk terigu, gula pasir dan turunannya
Berhenti makan krupuk dan UPF lainnya. Udha ga makan biskuit, roti, sosis, dll tapi masih makan krupuk. Hiks.
Konsumsi probiotik juga buat aku. 
Rajin berjemur dan cek level vit D. Mungkin perlu konsumsi vit D tambahan juga. 
Ajak nyeker nih, tapi di mana ya?
Only real foods for me and Fa. Eh tapi masih makan yummy bites. 

Udah hampir seminggu Fa konsumsi probiotik rekomendasi dr Nerissa. Alhamdulillah kondisi pup makin baik. Eh hari ini malah belum pup. Gimana dong. 

Moodnya... kadang happy dan aktif, tapi nangis dan rewel juga sering. Tapi sekarang geraknya lebih aktif, kuat, dan lincah sih. 

Nafsu makan alhamdulillah lumayan oke lah.  
Tidur? Ini yang masih belum oke banget. Tidur siang bisa lama bisa sebentar. Tidur malamnya yang belum all through the night. Masih sering kebangun dan nen. Sering pake nangis juga kebangunnya. 

Dan yang masih mengganggu banget nih eksemanya yang dileher belakang itu masih gatel banget kayanya. 

Oh ya sama... BB nya ini... harap-harap cemas... apakah nimbang berikutnya nanti akan sudah sesuai kurva? 




27/10/21

Fariha 6 Bulan

Udah bisa apa ajaa?

1. Tengkurap, telentang, berguling.
Saat ini Fariha udah bisa
berguling-guling, tengkurap, dan telentang pas banget di usia 6 bulan. Sejak bayi 0 bulan udah rajin ditengkurapin, untuk merangsang kekuatan otot leher dan punggung. Tapi ditungguin dari 3,5 bulan kok tengkurep sendirinya cuma sekali 2 kali aja. Sampai pas konsul dsa ketika umur 5,5 bulan belum juga aktif tengkurap dan berguling, dsa nya bilang nanti mulai cemas dan konsul ke sp. syaraf anak kalau sampai usia 6 bulan belum tengkurap. Alhamdulillah... sepertinya ngga perlua konsul untuk saat ini. 

2. Berteriak dan memekik yang bukan menangis.
Suara teriakan dan pekikannya lumayan keras lho. Kadang sampai bikin kaget. Dan kalau lagi pada rameee banget, misal kakak2 sepupunya lagi pada main seru, dia bakal ikutan teriak karena excited. 

3. Tersenyum dan ketawa kalau diajak bercanda.
Masya Allah gemess....

4. Duduk dengan ditopang.
Karena kepalanya udah tegak dengan cukup stabil, dan kalau diletakkan setengah duduk udah angkat-angkat kepala, ya sudah didudukkan saja. Dan memang punggungnya juga udah tegak. Meski begitu tetap harus masih disangga, setidaknya dengan memegang tangannya. 

5. Nungging
Kalau lagi posisi tengkurap udah suka nungging-nungging kaya mau duduk.

6. Meraih dan memegang benda
Dari mulai pegang mainan lalu juga makanan dan memasukkannya ke mulut. Termasuk juga angkat kedua kakinya, meraih kakinya, dan masukin jempol kakinya ke mulut. Nyot kenyot deh itu. 

7. Menggaruk.
Udah suka garuk-garuk bagian tubuhnya yang gatel. Belakang kepala bagian bawah ada ruamnya, dan dia udah bisa garuk-garuk sampe lecet (hiks).

8. Nangis kalau lihat ibuknya ninggalin dia.
Misal lagi sama eyangnya atau si bibik, terus keliatan ada ibuk tapi ngga nyamperin, atau nyamperin tapi ngga gendong atau ajak main malah pergi lagi. Nangis deh... hihi.

26/10/21

Yeaayy... Saatnya MPASI!


Masa menyusu eksklusif sudah terlewati dengan cukup menyenangkan. Alhamdulillah wa maasya Allah tanpa ada drama berarti, kecuali kekhawatiran kenaikan BB yang kurang sesuai kurva. Berat badannya naik, cuma ngga sesuai dengan kenaikan BB yang ada di grafik BB bayi. Tanggal 14 Oktober Fariha genap 6 bulan.

Sebagai persiapan, aku belajar tentang per-MPASI-an lewat bukunya dr. Meita Hanindita, artikel-artikel di internet, dan sosmed yang suka membahas tentang MPASI, terutama akun instagramnya dr. Tan Shot Yen. Yang dipelajari lebih ke prinsip-prinsip dasar MPASI yang penting. Bukan resep MPASInya.

Terakhir punya bayi 11 tahun lalu dan itupun aku ngga belajar tentang ilmu MPASI yang benar. Cuma taunya kalau sebaiknya kasih MPASI yang bikinan sendiri tanpa memperhatikan apa aja bahan makanan yang perlu banget diberikan ke bayi di 3000 hari pertama kehidupannya. Belajar juga tentang apa itu GTM dan bagaimana menindaklanjuti GTM dengan benar, bukan dengan cara dipaksa makan. 

Juga belajar tentang bubur instan fortifikasi yang oleh dokter-dokter anak dibolehkan juga diberikan ke bayi, berdampingan dengan bubur bikinan sendiri. Walaupun kalau soal ini antara dokter bisa beda pendapat, aku memutuskan untuk yaah... kalau memang kondisinya pas lagi ngga memungkinkan bikin bubur sendiri ya ngga papa juga kasih bubur instan. Kan ngga tiap hari. 

 H-3, Ibuk kasih biskuit bayi buat percobaan gigit, kunyah, dan telan. Dia tampak tidak enjoy. H-2 mulai dibikinin bubur bayi Nayz (bukan instan) untuk 2x makan, bentuknya beras yang udah sepaket sama prohe dan sayur, plus fortifikasi vitamin dan mineral, tapi tetap harus dimasak. Apakah masuk? Tydack sodara-sodara. H-1 dibikinin lagi bubur yang sama, coba tambahin garam gula dt. Masuk? Ngga juga... 

Sebenernya sih udah dapat ilmu kalau bayi itu masih baru dalam tahap belajar segala hal, termasuk makan. Jangan berharap begitu 
waktunya MPASI bayi bisa telap telep hap hap bim salabim bisa ngunyah bisa nelen. Dia juga perlu belajar. Belum lagi tekstur baru yang tadinya cair tinggal hisap. Juga rasa baru. Tapi... tetep aja insecure melihat bayi si anu langsung makan lahap. Diceritain juga bayinya kakakku dulu langsung habis 1 alpukat. Belum eyangnya menganalisis sendiri, mungkin ngga enak kali. Duh... bikin drop, dong. Hahaha.

Malemnya aku nangis dong.... pas ada suami.... Huaa.... Fariha ga mau makaan. Nangis sesenggukan takut Fariha kekurangan gizi. Si Ayah elus-elus punggung setelah sebelumnya bilang sabar kan baru aja mulai, coba besok digendong. Etdah... kata dokter-dokter itu kalo makan no gendong-gendong. 

Akhirnya pas hari H nya makannya malah bubur instan deh. Masuk? Iya dikiit. Itu juga sambil digendong (hiks). Banyakan yang belepotan di slabbernya. 

Ngobrol-ngobrol sama adek yang anaknya udah lewat masa MPASI dikasih ide tambahin labu buat manisnya. Browsing juga dan nemu seller kaldu tulang buat nambah umami nya. Plus juga mencoba mensugesti Fariha malam hari atau saat-saat dia ngantuk. Kata-katanya misalnya seperti ini: Fariha mau makan ya. Belajar makan ya. Fariha pinter makannya. Lahap makannya. Jadi tambah sehat, tambah kuat, tambah besar, dan pinter. Ya, kurang lebih begitu, deh. 

Selain itu tetep belajar dari IGnya dr. Tan Shot Yen meski belum bisa nerapin semua ilmu yang disampaikannya.

Alhamdulillah singkat cerita sekarang makannya udah pinter dan cukup lahap tanpa tambahan gula garam. Ngga selalu mangkoknya kosong, sih, tapi paling bersisa sedikiit ajah. Kalau gendong juga udah ngerasa tambah beeraat. Semoga benar nanti timbangannya naik cukup. 

Sehat-sehat selalu ya, Nak Sholiha.

22/09/21

Kunjungan Ke Dokter Anak Favorit

Setelah 5 bulan usianya, Fariha akhirnya ke dokter anak lagi. Dulu habis lahiran dokter anak di RS Hermina namanya dr Jurita. Kali ini balik lagi ke dokter anak langganannya kakak-kakaknya dulu, dr. Armeilia Moesri. 

Dulu beliau praktek di RS Sari Asih Tangerang. Terakhir visit beliau itu waktu Zhafi kontrol setelah opname karena GNA.  Itu sekitar 7 tahun lalu. Ternyata sekarang beliau sudah pindah tempat praktiknya, yaitu di RS Mitra Husada Kab. Tangerang, 

Senengya ketemu dr. Armel lagi. Kalau konsul sama beliau itu penjelasannya enak. 

Kenapa ke dokter anak?
Pertama mau konsul soal gatal-gatal dan merah di leher belakangnya. Itu kaya Ibuk dulu waktu kecil. Ada gatal di leher ga ilang-ilang. Jadi menurut dokter itu alergi karena ada bakat dari ayah dan ibunya. Sarannya skip makanan mengandung susu dan telur selama ... 6 bulaaan. Selain itu harus cari pencetus alerginya dengan eksposure. Setiap hari makan 1 jenis protein aja selama 3 hari. Ga dicampur dengan protein lain. Setelah 3 hari ganti dengan satu jenis protein lainnya dan hanya makan protein jenis itu saja selama 3 hari. Begitu seterusnya. Sambil dilihat gimana reaksinya di bayi. Selain itu tetep dikasih salep dan obat anti alergi.

Kedua, nanyain apa perlu diberi suplemen besi. Ternyata kata dokter iya.

Ketiga, kenapa belum mau tengkurap. Kata dokter kita tunggu sampai umur 6 bulan. Kalau belum tengkurap juga perlu konsul ke dokter anak sub spesialis syaraf.


Keempat, tentang tanda lahir di punggung yang namanya hemangioma. Udah pernah konsul soal ini online di alodokter. Ya kurang lebih sama, hemangioma ini ditunggu aja. Selama area merahnya tetap tidak apa-apa dan kebanyakan bisa hilang sendiri. Baru mulai waspada kalau ada tanda- tanda melebar. 

Nanya juga soal berat badan yang kayanya dari sejak umur 3 sampai 5 ini kok kurang sesuai kurva. Nah tapi tadi Ibuk di depan dokter tadi ngga begini ngomongnya. Yang Ibuk sampaikan ke dokter tadi, kok kenaikan berat badan dari bulan ketiga keempat kelima ngga sebanyak waktu bulan pertama dan kedua, wich is normal. Yang lupa Ibuk sampaikan adalah, kenaikannya kayaknya kurang sesuai kurva di buku KIA. Yah kalo gitu tunggu jadwal imunisasi berikutnya aja mudah2 kenaikan berat badan masih sesuai kurva. 

Sebenarnya mau nanya satu lagi tapi kelupaan, tentang lidahnya yang ada putih-putihnya. Apa itu memang cuma sisa susu, atau yang lain. Dokternya tadi periksa mulutnya sih. Dan ngga kasih komen apa-apa. Jadi mudah-mudahan memang cuma sisa susu aja. 




13/08/21

Tangisan Keras Fariha

Hari ini kami ada di Rawasari. Rumah Eyangnya anak-anak. Berangkat dari Tangerang ke sini hari jumat menjelang maghrib. Sampai sini menjelang isya. Ngga lama setelah sampai, Fariha tiba-tiba nangis keras dan kencang ngga berhenti. ada sekitar 30-45 menit lamanya. 

Pertama yang kulakukan dan selalu pertama adalah membacakan Al Fatihah, surat-surat 3 Qul, ayat kursi dan ayat-ayat Qur'an sebagai penyembuh.

Terus Eyangnya datang bawain potongan bawang dan minyak telon, untuk diborehin di punggung, perut, dan kakinya. Setelah diborehin lumayan mereda nangisnya walau masih belum benar-benar berhenti. 

Alhamdulillah sambil kembali dibacakan ayat-ayat Al Qur'an lama-lama Fariha udah bisa tenang dan tidur nyenyak sampai pagi. 

Maasya Allah Tabaarakallah... 

11/07/21

Fariha Menuju Tiga Bulan

Tiga hari lagi usia Fariha akan genap 3 bulan. 

Kalau melihat capaian kemampuannya udah sesuai dengan usianya. 

Mata dan kepalanya sudah mengikuti siapa yang ngajak ngobrol. 
Sudah tersenyum sosial (bukan tersenyum karena respon sensori) ketika diajak tersenyum, nyanyi, dan ngobrol.
Sesekali tertawa ketika diajak bercanda.
Kepalanya udah tegak ketika ditengkurepin, bisa sekitar 5 menit.
Udah keluar bunyi-bunyian lain dari suaranya, seperti: auoh, ohh, aghheh, ...
Kadang keluar teriakan girang dan senyum merekah. 
Kaki dan tangannya udah bergerak bebas kaya orang olahraga lari di tempat. 
Udah sering ngemut tangan kalo lagi iseng.


25/04/21

Pesalinan Anak Ketiga

Kehamilan anak ketiga sudah mencapai 38 minggu. Sudah cukup bulan dan siap lahir sebenarnya. HPL dokter-dokter dan bidan-bidan yang kudatangi ada 3 versi, antara tanggal 15, 21, bahkan 30 April.

Ngga seperti kehamilan anak pertama dan kedua yang sudah yakin menetapkan tempat dan provider kelahiran, yang ketiga ini sampai 38 minggu masih ngga yakin mau lahiran di mana dengan siapa. Karena banyak pertimbangan dan segala macamnya.

Tanggal 8 April kontrol ke bidan cek hb, tensi, urin, semua masih aman. Lahiran diperkirakan bisa normal seperti hasil kontrol sebelum-sebelumnya baik di dr Ira, maupun bidan. Cuma memang belum bisa USG. Rencana masih mau ke dokter di Hermina untuk USG.

Tanggal 13 April, kontrol dr. Budi di Hermina. ketika di USG ternyata ketubannya keruh. Kaget dong. Lalu dirujuk periksa denyut jantung janin (djj) hari itu juga. Hasilnya ternyata kurang baik.

Besoknya tanggal 14 April diulang lagi periksa DJJ. Hasilnya tetap kurang baik. Alhasil diputuskan cesar siang itu juga.

Ngga terlalu kaget kalau harus sc. Cuma agak deg-degan aja. Seumur hidup baru kali ini mengalami operasi.

Prosedur operasi sc memang ngga nyaman banget pasti. Alhamdulillah berlangsung cepat. Aku sempat melihat dan dengar rupa dan tangis bayiku. Rasanya mau nangis akhirnya bisa ketemu bayiku kelihatan sehat.  Sayangnya, hanya diberi kesempatan melhat dan bertemu beberapa  menit saja. Ternyata di RS ini ngga ada perlakuan inisiasi menyusu dini (IMD). Ya sudah berharap besok sudah bisa bertemu dengan bayiku.

Setelah operasi selesai aku harus menjalani masa pemulihan selama 24 jam benar-benar tidak boleh bangun dari tempat tidur, hanya boleh miring kiri dan kanan. Dan memang ngga bisa bangun juga.

Tanggal 15, setelah 24 jam berlalu, para perawat melepas kateter dan aku diharuskan belajar bangun dan berjalan. Rasanya... sesak napas dan njarem sana sini.

Kupikir hari itu, saat aku sudah bisa bangun dari tempat tidur aku bisa bertemu bayiku. Ternyata malah kabar kurang menggemberikan yang kudapat. Perawat bilang bayiku lekositnya tinggi mencapai 41.000, sehingga harus diberikan antibiotik dan dirawat di ruang perina. Kaget dan khawatir udah pasti. Cuma bisa berserah dan berdoa sambil melihat foto yang sempat diambil suami sebelum masuk dirawat di ruang perina.


Tanggal 16 hari ketiga di RS, aku sudah dipebolehkan pulang, tanpa bayiku. Kemungkinan bayiku baru bisa pulang hari Senin tanggal 19. Tapi keesokan harinya, ketika suami ke RS untuk menengok, dapat kaba menggemberikan dari perawat. Lekosit sudah normal dan sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. What a lovely surprise ... Akhirnya bisa segera bertemu dengan kesayangan yang selama 9 bulan hidup dalam perutku.


Rasanya masih kaya mimpi bisa memeluk si mungil cantik ini. Maasya Allah.

Perkenalkan... namaku Fariha Adzkiannisa

"Perempuan cerdas yang pandai bersyukur dan dengan kecerdasannya dapat memberikan manfaat dan menebarkan kebahagiaan bagi lingkungannya"

Insya Allah. Aamiin.

Alhamdulillahirabbil'alamiin. 

Dapat Insight untuk My Life Project

Life Project itu adalah berkebun.  Bukan karena hobi, ini awalnya aku mau serius berkebun Udah lama aku punya mimpi pengen punya kebun sayur...