Mulai tahun ajaran ini, Hanan pindah sekolah... lagi. Lagi? Iya. Haha.
Hanan punya banyak rapot sekolah. Dari sejak PG hingga SD kelas 4 ini udah nyobain 4
sekolah. Dan tahun ajaran ini adalah sekolah kelimanya. Kenapa pindah-pindah
sekolah sih? Kebetulan hari kelahiran Hanan bertepatan dengan dimulainya tahun
ajaran baru, jadi aku mau cerita kronologi kepindahan Hanan berdasarkan
usianya sekalian. 17/07/21
Pindah Sekolah (Lagi)
Mulai tahun ajaran ini, Hanan pindah sekolah... lagi. Lagi? Iya. Haha.
Hanan punya banyak rapot sekolah. Dari sejak PG hingga SD kelas 4 ini udah nyobain 4
sekolah. Dan tahun ajaran ini adalah sekolah kelimanya. Kenapa pindah-pindah
sekolah sih? Kebetulan hari kelahiran Hanan bertepatan dengan dimulainya tahun
ajaran baru, jadi aku mau cerita kronologi kepindahan Hanan berdasarkan
usianya sekalian. 11/07/21
Fariha Menuju Tiga Bulan
10/07/21
Pindah Rumah Lagi
19 Juli 2021
Bermula dari kejenuhan suami tinggal di lingkungan rumah yang sekarang, muncullah ide untuk pindah rumah lagi. Kali ini bener bener pindah. Bukan hanya beda rumah, bukan hanya beda blok, tapi kali ini beda kabupaten.
Sebelum-sebelumnya kan pindahnya masih di komplek yang sama. Dalam kurun waktu 2012-2021 kami udah 5x pindah rumah di cluster perumahan ini.
Alasan pindah lainnya karna mau cari tempat tinggal yang dekat dengan lokasi-lokasi aktivita outdoor. Seperti berkuda, renang, bola, dsb. Harapannya nanti setelah pandemi mereda bisa ngajak Hanan ikutan aktivitas-aktivitas itu. Itu aku setuju sih.
Masalahnya, Si Ayah pengen pindah secepatnya. Bulan depan. Saat pandemi grafiknya lagi naik-naiknya. Saat berita lelayu sedang banyak-banyaknya. RS lagi overcapacity. Padahal juga kontrakan ini habis masih bulan Desember. Aku berharap dia mau menunda sampai setidaknya mereda. Insya Allah.
Rasanya berat sebenernya mau pindah dari sini. Karena lingkungan di sini cukup nyaman. Tetangga-tetangga di sini orangnya baik, ramah, ngga kepoan, dan well educated lah. Saat pandemi ini juga tetap saling support baik moral dan materi kalau ada yg terpapar.
Cuma memang di rumah yg terakhir ini kami harus sedikit bersabar dengan sikap tetangga sebelah kiri rumah kami. Orang ini ada masalah, mungkin antisosial. Semua warga di sini sudah tau tabiatnya. Kami yang baru pindah udah kena 'teror'. Tapi setelah lapor RT dan dibantu juga sama tetangga lain menghadapi si bapak ini, dia ngga berani lagi meneror kita.
Overall... lingkungan sini masih cukup nyaman buatku.
Tapi ya istri ngga perlu menyelisihi suami lah ya kalau ada tujuan baik. Paling ya itu... waktu pindahannya... semoga masih mau menunda.
25/04/21
Pesalinan Anak Ketiga
Kehamilan anak ketiga sudah mencapai 38 minggu. Sudah cukup bulan dan siap lahir sebenarnya. HPL dokter-dokter dan bidan-bidan yang kudatangi ada 3 versi, antara tanggal 15, 21, bahkan 30 April.
Ngga seperti kehamilan anak pertama dan kedua yang sudah yakin menetapkan tempat dan provider kelahiran, yang ketiga ini sampai 38 minggu masih ngga yakin mau lahiran di mana dengan siapa. Karena banyak pertimbangan dan segala macamnya.
Tanggal 8 April kontrol ke bidan cek hb, tensi, urin, semua masih aman. Lahiran diperkirakan bisa normal seperti hasil kontrol sebelum-sebelumnya baik di dr Ira, maupun bidan. Cuma memang belum bisa USG. Rencana masih mau ke dokter di Hermina untuk USG.
Tanggal 13 April, kontrol dr. Budi di Hermina. ketika di USG ternyata ketubannya keruh. Kaget dong. Lalu dirujuk periksa denyut jantung janin (djj) hari itu juga. Hasilnya ternyata kurang baik.
Besoknya tanggal 14 April diulang lagi periksa DJJ. Hasilnya tetap kurang baik. Alhasil diputuskan cesar siang itu juga.
Ngga terlalu kaget kalau harus sc. Cuma agak deg-degan aja. Seumur hidup baru kali ini mengalami operasi.
Prosedur operasi sc memang ngga nyaman banget pasti. Alhamdulillah berlangsung cepat. Aku sempat melihat dan dengar rupa dan tangis bayiku. Rasanya mau nangis akhirnya bisa ketemu bayiku kelihatan sehat. Sayangnya, hanya diberi kesempatan melhat dan bertemu beberapa menit saja. Ternyata di RS ini ngga ada perlakuan inisiasi menyusu dini (IMD). Ya sudah berharap besok sudah bisa bertemu dengan bayiku.
Setelah operasi selesai aku harus menjalani masa pemulihan selama 24 jam benar-benar tidak boleh bangun dari tempat tidur, hanya boleh miring kiri dan kanan. Dan memang ngga bisa bangun juga.
Tanggal 15, setelah 24 jam berlalu, para perawat melepas kateter dan aku diharuskan belajar bangun dan berjalan. Rasanya... sesak napas dan njarem sana sini.
Kupikir hari itu, saat aku sudah bisa bangun dari tempat tidur aku bisa bertemu bayiku. Ternyata malah kabar kurang menggemberikan yang kudapat. Perawat bilang bayiku lekositnya tinggi mencapai 41.000, sehingga harus diberikan antibiotik dan dirawat di ruang perina. Kaget dan khawatir udah pasti. Cuma bisa berserah dan berdoa sambil melihat foto yang sempat diambil suami sebelum masuk dirawat di ruang perina.
Tanggal 16 hari ketiga di RS, aku sudah dipebolehkan pulang, tanpa bayiku. Kemungkinan bayiku baru bisa pulang hari Senin tanggal 19. Tapi keesokan harinya, ketika suami ke RS untuk menengok, dapat kaba menggemberikan dari perawat. Lekosit sudah normal dan sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. What a lovely surprise ... Akhirnya bisa segera bertemu dengan kesayangan yang selama 9 bulan hidup dalam perutku.
Rasanya masih kaya mimpi bisa memeluk si mungil cantik ini. Maasya Allah.
Perkenalkan... namaku Fariha Adzkiannisa
"Perempuan cerdas yang pandai bersyukur dan dengan kecerdasannya dapat memberikan manfaat dan menebarkan kebahagiaan bagi lingkungannya"
Insya Allah. Aamiin.
Alhamdulillahirabbil'alamiin.
06/09/20
Liburan Seminggu di Rumah Bapak Ibuku
04/09/20
Melepas Anak Nyantri di Kala Pandemi
05/08/20
Hanan
Dapat Insight untuk My Life Project
Life Project itu adalah berkebun. Bukan karena hobi, ini awalnya aku mau serius berkebun Udah lama aku punya mimpi pengen punya kebun sayur...
-
Liburan sudah hampir selesai. Adek sudah harus masuk sebenarnya, tapi sejak kemarin demam jadi izin dulu. Si Mas masih minggu depan masuknya...
-
Jumat lalu, akhirnya Zhafi kembali nyantri. Jangan tanya gimana rasanya. Sedih, khawatir tapi juga merasa tenang. Khawatir karen...
-
Iya, tahun 2024 ini adalah tahun kemunduran terparah bagi perkembangan kepribadianku. Begini ceritanya. Aku memang aslinya orang yang introv...