26/11/14

Mohon Tuntun Lisan dan Lakuku



Ya Rabb …

Tuntunlah lisan dan laku ini
Agar tidak menjadi pisau yang melukai hati anak-anak ku
Agar tidak menjadi pembunuh kebahagiaan anak-anak ku
Agar tidak menjadi penghancur masa depan anak-anak ku

Ya Rabb ...
 
Tuntunlah lisan dan laku ini
Agar dapat berbuat dan berucap penuh kasih sayang pada anak-anak ku
Agar dapat berbuat dan berucap yang menumbuhkan rasa kasih sayang kepada anak-anak ku
Agar dapat berbuat dan berucap hal-hal yang menjadi teladan baik bagi anak-anak ku
Agar dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak ku menemukan kebahagiaan menjadi dirinya sendiri
Agar anak-anak menemukan banyak hal yang dapat disyukuri setiap hari

25/11/14

Inisiatif Hanan :)



Rasa inisiatif Hanan makin tinggi aja.

Ketika makan, tiba-tiba di bisa lari ke kulkas ngambil sambel pecel kering, mau dijadikan teman makan nasi.

Atau pernah juga dia menumpahkan air dari gelas minumnya, langsung saja dia ambil pel ,lalu mengepel lantai yang basah.

Terakhir, ada cerita yang bikin aku, ayahnya, dan Si Kakak ketawa waktu kita sekeluarga belanja ke salah satu supermarket. Aku dan ayahnya berpencar mencari kebutuhan rumah. Ayahnya ke bagian bahan-bahan pembersih, aku ke bagian makanan. Hanan di temani Zhafi di dekat troli, sambil jalan-jalan. 

Setelah hampir selesai, dan posisi troli sudah di dekat kasir. Ada salah satu promo biskuit yang berhadiah kopi instan. Terlihat mencolok sekali memang tempatnya. Beberapa kali bolak-balik dekat tempat itu, aku pun sempat melirik dan tergoda pingin beli. Ya walaupun udah komitmen sebisa mungkin menghindari makanan kemasan, kadang ada juga muncul rasa pingin. Tapi aku kan udah janji ngga mau belanjain uang untuk stok-stok makanan kemasan semacam itu. Kecuali kalau anak-anak dapat goody bag, ya itu aja paling. 

Zhafi pun keliatannya kepingin. Tapi dia ngga minta karena tau ngga bakal kukasih. Nah setelah kita semua berkumpul di antrian kasir, dan satu persatu mengeluarkan belanjaan dari troli, aku sempat heran kok biskuit kelapa itu ada di salah satu belanjaan kami. Hmm mungkin ayah yang ambil. Ya udah lah sekali-sekali.

Setelah di dalam mobil, aku iseng aja nanya, “Ini kapan ambilnya. Kok beli biskuit?”
Ayahnya jawab, “Lho, bukannya Ibu yang ambil?”
“Nggak, masa Ibu ambil biskuit?”
“Mas Zhafi juga nggak.”
“Lho, terus siapa dong yang ambil?” Tanya kami bertiga hamper berbarengan.
“Nyanya” Hanan nyeletuk.
Kami bertiga berpandangan, lalu tertawa.
“Waaahhh Adeeekk! Diem-diem ambil ya? Kapan ambilnya? Hahahaha.”

Uhh... si Hanan .... Udah pinter ya, belanja-belanja sendiri.  :D


12/11/14

10 Hal Yang Paling Aku Syukuri Hari Ini Day #2



Ini hari kedua.
  • Bangun pagi dalam keadaan sehat, segar, dan bisa beraktifitas seperti biasanya. Alhamdulilllah .. ini nikmat harus bener-benerrr disyukuri. Setiap hari. Coba kalau satu itu hilang, kita ngga bisa ngapa-ngapain, di tempat tidur. Ngga enak kaaaan. Makanya, selagi sehat, kuat, syukuri, syukuri, syukuri !
  • Berhasil menuntaskan janji bikin pepes ikan kembung hari ini. Dengan segala kerempongan di sela-sela bikin pepes yang uh… gitu deh, ditambah adek yang bolak-balik minta ini itu, padahal tangan lagi belopotan bumbu pepes dan bau amis. Tapi alhamdulilllah berhasil dieksekusi. Dapet 5 bungkus. Rasanya sih masih kurang mantep. Baru belajar, jadi dimaafkan. Eh tapi, untuk bikin pepes ikan lagi dalam waktu dekat ngga dulu deh. Haduhh… besok aja di rumah ibu, biar bareng-bareng sama Dek Vivi dan Ibu sambil ngobrol-ngobrol. Adek banyak yang jagain. Ada Pakdenya, Eyangkungnya, Ayahnya. Hihihi….
  • Sebelum tidur, ayah nawarin untuk mijetin punggung yang emang pegel. Makasih, Sayang …
  • Hari ini aku lihat Zhafi semangat banget menuntaskan hafalan surat-surat di juz’amma. Katanya, “Asyik, udah sampai As-Syams. Besok Al-Insyiroh!” Lalu dia terlihat asyik membuka-buka dan membaca juz amma dan terjemahannya. Lalu mencatat-catat di selembar kertas, lalu dimasukkan ke tas sekolahnya. Masha Allah, Zhafi, semoga kamu kelak jadi hafidz Qur’an yang shaleh, ya. Tidak hanya hafal, tapi juga mengamalkan. Aamiin. Sayang ibu untuk Mas Zhafi, semoga Allah semakin sayang dan semakin memberikan nikmat Islam dan Iman buat Mas Zhafi.
  • Bikin plecing kangkung, sambel plecingnya uenaaakkk. Dan Suami juga suka. Makasih tabloid Saji … #eh. Makasih mamanya Alex yang dengan Cuma-Cuma memberika tabloidnya buat akuh.
  • Kemarin sore, lagi-lagi Zhafi memandikan Hanan. Juga memakaikan baju. Ah, Mas Zhafi, kamu kakak yang keren!
  • Pakaian yang dijemur kering semua, karena hari ini panas terik.
  • Walau ban mobil bagian kiri depan rada bocor, Alhamdulillah masih ngga papa buat jalan
  • Bersyukur memiliki suami yang berhati lembut, sholeh, dan bertanggung jawab. Oh ya, dan ngga merokok!.Ngga akaan pernah hilang rasa syukur akan hal itu.
  • Hanan semakin banyak maunya. Di satu sisi kadang bikin kepalaku bertanduk, di sisi lain, bersyukur banget itu tandanya dia sedang mengembangkan sikap inisiatif nya.

Alhamdulilllaaahh….

11/11/14

Tantangan Menulis 10 Hal Yang Paling Disyukuri Setiap Hari Day #1

Bersyukur. Kadang mudah diucapkan, tapi belum tentu dipraktikkan. Seringkali kita tau bahwa kita perlu bersyukur. Tapi seringkali pula mudah lupa untuk mensyukuri nikmat yang sudah kita terima.

Nah ceritanya, kemarin-kemarin diingetin lagi nih sama seorang teman untuk bersyukur. Dia kasih semacam 'grateful chalenge' dengan cara nulisin status di Facebook tentang hal-hal yang paling disyukuri hari itu. Ngga banyak, cukup 3 aja.

Terus, kemarin liat you tube nya Just Alvin yang bintang tamunya Dian Sastro. Dia selalu terlihat beruntung menurut Alvin. Dian cerita, setiap hari dia selalu menuliskan 10 hal yang paling disyukuri setiap bangun pagi dan setiap akan tidur,

Dan aku pun terinspirasi membuat list grateful things ini. Semoga bisa konsisten aku tuliskan setiap hari di blog.




10 Hal Yang Aku Syukuri Hari Ini

  • Ngeliat senyum, tawa, dan cerianya Hanan itu surga dunia. Aku bersyukur banget bisa mendengar tawanya yang renyah, ketika kugelitiki, kuajak nari-nari. Ngeliat dia petakilan kesana kemari mana bisa aku marah, terlebih ingat ketika dulu aku harus menunggu dia berusia 1,5 tahun untuk bisa melihat dia merangkak.
  • Di saat aku diburu waktu, dikejar deadline selesaikan pesanan kebab dari teman-teman kantor suami, bersamaan dengan itu harus siapin sarapan juga bekal suami dan Zhafi, eh Zhafi bantu memandikan Hanan. My Boy!
  • Bisa ngobrol asyik dan bercanda sama sesama emak-emak sekolahan, di sela-sela rapat komite.
  • Suami dapat tambahan honor. Alhamdulillah
  • Pesanan kebab laku semua. Alhamdulillah
  • Hari ini hujaaan
  • Pulang sekolah, Zhafi excited banget bercerita kegiatan sekolahnya hari ini. Dia cerita dengan detil, tanpa diminta lho! Seneng dengernya J
  • Aku dikasih kesehatan untuk mengerjakan aktivitasku hari ini
  • Anak-anak sehat
  • Suamiku sehat





25/10/14

Tantangan 10 Hari #MomentBerhijrah Day 1



Mulai hari ini, saya bener-bener berniat mau menjalankan tantangan 10 hari seperti yang kemarin saya tuliskan di sini. Alhamdulillaahhh banget, dibangunkan sama Hanan malam-malam sekitar jam 3, seperti biasa, mau pipis dan minum. Biasanya, setelah dia tidur lagi saya juga ikut tidur. Tapi karena dari kemarin udah niatiiin banget mau menantang diri sendiri, maka dengan segenap nyawa yang saya punya, saya ambil air wudhu dan sholat tahajud.

Semoga ini bukan riya’ karena niat saya hanya ingin mereview project pribadi aja. Setelah selesai sholat, doaku paling kenceng cuma satu: diberikan kekuatan dan keteguhan hati untuk istiqomah.
So, apakah saya berhasil melewati tantangan di hari pertama ini? Oke, ini ceritanya.


Tantangan 10 Hari BerFC Tanpa Cheating

Bangun tidur jam 3 pagi, saya langsung ke kulkas, mengambil jeruk nipis dan memotongnya. Lalu memeras airnya ke dalam gelas air putih. Saya mengawali hari dengan air jeruk nipis peras. Juklak pertama, done.

Lalu sarapan buah. Salah satu hal terberat dan paling sering banyak godaan adalah saat sarapan buah. Seharusnya, sejak bangun tidur hingga jam 12 siang, perut sebaiknya diisi dengan buah yang segar, matang, berair, dan manis. Kemarin-kemarin, prosedur sarbu ini hanya bertahan sampai jam 8 aja. Seterusnya, tergoda oleh kue-kue basah, cake suguhan teman, tiwul yang lewat depan rumah, dan seterusnya, dan seterusya …

Hari ini, bakalan berat godaannya pikir saya. Karena saya harus membantu menyiapkan goodybag anak-anak untuk perayaan Tahun Baru Hijriah. Nah, menyiapkannya itu di rumah teman (sesama ortu siswa) yang punya bisnis dan kursus di dunia baking dan cake decorating. Olala … biasanya, kalau rapat di rumah beliau ini, pasti disuguhi kue-kue lezat buatannya. Plus kopi atau teh. Dan saya selalu ngga bisa nolak. Hiks …

Tapi alhamdulillaaaah … kali ini saya terbebas dari itu semua. Walau saya baru sempat mengisi perut dengan papaya dan apel satu piring, perut ini ngga rewel kok. Cuma, gara-gara saya sempat belikan roti buat Hanan supaya dia ngga rewel ikutan minta goodybagnya, saya jadi sedikit tergoda untuk mencuil itu rotih. Tapi … saya bangga itu tidak saya lakukan. Sesi sarbu yang hampir saja gagal terlewatkan dengan cukup baik. Walaupun, sebenarnya buahnya kurang banyak. Juklak kedua (sarbu), done.

Waktunya makan siang, menu saya adalah nasi putih dengan tumis sawi putih dan sejumput teri. Sayurnya ngga pakai mentahan. Hmm … walaupun sesuai juklak, tapi kurang ideal.
Nah … menjemput Zhafi, duh ternyata goodybagnya belum dimakan. Saya jadi penasaran pengen nyicipin macaroni buatan bu Audrey. Saya cicip sedikit … banget. Oke, ini udah cheating. Tapi cheating ringan banget.

Sore, saya mengudap pisang kukus. 3 buah. Masih sesuai juklak sih, tapi ngga ideal. Banyak amat pisangnyaaaah.

Malam, menunya nasi putih, sop, dan tempe goreng tepung mocaf. Lagi-lagi ngga ada sayur mentah. Sesuai juklak, tapi kurang ideal.

Eh … malemnya ituuh, kenapa saya makan pisang rebus lagih! Harusnya kan jus sayur!!!
Jadi kesimpulannya? Hari pertama FC tanpa cheating: Gagal! Walaupun begitu, saya memaafkan diri saya sendiri karena toh, hari ini masih lebih baik dari hari kemarin yang makannya bener-bener berantakan total. Segala apa aja masuk, dan bukan di jam-jam yang seharusnya.

Tantangan Sholat Fardhu di Awal Waktu dan Sholat Sunnah 2 Waktu.

Hmm … tanpa ada maksud riya, hanya ingin evaluasi seperti halnya tantangan pertama tadi.
Sholat sunnah Alhamdulillah bisa dilaksanakan dua-duanya. Shalat Shubuh, Dhuhur, dan Isya’ bisa terlewatkan dengan lancar di awal waktu. Ashar dan magrib sedikit terlambat. Godaannya, karena kalau Ashar itu harus mandi sekalian. Sementara inginnya, membereskan rumah dulu baru mandi. Tapi tadi saya niatkan untuk meninggalkan urusan rumah dan menyelesaikan janji saya bertemu Allah di awal waktu. Maghrib agak telat karena tergoda ingin segera menyelesaikan persiapan makan malam.

Tantangan ini, tidak sepenuhnya gagal. Alhamdulillaaah, setidaknya jauh lebih baik dari kemarin.

Tantangan Ketiga: Menulis 1 Artikel Sehari.

Hmm … aku nulis. Nulis tentang pengalaman saya kemarin, dan saya posting di blog pribadi. Saya
anggap itu artikel, tentang keseharian ibu rumah tangga ;P. Dan ini masih mau nulis review buku yang tertunda berminggu-minggu.

Tapi … tau gak. Bonus dari semua itu, aku kok merasa, waktuku agak lowong ya untuk menulis. Berkah Allah mungkin. Alhamdulillaah …!

Dapat Insight untuk My Life Project

Life Project itu adalah berkebun.  Bukan karena hobi, ini awalnya aku mau serius berkebun Udah lama aku punya mimpi pengen punya kebun sayur...