Tampilkan postingan dengan label Matrikulasi IIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Matrikulasi IIP. Tampilkan semua postingan

26/12/17

Nice Homework #8, Bismillah

MY LIFE MAP

Life Map ini sangat sinkron dengan Materi matrikulasi IIP yang ke 8 tentang

MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE  DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH

🌜 🌜🌜🌜🌜🌜🌜🌜🌜🌜🌜🌜🌜🌜🌜

💚💛💜💙

Setelah Meninggal Dunia
  1. Husnul khotimah, meninggal dalam keadaan muslim
  2. Di keluarga dikenang sebagai istri yang shaliha bagi suami, sebagai ibu yang penyayang dan menyenangkan bagi anak-anak, sebagai ibu yang cekatan mengurus keluarga dan rumah, serta sebagai anak yang hormat, baik, dan berbakti pada orangtua. 
  3. Di masyarakat dan komunitas dikenang sebagai pribadi yang cekatan, aktif, suka membantu, inisiatif tinggi, ramah. 
  4. Dikenang sebagai penulis yang produktif dan inspiratif, aktif menulis tentang pendidikan keluarga, dan green and healthy living. 
  5. Dikenang sebagai pebisnis sukses, socialpreuner di bidang pendidikan keluarga, perkebunan dan pertanian organik, dan pelestarian lingkungan.

💚💛💜💙
Usia > 50 tahun

1. Telah menerbitkan karya tulis 15 buku
2. Tetap aktif menulis
3. Aktif berbagi ilmu secara sosial maupun official ttg urban farming, pola hidup green and healthy, dan tentang home education
4. Sudah memiliki one stop shoping business yang terdapat
  • agrowisata kebun sayur-buah organik dan kebun hidroponik,
  • rumah belajar,
  • pusat penelitian dan pengembangan pertanian organik dan hidroponik,
  • penyediaan perlengkapan farming dan gardening,
  • pasar hasil pertanian dan perkebunan, makanan organik dan superfood lainnya,
  • Resto dan cafe makanan sehat-alami-organik,
  • Raw and healthy cooking class,
  • Catering polmak food combining,
  • dan aneka produk recycle dan ramah lingkungan. 
 5. Yang terpenting, dapat selalu berkumpul dan saling berbagi dengan keluarga.


💚💛💜💙


1. Hamba Allah dan pribadi
  • Istiqomah TN, FC, olga, sudah jadi kebiasaan tak terpisahkan
  • Hapalan Qur'an bertambah di juz 7, 8, 9
2. Istri dan ibu
  • Istiqomah membina keluarga sesuai fitrah, mengantarkan anak aqil baligh
3. Anak
  • Semakin memperhatikan kebutuhan bapak ibu
4. Anggota komunitas dan masyarakat
  • Istiqomah jumat berbagi; membina anak, ibu, keluarga dengab program2 yang sudah berjalan
5. Penulis
  • Menulis dan menerbitkan buku ke 11 sampai ke 15
6. Entrepreneur
  • Bisnis yg sudah dibangun omset mencapai 80 - 100 juta/bulan
  • Mendirikan cafe n resto berkonsep organic, healthy, and clean eating
  • Merintis usaha agrowisata

💚💛💜💙

 Usia 40 -  45
1. Hamba Allah dan pribadi
  • Istiqomah TN
  • Istiqomah FC dan olga, sudah jadi kebiasaan tak terpisahkan
  • Hapalan Qur'an bertambah di juz 4, 5, 6
2. Istri
  • Membantu suami menuntaskan kewajiban hutang rumah
3. Ibu
  • Istiqomah membimbing anak-anak sesuai fitrah
4. Anak
  • Lebih memperhatikan kebutuhan bapak ibu
5. Anggota komunitas dan masyarakat
  • Memberikan pendidikan keluarga untuk menengah ke bawah
6. Penulis
  • Menulis dan menerbitkan buku ke 6 sampai ke 10
7. Entrepreneur
  • Bisnis mulai terintegrasi, menyediakan: a)Bibit dan perlengkapan cocok tanam dan berkebun berbagai media; b) Makanan organik, supeerfood, dan produk toiletris dan rumah tangga yang ramah lingkungan; c) Sayur dan buah organik
  • Omset bisnis 55 - 80 juta/bulan
  • Membina 250 reseller dan marketer

💚💛💜💙


1. Hamba Allah dan pribadi
  • Tetap disiplin FC dan olga serta melanjutkan pengobatan gigi jika belum selesai
  • Tetap Istiqomah Tazkiyatun Nafs (TN)
  • Hapal Qur'an bertambah di juz 1-3
  • berangkat Haji
2. Istri
  • Program anak ke 3
  • Membantu suami bangun rumah sendiri
3. Ibu
  • Tour de talent anak-anak dan memberi kesempatan magang buat Zafir
4. Anak
  • Lebih memperhatikan kebutuhan Bapak Ibu
5. Anggota komunitas dan masyarakat
  • Merancang dan menggelar kegiatan pendidikan pemberdayaan untuk ibu, orangtua (parents), dan keluarga berbasis fitrah (kegiatan anak tetap berjalan) 
  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas program Jumat Berbagi
6. Penulis
  • Menulis dan menerbitkan buku ke 2 sampai ke 5
7. Entrepreneur
  • Memiliki lahan khusus untuk kebun sayur, buah, toga, dsb yang ditanami secara organik dan hidroponik
  • Bisnis penyediaan bibit dan perlengkapan cocok tanam beromset 10 - 25 juta/bulan
  • Omset penjualan produk healthy, green,  and organic product mencapai 15-30 juta/bulan

💚💛💜💙
Usia 36 - 37
1. Hamba Allah dan pribadi
  • Tetap disiplin dengan pola makan FC dan olahraga cukup untuk 1 tahun ke depan.
  • Tetap istiqomah dengan pengobatan gigi
  • Sudah hapal juz 29-30 dan surat-surat pilihan: Al Kahfi, Al Mulk, Al Waqi'ah, Ar Rahman
2.  Istri dan Ibu
  • Punya jadwal ngedate private sama suami, zhafir, dan Hanan
  • Tour the talent anak-anak
3. Lebih memperhatikan kebutuhan bapak dan ibu
4. Anggota komunitas & masyarakat
  • Merancang dan menggelar kegiatan2 edukatif untuk anak-anak lingkungan sekitar rumah, sekolah, komunitas, dan keluarga (pastinya termasuk untuk anak-anakku sendiri)
  • Aktif di pengajian lingkungan tetangga, sekolah, komunitas
  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas untuk program Jumat berbagi menjadi 10-25 porsi makan siang
5. Penulis
  • Menulis dan menerbitkan buku pertama
6. Entrepreneur
  • Meningkatkan kuantitas dan kualitas Kebun organik supaya bisa dimanfaatkan banyak orang
  • Memulai bisnis penyediaan bibit sayur, buah, pupuk, media tanam, dan perlengkapan cocok tanam lainnya
  • Omset penjualan produk healthy, green,  and organic product mencapai 10 juta/bulan

💚💛💜💙
Usia 35,5 - 36 

1. Hamba Allah dan pribadi
  • Istiqomah bertazkiyatun nafs, lebih konsisten dalam beribadah dan beramal sholeh. Juga mengamalkan terapi Qur'an semampunya
  • Belajar intensif ilmu Islam, bahasa arab, ilmu Al Qur'an, dan hapalan Qur'an 
  • Komitmen dengan pola makan food combining dan olahraga selama 4 bulan
2. Istri
  • Istiqomah belajar dan mengamalkan ilmu parenting dari IIP dan komunitas HEbAT. Remedial materi MIIP dan BunSay yang kmrn belum tuntas.
3. Ibu
  • Rutin jadwal pengobatan gigi untuk Hanan juga untukku
4. Birrul walidain
5. Konsisten menjalankan program jumat berbagi 5-10 porsi makan siang
6. Penulis
  • Belajar dan praktek intensif ilmu kepenulisan, aktif posting tulisan bermanfaat di blog
  • Menuntaskan baca minimal 8 buku dengan resumenya. Termasuk mencoba baca buku kuliahnya suami.
7. Merintis bisnis dari passion
  • Punya kebun sayur organik untuk konsumsi sendiri (mulai belajar dan praktek bertanam lagi)
  • Menjadi reseller dan marketer produk healthy and organic food, green and organic product (misal almond, mede, sabun wajah, dsb)

02/12/16

Nice Homework #7, Bismillah

Tema sesi ke tujuh ini adalah tentang bunda produktif.
Tugas kali ini menarik, karena kami diminta untuk menelusuri potensi kemampuan kami melalui tes bakat yang terdapat di situs temubakat.com.
Hasil yang didapat bisa dilihat di gambar.

Nice Homework #6, Bismillah

Untuk menjadi ibu profesional, setelah menerapkan ilmu Bunda Sayang dan Bunda Cekatan, maka selanjutnya perlu melangkah ke tahapan Bunda Produktif.
Kemampuan manajemen waktu sangatlah perlu dimiliki, agar ibu bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.
Nah, di sesi ke 6 dari matrikulasi IIP ini, tugas yang harus kamu kerjakan adalah, mengelola waktu agar ibu bisa produktif menghasilkan karya di sela aktivitas rutin sebagai ibu.
Untuk tugas poin 1, adalah menuliskan 3 aktivitas paling penting buat saya. Penting dalam arti aktivitas ini akan mengembangkan diri saya.
1. Mendidik anak, home education
2. Menulis
3. Berkebun (urban farming)
Poin 2, tuliskan 3 aktivitas yang paling tidak penting.
1. Ngecek status dan postingan di FB, WA, instagram
2. Melamun
3. Nonton televisi
Waktu saya paling banyak justru untuk:
Ngecek sosmed. *tutupmuka
Jadwal harian:
Aktivitas Rutin
03.00-04.00 tahajud, tilawah, tahfidz
04.00-06.30 subuh, siapkan sarapan +bekal, beberes
06.30-07.00 antar Hanan sekolah ngaji
Aktivitas Dinamis
07.00-10.00 dhuha, merajut, ambil katering
10.00-12.00 aktivitas khusus dengan anak anak, atau ngaji (bahasa arab/liqo/dsb)
12.00-13.00 sholat, tilawah, istirahat
13.00-14.00 planning program HE, baca buku upgrade ilmu
14.00-15.00 merajut
15.00-16.00 mandi sholat, beberes
16.00-17.00 berkebun
17.00-18.00 aktivitas bebas (cek medsos, sosialisasi dgn tetangga, dsb)
18.00-19.30 sholat, makan, tilawah, isya'
19.30-20.30 murojaah qur'an anak anak, dampingi zhafi ulang pelajaran atau kerjakan pr.
20.30-21.00 persiapan tidur, bacain buku, pijetin anak, tidur
Jadwal ini akan dievaluasi satu minggu lagi. Jika cocok maka lanjut.
Bismillah.

20/11/16

Nice Homework #5, Bismillah

Design pembelajaran untuk anak anak
Zhafir (10 tahun)
Tipe belajar visual eksperensial. Memiliki kecerdasan visual spasial. Cepat dalam menghapal. Detail. Punya masalah motivasi dan konsentrasi.
Pembelajaran yang diberikan berupa:
Memperbanyak soal soal matematika.
Menulis resume buku dan film, untuk melatihnya kemampuan menyampaikan ide.
Renang untuk meningkatkan otot dada.
Menggambar.
Memberikan tantangan untuk meningkatkan kemampuannya.
Yang terpenting sebenarnya, memunculkan motivasi untuk menjalani dan menyelesaikan tantangan baru.
Hanan (6 tahun)
Hanan mengalami speech delay, dan memerlukan usaha belajar 5x lebih banyak dari anak lainnya. Tipe belajar auditori. Banyak yang perlu dioptimalkan.
Design pembelajaran:
Meningkatkan kemampuan verbalnya.
1. Meniup balon/ bola kapas/ gelembung sabub/ peluit
2. Aktif memberi pengenalan ttg anggota keluarga, tempat tinggal, sekolah, lokasi.
3. Membacakab buku sederhana
4. Menyebutkan warna, nama benda, angka, huruf, dan apabsaja yang ada dibsekitar. Buat permainan.
5. Mengenalkan posisi benda. Di atas, di bawah, dsb.
6. Mengenalkan kata sifat asin, manis, dsb.
7. Mengenalkan kata-kata yang menerangkan kejadian yang terjadi. Sekarang, besok, di sini, nanti, dst.
8. Kegiatan berbisik.
Meningkatkan kemampuan motorik kasar.
1. Berlompat
2. Main tali/ karet
3. Berenang
Meningkatkan motorik halus
1. Meronce
2. Menjahit
3. Menggunakan sumpit
4. Menulis & mengikuti titik2 garis
5. Gunting -tempel
6. Menggambar
7. Playdoh
Meningkatkan kemampuan spiritual, moral, sosial, kemandirian
1. Dialog
2. Bicara
3. Cerita
4. Teladan
5. Bermain peran
6. Bermain panggung boneka
7. Belajar kemandirian untuk mandi, makan dengan sayur, BAK, BAB

13/11/16

Nice Homework #4, Bismillah

Sebagai jawaban dari tugas #4 yang diberikan di kelas Matrikulasi IIP batch 2, inilah dia. Maaf kalau agak-agak ngga nyambung.
Misi hidup saya adalah:
Menyiapkan anak-anak menjadi generasi yang sehat, sholih, mandiri, dan menjadi rahmatan lil'alamiin.
Maka, ilmu-ilmu yang saya butuhkan untuk bisa mencapai misi itu adalah:
1. Parenting
- Dari kuliah parenting nabawi di  Akademi Keluarga At Taqwa
- Dari materi Bunda Sayang dan Bunda Cekatan IIP
- Dari kulwap parenting dan home education di grup homeschooling dan hebat.
- Dari Alqur'an dan Hadits
- Dari buku-buku siroh Nabi
2. Bertanam organik
Sebagai bagian dari hidup seimbang dan menjadi rahmatan lil'alamin dengan menanamkan cinta lingkungan dalam keluarga dan masyarakat.
3. Berbisnis cara Nabi.
Sebagai bagian untuk menjadi keluarga muslim yang kuat dan mandiri secara ekonomi
Milestone
Km 0 - Km 1 : dalam 1 tahun pertama mempelajari dan mengaplikasikan ilmu parenting yang didapat di Akademi Keluarga dan referensi lainnya.
Km 1 - Km 2 : di tahun kedua, dengan tetap mengamalkan ilmu parenting, berlanjut ke tahapan mempelajari ilmu bertanam organik.
Km 2 - Km 3 : tahun ketiga, dengan tetap mengamalkan ilmu parenting dan bertanam, berlanjut mempelajari bisnis penyediaan barang dan/ jasa di bidang perkebunan organik. Dan kemudian membuat sharing community

06/11/16

Nice Homework #3, Done

NHW yang ketiga ini seruuu bener.
Tugasnya banyak dan bikin baper. Hahaha.
Tugas poin pertama:
Membuat surat cinta untuk suami. Dikumpulkan bersama respon dari suami via email ke fasilitator. Alhamdulillah done.
Sedang berpikir untuk mempostingnya di blog ini atau nggak. Ada malunya, tapi juga sayang kalau ngga didokumentasikan. Karena paksu tipe yang kurang romantis dalam arti kebanyakan.
Hahahaha ((( Kebanyaaakaan )))
Jadi kalaupun saya posting, akan terpisah di judul yang lain nanti. Doakan aja yaa.... Wkwkwk.
Tugas poin kedua:
Menuliskan potensi kekuatan anak-anak.
Zhafir
1. Daya ingat yg baik sehingga cepat menghafal ayat quran
2. Kemampuan akademik yang baik
3. Detil mengamati dan mengingat sesuatu
4. Belajar eksperensial
5. Kelak dia akan jadi akademisi/ peneliti yang sholih dan inovatif
Hanan
1. Dia tanggap dgn kebutuhan orang lain
2. Memiliki pendengarannya tajam
3. Penyayang
4. Ceria, tidak pendendam (pemaaf)
Tugas poin ketiga:
Menuliskan potensi kekuatan diri. Lalu, baca kehendak Allah, mengapa saya dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yang saya miliki.
Ringkasnya, misi hidup. Dan misi hidup saya adalah:
"Menyiapkan anak-anak menjadi generasi yang sehat, kuat, sholih, dan rahmatan lil 'alamiin"
Sebenarnya saya selalu bingung ditanya apa potensi kekuatan diri. Karena sampai sekarang masih mencari.
Tapi, saya mencoba menjawab dengan cara yang lain.
1. Saya sedang terus belajar memasak makanan sehat dan tetap enak.
Hal ini untuk mendukung misi menyiapkan anak-anak menjadi generasi yang kuat dan sehat, agar dapat belajar dan bermanfaat bagi sesama.
2. Saya sedang terus belajar mengelola hati untuk lebih tenang dan bijaksana menghadapi segala permasalahan sehari hari.
Hal ini mendukung misi diri ini agar menjadi teladan bagi keluarga, dan bekal mendidik anak-anak agar menjadi anak sholih.
Dengan kondisi anak-anak yang masih belum mandiri dan matang, tantangan saya adalah menjadikan diri ini mandiri dan matang terlebih dulu.
3. Saya sedang belajar berkebun sayur organik. Harapannya, bisa menyiapkan sayur organik sendiri dari pekarangan rumah. Selain itu, ingin menjadikan berkebun sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak tentang keseimbangan alam yang telah Allah atur untuk kehidupan manusia dan makhluk lainnya.
Hal ini mendukung misi untuk bisa bersama-sama hidup seimbang selaras dengan alam.

Tugas poin keempat:
Melihat lingkungan dimana saya tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan saya? Mencoba menangkap maksud Allah, mengapa keluarga saya dihadirkan disini?
Tantanga yang saya temui di lingkungan saya adalah:
1. Masih banyak orangtua yang belum menyadari pentingnya menuntut ilmu dalam membina rumah tangga dan mendidik anak. Sehingga banyak ditemui orangtua tidak memberikan kebutuhan dalam hal emosi, spiritual, dan pendidikan moral dengan tepat.
Di kalangan menengah ke bawah, banya ditemui kaum lelaki yang sudah menikah tidak menjalankan perannya sebagai kepala keluarga dengan optimal. Sehingga anak-anak menjadi terabaikan, karena oara istri/ibu tidak mendapatkan kebutuhan lahir dan batin yang memadai.
2. Banyak keluarga yang mengajarkan agama hanya sebatas hapalan dan ritual ibadah tanpa menanamkan makna dan keimanan terlebih dulu. Sehingga, banyak anak-anak yang tidak menerapkan perintah Allah dan sunnah Rasul dalam keseharian yang mencerminkan Islam rahmatan lil'alamiin. Contoh kecil, banyak yang masih membuang sampah sembarangan.
Harapan kami, dengan kami sekeluarga menjalankan perintah Allah dan Sunnah Rasul denga optimal, kami bisa saling memberi manfaat satu sama lain antara anggota keluarga. Dan juga bisa memberi kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar kami.

27/10/16

Nice Homework #2, Done

NHW #2 kali ini, adalah membuat checklist indikator profesionalisme perempuan. Gunanya, supaya kita melakukan perubahan secara terstruktur yang akan meningkatkan kemampuan kita sebagai individu, sebagai istri, dan sebagai ibu.

Untuk itu, saya mencoba membuat beberapa indikator. Yang dibantu oleh suami dan anak. Supaya saya mendapatkan gambaran apa yang mereka harapkan dari saya sebagai istri dan sebagai ibu.

A. Sebagai pribadi
  • melaksanakan sholat lail setiap malam selama 30 hari tanpa putus  dan dilanjutkan seterusnya (kecuali saat haid)
  • melaksanakan sholat dhuha setiap pagi selama 30 hari tanpa putus  dan dilanjutkan seterusnya (kecuali saat haid)
  • membaca 1 buku dalam 1 bulan dan membuat resumenya.
  • tilawah minimal 1 lembar (2 halaman) perhari dengan artinya, dst.
B. Sebagai istri
  • selalu mengambilkan minum setiap kali suami pulang dari kerja/kampus, atau bepergian.
  • menyiapkan jus sayur setiap sore/ malam
  • menyiapkan pakaian yang sudah diseterika
  • menyambutnya dengan senyum tulus setiap kali pulang kerja/kuliah, dst.
C. Sebagai ibu
  • menyiapkan makanan kecil yang aman, halal, thoyib untuk anak-anak setiap harinya (bisa belajar resep baru, atau pesan ke teman)
  • menyediakan waktu 30-60 menit setiap harinya untuk ngobrol, bercanda, atau apapun, untuk memberikan rasa nyaman kepada mereka
  • membimbing anak ketika belajar dan bermain
  • dst.
Checklist di atas akan dilakukan secara konsisten mulai tanggal 16 November 2016. Kemudian akan dievaluasi setiap 1 bulan. Jadi, evaluasi pertama yaitu tanggal 15 Desembar 2016



22/10/16

Nice HomeWork #1, Done

Saya beruntung tergabung di grup ibu-ibu hebat Institut Ibu Profesional.

Kali ini saya sedang mengikuti perkuliahan singkat yang diselenggarakan oleh IIP, yaitu program Matrikulasi IIP, yang tujuannya untuk meningkatkan ilmu dan keterampilan sebagai ibu agar menjadi ibu yang profesional. Karena menjadi seorang ibu itu adalah tugas besar dan membutuhkan ilmu.

Tentunya saya masih jauh dari sosok ibu yang profesional. Tapi semoga langkah-langkah kecil yang saya lakukan, ikhtiar saya ini yang in syaa Allah tidak akan berhenti, bisa menjadi pemberat timbangan amal saya kelak. Aamiinn.

Perkuliahan sesi pertama sudah dimulai. Ada tugas yang harus dikerjakan setelah mengikuti setiap sesinya. Tugas atau yang di sini dinamakan nice homework pada sesi pertama ini adalah menjawab 4 pertanyaan yang saya tuliskan dengan cetak tebal miring di bawah ini.

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
Ilmu yang akan saya tekuni dalam universitas kehidupan ini adalah ilmu parenting yang sejalan dengan Al Quran dan Hadits.

2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
Saya memandang Ilmu parenting, khususnya yang sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, adalah ilmu yang tidak hanya bicara mengenai mendidik anak dalam arti sempit, yaitu bersikap terhadap anak. Namun, bagaimana menjadi pribadi yang shalih yang akan menjadi teladan bagi anak. Karena tujuan kami adalah melahirkan dan membentuk keturunan yang shalih dan shalihah.

Bagaimana bersikap sebagai manusia dengan banyak peran yang dimilikinya, sebagai ibu/ayah, sebagai istri/suami, sebagai anak, dan sebagai hamba Allah. Bagaimana kami sebagai orangtua, -khususnya saya sebagai ibu- menjalankan peran-peran itulah yang akan diteladani anak. Dan untuk bisa menjadi teladan yang benar, selayaknya kita meneladani sosok yang layak, yaitu Nabi Muhammad Saw.

Kami sebagai orangtua mengharapkan memiliki keluarga dengan akidah yang kuat dan memperoleh  keturunan yang shalih/shalihah, sebagaimana yang dimiliki Nabi SAW. Sehingga meneladani Nabi SAW dalam setiap aspek kehidupan adalah ikhtiar kami sebagai orangtua dalam mendidik anak. Untuk menjadi teladan bagi mereka. 

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
  • Menghadiri kajian ilmu al quran dan hadits, untuk memperdalam ilmu agama sebagai landasan penting dalam mendidik anak
  • Memperbanyak membaca literatur parenting, terutama parenting nabawiyah.
  • Mempelajari hadits-hadits dan siroh nabawi, untuk mendapatkan gambaran bagaimana keseharian Nabi SAW, dengan bimbingan guru yang kompeten.
  • Lebih disiplin dan konsisten menjalankan kewajiban dan sunnah sebagai muslim, dan meninggalkan larangan Allah SWT. Misal sholat tepat waktu, menjalankan rukun Islam, memperbanyak dan merutinkan ibadah-ibadah sunnah.
  • Menjalin komunikasi yang produktif dengan suami supaya bisa berjalan sinergis menjalani peran sebagai orangtua.
  • Disiplin dan konsisten untuk menyegerakan beramal sholih setelah memiliki ilmunya yang sesuai tuntunan Al Quran dan Hadits. Karena ilmu menjadi berkah jika bermanfaat untuk orang di sekitar. 
  • Mencari guru/mentor/pembimbing yang kompeten dalam mendalami ilmu parenting.
  • Mengikuti kajian, kuliah, atau pelatihan parenting baik online maupun offline sesuai kebutuhan dan kemampuan.
  • Mengikat ilmu dengan menuliskannya.

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.
  • Bersikap ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari pikiran buruk,
  • Bersikap rendah hati dalam menerima ilmu,
  • Meningkatkan sikap disiplin dan istiqomah untuk terus belajar dan mengamalkan ilmu. 
Semoga diteguhkan hati ini untuk terus melakukan yang terbaik.

Dapat Insight untuk My Life Project

Life Project itu adalah berkebun.  Bukan karena hobi, ini awalnya aku mau serius berkebun Udah lama aku punya mimpi pengen punya kebun sayur...