Tampilkan postingan dengan label Liburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liburan. Tampilkan semua postingan

02/01/25

Jogja, Here We Come

Bulan November tepatnya tanggal 13-16 November, Si Ayah ambil cuti dan kami sekeluarga melakukan perjalanan ke Jogja dan Rembang. Tujuan perjalanan ini yang pertama adalah ya liburan, yang kedua adalah konsultasi ke psikolog, yang ketiga adalah menengok Mas Zhafi di pondok. 

Kok konsultasi ke psikolog sampai ke Jogja? Ya ini maunya ayahnya anak-anak. Udah lama aku bujuk Si Ayah ini untuk ngajak Hanan menemui psikolog. Tapi baru kali ini dia mau, itupun psikolognya harus dosennya sendiri (dosenku juga, sih). Ya udah aku ngikut, yang penting Hanan bisa dibantu oleh profesional walau harus jauh-jauh ke Jogja. Toh sekalian liburan juga. 

Kita berangkat hari Selasa, 12 November jam 9 malam. Ya seperti biasa, aku kalau udah di mobil, susah untuk ngga tidur. Hiks... Jadi bangun-bangun tengah malam entah ada di rest area mana, suami lagi istirahat. Singkat cerita kita sampai di Jogja hari Rabu tanggal 13 November sekitar jam 8 pagi. Kami belum tau mau nginap di hotel mana. Alhamdulillah, setelah browsing-browsing dan scrolling-scrolling IG, nemu rekomendasi hotel yang ramah anak dan ramah di kantong. 

Pilihan jatuh di Hotel Fortuna Grande di daerah Seturan. Kami coba datangi langsung dan reservasi on site. Dapat harga lebih murah dibandingkan pesan daring atau lewat aplikasi, Rp 550.000. Ini bukan weekend, ini bukan peak season jadi wajar aja bisa dapat harga segitu. Fasilitas hotel menarik, dari mulai kolam renang, playground (ada 2 tempat), ada mini zoo, wahana bermain anak. Harga segitu sudah dengan sarapan pagi untuk 2 orang dewasa (boleh tambah 1 anak). Sarapannya juga enak-enak! Cuma sayangnya jam check in nya sore banget, jam 3 sore. Agak laen, nih! Biasanya hotel bisa check in jam 1 atau paling siang jam 2. 

Karena masih jam 11, ya terlalu lama kalau nunggu di hotel aja. Padahal udah pengen banget mandi-mandi secara hari itu lumayan gerah. Jadi kita putuskan untuk silaturahim ke rumah sepupuku, Mba Sari. Rumahnya di daerah utara Jogja, daerah Maguwoharjo. Setelah beli buah tangan, kita berkunjunglah ke sana. Lumayan lama di sana, sekitar 1 jam lebih, cuma lupa foto-fotooo.... hiks. Selesai dari sana, kita baru balik ke hotel Fortuna Grande. Alhamdulillah, bisa check in lebih awal 15 menit. Kita buru-buru mandi karena mau segera ajak Fariha main ke mini zoo dan playground sebelum tutup jam 5 sore. 

Fariha dan Hanan lumayan puas main di playground dan mini zoo nya. Fariha main kereta-keretaan, liat hewan-hewan, sementara Hanan main gokart. Sayang ngga ada yang mau naik kuda. Permainan di playground juga bermacam-macam. Setelah puas main, langsung aja kita cari makan malamlah. Jadi nanti habis Maghrib ngga usah keluar lagi cari makanan. Di depan hotel ada restoran Emados. Ada nasi kebuli dan kebab di sana. Enak!

Pagi harinya (Kamis, 14 November), setelah menikmati sarapan yang enak-enak dan bervariasi, anak-anak berenang ditemani ayahnya. Aku lagi berhalangan makanya ngga bisa ikut renang bareng. Setelah puas berenang, masih menyempatkan main sebentar di playground, baru kita check out. Agenda berikutnya adalah ke rumah dosen kami untuk silaturahmi dan konsultasi perihal Hanan. Rumahnya di daerah selatan Jogja, yaitu di Minggiran. Ada sekitar 3 jam lebih kami di sana. Bu Indati dibantu beberapa asisten beliau melakukan serangkaian tes dan wawancara ke Hanan dan ke aku. Setelah semua proses selesai, dan ngobrol santai, kami pamit. 

Malam kedua ini kami menginap di Hotel Royal Brongto. Hotel ini sangat bernuansa Keraton Jogja. Di gerbangnya kami disambut gapura dan 2 bangunan joglo. Bangunan joglo yang pertama adalah semacam pendopo untuk pagelaran seni budaya, di mana di dalamnya ada seperangkat alat musik gamelan dan teman-temannya, dikelilingi oleh kursi-kursi. Bangunan Joglo kedua adalah lobby hotelnya. Hotel ini ada fasilitas kolam renang juga. Punya halaman rumput yang luas. Suasana kamarnya homey, dan kamar mandinya ada bath tub nya. Ini Fariha suka banget. Dia udah puas berendam di bath tub ngga perlu berenang lagi di kolam renang. 

Malamnya makan di mana? Ayah ngajak makan malam di restoran pizza yang otentik nih. Namanya Nanamia Pizzeria. Ini resto pizza asli Italia. Pas masuk resto ini, vibesnya Eropa banget, scent nya juga berasa lagi di Eropa. Makanan yang kita pesan waktu itu pizza, pasta lasagna, dan satu lagi spagheti. Semua enak-enak. 

Keesokan harinya (Jumat, 15 November), kami check out pagi jam 7. Fariha udah mandi di bath tub lagi, menghindari drama anak ngambek, wkwkwk. Agenda hari ini adalah ke Sarang, Rembang, menengok Mas Zhafi. Perjalanan dari Jogja ke Sarang sekitar 7 jam termasuk sholat Jumat. Kita sampai di Sarang sekitar jam 2 siang, ketemuan di restoran. Setelah ngobrol dan jajan-jajan, sekitar jam 4 sore kami berpisah lagi. Sempat berencana mau menginap di Semarang, tapi tidak jadi. Ayah nyetir seharian dan kami berhenti istirahat di rest area (lupa di mana). Alhamdulillah kami sampai di Jakarta sekitar jam 6 pagi hari Sabtu, 16 November.



11/12/24

Kulari Ke Pantai ... (Tanjung Lesung)

Bulan November lalu, ada acara Family Gathering kantor Ayah. Tahun ini acaranya diadakan di Tanjung Lesung Hotel & Resort, tanggal 22-24 November. Main ke pantai deh kita!

Karena Ayah masih ada kerjaan yang harus diselesaikan di tanggal 22 (Jumat), jadi kami memutuskan berangkat di hari Sabtu, 23 November. Kita jalan dari rumah jam 3 malam, dan jam 4 kami mampir di rest area untuk sholat subuh di Masjid... 

Setelah sholat, kami lanjutkan perjalanan dan tiba di venue sekitar jam 7 pagi. Setelah check in dan menaruh barang-barang di kamar, kami ikut sarapan di restoran hotel. Menunya ada sereal, bubur ayam, bubur kacang ijo, buah, kue tradisional, dan menu prasmanan. Btw, penginapannya bentuknya resort, jadi 1 pondokan ada 2 kamar. Jadi kita berbagi pondokan dengan keluarga lain. 

Selesai sarapan, Fariha minta berenang, padahal ayahnya mau tiduran dulu dan Hanan juga udah terlanjur mandi (pas berangkat tadi, cuma Hanan yang belum mandi). Karena kekeuh pengen berenang, ya jadi aja dia berenang sendiri. Aku juga belum mood berenang, jadi cuma nemenin aja di pinggir kolam. Setelah berenang sebentar, lalu bilas dan mandi lagi. Rupanya Ayahnya lagi main  outdoor game bareng seluruh pegawai kantor. Aku ajak Fariha dan Hanan jalan-jalan ke pantai. Lalu Ayah gabung karena udah selesai gamenya. Kita foto-foto di sekitar pantai, lalu main air dan pasir di pantai. Untung ada lapak penjual mainan pasir di dekat resto, jadi Fariha bisa main pasir. 

Malamnya, ada acara Gala Dinner di Resto. Acaranya ya nyanyi, pengumuman pemenang dan pembagian hadiah lomba. Tapi belum sampai selesai aku dan anak-anak udah balik ke kamar. 

Keesokan harinya (Minggu 24 November), setelah sarapan, kami langsung main ke Pantai lagi. Main pasir dan main air, lanjut berenang di kolam renang hotel. Berenang sampai puas. Setelah itu kita check out, dan mampir makan siang di warung makan Sunda yang underrated. Ini warung penampakannya biasa, tapi masakannya enak. Tapi lupa aku nama tempatnya apa. Alhamdulillah jam 5 sore kita sudah sampai di rumah. 



09/12/24

Perjalanan ke Bandung

Tanggal 7 dan 8 Desember kemarin, kami sekeluarga ke Bandung. Tujuan utamanya adalah survey pesantren yang direferensikan oleh Babanya Ajib, tetangga kami dulu waktu tinggal di Taman Royal 3. Kalau dari cerita yang bersangkutan, pesantren ini ramah anak berkebutuhan khusus. Oke, layak ni didatangi langsung untuk cari info lebih jelas. 

Kami berangkat dengan Travel DayTrans di hari Sabtu 7 Desember jam 6 pagi. Alhamdulillah, persiapan di pagi hari berjalan lancar, dan kita bisa tiba di tempat penjemputan sebelum jam 6. Berangkat tepat waktu, perjalanan lancar ngga ada macet, dan tiba pun tepat waktu. Kami turun di Pasteur, menunaikan hajat ke toilet umum, dan isi perut yang lapar. 

Setelah merasa cukup, Ayah pesan taksi online untuk mengantar ke Pesantren yang kami tuju. Alhamdulillah, dapat kendaraan dan sampailah kami di pesantren itu. Namanya Kampung Qur'an Cendikia (KQC). 

Survey Kampung Qur'an
Selama di sana, kami bertanya banyak hal. Dari mulai hal umum sampai yang khusus, terutama berkaitan dengan isu yang dialami Faiq Hanan. Penjelasan-penjelasan yang mereka berikan cukup memberikan rasa optimis kalau ini sepertinya cukup pas untuk Hanan. Ini catatan-catatan kami:

1. Penerimaan santri dalam jumlah yang sedikit (sekitar 20-30 santri), sehingga santri terpantau betul oleh para pengasuh dan ustadznya. 
2. Musyrif dan ustadz tinggal di kawasan pesantren. Bahkan kamar musyrifnya ada di sebelah kamar santri. 
3. Pendekatan personal sesuai karakter anak ketika ada masalah. 
4. Sudah ada pengalaman-pengalaman menghadapi anak dengan kebutuhan khusus, termasuk ketika anak tantrum.
5. Ketika memberi jawaban tentang poin nomor 4, ustadz bicara apa adanya, ngga menjanjikan hal yang berlebihan, tapi cukup meyakinkan kami mereka punya dedikasi dalam mendidik anak dengan kondisi apapun. 
6. Tempatnya sangat homey, dan sesuai dengan Hanan yang suka eksplorasi. Semi alami, berbukit-bukit, dan sejuk.

Singkat cerita, aku dan suami melihat, tempat ini memungkinkan jadi tempat belajar yang sesuai kebutuhan Hanan. Semoga. 

Liburaaan
Selesai dari KQC, kami jalan ke Minimart Yomart. Belanja bekal cemilan buat di hotel. Karena hotel tempat nginap kami jauh dari mana-mana hahaha. Di situ ada mainan odong-odong, seneng banget deh si Fariha. Selesai belanja dan main, baru deh kita ke penginapan, di Dago Highland. Kita naik Gocar ke sana. Wuih asli, menuju ke sana naik turunnya lumayan curam. Tapi begitu sampai di sana, lumayan bagus sih pemandangannya. 

Setelah check in, Fariha ngga sabar pengen berenang. Setelah makan modal pop mi dan ngegrab food, ayah dan anak-anak pada berenang. Ibunya ngga dulu. Yang pertama karena lagi haid, yang kedua, aku ngga bisa berenang di tempat dingin. Kupingku bakal kerasa sakit banget, plus seluruh badan kaya kebas gitu. 

Dan Hari itu ditutup dengan makan malam Kebab pesan via gofood. Kebabnya enak. 

Besok harinya, jam 3 aku udah bangun langsung mandi. Rencana hari ini mau lihat sunrise di Tebing Keraton, di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda. Rencana mau berangkat jam 4.30, ayah dan anak-anak ngga usah mandi, ganti baju aja. Baru dapat taksi online jam 5 am. Ya sudahlah berangkat. Sampai gerbang kawasan Tahura Taksi ngga boleh masuk lagi karena dikuasai ojek panggilan. Jadinya kita naik ojek untuk bisa sampai di Pos 5 Tahura. Sampai di Pos 5, eh pintu nya belum dibuka. Petugasnya terlambat datang nih. Mataharinya udah keluar. Ya gagal deh lihat sunrise. Masuk ke sini bayar tiket 17ribu per orang. Asiknya jalan-jalan di hutan pagi-pagi. Udaranya... sejuk. Dan sampailah kita di Tebing Keraton... 

Maasya Allah Tabarakallah.... ngga papa ngga dapat sunrise, tanpa itu pemandangan di sini udah maasya Allah cakep sekaliiiii.... sampai mau nangis! 

Bagus banget. Sayang ketemu sekelompok orang ngerokok asapnya mengganggu banget. Tapi beneran bagus banget. Kaya ngga pengen pergi. Tapi akhirnya kita selesai di situ dan jalan-jalan menyelusuri kawasan di pos 5. Melihat camping ground, dan balik lagi keluar pintu pos 5. Dapat udara segar alhamdulillah. 

Dari situ kita naik ojek yang tadi lagi, dipanggil via wa. Kita naik ojek langsung sampai penginapan. Sempat ada drama ban motor kempes dan (kayanya) bocor, padahal jalanan naik turun. Alhamdulillah selamat sampai penginapan. Sampai penginapan kita sarapan di resto, lanjut berenang lagi Fariha dan Ayah. Kita check out jam 11an, dan langsung naik taksi online ke travel DayTrans di Dipati Ukur. 

Sempat bingung beli oleh-oleh di mana. Untungnya di sekitar situ Ayah nemu tempat jualan oleh-oleh nyempil dekat masjid. Misi beli oleh-oleh terselesaikan. Alhamdulillah liburan singkat yang cukup berhasil lah.... Kita bisa pulang ke Jakarta dengan tenang, walau ngalamin macet pas keluar Bandung. Sekitar pukul 5 sore kami sampai di Rawasari. 




01/11/21

Liburan Asyik di Villa


Ceritanya Tante Vivi, tantenya anak-anak, mau ngajak liburan bareng sekeluarga Rawasari nginep. Momentnya pas ulang tahunnya. Jadilah hari Sabtu-Minggu tanggal 23-24 Oktober kemarin kita sekeluarga liburan semalam di daerah Cisarua. Tepatnya di Villa Pesona Alam.

Kita semua siap-siap dari jam 4 pagi, dan berangkat sesuai rencana yaitu jam 6 pagi. Kendaraannya sewa Hi Ace dari temennya Pakde Andri. Rencananya kita mampir dulu di Cimory Land. Kita sampai di Cimory Land sekitar jam 9. Di sana areanya luas sekali. Terdiri dari mini zoo, mini farm, magic village, mini archery, bisa giant horse riding atau pony horse riding. Ada area foto bareng reptil dan burung, macem-macem sih. Ada tempat makan-makannya juga pastinya dengan menu fast food dan a la hokben. Dan sudah pasti ada supermarketnya. 

Ayah nawarin untuk bikin foto di jasa fotografinya. Hasilnya bagus sih, lumayan daripada kita usaha foto hasilnya pada kurang bagus karena susah cari angle yang pas saking ramenya. Setelah foto berempat, Yangti ngajak foto bareng-bareng pakai jasa fotografi juga. Hasilnya cukup bagus buat kenang-kenangan. 

Awalnya dapat info dari supir Hi Ace kalau kita baru bisa naik jam 2 siang ke Cisarua, ternyata ada informasi dari Cimory Land, jam 12-an arus ke atas akan dibuka. Wah ya sudah kita tadinya udah siap nunggu di Cimory Land sampai jam 2, akhirnya kita bisa cabut lebih awal untuk ke ke villa. Kita sampai di Villa udah sekitar jam 2an siang. Begitu check in, sholat Dhuhur, udah deh, kita makan, lalu renang sore-sore. 

Fariha dicobain renang dikit-dikit di kolam depan villa. Teriak-teriak kaget dan kedinginan sampai akhirnya teriak girang. Tapi ngga berani lama-lama ah, soalnya duuuiiingiiiin buanget.

Hanan dan ayahnya masih lanjut berenang, Fariha dan ibuk udah beres mandi. 

Setelah makan malam, ngga lama semua pada tidur karena kecapekan main di Cimory Land. 

Pagi harinya kita jalan-jalan ke playground dekat area hotel. Ternyata banyak banget permainannya. Ponakan-ponakan pada happy banget mainnya. Kelar eksplor playground, balik deh ke hotel. Yang pengen berenang lagi bisa, yang mau sarapan dan mandi udah siap. 

Mulai deh beberes untuk pulang. Hiks sebentar amat yaa rasanya. Tepat jam 12an kita udah check out. Cuss lah jalan kita menuju Jakarta. Mampir dulu makan dan sholat di Bakmi Golek. Alhamdulillah, ngga pakai nunggu lama pesanan kita udah siap. Selesai makan dan sholat lanjut ke perjalanan pulang. Perjalanannya pun lancar banget lho. Jam 4 sore kita udah sampai rumah. 

Liburan yang menyenangkan. Apalagi semuanya sesuai rencana. Alhamdulillah.

21/10/21

Piknik Tipis -Tipis

Hari Rabu kemarin, kita semua piknik tipis-tipis ke ke Joglo Bekasi. 

Tempat apa ituu?

Itu tempat makan sekaligus tempat main yang lumayan asik juga untuk seharian ngabisin waktu di sana. 

Ada Mini Zoo, ada playground anak, bisa main ATV motor, juga bisa terapi ikan. Di mini zoo-nya ada macam-macam unggas dari ayam kate sampai burung unta, ada rusa, kelinci, musang, monyet, kuda, dan kuda poni. Bisa juga nyoba horse riding di situ. 

Sesuai rencana, kita berangkat dari rumah jam 8 pagi, sampai di lokasi jam 9. Pas baru buka kayanya. Mainlah kita di sana sampai jam 11. Jam 11 kita mulai makan karena di reservasi kita dapat jam 11 sampai jam 1 siang. 

Tempat makannya asik banget. Spotnya terbuka. Ada yang saung joglo, saung biasa, ada yang meja tanpa atap, ada juga tempat makan yang naik ke atas, jadi berasa di atas pohon. Kita dapat yang di saung joglo. 

Gimana kesan piknik singkat di Joglo Bekasi? Suasananya dapet, Tempat makannya asik, mainnya juga asik, cuma makanannya biasa aja sih. Haha. Lumayanlah. Bisalah buat piknik tipis-tipis dan foto foto di tempat makannya. 

24/10/16

Mengejar Sarwana

Mengejar Sarwana

Nama Sarwana menjadi populer beberapa tahun belakangan ini. Desa yang terletak di Propinsi Banten ini dikenal memiliki tempat wisata pantai yang indah dan disebut-sebut sebagai the "Hidden Paradise".

Terbesitlah keinginan saya untuk bisa mengunjunginya. Tapi pada waktu pertama kali mendengar kawasan Sawarna itu, konon untuk mencapai ke sana aksesnya tidak mudah. Untuk mencapai kota terdekat dengan Sawarna saja harus menempuh perjalanan 5 jam dari Jakarta. Dan untuk mencapai desa Sawarna, membutuhkan waktu 1 jam lagi. Sampai di Sawarna, memasuki kawasan pantai yang indah belum ada akses langsung, tapi harus menggunakan jasa ojeg. Karena jalanan yang sempit dan terkadang masih terjal.

Beberapa kali, Zhafir pun minta kami mengajaknya ke pantai. Bukan pantai Ancol tapinya, karena sudah pasti bosan. Akhirnya, awal bulan Mei kemarin, kami punya kesempatan untuk pergi ke kawasan Sawarna.

Setelah mendapatkan informasi melalui internet dan dari beberapa teman yang sudah pernah ke sana, kami pun membuat rencana perjalanan.

Hari Jumat tanggal 6 Mei, saya sekeluarga, mengajak kakak sekeluarga dan adik untuk piknik ke sana. Berangkat dari Jakarta sekitar jam 7.30. Tujuan pertama kami adalah Kota Malingping. Kota ini juga memiliki pantai pasir putih yang cukup menarik, yaitu Pantai Bagedur.

Kami tiba di Malingping sekitar jam 1 siang. Setelah mengisi perut dengan sajian nasi padang dan mendapatkan tempat untuk menginap, kami langsung pergi ke Pantai Bagedur.

Pantainya tidak jauh, hanya 15 menit dari pusat kota Malingping. Pantai yang masih cukup alami dan belum ramai pengunjung. Saat itu sekitar jam 3 sore waktu kami tiba di sana.

Zhafir senang bukan main. Akhirnya setelah berkali-kali mengajak ke pantai, kesampaian juga. Adiknya juga luar biasa senangnya. Aku, anak-anak, dan ayahnya anak-anak membiarkan baju kami basah terkena sapuan ombak pantai... Hmmm asiikk.

Jam 4, kami cabut dari situ. Penasaran dengan nama Pantai Binuangeun, pergilah kami ke sana. Tapi kami agak kecewa karena pantai yang merupakan pantai nelayan itu ternyata kotor. Untungnya, di situ kami bisa bawa pulang rumah kerang cantik yang sudah kosong. Juga beberapa karang yang sudah mati.

Kami kembali ke penginapan di Malingping untuk beristirahat. Karena kami berencana untuk ke Sawarna besok subuh. Menurut beberapa warga, kalau ke Sawarna sebaiknya pagi atau subuh. Supaya terhindar macet.

Keesokan paginya setelah sholat subuh, kami chek out dr pebginapan dan langsung menuju tempat tujuan. Perjalanan berbekal nasi uduk untuk sarapan ini menyenangkan, karena disuguhi pemandangan pantai yang wow keren. Memang pantai sepanjang Malingping-Bayah ini indah banget.

Sekitar 1,5 jam perjalanan, kami akhirnya tiba di kawasan wisata Sawarna. Mobil kami parkir di taman parkir yang sudah disediakan. Beberapa tukang ojeg langsung menghampiri kami dan menawarkan jasa. Ternyata ada banyak situs wisata menarik di kawasan itu yang tidak bisa dicapai dengan mobil. Disitulah rejeki Si Tukang Ojeg. Mereka menawarkan jasa paket wisata, yang rutenya Pantai Tanjung Layar (iconnya Sawarna), Pantai Legon Pari, dan beberapa Goa yang saya lupa namanya. Paketnya dihargai Rp 150.000 pulang pergi. Tukang ojegnya pun bersedia menunggui kita di sana bermain sampai puas.

Tapi kita juga bisa kok kalau hanya memilih diantar sampai Pantai Tanjung Layar. Cukup hanya membayar Rp 10.000 saja, bukan PP. Jangan khawatir, di Pantai Tanjung Layar ada banyak tukang ojeg yang mangkal, yang siap mengantarkan kita kembali ke taman parkir dengan biaya yang sama.

Lalu kami pilih perjalanan ke mana nih? Kami putuskan menikmati dulu pantai yang terdekat dengan taman parkir. Orang-orang menyebutnya Pantai Pasir Putih. Hanya butuh berjalan kaki 5 menit untuk sampai di Pantai itu. Pemandangan dan ombaknya cantik juga, kok. Zhafir langsung berbasah-basahan di sana.

Dari situ kami sudah bisa melihat dimana Pantai Tanjung Layar. Disebut Tanjung Layar karena di pantai itu terdapat batu karang besar yang berbentuk seperti layar. Dan batu karang itulah yang terlihat dari tempat kami. Jaraknya 1,5 km.

Kami lalu mencoba berjalan menyusuri pantai ke batu karang itu. Kesannya jauh ya? Haha, memang jauh. Tapi bagi saya ngga terasa karena sambil menikmati ombak dan pemandangan yang cantik.

Kami malah menemukan titik titik tempat yang cantik untuk difoto atau untuk ber-selfy ria.

Akhirnya sampai juga di Pantai Tanjung layar. Waw... Cantiknya. Pantainya berkarang dan banyak ikan ikan kecil yang berenang renang di antara karang itu. Selain batu karang besar berbentuk layar, hal unik lainnya adalah, batu karang yang bentuknya seperti persegi, dan ketika ombak pecah menabrak batu itu, jatuhan air ombaknya terlihat seperti air terjun. Ih... Keren deh.

Saat itu masih sekitar jam 10 pagi. Si ayah menemani anak anak bermain di pantai karang itu. Sementara saya dan yang lainnya duduk di saung menikmati pemandangan. Sesekali ikut juga nyemplung.

Semakin siang, air laut di antara karang karang itu semakin surut. Semua yang pada berenang tadi berbilas bilas. Lalu kami kembali ke taman parkir dengan jasa tukang ojeg.

Kami langsung berencana pulang. Tidak seperti perjalanan berangkat yang relatif lancar dari rumah sampai Malingping, perjalanan pulang dari setelah Malingping sampai Jakarta padat dan macet.

Dan... Sampai di rumah sudah jam 12 malam. Alhamdulillahh...

Rumah Kami, 25 Mei 2016

14/07/16

Cerita Mudik dan Liburan Lebaran 2016

Mudik tahun ini terlamaa...
Dua minggu. Biasanya paling hanya 10 harian aja. Sama perjalananannya kalau jalan darat ya... 11-12 hari.
Berangkat tanggal 30 Juni 2016, menaiki armada Akas Asri dari terminal Rawamangun. Pertama kali menginjakkan kaki di terminal ini lagi setelah renovasi.
Berangkat jam 2 siang, perjalanan relatif lancar, meski melewati jalur horor (aka - brexit). Walau sempat harus berhenti karena ban pecah, untungnya tidak butuh waktu lama pak supir dan kondektur memperbaikinya. Puasa kami pun alhamdulillah bisa tertunaikan hingga maghrib.
Iyaa... Hari itu, belum banyak yang memulai perjalanan mudik. Tapi besoknya, denger-denger sih, memang mulai padat.
Kami berbuka di daerah ... Di sebuah rumah makan perhentian bus AKAP.
Lanjut perjalanan juga relatif lancar. Ketika waktunya sahur, kami sudah tiba di ...
Sekitar pukul 7, kami sudah tiba di kota tujuan mudik yang pertama. Pasuruan, kota kelahiran si Ayah.
Dua tahun lalu, mudik ke Pasuruan, masih bisa sungkem ke Mbah Kung dan Uti (orang tua Ayah). Setahun lalu, mudik ke Pasuruan masih bisa ketemu Uti dan bantu-bantu beliau masak persiapan lebaran. Tahun ini, kami mudik disambut oleh adik-adiknya si Ayah, juga para keponakan. Al Fatihah untuk Mbah Kung dan Uti :'(.
Selama 5 hari jelang lebaran, kami relatif ngga banyak ke mana-mana. Paling hanya cari oleh-oleh, atau ajak anak dan ponakan nonton kereta dan lihat kapal perahu. Yeaa... Pasuruan belum jadi kota tujuan wisata, karena memang belum banyak tujuan wisata yang bisa didatangi. Paling dekat ya ke Kebun Binatang di Pandaan, atau wisata ke Malang. Tapi...ngga kesana juga lah kita. Malang walau dekat, tapi jarak tempuhnya bisa sampai 2 jam lebih karena macet. Lagi pula, itu masih di bulan Ramadhan, jadi yaa...kurang pas kalau mau piknik.

Baru pada hari lebaran pertama, tanggal 6 Juli, setelah sholat ied, kami keliling dari pagi sampai jelang maghrib. Di rumah pun kedatangan keluarga besar. Alhamdulillah...
Kuliner hari ini:
‌Bakso
‌Lontong opor, dan...
‌Rawooon.... Yang ditunggu!
Hari lebaran kedua, dini hari sekitar jam 2, tanggal 7 Juli, kami diantar adiknya Si Ayah ke terminal ... , Surabaya. Kami akan cabut ke Jogja dengan bus Patas Eka. Setelah sholat subuh, bus yang kami tumpangi berangkat melalui rute Lamongan, Gresik, dst. Bukan melewati Mojokerto seperti rute biasanya, karena konon kondisinya macet.
Perjalanan relatif lancar, dan sempat berhenti makan siang di Ngawi. Mulai terjebak macet ketika memasuki Klaten sampai masuk Jogja. Saking sudah ngga sabar sampai Jogja, karena mau menghadiri acara pertemuan keluarga di sana, sampai ngga ingat yang lain. Pengennya cepet sampai ajalah gitu. Dan ketika akhirnya kami sampai di tempat berhenti, kami turun di Janti, tidak ke terminal Giwangan. Begitu turun dan bis sudah jalan lagi, Ayah berseru, "Astaghfirullah...!"
Perasaanku ngga enak. Kupikir apa yang ketinggalan? HP Ayah? Dompet?
"Apa, Yah?! Ada apaa?!", teriakku panik.
"Koper!!"
Whaaat!!??
Dan aku jadi lebih panik.
Untungnya saat itu sudah datang mobil jemputan. Langsung kami minta pak Supir untuk antar kami ke Terminal Giwangan. Syukuur alhamdulillah... Masih rezeki kami itu koper dan segala isinya. Duh duh... Aeng aeng wae... -_-!
Setelah mampir di sebuah masjid untum sholat-sholat dan ganti pakaian, kami langsung ke lokasi pertemuan.
Rencananya, kami ketemu sama Yangti, Yangkung, dan Tante Vivi di Jogja, dan langsung menghadiri acara pertemuan keluarga besar Mangundiwiryo, keluarga dari Yangti. Alhamdulillah... Masih sempat bertemu dengan kakak-kakak sepupu, para ponakan, dan ... cucu. Hehe. Cucunya sepupu sih. Hihihi.
Kuliner hari ini:
‌Bakmi jawaa.... Dan nasi goreng
Lebaran hari ketiga, tanggal 8 Juli 2016. Agenda kami, bersama Yangti, Yangkung, dan Tante Vivi, adalah ke Solo, tempat kelahiran Yangkung. Di sana akan ada pertemuan keluarga besar Abdul Madjid, keluarga dari Yangkung. Tapi sebelum ke sana, kami mengunjungi Museum Ullen Sentalu. Museum kebudayaan Keraton yang dikelola oleh beberapa keluarga keraton. Museum yang unik. Sayang, tidak boleh ambil gambar di dalamnya.
Setelah puas menikmati museum dan berselfie ria, lalu sholat Jumat yang laki-laki, kami langsung check out dari penginapan, dan berangkat ke Solo. Tidak lupa membawa oleh-oleh jadah tempe Mbah Carik dan bakpia pathok.
Setelah kembali terjebak macet di Klaten, kami tiba di Solo sekitar jam 7 malam, dan menginap di rumah yang menjadi 'basecamp keluarga'.
Kuliner hari ini:
‌Bakso Telkooom
‌Nasi liweeet .... Ohh heaven
Lebaran hari ke empat, 9 Juli.
Hari ini adalah acara pertemuan keluarga besar Abdul Madjid. Acara silaturahmi sungkeman sekaligus pertemuan per tiga bulanan.
Menyenangkan banget, bisa ngobrol sama sepupu-sepupu, juga om dan tante, adik adik dari Yangkung. Dengar kabar-kabar terbaru, ketemu ponakan yang belum pernah ketemu karena tinggal di pulau seberang. Alhamdulillah acara lancar.
Kuliner hari ini:
‌Nasi liwet
‌Ketan kelapa bubuk kedeleee....!
‌Bakso (lagi)
Tanggal 10 Juli... Udah bukan lebaran kali yaaa...
Hari ini, ayah akan balik ke Jakarta, ngikut adiknya Yangkung naik mobil. Aku dan krucils extent liburannya dan akan berada di Jogja sampai tanggal 13, karena baru dapat tiket pesawat tanggal segitu.
Aku dan krucils ngikut balik ke Jogja bareng Yangkung, Yangti, dan Tante Vivi. Dalam perjalanan ke Jogja, kami mampir di Kalasan, tempat peternakan lele milik saudara sepupuku. Di sana kami diajak melihat kolam-kolam ternak lele sambil nabur pakan ikan. Senengnya si Zhafi, karena setiap pakan ikan ditebar, si lele-lele itu gerubyukan berebut makanan sampai air kolam nyiprat ngga karuan.
Setelah puas lihat mentahnya, kami disuguhi matengannya, sambil ngobrol-ngobrol.
Kuliner hari ini:
‌Bubur gudeg krecek
‌Soto daging triwindu
‌Mangut lele
Tanggal 11 Juli.
Yangkung, yangti, dan tante Vivi balik ke Jakarta nih. Yaahh... Makin sepi dehh...
Setelah anter Yangkung dan lainnya ke bandara, aku dan krucils ke Kebun Binatang Gembira Loka. Selama kuliah di Jogja, ngga pernah sekalipun aku masuk ke kebun binatang ini. Dan ini memang yang pertama kalinya aku ke sini. Direkomendasiin sama anak pemilik penginapan tempat kami menginap. Katanya Gembira Loka yang sekarang udah lebih bagus pengelolaannya. Wahana bermainnya juga lebih atraktif. Jadilah kami bermain main di GL Zoo. Selain melihat binatang liar dari dekat, Zhafi nyobain naik ATV, naik bumper boat berdua sama Hanan, lalu kita naik kereta keliling dan naik kapal bareng-bareng. Adzan Dhuhur, kami sudah keluar dari Kebun binatang. Ternyata Zhafi pengen jalan jalan lagi, akhirnya kita ke Taman Sari.
Taman Sari yang terakhir dulu kami kunjungi masih belum dicat, tempat pemandiannya juga ngga ada airnya. Sekarang sudah lebih bagus. Sudah dicat warna bata, kolamnya bersih dan airnya jernih dengan air mancurnya.
Zhafi penasaran dengan mesjid bawah tanah. Setelah melihat lihat dan foto-foto, jam 4, kami sudah keluar dari taman sari.
Kuliner hari ini:
‌Nasi Gudeg Yu Djum
‌Soto Pak Marto
‌Nasi goreng sea food
Tanggal 12 Juli.
Pagi-pagi, aku ajak krucils ke kawasan kampus UGM. Keliling-keliling kampus dan piknik di Grha Sabha Pramana (GSP). Setelah itu foto-foto di Masjid Kampus UGM.
Setelah sesiangan gegoleran aja di kamar penginapan, sorenya kami main ke Taman Lampion Pelangi di Monjali (Monumen Jogja Kembali). Di sana kami disuguhi pemandangan lampion aneka bentuk dan warna yang bisa jadi backgrouns selfie. Dan sempat juga kami sewa hellycak buat seru-seruan anak-anak.
Tanggal 13 Juli (last day).
Main ke Museum Dirgantara. Anak anak belajar segala macam tentang dunia penerbangan Indonesia dan sejarahnya. Bermacam-macam pesawat, helikopter, alutsista, diorama, dipamerkan menjadi media belajar yang memancing ketertarikan Zhafi dan Hanan. Apalagi, kita diperbolehkan untuk naik ke salah satu pesawat dan helikopter yang ada di sana.
Selesai dari sana, kami check out dari penginapan, pamit dengan keluarga Jogja, kami dijemput teman kuliahku. Aku janjian dengan beberapa teman kuliah yang sekarang menetap di Jogja, untuk ketemuan, reuni sekaligus nilik'i teman yang baru aja babaran (lahiran).
Alhamdulillahh... Bisa ketemu, tukar cerita, walau beberapa jam aja. Memberi energi dan semangat baru. Cieeh!
Akhirnya, waktunya pulang ke Jakarta, eh Tangerang. Penerbangan kami harusnya jam 6.50 sore. Tapi terlambat jadi 7.50. Dan entah kenapa pesawat baru landing sekitar jam 10, dan masih harus menunggu bagasi. Alhasil, kami keluar dari bandara baru jam 11, dan sampai rumah jam 12.
Cuappekk.
Kuliner hari ini? Ngga istimewa ... Seputaran nasi goreng penginapan, Hokben, dan nasi goreng a la resto bandara 
Alhamdulillah tiba di rumah dengan selamat. Walau sempat ngalamin moment ngga enak karena suami kelamaan nunggu di bandara, udah gitu nunggunya di terminal 1, ternyata landingnya di terminal 3. Padahal Li**, biasanya di terminal 1. 
Duuh maaf ya, Ayah.... 

07/06/15

Trip Singkat Ke Pasuruan

Sejak tanggal 2 Juni lalu, Mas Zafi sudah mulai libur sekolah. Tapi Mas Zafi sudah memulai perjalanan liburannya sejak tanggal 29 Mei. 

Jadi ceritanya, Ayah dapat kabar, kalau tanggal 31 Mei, keluarga Ayah di Pasuruan mau ngumpul semua di acara walimahan khitannya salah satu sepupu kami, Mas Zaki yang masih berusia 10 tahun. Keluarga dari Jakarta dan yang tinggal di Ambarawa juga bakal hadir ke Bangil, Pasuruan. Rencananya sepupunya Mas Zafi yang di Jogja, Dek Leon dan Dek Keisa juga akan datang. Ya, kesempatan seperti ini jarang-jarang ditemui, kecuali saat lebaran. Jadilah, Ayah pesan tiket untuk ke Surabaya naik kereta. 

29 Mei 2015
Perjalanan dimulai hari Jumat siang jam 11. Kami berangkat dari rumah ke Stasiun Pasar Senen, menggunakan commuter line. Karena rumah kami dekat sekali dengan stasiun commline Batu Ceper, Jadi ya, lebih praktis naik commline. Kami tiba di Stasiun Pasar Senen setengah jam sebelum jadwal keberangkatan ke Stasiun Pasar Turi Surabaya.

Perjalanan memakan waktu 13 jam. Mas Zafi dan Dek Hanan benar-benar menikmati perjalanan panjang selama di KA. Kadang ketawa bareng, becanda, kadang rebutan makanan, dan ngga tidur sama sekali sampai akhirnya malam tiba. 

30 Mei 2015
Jam 1 dini hari, kereta sampai di stasiun Gubeng Surabaya. Rencana semula turun di Stasiun Pasar Turi batal, karena kasihan dengan Om Iyan yang menjemput kami. Omnya anak-anak ini menempuh perjalanan Pasuruan – Surabaya saja sudah lumayan jauh, 1 jam lebih, dan stasiun yang lebih dekat adalah Gubeng. 

Sampai di rumah Uti Yayuk di Pasuruan, kami melanjutkan tidur hingga Subuh tiba. Agenda hari ini bebas. Setelah mengunjungi rumah almarhumah Mbah Buyut di Bangil, kami kembali ke rumah melanjutkan istirahat. Kebetulan waktu itu Si Emak ini lagi meriang jadi sepanjang siang istirahat, sementara Mas Zafi dan Dek Hanan asik bermain bersama Dek Lintang dan Dek Feran. Alhamdulillah, istirahat yang cukup bikin tubuh enakan.

31 Mei 2015
Pagi-pagi sekali kami sekeluarga ziarah ke makam MbahKung dilanjutkan silaturahmi ke rumah Bude Rom. Nah, Jam 8 kami semuanya berangkat lagi ke Bangil. Kali ini ke rumahnya Mbah Ufik dan Mbah Nani, untuk menghadiri syukuran khitanan putra mereka, Mas Zaki. Alhamdulillaah ketemu semua keluarga. 

Siangnya, kami kembali ke rumah Uti, dan berkemas-kemas untuk kembali pulang ke Tangerang. Kami ke Stasiun Pasar Turi diantar Om Iyan sekeluarga. Kereta yang kami naiki, berangkat pukul 4 sore. Alhamdulillah tiba di Pasar Senen jam 4, dan lanjut ke Batu Ceper tiba jam 6.

1 Juni 2015
Sesampainya di rumah, Zafi langsung bersiap ke sekolah untuk pementasan di acara Graduation Kakak kelas 6nya. Dan Ayah, juga bersiap ke kantor.

Alhamdulillah perjalanan lancar dan selamat. Hanya saja malamnya Mas Zafi sakit karena bekal kue untuk sarapannya ngga dimakan, dan terlambat makan malam. Akibatnya maagnya kambuh, mual, muntah, diare yang berlangsung sampai 5-6 hari.

Emaknya ini sempat was-was. Karena, tanggal 10 rencananya mau trip ke Solo Jogja. Tapi bismillah in syaa Allah Mas Zafi bisa sembuh dan tetap bisa ikut perjalanan liburan keluarga ke Solo Jogja.

Dapat Insight untuk My Life Project

Life Project itu adalah berkebun.  Bukan karena hobi, ini awalnya aku mau serius berkebun Udah lama aku punya mimpi pengen punya kebun sayur...