Waktu mandi:
Zhafi: Hua….hua….(nangis waktu samponya dibilas air, padahal ga kena mata). Huaaaaaa!
Ibu: Wah…segernya…habis ini nanti maen mobil2an yang bisa jalan sendiri itu, yuk…sambil nonton tomas (berusaha meredakan tangisnya)
Z: HUaaa…..Huaa…….(tetep nangis)
Acara mandi selesai, pakai baju, lalu ke ruang TV, Z bersiap nonton TV tapi ternyata tv sudah dimatikan karena memang adzan maghrib.
Z: lo kok...dimatiin...nyalain ! (marah)
I: iya...ternyata udah magrib, solat dulu yuk, abis itu baru setel lagi
Z: (marah dan hampir nangis) katanya habis mandi nonton tomas sambil main mobil2an
I: (glek....)
11/08/09
09/08/09
Plan: Bermain Cat
Bahan
- tepung maizena
- air panas dan air mendidih
Alat
- kuas
- gelas bekas aqua
- wadah cat
Media Bermain
- dus-dus bekas
- pakaian atau kain bekas (yang tdk terpakai)
- wadah2 bekas
- dinding kamar mandi
Ini akan membuat sibuk Zhafi seharian ;)
- tepung maizena
- air panas dan air mendidih
Alat
- kuas
- gelas bekas aqua
- wadah cat
Media Bermain
- dus-dus bekas
- pakaian atau kain bekas (yang tdk terpakai)
- wadah2 bekas
- dinding kamar mandi
Ini akan membuat sibuk Zhafi seharian ;)
16/07/09
Dsa Barunya Zhafi, Ngga Antibiotic Minded
Dari duluu...banget dokter anak untuk Zhafi ngga pernah netep. Gonta-ganti melulu. Ya..kurang bagus sih. Tapi kondisinya waktu itu memang memaksa seperti itu.
Anyway, ga mau nyeritain soal siapa aja tentang DSa-DSAnya Zhafi. Tapi pengen nyeritain tentang DSA yang ku temui terakhir kemarin.
Bermula dari sejak hampir 3 minggu terakhir, Zhafi pilek. Kupikir karena alergi, dan memang iya. Dan seingat ku, di panduan 'common problems on children', intinya kalau hanya pilek dan batuk, ngga perlu diminumin obat apapun. Jadi memang ngga kuberi treatment macem2 hanya minum banyak saja. Kadang suka kasian kalau liat di serot-serot hidung terus (bahasa halusnya apa ya, ya sniffing gitu lho), kadang kenceng banget. Aku bilang ke dia, dibuang Mas ingusnya seperti ini loh caranya...(aku contohkan gimana caranya-maaf- membuang ingus). Tapi...ya anak umur 2,5 tahun kan harus berkali-kali dikasi tau ya...sampai sekarang masih belum bisa. Nah...aku lupa tuh treatmennya ada yang ketinggalan, yaitu menguapi hidungnya dengan uap air panas, udara kamar tidur harus lembab, minumnya air hangat, supaya ingusnya mencair dan mudah keluar, jadi ngga bikin mampet.
Nah...karena udah dua minggu lebih, aku berniat mau ke DSA langganan, dokter yang sudah sepuh. Aku suka ke dokter ini, karena sepanjang pengalamanku, dia bisa banyak kasih konsultasi. Setiap praktek paling cepet 15 menit, karena ngga cuma periksa, nanya keluhan secara singkat, ngasih resep, lalu keluar, seperti kebanyakan dokter lain. Kalau sama DSA langganan ini, kita bisa banyak nanya. Ya...walau ngga RUD, tapi setidaknya bisa di ajak diskusi lah. Ndilalah....besoknya dia panas tinggi...jadi memang kayanya harus ke DSA, sekedar konsultasi, apa penyakitnya. Berhubung agak takut dengan isu swine flu.
Tapi...waktu meriksain Zhafi ke sana, dan setelah konsultasi ini itu, kok dikasinya resep antibiotik, dijadiin puyer pula. Aku bilang...apa harus antibiotiknya, Dok? Menurutnya...iyyaa...sudahlah kasih saja, ini sudah dua minggu kan? Biar dia segera sembuh. Well...bukannya aku anti dengan antibiotik (kalau puyer sih emang anti), tapi apa memang perlu antibiotiknya. Tapi biar gimanapun juga, aku tebus. Jujur, aku masih didera keraguan, dan belum kuat betul untuk bener-bener menerapkan RUD. Tapi jauuuh di lubuk hati...aku tidak mau ngasi antibiotik kalau belum pasti betul apa Zhafi butuh antibiotik. Apalagi dibikin koktail obat.
Waktu cari info kandungan obat-obat di resepnya, kok seremmm banget liat indikasinya ngga sesuai dengan zhafi, apalagi efek sampingnya yang duh...mengerikan.
Maka...karena kondisi Zhafi udah rada mendingan, walau sempet dara mencret, aku jadi bisa browsing. Aku browsing cari dokter spesialis anak yang RUD. Alhamdulillah, setelah membuka halaman ke sepulunya mbah google, sampai deh di blognya Mama Radhika dan Rania. Aku dapat info dokter Isabela Riandani, yang alhamdulillah.....prakteknya di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading. Yippiy...akhirnya ketemu dokter spesialis anak yang RUD dan praktik di dekat rumah. Selama ini nemu alamat dokter yang RUD di daerah tangerang...melulu.
Besoknya aku langsung ke sana. Syukur...ngga harus antri lama. Begitu dateng, langsung dipanggil. Kesan pertama, dokternya ramah, tau gimana nenangin anak yang cemas mau diperiksa, dan yang paling kusuka...dia ngga antibiotik minded, well ngga terlalu RUD juga sih. Setelah kuceritain kronologisnya secara singkat, dan dia minta dikasih liat resepnya, dia bilang...puyernya ngga usah dikasih lagi ya, bu. Dalam hati bersorak syukurlah. Walau dia mengijinkan obat batuknya diminum aja kalau memang masih batuk. Dia paling menyarankan untuk diberi probiotik, zink, dan obat anti alergi jika memang dibutuhkan. Tapi...semuanya belum kutebus, karena ..hiks..anggarannya udah nipis. Juga karena aku tau dari milis sehat, probiotik macam laktobe itu ngga perlu0perlu amat, karena di dalam tubuh udah ada. Zink itu katanya untuk menambah daya tahan tubuh. Pikirku, itu masih bisa kuusahakan dengan memberi asupan sesuai piramida makanan. Nah yang obat anti alergi ini, aku belum cari tau.
Saat itu juga, aku mikir kalau perlu ke dokter, mending ke dokter Isabel ini aja deh. Thanks to Mama Radhika dan Rania :).
Anyway, ga mau nyeritain soal siapa aja tentang DSa-DSAnya Zhafi. Tapi pengen nyeritain tentang DSA yang ku temui terakhir kemarin.
Bermula dari sejak hampir 3 minggu terakhir, Zhafi pilek. Kupikir karena alergi, dan memang iya. Dan seingat ku, di panduan 'common problems on children', intinya kalau hanya pilek dan batuk, ngga perlu diminumin obat apapun. Jadi memang ngga kuberi treatment macem2 hanya minum banyak saja. Kadang suka kasian kalau liat di serot-serot hidung terus (bahasa halusnya apa ya, ya sniffing gitu lho), kadang kenceng banget. Aku bilang ke dia, dibuang Mas ingusnya seperti ini loh caranya...(aku contohkan gimana caranya-maaf- membuang ingus). Tapi...ya anak umur 2,5 tahun kan harus berkali-kali dikasi tau ya...sampai sekarang masih belum bisa. Nah...aku lupa tuh treatmennya ada yang ketinggalan, yaitu menguapi hidungnya dengan uap air panas, udara kamar tidur harus lembab, minumnya air hangat, supaya ingusnya mencair dan mudah keluar, jadi ngga bikin mampet.
Nah...karena udah dua minggu lebih, aku berniat mau ke DSA langganan, dokter yang sudah sepuh. Aku suka ke dokter ini, karena sepanjang pengalamanku, dia bisa banyak kasih konsultasi. Setiap praktek paling cepet 15 menit, karena ngga cuma periksa, nanya keluhan secara singkat, ngasih resep, lalu keluar, seperti kebanyakan dokter lain. Kalau sama DSA langganan ini, kita bisa banyak nanya. Ya...walau ngga RUD, tapi setidaknya bisa di ajak diskusi lah. Ndilalah....besoknya dia panas tinggi...jadi memang kayanya harus ke DSA, sekedar konsultasi, apa penyakitnya. Berhubung agak takut dengan isu swine flu.
Tapi...waktu meriksain Zhafi ke sana, dan setelah konsultasi ini itu, kok dikasinya resep antibiotik, dijadiin puyer pula. Aku bilang...apa harus antibiotiknya, Dok? Menurutnya...iyyaa...sudahlah kasih saja, ini sudah dua minggu kan? Biar dia segera sembuh. Well...bukannya aku anti dengan antibiotik (kalau puyer sih emang anti), tapi apa memang perlu antibiotiknya. Tapi biar gimanapun juga, aku tebus. Jujur, aku masih didera keraguan, dan belum kuat betul untuk bener-bener menerapkan RUD. Tapi jauuuh di lubuk hati...aku tidak mau ngasi antibiotik kalau belum pasti betul apa Zhafi butuh antibiotik. Apalagi dibikin koktail obat.
Waktu cari info kandungan obat-obat di resepnya, kok seremmm banget liat indikasinya ngga sesuai dengan zhafi, apalagi efek sampingnya yang duh...mengerikan.
Maka...karena kondisi Zhafi udah rada mendingan, walau sempet dara mencret, aku jadi bisa browsing. Aku browsing cari dokter spesialis anak yang RUD. Alhamdulillah, setelah membuka halaman ke sepulunya mbah google, sampai deh di blognya Mama Radhika dan Rania. Aku dapat info dokter Isabela Riandani, yang alhamdulillah.....prakteknya di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading. Yippiy...akhirnya ketemu dokter spesialis anak yang RUD dan praktik di dekat rumah. Selama ini nemu alamat dokter yang RUD di daerah tangerang...melulu.
Besoknya aku langsung ke sana. Syukur...ngga harus antri lama. Begitu dateng, langsung dipanggil. Kesan pertama, dokternya ramah, tau gimana nenangin anak yang cemas mau diperiksa, dan yang paling kusuka...dia ngga antibiotik minded, well ngga terlalu RUD juga sih. Setelah kuceritain kronologisnya secara singkat, dan dia minta dikasih liat resepnya, dia bilang...puyernya ngga usah dikasih lagi ya, bu. Dalam hati bersorak syukurlah. Walau dia mengijinkan obat batuknya diminum aja kalau memang masih batuk. Dia paling menyarankan untuk diberi probiotik, zink, dan obat anti alergi jika memang dibutuhkan. Tapi...semuanya belum kutebus, karena ..hiks..anggarannya udah nipis. Juga karena aku tau dari milis sehat, probiotik macam laktobe itu ngga perlu0perlu amat, karena di dalam tubuh udah ada. Zink itu katanya untuk menambah daya tahan tubuh. Pikirku, itu masih bisa kuusahakan dengan memberi asupan sesuai piramida makanan. Nah yang obat anti alergi ini, aku belum cari tau.
Saat itu juga, aku mikir kalau perlu ke dokter, mending ke dokter Isabel ini aja deh. Thanks to Mama Radhika dan Rania :).
I Get Cough, But Still Be Able to Survive Today
Duh...si ibunya Zhafi ini rada gak enak badan, mulai batuk, jadi tadi kasian Zhafi ngga jelas kegiatannya waktu pagi-siang. Nonton TV... aja. Dan keliatan banget di bosen. Tapi setelah bangun tidur siang dia kuajak siram kebun, sambil cerita kalau tanaman juga butuh air. Dan sebelumnya pas mau tidur, aku bacakan cerita tentang ski dan kendaraan penyelamat dengan gaya yang lebih atraktif. Biasanya buku direbut lho, tapi dengan gaya ceritaku yang baru, sukses membuat dia mendengarkan karena tertarik. Eh, ndilalah, sorenya ada sepotong ulasan tentang ski di Discovery.
Setelah mandi sore karena badannya basah kuyup habis semprot2 air (dan karena memang sudah sore), mau kuajak jalan ke taman deket kompleks siapa tau rame di sana, eh dia malah minta naik motor. Padahal motor kustarter ngga nyala-nyala. Sementara dia ngotot pengen naik motor. Untuung aja, pas ada tetangga datang ngasih bingkisan ultah anak tetangga, lengkap dengan balon. Huf...saved by the bell. Dia lalu asik dengan balonnya, bongkar-bongkar isi bingkisa, nemu susu UHT, dan karena didalamnya ada nasi kuning juga, sekalian kuajak makan. Awalnya disuapin, trus makan sendiri dongg. Hehe, tumben makan malemnya jam 5, padahal biasanya jam 7.
Aku sendiri tadi harus berususan dengan pekerjaan cuci mencuci. Lalu sempat juga reschedule jadwal harian. Berhubung sekarang kondisinya lagi ga ada pembantu, ya jadwal yang terakhir kemarin perlu direview dan direvisi (halah kaya skripsi). Ngga banyak perubahan sebenernya, hanya saja lumayan efektif untuk merefresh dan merecharge pikiran. Secara kemarin mulai ngga konsisten ngejalanin jadwalnya. Yup, membuat rencana dan jadwal adalah terapi buat ku...tapi...hehe..masih spt hangat2 tai ayam. Brilliant in planning, still bad in doing..
By the way, yang pasti tadi alhamdulillah, rencana acara akikah sudah 50% keurus, sisanya besok di selesaikan untuk reconfirm dan pembayaran kambing.
Still, i'm not a supermom, and i do not want to be a supermom. I just want to get all things done properly, on time.
Setelah mandi sore karena badannya basah kuyup habis semprot2 air (dan karena memang sudah sore), mau kuajak jalan ke taman deket kompleks siapa tau rame di sana, eh dia malah minta naik motor. Padahal motor kustarter ngga nyala-nyala. Sementara dia ngotot pengen naik motor. Untuung aja, pas ada tetangga datang ngasih bingkisan ultah anak tetangga, lengkap dengan balon. Huf...saved by the bell. Dia lalu asik dengan balonnya, bongkar-bongkar isi bingkisa, nemu susu UHT, dan karena didalamnya ada nasi kuning juga, sekalian kuajak makan. Awalnya disuapin, trus makan sendiri dongg. Hehe, tumben makan malemnya jam 5, padahal biasanya jam 7.
Aku sendiri tadi harus berususan dengan pekerjaan cuci mencuci. Lalu sempat juga reschedule jadwal harian. Berhubung sekarang kondisinya lagi ga ada pembantu, ya jadwal yang terakhir kemarin perlu direview dan direvisi (halah kaya skripsi). Ngga banyak perubahan sebenernya, hanya saja lumayan efektif untuk merefresh dan merecharge pikiran. Secara kemarin mulai ngga konsisten ngejalanin jadwalnya. Yup, membuat rencana dan jadwal adalah terapi buat ku...tapi...hehe..masih spt hangat2 tai ayam. Brilliant in planning, still bad in doing..
By the way, yang pasti tadi alhamdulillah, rencana acara akikah sudah 50% keurus, sisanya besok di selesaikan untuk reconfirm dan pembayaran kambing.
Still, i'm not a supermom, and i do not want to be a supermom. I just want to get all things done properly, on time.
14/05/09
Luck Diary #1
Agak terlambat memang memulai luck diary. Tapi lebih baik dari pada tidak sama sekali.
Beberapa hal yang membuatku merasa beruntung di dunia ini:
Dan...beberapa dari 'keberuntungan' yang aku peroleh di beberapa hari terakhir ini...
Beberapa hal yang membuatku merasa beruntung di dunia ini:
- terlahir dari keluarga beragama Islam
- melewati masa perkuliahan yang menyenangkan dan penuh arti
- memiliki suami yang sangat menyayangi dan perhatian
- memiliki anak yang ganteng, cerdas, dan sehat
- hidup di era internet
Dan...beberapa dari 'keberuntungan' yang aku peroleh di beberapa hari terakhir ini...
- Zhafi sudah mulai mengerti apa kewajiban dan apa haknya (hihi...kaya apaan aja...)
- mendapat ciuman mesra dari suami...(hmm...sebenernya hampir selalu sih...tapi untuk luck diary yang pertama, pamer dikit ahh)
- mulai menemukan jalan untuk memanage waktu antara taking care family and kid, housekeeping, dan working at home, semoga segera menemukan komposisi time management yang bener2 cucuok...
- Zhafi semakin lancar komunikasinya, semakin hapal banyak lagu (udah bisa nyanyi lengkap lagu kereta api), dan semakin sumeh sama orang asing (hmm...ini perlu hati-hati juga sih, tapi selama masih dalam pengawasan, it's okay for his social skills)
- i've made my 3 niche articles this week! yia2y!
30/04/09
So Many Things To Tell
Bener nih, banyak peristiwa terlewatkan begitu saja. Pengen nulis, tapi kalau ngga di komputer sendiri kurang asik rasanya.
So...dimulai dari hari ultahku...hmm tidak ada yang istimewa, ya mungkin karena memang saya tidak menganggap itu hari istimewa. Lieur euy, ada yang mau ngucapin atau ngga, ngga terlalu penting. Hehe...tapi...alhamdulillah ada juga yang ngucapin, sahabt-sahabatku lewat SMS, juga ada yang ke wall FB walau dikit (hihihi). Dan karena kebetulan bertepatan dengan acara pertemuan keluarga (rapat panitia pernikahan saudara), sekalian deh tuh...dirayakeun.
Hmm...ngga ada resolusi yang kubuat. Karena resolusi udah saya bikin di awal tahun. Mungkin...ada sedikit perbaikan. Well...let's see
1. Ingin bisa mendapatkan hasil kuliah dari Asian Brain dalam waktu 6 bulan lagi. Paling tidak bisa dapat lah...USD $50,oo.
2. Tetap menjaga amanah membina jaringan bisnisku di dBC-Network. Karena sudah mulai kelihatan ada pergerakan, dan rasanya ngga adil kalau mereka (partner bisnis aka downline-downline) kutinggalkan begitu saja. Well...walaupun sebenernya ini bisnis mereka juga, dan keberhasilan bisnis mereka ada di tangan mereka sendiri. Tapi at least, aku bisa bantu mereka jika diperlukan.
3. Loving and good parenting, good housekeeping, good time management.
4. Lebih mendekatkan diri dengan Allah SWT, inget untuk sedekah, solat, ngaji.
Itu aja sih. Harus bisa!
Next, about my cousins wedding. Hmm, memang apa ya yang mau aku ceritain? Sebenernya tentang persiapan pribadiku sih. Persiapan apa tuh? Persiapan untuk bener-bener fokus ke keberhasilan acara, bukan yang lain.
Nanti aku upload foto-foto nikahan di sini. Juga ada video lucu tentang anakku, Zhafi. Hihihi...
So...dimulai dari hari ultahku...hmm tidak ada yang istimewa, ya mungkin karena memang saya tidak menganggap itu hari istimewa. Lieur euy, ada yang mau ngucapin atau ngga, ngga terlalu penting. Hehe...tapi...alhamdulillah ada juga yang ngucapin, sahabt-sahabatku lewat SMS, juga ada yang ke wall FB walau dikit (hihihi). Dan karena kebetulan bertepatan dengan acara pertemuan keluarga (rapat panitia pernikahan saudara), sekalian deh tuh...dirayakeun.
Hmm...ngga ada resolusi yang kubuat. Karena resolusi udah saya bikin di awal tahun. Mungkin...ada sedikit perbaikan. Well...let's see
1. Ingin bisa mendapatkan hasil kuliah dari Asian Brain dalam waktu 6 bulan lagi. Paling tidak bisa dapat lah...USD $50,oo.
2. Tetap menjaga amanah membina jaringan bisnisku di dBC-Network. Karena sudah mulai kelihatan ada pergerakan, dan rasanya ngga adil kalau mereka (partner bisnis aka downline-downline) kutinggalkan begitu saja. Well...walaupun sebenernya ini bisnis mereka juga, dan keberhasilan bisnis mereka ada di tangan mereka sendiri. Tapi at least, aku bisa bantu mereka jika diperlukan.
3. Loving and good parenting, good housekeeping, good time management.
4. Lebih mendekatkan diri dengan Allah SWT, inget untuk sedekah, solat, ngaji.
Itu aja sih. Harus bisa!
Next, about my cousins wedding. Hmm, memang apa ya yang mau aku ceritain? Sebenernya tentang persiapan pribadiku sih. Persiapan apa tuh? Persiapan untuk bener-bener fokus ke keberhasilan acara, bukan yang lain.
Nanti aku upload foto-foto nikahan di sini. Juga ada video lucu tentang anakku, Zhafi. Hihihi...
20/04/09
Persahabatan Bagai Kepompong
Baruu aja tadi siang mengalami sedikit perasaan yang tidak menyenangkan dipicu oleh beberapa hal. Dan mulailah aku dengan adegan complaining...complaining...complaining...
Aku mulai sadar beberapa kali aku mengucapkan kata bernada complaining. DAn aku memilih diam sambil membatin astaghfirullahal 'adzhimm. Beruntung...hari ini ada acara Mario Teguh the Golden Ways. Membahas tentang bagaimana sebuah persahabatan bisa mengubah ulat menjadi kupu-kupu (dan memang acara dibuka dengan penampilan si penyanyi lagi tersebut, Sind3ntosca).
Persahabatan itu bukan tentang dia, tapi tentang aku, tentang kita sendiri. Mencari sahabat tidak dimulai dengan mencari orang bersifat yang kita inginkan, atau mengubah dia menjadi yang kita harapkan. Bersahabat itu adalah tentang mengubah 'aku', bukan mengubah 'dia'.
Jagalah teman-teman kita agar dekat, dan jagalah musuh kita untuk lebih dekat lagi. Orang yang kita anggap sebaga musuh ternyata adalah orang yang dengan senang hati mau mengubah kita menjadi orang yang tangguh, yang kuat, menjadi probadi yang adorable. Karena si musuh ini selalu mencari kelemahan dan kekurangan kita. Dan menunjukkannya pada kita, ini lho kelemahanmu. Apalagi yang perlu kita lakukan untuk mengatasi kelemahan itu, dengan memperbaikinya tentu. Tapi seringnya, kita sendiri (atau cuma aku ya...) terburu-buru terbawa emosi dan malah memilih menjauhi si musuh ketimbang memikirkan hal-hal apa yang perlu dilakukan untuk memperbaiki kelemahan kita.
Tidak mudah awalnya memang, untuk berbesar hati menerima kenyataan akan kelemahan kita. Tapi...dengan menyadarinya dan mau berbesar hati, satu langkah kecil untuk memperbaikinya adalah lompatan besar. Insya Allah, kita akan semakin kuat dan tangguh. Dan Allah akan memberikan semakin banyak ujian pada orang yang terpilih.
Merenungi bahwa keseluruhan hidup ini pun adalah proses mengubah ulat menjadi kupu-kupu.
Aku mulai sadar beberapa kali aku mengucapkan kata bernada complaining. DAn aku memilih diam sambil membatin astaghfirullahal 'adzhimm. Beruntung...hari ini ada acara Mario Teguh the Golden Ways. Membahas tentang bagaimana sebuah persahabatan bisa mengubah ulat menjadi kupu-kupu (dan memang acara dibuka dengan penampilan si penyanyi lagi tersebut, Sind3ntosca).
Persahabatan itu bukan tentang dia, tapi tentang aku, tentang kita sendiri. Mencari sahabat tidak dimulai dengan mencari orang bersifat yang kita inginkan, atau mengubah dia menjadi yang kita harapkan. Bersahabat itu adalah tentang mengubah 'aku', bukan mengubah 'dia'.
Jagalah teman-teman kita agar dekat, dan jagalah musuh kita untuk lebih dekat lagi. Orang yang kita anggap sebaga musuh ternyata adalah orang yang dengan senang hati mau mengubah kita menjadi orang yang tangguh, yang kuat, menjadi probadi yang adorable. Karena si musuh ini selalu mencari kelemahan dan kekurangan kita. Dan menunjukkannya pada kita, ini lho kelemahanmu. Apalagi yang perlu kita lakukan untuk mengatasi kelemahan itu, dengan memperbaikinya tentu. Tapi seringnya, kita sendiri (atau cuma aku ya...) terburu-buru terbawa emosi dan malah memilih menjauhi si musuh ketimbang memikirkan hal-hal apa yang perlu dilakukan untuk memperbaiki kelemahan kita.
Tidak mudah awalnya memang, untuk berbesar hati menerima kenyataan akan kelemahan kita. Tapi...dengan menyadarinya dan mau berbesar hati, satu langkah kecil untuk memperbaikinya adalah lompatan besar. Insya Allah, kita akan semakin kuat dan tangguh. Dan Allah akan memberikan semakin banyak ujian pada orang yang terpilih.
Merenungi bahwa keseluruhan hidup ini pun adalah proses mengubah ulat menjadi kupu-kupu.
Langganan:
Postingan (Atom)
Dapat Insight untuk My Life Project
Life Project itu adalah berkebun. Bukan karena hobi, ini awalnya aku mau serius berkebun Udah lama aku punya mimpi pengen punya kebun sayur...
-
Liburan sudah hampir selesai. Adek sudah harus masuk sebenarnya, tapi sejak kemarin demam jadi izin dulu. Si Mas masih minggu depan masuknya...
-
Jumat lalu, akhirnya Zhafi kembali nyantri. Jangan tanya gimana rasanya. Sedih, khawatir tapi juga merasa tenang. Khawatir karen...
-
Iya, tahun 2024 ini adalah tahun kemunduran terparah bagi perkembangan kepribadianku. Begini ceritanya. Aku memang aslinya orang yang introv...