11/12/24

Kulari Ke Pantai ... (Tanjung Lesung)

Bulan November lalu, ada acara Family Gathering kantor Ayah. Tahun ini acaranya diadakan di Tanjung Lesung Hotel & Resort, tanggal 22-24 November. Main ke pantai deh kita!

Karena Ayah masih ada kerjaan yang harus diselesaikan di tanggal 22 (Jumat), jadi kami memutuskan berangkat di hari Sabtu, 23 November. Kita jalan dari rumah jam 3 malam, dan jam 4 kami mampir di rest area untuk sholat subuh di Masjid... 

Setelah sholat, kami lanjutkan perjalanan dan tiba di venue sekitar jam 7 pagi. Setelah check in dan menaruh barang-barang di kamar, kami ikut sarapan di restoran hotel. Menunya ada sereal, bubur ayam, bubur kacang ijo, buah, kue tradisional, dan menu prasmanan. Btw, penginapannya bentuknya resort, jadi 1 pondokan ada 2 kamar. Jadi kita berbagi pondokan dengan keluarga lain. 

Selesai sarapan, Fariha minta berenang, padahal ayahnya mau tiduran dulu dan Hanan juga udah terlanjur mandi (pas berangkat tadi, cuma Hanan yang belum mandi). Karena kekeuh pengen berenang, ya jadi aja dia berenang sendiri. Aku juga belum mood berenang, jadi cuma nemenin aja di pinggir kolam. Setelah berenang sebentar, lalu bilas dan mandi lagi. Rupanya Ayahnya lagi main  outdoor game bareng seluruh pegawai kantor. Aku ajak Fariha dan Hanan jalan-jalan ke pantai. Lalu Ayah gabung karena udah selesai gamenya. Kita foto-foto di sekitar pantai, lalu main air dan pasir di pantai. Untung ada lapak penjual mainan pasir di dekat resto, jadi Fariha bisa main pasir. 

Malamnya, ada acara Gala Dinner di Resto. Acaranya ya nyanyi, pengumuman pemenang dan pembagian hadiah lomba. Tapi belum sampai selesai aku dan anak-anak udah balik ke kamar. 

Keesokan harinya (Minggu 24 November), setelah sarapan, kami langsung main ke Pantai lagi. Main pasir dan main air, lanjut berenang di kolam renang hotel. Berenang sampai puas. Setelah itu kita check out, dan mampir makan siang di warung makan Sunda yang underrated. Ini warung penampakannya biasa, tapi masakannya enak. Tapi lupa aku nama tempatnya apa. Alhamdulillah jam 5 sore kita sudah sampai di rumah. 



Akhirnya Sholat Jumat Lagi Setelah Absen Dua Tahun

Ini bukan kisah inspiratif. Pengalaman parentingku memang ngga bagus-bagus amat, bukan yang ideal, mungkin kurang bagus malah, bukan yang bisa dibanggakan gitu. Kuakui, sebagai ibu yang juga punya isu kesehatan mental yang kurang baik, penerapan parentingku banyak sekali yang ngga sesuai dengan parenting yang baik. Walaupun belajar parenting, tapi ternyata aku lupa untuk menyelesaikan urusanku sendiri. Jadi ilmu parentingnya agak sulit aku terapkan. Halah, jadi curhat...

Balik lagi ke topik dan judul. Jadi ini cerita tentang anak keduaku. Hanan. Sebagai muslim, tentunya kami ajarkan tentang sholat kepada anak-anak sesuai dengan kemampuan kami. Hanan mulai ikut sholat Jumat umur 8 tahun, itu sejak dia masuk sekolah dasar. Kenapa dia masuk SD usia 8 nanti akan aku ceritakan di postingan tersendiri. Usia 9 tahun (kelas 2), itu tahun 2019-2020, Hanan sholat Jumat di sekolah. Kalau tidak sedang sekolah, Hanan sholat Jumat bareng temannya atau ayahnya kalau pas bisa nemenin.

Datanglah pandemi di tahun 2020. Waktu itu diberlakukan lock down (waktu itu namanya PPKM) sepenuhnya. Pembelajaran dilakukan di rumah. Ibadah juga harus di rumah, termasuk sholat Jumat. Kantor ayahnya juga memberlakukan work from home. Jadi setiap hari Jumat, sholat Jumatnya di rumah sama ayahnya. 

Selama pandemi, ada masanya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) alias lock down dilonggarkan. Ayah balik kerja di kantor, masjid juga mulai mengadakan sholat Jumat dengan menjaga jarak, sekolah mulai mengadakan lagi pembelajaran tatap muka (PTM) bagi yang mau. Buat Hanan, aku masih belum berani untuk membiarkan ikut PTM, jadi masih lanjut belajar di rumah. Nah sholat Jumatnya ini, dia masih di rumah. Sepertinya kelamaan berlangsung seperti itu, yang lain sudah mulai sholat Jumat di masjid, Hanan sering terkendala mau Jumatan ngga ada barengannya. Akhirnya, menjadi kebiasaan buruk. Setiap Jumat ngga sholat Jumat, walaupun saat itu ada Ayahnya yang lagi ngga ngantor dan bisa nemenin. Waktu liburan lebaran, saatnya sholat Jumat, sepupu-sepupunya pada berangkat, Hanan ngga berangkat. Di rumah setiap aku bilang mau antarin dia sholat Jumat dia ngga mau dan malah berpura-pura tidur. Itu berlangsung sampai sekitar bulan Mei 2023. 

Di waktu-waktu ini, lagi booimg banget warung es krim Mixue. Hanan kayanya penasaran banget, dan berkali-kali minta diajak nyobain es krim di situ. Aku dari awal sama sekali ngga minat dan ngga mau ajak anak-anak ke sana. Karena apa ya? Ya pertama, dia jualan es krim dan minuman manis aja. Kedua, Mixue ini retail tenant dari China, kaya males aja mau nyobain. Jadi waktu Hanan berkali-kali bilang pengen ke sana, aku dengan tegas jawab NGGA dengan menjelaskan alasannya yang berkaitan dengan kesehatan. 

Tapi...entah dapat wangsit dari mana, aku kepikiran ide ini. 

"Hanan, ibu mau ngajak ke Mixue, hari Jumat habis sholat Jumat. Gimana?"

Waktu itu respon Hanan ya ngga setuju. Tapi aku ngomong seperti itu terus setiap kali dia ngomongin pengen ke Mixue. 

Akhirnya di sekitar pertengahan bulan Mei 2023, dia (dengan berat hati hihi...) mau ambil tantangan itu. Tapi waktu itu dia ngga mau sholat di mesjid dekat rumah. Sekalian aku tawarkan sholat di mesjid yang dekat dengan warung Mixue terdekat, dan itu ada di lokasi yang letaknya sekitar 10 menit perjalanan naik mobil dari rumah. Di hari H-nya, aku antarkan dia naik angkot, sembil gendong Fariha panas-panasan ke mesjid yang dimaksud. Namanya Masjid Haji Na'im, di daerah sekitar Pasar Curug. di seberangnya ada warung Mixuenya. 

Sholat Jumat pertama, aku tungguin dia di depan masjid sambil gendong Fariha yang ketiduran. Oh ya, sambil nunggu, aku makan di warung padang depan masjid. Setelah selesai sholat, sesuai janji, aku ajak dia beli es krim di Mixue. Alhamdulillah... akhirnya anakku lanang mau sholat Jumat lagi. 

Jadi, agenda mingguanku setiap Jumat adalah nganterin Hanan sholat Jumat dan traktir es krim Mixue. Cuma ya itu, masih harus sesuaikan dengan kemauan dia juga yang masih belum mau sholat di masjid dekat rumah. Bahkan sempat beberapa bulan aku harus nge-grab car ke Citra Raya dan menempuh perjalanan selama kurang lebih 25 menit untuk sekedar untuk antar Hanan sholat Jumat di mesjid daerah sana plus traktir es krim Mixue. Tetapi... perlahan-lahan, lama kelamaan, Hanan udah mau sholat Jumat di mesjid dekat rumah dan ngga harus traktir Mixue. Mixuenya diganti jus buah, kadang malah ngga sama sekali. 

Alhamdulillah aku bersyukur atas semua yang terjadi. Mungkin caraku kurang tepat, tapi itulah yang bisa aku upayakan. 

Untuk Hanan.... Ibu ridho pada Hanan. Semoga Allah limpahkan ridhoNya, taufik dan hidayahNya untuk Hanan, dan selalu menunjukkan jalan yang lurus untuk Hanan, dan semoga Allah lembutkan hati Hanan menerima nasihat baik dan menjalankannya. Aamiin...


09/12/24

Perjalanan ke Bandung

Tanggal 7 dan 8 Desember kemarin, kami sekeluarga ke Bandung. Tujuan utamanya adalah survey pesantren yang direferensikan oleh Babanya Ajib, tetangga kami dulu waktu tinggal di Taman Royal 3. Kalau dari cerita yang bersangkutan, pesantren ini ramah anak berkebutuhan khusus. Oke, layak ni didatangi langsung untuk cari info lebih jelas. 

Kami berangkat dengan Travel DayTrans di hari Sabtu 7 Desember jam 6 pagi. Alhamdulillah, persiapan di pagi hari berjalan lancar, dan kita bisa tiba di tempat penjemputan sebelum jam 6. Berangkat tepat waktu, perjalanan lancar ngga ada macet, dan tiba pun tepat waktu. Kami turun di Pasteur, menunaikan hajat ke toilet umum, dan isi perut yang lapar. 

Setelah merasa cukup, Ayah pesan taksi online untuk mengantar ke Pesantren yang kami tuju. Alhamdulillah, dapat kendaraan dan sampailah kami di pesantren itu. Namanya Kampung Qur'an Cendikia (KQC). 

Survey Kampung Qur'an
Selama di sana, kami bertanya banyak hal. Dari mulai hal umum sampai yang khusus, terutama berkaitan dengan isu yang dialami Faiq Hanan. Penjelasan-penjelasan yang mereka berikan cukup memberikan rasa optimis kalau ini sepertinya cukup pas untuk Hanan. Ini catatan-catatan kami:

1. Penerimaan santri dalam jumlah yang sedikit (sekitar 20-30 santri), sehingga santri terpantau betul oleh para pengasuh dan ustadznya. 
2. Musyrif dan ustadz tinggal di kawasan pesantren. Bahkan kamar musyrifnya ada di sebelah kamar santri. 
3. Pendekatan personal sesuai karakter anak ketika ada masalah. 
4. Sudah ada pengalaman-pengalaman menghadapi anak dengan kebutuhan khusus, termasuk ketika anak tantrum.
5. Ketika memberi jawaban tentang poin nomor 4, ustadz bicara apa adanya, ngga menjanjikan hal yang berlebihan, tapi cukup meyakinkan kami mereka punya dedikasi dalam mendidik anak dengan kondisi apapun. 
6. Tempatnya sangat homey, dan sesuai dengan Hanan yang suka eksplorasi. Semi alami, berbukit-bukit, dan sejuk.

Singkat cerita, aku dan suami melihat, tempat ini memungkinkan jadi tempat belajar yang sesuai kebutuhan Hanan. Semoga. 

Liburaaan
Selesai dari KQC, kami jalan ke Minimart Yomart. Belanja bekal cemilan buat di hotel. Karena hotel tempat nginap kami jauh dari mana-mana hahaha. Di situ ada mainan odong-odong, seneng banget deh si Fariha. Selesai belanja dan main, baru deh kita ke penginapan, di Dago Highland. Kita naik Gocar ke sana. Wuih asli, menuju ke sana naik turunnya lumayan curam. Tapi begitu sampai di sana, lumayan bagus sih pemandangannya. 

Setelah check in, Fariha ngga sabar pengen berenang. Setelah makan modal pop mi dan ngegrab food, ayah dan anak-anak pada berenang. Ibunya ngga dulu. Yang pertama karena lagi haid, yang kedua, aku ngga bisa berenang di tempat dingin. Kupingku bakal kerasa sakit banget, plus seluruh badan kaya kebas gitu. 

Dan Hari itu ditutup dengan makan malam Kebab pesan via gofood. Kebabnya enak. 

Besok harinya, jam 3 aku udah bangun langsung mandi. Rencana hari ini mau lihat sunrise di Tebing Keraton, di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda. Rencana mau berangkat jam 4.30, ayah dan anak-anak ngga usah mandi, ganti baju aja. Baru dapat taksi online jam 5 am. Ya sudahlah berangkat. Sampai gerbang kawasan Tahura Taksi ngga boleh masuk lagi karena dikuasai ojek panggilan. Jadinya kita naik ojek untuk bisa sampai di Pos 5 Tahura. Sampai di Pos 5, eh pintu nya belum dibuka. Petugasnya terlambat datang nih. Mataharinya udah keluar. Ya gagal deh lihat sunrise. Masuk ke sini bayar tiket 17ribu per orang. Asiknya jalan-jalan di hutan pagi-pagi. Udaranya... sejuk. Dan sampailah kita di Tebing Keraton... 

Maasya Allah Tabarakallah.... ngga papa ngga dapat sunrise, tanpa itu pemandangan di sini udah maasya Allah cakep sekaliiiii.... sampai mau nangis! 

Bagus banget. Sayang ketemu sekelompok orang ngerokok asapnya mengganggu banget. Tapi beneran bagus banget. Kaya ngga pengen pergi. Tapi akhirnya kita selesai di situ dan jalan-jalan menyelusuri kawasan di pos 5. Melihat camping ground, dan balik lagi keluar pintu pos 5. Dapat udara segar alhamdulillah. 

Dari situ kita naik ojek yang tadi lagi, dipanggil via wa. Kita naik ojek langsung sampai penginapan. Sempat ada drama ban motor kempes dan (kayanya) bocor, padahal jalanan naik turun. Alhamdulillah selamat sampai penginapan. Sampai penginapan kita sarapan di resto, lanjut berenang lagi Fariha dan Ayah. Kita check out jam 11an, dan langsung naik taksi online ke travel DayTrans di Dipati Ukur. 

Sempat bingung beli oleh-oleh di mana. Untungnya di sekitar situ Ayah nemu tempat jualan oleh-oleh nyempil dekat masjid. Misi beli oleh-oleh terselesaikan. Alhamdulillah liburan singkat yang cukup berhasil lah.... Kita bisa pulang ke Jakarta dengan tenang, walau ngalamin macet pas keluar Bandung. Sekitar pukul 5 sore kami sampai di Rawasari. 




Tumbuh Kembang Fariha 3 Tahun 8 Bulan

Lama ngga update perkembangan Fariha.

Di usia yang sekarang ini (3 tahun 8 bulan) pencapaian Fariha akan aku catat di sini.

Fariha sekarang ini lagi suka kegiatan seperti prakarya (menggunting, menempel), menggambar, main lempar tangkap bola, mewarnai, main air, berenang (masih pakai pelampung).

Teman bermainnya di rumah selain Ibu dan Mas Hanan, yang dia kenal akrab ada Safia, Kak Gina, Acil. Kalau di rumah Yangtinya, main bareng sepupunya yang seumuran: Gara dan Gendis. Kadang diajak main juga sama kakak sepupunya Alesha. 

Alhamdulillah, untuk toilet training sudah 75% progressnya. Kalau mau BAK dia sudah bisa bilang sebelum pipis, dan sudah jarang ngompol, kecuali kalau malam. Malam masih pakai diapers. Pergi juga masih suka aku pakaikan diapers. Ibunya masih ngga pede kalau tanpa diapers, apalagi perjalanan jauh. Tapi sebenernya dia udah bisa tetap bilang mau pipis walau pakai diapers. Ya semoga bulan depan aku ngga perlu lagi pakaikan diapers untuk pergi. Mungkin bulan ini juga sudah bisa insha Allah. Kalau tidur malam ini yang masih PR juga. 

Tapi aku seneng banget, alhamdulillah. Buang air besarnya akhirnya sekarang dia udah mau dan bisa BAB di kloset kamar mandi. Awalnya kan ngga mau, dan selalu bilang ngga bisa kalau diminta BAB di kloset. Tapi kemarin ada momentumnya. Fariha lagi suka karakter Robocar Poli. Lalu aku bilang, akan kasih hadiah mainan Robocar Poli kalau Fariha bisa BAB di kloset. Di luar ekspektasi, tanpa drama dia langsung mau dan bisa lho. Alhamdulillah. Langsung deh itu mainan aku belikan. 

Masalah waktu makan juga masih PR, sih. Setiap diajak makan (pagi, siang, sore) hampir selalu harus sambil nonton Youtube di HP. Ada kalanya dia mau makan tanpa itu. Tapi itu kalau lagi bener-bener lapar. Ya memang harusnya dilaparkan dulu ya. Tapi membuat dia lapar di kondisi sehari-hari itu jadi tantangan juga. Karena dia pasti udah pengen dan minta ini itu duluan. Dan aku belum bisa konsisten untuk itu. 

Fariha juga udah mulai ngerti shopee. Mulai minta ini itu di shopee. Hadeeh..

Satu hal lagi yang agak mengganggu pikiranku. Fariha masih suka minta minum susu di botol dot. Kemarin sempat lama aku ngga kasih, tapi sekarang karena tetiba dia minta banget, kupikir apa kasih aja lah ya... mumpung masih usia yang tolerable untuk ngedot. Biar puas dari rasa penasarannya. Daripada nanti dia penasaran terus kebawa sampai tambah besar. Jadi ya, kukasih lah dot. Tapi tetap aku kasih batasan. Hanya untuk minum susu di rumah saja. Kalau lagi di luar rumah ya ga bawa-bawa dot. Dan minum susu aku batasi 2x aja sehari. 

Kalau perkembangan motorik kasar Fariha :

1. Berlari

2. Berdiri 1 kaki

3. Melompat dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah

4. Berjalan meniti 1 garis 

5. Melompat di trampolin

6. Naik tangga 

7. Main perosotan udah bisa, tapi belakang ini suka kadang-kadang takut. 

8. Memanjat masih takut, belum lancar. Padahal sebenarnya bisa. 

9. Melompati tali


Motorik halus:

1. Menggunting garis lengkung / lingkaran

2. Memasang isolasi

3. Mewarnai tidak keluar garis

4. Menggambar lingkaran

5. Menempel di bidang datar

6. Menuang cairan ke dalam gelas 

7. Menyendok dan memasukkan ke dalam gelas

8. Mengancing dan melepas kancing baju

9. Meronce bisa, tapi masih perlu dibantu

10. Memakai dan melepas celana

11. Memakai baju (kalau melepas baju belum bisa)

12. Konstruksi balok menjadi rumah, istana, kereta, dan macam-macam lainnya.

13. Cuci peralatan makan (plastik)


Bahasa dan ekspresi:

1. Sudah pandai membuat argumen

2. Pandai bernalar

3. Membuat kalimat-kalimat panjang

4. Bercerita dengan ekspresi yang lucu. Dia suka cerita misalnya, "Ih itu dino nya gede banget, tauu..." sambil matanya membulat dan suaranya meninggi. Wkwk... gemesh!


Sosial emosi:

1. Punya inisiatif bikin ini itu tapi minta dibantu ibunya. Jadi dia yang ngide, tapi merasa belum bisa, ibunya yang suruh bikinin bagian yang dia ngga bisa. Nah bagian yang dia bisa baru dia yang kerjain. Haha...

2. Mau bercerita kepada orang yang dia udah kenal. Kepada orang yang baru kenal atau jarang ketemu, kebanyakan diam.

3. Agak enggan kenalan dengan orang baru.

4. Suka inisiatif membantu ibu menjemur, cuci piring. 

5. Suka nyanyi - nyanyi kecil kalau sedang main sendiri.





25/07/24

Jurnal 25 Juli 2024

 Aku bersyukur untuk hari ini. Aku membersihkan rumah mencuci dan melakukan banyak hal yang ada di checklist ku. Alhamdulillah


Tapi sekaligus ada yang kusesali. Aku masih mudah tertrigger emosi Krn perilaku anak. 

Aku maafkan diriku .. semoga selanjutnya Allah mudahkan aku untuk bisa menahan diri.

25/07/23

Hari-hari Bersama OAT

Sudah sejak bulan Mei aku akrab dengan OAT alias obat anti tuberkulosis. Sejak Fariha divonis positif TB, rutinitas bertambah setiap pagi. Setiap Fariha bangun tidur, setelah kuajak ke kamar mandi, lalu aku ajak minum air dan minum obat. Awalnya dia masih mau tanpa dipaksa. Obatnya berupa 2 tablet yang hancur ketika diberi air.

Berjalan sebulan, Fariha agak sedikit menolak sekarang ketika waktunya minum obat. Tapi ya apa boleh buat. 

Sebulan kemudian, Hanan juga menyusul divonis TB. Diapun harus minum obat anti TB juga dengan dosis yang berbeda. Perjuangan ngajak Hanan minum obat dari dulu ngga pernah mudah. Penuh drama, tensi tinggi. Pusing kepala pegel hati. 

Tapi alhamdulilah sekitar sepuluh hari terakhir ini ada juga cara menyenangkan supaya Hanan mau minum obat tanpa drama. Minta bantuan Fariha untuk nyuapin obatnya ke mulut Hanan. Selama ini Fariha suka kalau diminta nyuapin suplemen ke aku atau ayahnya. Ternyata ke Hanan juga sama. Dan Hanan juga suka kalau adiknya yang nemenin minum obat. Terjadilah simbiosis mutualisme yang indah. Hihi.

Kabar baiknya, BB Fariha sekarang mencapai angka 10 kg. Alhamdulillah. Semoga naik terus dan ngga seret lagi, dan bisa sembuh tuntas TB nya. 

15/05/23

Perjalanan Menyapih Fariha

Untuk Fariha, anak ketiga ini, aku inginnya menyapih dengan cara yang baik. Ideal. Weaning with love gitu. Tapi pada akhirnya, aku harus pasrah menerima proses menyapih yang ngga berjalan sesuai harapan. Maafin Ibuk, ya, Fariha. 

Ngga ada yang bisa aku ceritakan di sini selain usahaku untuk bisa menyapih dengan cara yang baik.

Awalnya usia 12 bulan lebih aku mulai ga kasih nenen di siang hari. Atas saran dokter anak karena BBnya kurang sesuai kurva normal, nenen di siang hari ditiadakan. Supaya siang hari diutamakan MPASI supaya nutrisinya cukup dan BB bisa naik dengan bagus. 

Praktis nenen hanya di malam hari. Mulai dari sejak maghrib sampai pagi jam 6.  

Lalu sejak usia 18 bulan aku mulai sounding ke Fariha untuk berhenti nyusu atau nen. Mendekati 24 bulan, lebih sering sounding. 

Sebulan menjelang Fariha usia 2 tahun aku mulai kurangi nenen di malam hari. Sounding ke Fariha tampak tidak berefek sesuai yang diharapkan. Masih minta nenen sampai nangis teriak. 

Dua minggu setelah ulang tahun, suami dan keluarga mulai support untuk menyapih. Oke aku akhirnya Siap. 

Hari pertama menyapih itu sabtu malam. Masih Sounding dengan agak mengiltimatum. Hehe. Fariha..  Hari ini hari terakhir nenen ya. Besok Fariha udah ga nenen lagi ya. Fariha udah berhenti nenennya ya. 

Hari kedua, mulai deh diberlakukan. Pas dia minta aku ga kasih. Aku ingetin yang aku omongin ke dia kemarinnya. Apakah beliau mau mengerti? Cencu tydhagg! Dia berusaha meminta dengan menangis, teriak, meraung, berontak. 

Cukup lama akhirnya suami bilang... Coba buk, itu nenennya dikasih lipstik kaya Bik Engkoy (yang suka urut Fariha). Aku ngga mau... Awalnya. Karena aku masih berharap bisa menyapih tanpa harus bohongin Fariha kalau nenenku ada apa-apanya. 

Tapi... Setelah setengah jam lebih raungan dan tangisan belum ada tanda-tanda berhenti, akhirnya aku menyerah. 

___15/05/2023___ Bersambung …

Aku olesi puting dengan sesuatu yang membuat Fariha langsung berhenti menangis minta nenen dengan seketika. Aku inget Fariha sempat menanyakan sesuatu dengan suaranya yang lucu dan menggemaskan. Sampai akhirnya dia ngga bertanya lagi dan tertidur di gendonganku. 

Ada rasa lega akhirnya Fariha berhenti menangis dan merengek. Tapi terselip juga perasaan kasihan dan bersalah karena harus berhenti dengan cara seperti ini. Belum lagi aku harus melakukan ini untuk sekitar 1 minggu sampai Fariha ngga lagi minta nenen. 

Maasya Allah, Fariha, Ibuk nulis ini jadi ngerasa mellow sendiri. Masa menyusui Fariha itu kenangan sangat indah sekali buat Ibuk. Apalagi di 6 bulan pertama. Semoga buat Fariha juga, ya. Maafin Ibuk ya, kalau mengakhirinya mungkin di saat Fariha belum bener-bener siap. Tapi ada beberapa alasan yang bikin ayah sama Ibuk memutuskan untuk mengakhiri masa menyusui ini. Di antaranya adalah masalah berat badan Fariha. Bismillah, semoga Fariha ridho ya. 

___16/07/2023___


Dapat Insight untuk My Life Project

Life Project itu adalah berkebun.  Bukan karena hobi, ini awalnya aku mau serius berkebun Udah lama aku punya mimpi pengen punya kebun sayur...