11/12/17

Grab Your Imagination #6

Ibuk berharap, Zafir dan Hanan bisa punya tanggung jawab dengan kebersihan dan kenyamanan di rumah. Yaitu dengan ikut melakukan pekerjaan rumah tangga sesuai dengan kemampuan masing-masing. Maka, muncullah kisah ini.

🏎️🏍️🚘🛵🚕🚚🚚🚌

Pagi yang cerah di hari Minggu. Kakak Caca dan Adik Cici sedang asyik berjalan-jalan pagi. Kemudian, mereka ambil sepeda dan bersepeda keliling kompleks.

Terdengar suara Ibu memanggil Kakak Caca.
"Cacaa..."
"Ya, Buu... "
"Bisa bantu Ibu dulu, Nak?"
"Bantu apa, Bu?" sahut Caca enggan.
"Bantu Ibu menyapu halaman depan. Ibu sedang menyiapkan makanan untuk arisan nanti siang."

Caca masih tidak mau beranjak dari sepedanya. Dia sebal sekali, Ibu selalu saja menyuruhnya untuk melakukan pekerjaan rumah tangga.

"Cacaa... " panggil Ibu lagi.
"Ibu, ini kan hari Minggu. Caca mau main-main dulu. Pergi dulu ya, Bu! Assalamualaikum!" Caca cepat-cepat mengayuh sepedanya supaya Ibu tidak memanggilnya lagi.

Ibu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.

Caca lalu main ke rumah Dini, tetangganya di ujung kompleks. Caca ingin ajak Dini keliling naik sepeda. Tapi rupanya, Dini tidak bisa keluar hari ini.

"Maaf, Ca. Aku harus bantu Mama karena Mama sedang sakit. Tapi kamu bisa main sama aku di sini kalau mau. Yuk!"

Caca sebenarnya kecewa. Tapi ia masuk juga ke rumah Dini. Diperhatikannya apa saja yang dilakukan Dini.

Menyapu, mencuci piring, memasak nasi, dan juga membawakan makan ke kamar ibunya.

Caca bertanya pada Dini, "Kamu ngga capek ngerjain pekerjaan - pekerjaan ini?"
"Capek sih, Ca. Jadi ngebayangin, Mama melakukan ini setiap hari sendirian, karena Papa kerja dan kami ke sekolah. Tapi Mama ngga pernah ngeluh. Makanya, pas Mama sakit begini, aku ingin bantu Mama."

Dini tercenung mendengar penjelasan Caca. Seketika Caca merasa menyesal karena sudah bersikap buruk pada Ibu. Caca segera pamit pulang kepada Dini dan mamanya.

Sesampai di rumah, ia minta maaf dan mencium pipi Ibu. Lalu menawarkan bantuan apa yang dibutuhkan Ibu.

10/12/17

Grab Your Imagination #5

Di sore hari yang terik, Miku Si Kucing pulang dari bermain di taman. Dilihatnya Kasut Si Sepatu tampak sedih.

"Kenapa, Kasut? Kok kelihatan sedih?"
"Aku kegerahan nih, gatal-gatal, Miku. Udah berapa lama aku ngga dicuci sama majikanku."
"Oh iya yaa. Tapi sebenarnya kamu ngga terlihat kotor kok."
"Iya, tapi kan bagian dalamku pengap. Lalu ada sedikit cipratan lumpur nih, di bagian tumit."
"Sabar, ya... Mungkin sebentar lagi."

Tidak lama kemudian Dudi si Pemilik sepatu keluar. Dia baru saja akan memakai sepatu ketika dilihatnya noda lumpur di bagian belakang.

"Yaah, kotor," katanya.

Dudi tidak jadi memakai sepatunya. Diambilnya sikat dan sabun, kemudian mengisi ember dengan air. Lalu mulailah Dudi menyikat Si Kasut dengan teliti.
Setelah dibilas, dijemurnya Si Kasut.

Setelah kering dan kembali ke rak sepatu. Miku melihat temannya sudah gembira kembali.

"Wah, keren sekali kamu. Sudah kelihatan bersih."
"Haha, iya. Dudi tadi membersihkan aku."
"Syukurlah."

👟👞👟👞👟👞👟👞👟👞👟👞👟👞

Suatu siang, Ibuk mendapati sepatu Zafir yang kotor. Muncullah ide cerita ini.

08/12/17

Grab Your Imagination #4

Dua mobil pemadam kebakaran yang berteman saling mengucapkan salam ketika bertemu di markas pemadam kebakaran.

"Assalamualaikum, Damdam. "
"Wa'alaikumussalam, Damkar. "
"Hari ini kita ada tugas apa, ya?"
"Belum ada panggilan tugas, kayanya."
"Kalau gitu, kita perlu mandi, nih. Yuk kita ke tempat pencucian."
"Ha, ide bagus."
"Kedua mobil pemadam kebakaran berjalan menuju salah satu sisi halaman markas. Di sana ada petugas yang bersiap untuk membersihkan mobil pemadam."
"Nah, kita berdoa dulu sebelum dimandikan yuk, Damkar."
"Oh yaa..."
"Allahumma inni a'uudzubika minal. Khubutsi wal khabaits."

Setelah selesai dibersihkan, tak lama terdengar sirine tanda panggilan tugas.
Iii... Uuu... Iii... Uuu... Iii... Uuu...

"Damdam, kita ada panggilan nih. Yuk bersiap."
"Baik, Damkar, kita menunggu Kapten dan teman-teman lainnya naik."

Setelah semua petugas pemadam kebakaran naik, Damdam, Damkar, dan semua petugas berdoa keluar markas

"Bismillahi tawakaltu alallaahi, laa haula aa laa quwwata illa billah."

Lalu mereka segera melesat menuju lokasi yang membutuhkan bantuan mereka.

Setibanya di sana, segera petugas melakukan pemadaman api.
Setelah beberapa lama, api akhirnya padam.

"Alhamdulillah. Api sudah padam," kata Damkar.
"Iya, Damdam, alhamdulillah semua atas izin Allah."

Lalu mereka semua kembali ke markas.

🚒🚒🚒🚒🚒🚒🚒🚒🚒🚒🚒🚒

Cerita ini dibuat spontan waktu melihat ada dua mobil damkar dr karton tergeletak di kursi. Ibuk panggil Hanan, mengajaknya duduk sambil mendengarkan cerita duo mobil pemadam.

Hanan yang memang minatnya pada alat transportasi, kelihatan bersemangat dan banyak tertawa mendengarkan cerita. Malah ikut bercerita, dan ikut menjalankan mobil-mobil damkarnya.

Pesan moralnya, mengingatkan untuk selalu berdoa di setiap memulai kegiatan, dan mengucap syukur atas kenikmatan yang Allah berikan.

04/12/17

Road to Healthier Life #week1

Senin 27 Nopember
Alhamdulillah kekuatan dari Allah membuatku mulai menjalankan pola makan food combining hari ini.

Bangun pagi sedikit terlambat, dengan kondisi punggung yang terasa berat dan pegal seperti biasa. Niat puasa ngga terlaksana. Mengawali aktivitas Si Perut hari itu dengan secangkir lemon peras hangat. Setelah minum air putih,  mulai mengkonsumsi buah.

Belanja hari ini menghabiskan 130.000 rupiah untuk sayur, lauk, dan buah. Plus makanan buat Uki dan Miku. Seneng banget, warung sayur langganan menyediakan macam-macam sayur. Selain sayur pada umumnya, sedia juga sayur yang biasa dipakai untuk salad. Ada letus, kol ungu, bit, timun jepang, zukini. Waw... Mulai deh cuci-cuci sayur untuk persiapan jus, salad, dan sayur matang hari itu.

Sholat dhuha terlewat karena terlalu asyik bebersih rumah dan halaman sepanjang pagi.

Siangnya alhamdulillaah bisa konsumsi salad dan jus. Makan siang adalah menu karbo, yaitu 1/4 piring nasi (atau karbohidrat lainnya, diutamakan yg berserat tinggi seperti beras merah), 3/4 sayur, dan protein hewani (tempe, tahu, jamur, kacang merah, dsb). Niatnya, untuk satu bulan ini menjauh dulu dari aneka protein hewani.

Sorenya menikmati alpokat, teh jahe, dan jus sayur. Malamnya kembali menikmati menu karbo dan bikin jus sayur untuk diminum berdua dengan si Ayah.

Cheating hari ini: 1 pcs kue ku isi unti jagung. No gluten, no gorengan.
Alhamdulillah

Selasa, 28 Nopember
Niat puasa sunnah hari ini. Puasa mutlaq ya istilahnya. Puasa sunnah tanpa ada ketentuan hari. Ketika merasa ingin berpuasa karena Allah, maka puasalah.

Alhamdulillah dimudahkan bangun jam 3 karena Hanan mau buang air kecil. Sebenernya punggung masih terasa berat dan pegel. Tapi karena kekuatan dari Allah, bisa dikalahkan. Untuk sahur, aku konsumsi pisang 3 buah plus air putih 2 gelas untuk sahur. Bismillah niat puasa.

Badan yang pegel kucoba atasi dengan stretching 15 menit. Alhamdulillah bisa berkurang signifikan.

Setelah Dhuhur, badan mulai lemes, ngantuk. Mungkin karena lama ngga puasa, tubuh sedang beradaptasi. Setelah jemput Zafir, dipaksa nemenin Hanan mandi. Sekalianlah mulai siapin segala macam sayur untuk jus dan teman makan malam setelah berbuka, walau dengan tubuh bersender karena lemes.

Berbuka dengan air putih, lalu kurma,  dan buah. Setelah sholat maghrib, menikmati makan malam dengan menu karbo. Dan mengakhiri hari itu dengan jus sayur.

Cheating hari ini: pancake pisang tanpa terigu pas berbuka. Huhuhu. Niatnya, bikinin cemilan non gluten buat anak, tapi ngga ada yang doyan. Cuma berkurang setengah. Bahannya cuma pisang diblender dan dicampur telur kocok. Sebenernya sih, no gluten, no sugar, no gorengan. Tapi itu pisang,  dimasak, dicampur protein. Haisss....

Rabu, 29 Nopember
Alhamdulillah bisa bangun sepertiga malam lagi. Daan... Ngga ada sakit punggung! Tetap memulai aktivitas Si Perut dengan konsumsi lemon peras + secangkir air hangat.

Bahagia hari ini, bisa menyiapkan bekal maksi ayah dengan tambahan sayur segar letus dan kol ungu. Hari ini juga Zafir kuajak stretching karena dia mengeluh badan dan punggungnya pegal. Dan memang setelah melakukan stretching katanya lumayan berkurang.

Sarapan buah, snack buah pagi, jus sayur 3 gelas, salad buah, kudapan alpokat, teh herbal, menu karbo untuk siang dan malam.... Alhamdulillah lancar.

Cheating hari ini : ubi madu. No gluten, no gorengan (kecuali tahu goreng hehe), no gula.

Kamis, 30 Nopember
Alhamdulillah, again... , no back pain! Badan seger, hati seger. Hari ini sahur lagi dengan lemper, air putih, sarapan buah naga dan pisang.

Untuk bekal Ayah, kubawain lagi sayur segar untuk salad. Buka puasa makan mangga, kurma. Lalu menu karbo. Minum jus sayur tidak lupa.

Cheating hari ini, umm... Apa ya lupa.

Jumat, 1 Desember
Bangun sepertiga malam, minum lemper hangat dulu. Bikin smoothy mangga buat anak-anak, potong2 buah untuk sendiri. Ada mangga buah naga, pisang.

Siang menu karbo, plus salad. Lagi makan siang, eh, pas kedatengan tamu, alhamdulillah. Kusajikan menu ayam goreng 6 pcs dan 4 porsi kupat tahu. Ternyata si Ayah baru pulang dari Decathlon, juga bawa oleh-oleh ketoprak 4 porsi.

Tamunya makannya ngga banyak, jadi makanan alhamdulillaah turah-turah. Ngasih ke tetangga udah, ke marbot di musholla juga udah. Tapi masih ada 1 bungkus ketoprak dan 2 porsi kupat tahu. Akhirnya jam duaan, ngemil ketoprak tanpa lontong ((NGEMIIIL)). Tau kaan isian ketoprak?  Bihun, tahu, toge. Habis... Daripada mubazir.... #eh.

Sorenya ngemil  jus sayur 2-3 gelas. Ngga punya alpokat, dan ngga keburu bikin teh herbal. Makan malam menu karbo as usual.

Cheating hari ini, ketoprak. (Ya ampun).

😑

Sabtu, 2 Desember
Alhamdulillah, tubuh terpola untuk bangun jam 3an.

Bangun tidur tetap yang pertama adalah lemper hangat. Dilanjut konsumsi air putih beberapa gelas. Makan buah mangga, pepaya, pisang. Alhamdulillah nikmat.

Jam 11 mulai lapar. Mulai racik-racik sayur mentah untuk salad, pakai saus dressing yang dibikin kemarin. Lalu makan menu kupat tahu yang disimpan di kulkas kemarin. Panasin kuahnya supaya seger dan nikmat. Kupat tahu isiannya selain ketupat dan tahu tentu saja, ada kobis dan toge segar, kacang tanah, dan bakwan. Aku sisihkan bakwannya. Sayang kuahnya manis gula merah seperti kuah tahu gejrot. Setelah itu kookkk... makan lemet (ketimus), hikss... 

Nah, siangnya berasa lemes tidak bersemangat. Entah karena apa. Mungkin ya, karena makan kuah kupat sayur dan lemet itu. Langsung bikin jus sayur untuk 2 gelas, teh herbal, dan makan alpokat.

Alhamdulillah badan lebih segar. Malamnya makan menu karbo tapi lupa minum jus buah.

Cheating hari itu, makan pakai kuah gula merah, dilanjut makan ketimus. Oh iyaa, siang itu nyomot gereh balado. Enak banget ngga terasa udah ngambil berapa pcs. Hiikkkss... Pantes lah ya... Lemes. Tapi tetap bersyukur, karena tetap bisa konsisten mengasup salad dan jus sayur, serta menghindar dari gluten. Semua karena kekuatan dari Allah. Semoga bisa istiqomah.

Minggu, 3 Desember
Hari ini cukup lancar. Lemper hangat ketika bangun tidur, minum air putih kurang lebih 8 gelas, sarapan buah di pagi hari, makan siang dengan menu karbo, jus buah (hari ini cuma 2x, siang dan malam), kudapan sore minus jus buah.

Kurang idealnya... Tadi sempat ngemil brokoli goreng, dan nyicip sekitar 1 sdm Thai tea. Bismillah, semoga Allah paring sehat. Aamiin.

03/12/17

Grab Your Imagination #3

Di sekolah saat jam istirahat, Mira terlihat lesu tak bergairah. Mukanya terlihat menahan sakit.

Ibu Guru menghampiri Mira, dan bertanya, "Mira, kamu baik-baik saja?"

Mira menoleh dan menjawab dengan lesu, "Emm... Perut Mira sakit, Bu Guru."

"Mira belum makan?"

"Sudah, Bu Guru. Tapi Mira tadi mau buang air besar ngga bisa."

Bu Guru mengerti sekarang apa masalahnya. Mira sedang sembelit.

"Oh, itu namanya Mira sedang sembelit. Mira tahu, kenapa bisa sembelit?"
Mira menggeleng.

Bu Guru lalu mengambil minyak kayu putih dari dalam tasnya.

"Ibu oleskan minyak ini ke perut Mira ya."
Mira mengangguk sambil membuka sedikit baju bagian perut supaya tangan Bu Guru bisa mengusapkan minyak ke perutnya.

"Mira, Bu Guru mau tanya, ya. Mira suka makan buah dan sayur?"

"Mira ngga suka, Bu Guru. Banyak buah yang rasanya asem, trus sayur rasanya ngga enak."

"Ah, kata siapa buah rasanya asam? Memang ada buah yang rasanya asam, tapi lebih banyak lagi buah yang rasanya manis dan enak, asalkan sudah cukup matang. Contohnya, pisang, mangga, jeruk, pepaya, buah naga. Itu semua manis lho kalau sudah matang."

"Mira dulu pernah makan mangga tapi rasanya asam. Habis itu, Mira ngga pernah mau makan lagi,"

"Nahh, kebetulan nih, Ibu tadi beli mangga. Kita kupas yaa. Ibu juga punya pisang. Salah satu penyebabnya Mira sembelit karena kurang serat di tubuh Mira. Jadi sisa makanan yang harusnya keluar jadi susah dibuangnya. Harus ada serat yang membantu pembuangan sisa makanan. Kalau dibiarkan, perut jadi sakit seperti Mira, lalu lama-lama kotorannya jadi racun di tubuh. Bikin Mira sakit nanti. Mira ngga mau kan jadi sakit?" cerita Bu Guru sambil memberikan kepada Mira pisang dan mangga potong dalam kotak makan Bu Guru.

"Ngga mau, nanti aku ngga bisa main sama teman-teman."

"Nah, kalau gitu, ayo dicoba makan mangga dan pisangnya. Hmmm... Ini manis lhooo!" kata Bu Guru sambil memakan potongan mangga.

Mira memperhatikan Bu Guru. Kelihatannya enak ya. Mira mau mencoba tapi ragu-ragu. Lama kelamaan, diambilnya potongan paling kecil lalu dicicipinya. Hmm manis, pikirnya. Mira lalu terus mengambil sepotong demi sepotong mangga sampaiii...habis.
Bu Guru tersenyum.

"Gimana, Mira. Enak kan?"

"Iya ya,  Bu Guru. Ternyata mangga itu enak banget. Mira suka sekarang."

"Nah, mulai sekarang, Mira harus berani mencoba buah-buahan yang lain. Kalau ada yang asam, belum tentu semuanya asam."

Mira mengangguk mengerti.

"Selain buah, makan sayur juga ya. Dan banyak minum air putih. Supaya lancar buang air besarnya."

"Iya, Bu Guru."

Bu Guru lalu ijin meninggalkan Mira untuk ke kantor guru. Tak berapa lama ketika bel masuk berbunyi, Mira memanggil Bu Guru dengan ceria.

"Bu Guru, perut Mira udah ngga sembelit lagi. Sudah ke kamar mandi tadi."

"Wah, syukurlah. Tuh jadi lancar kan. Itu nikmat dari Allah. Allah ciptakan buah dan sayur untuk dimakan manusia, pasti bermanfaat."

🍠🥕🍅🍉🍈🍇🥒🍆🥑🥝🍍🍓🍒🍑

Cerita ini dibuat karena ingin memotivasi Hanan yang agak susah makan buah dan sayur.

02/12/17

Grab Your Imagination #2

Ciku Si Burung Coklat

Ciku Si Anak Burung sedang murung. Dia merasa tidak beruntung. Dia tidak suka dengan bulunya yang berwarna coklat gelap. Baginya, bulunya kelihatan jelek. Dia berharap bisa memiliki bulu berwarna putih bersih, seperti milik Pak Merpati.

Induk Burung menghampiri Ciku, "Ada apa Ciku? Kenapa terlihat murung?"

Ciki bercerita, dan Induk Burung mendengarkan dengan seksama.

Induk Burung tersenyum.

"Wah, jadi kamu tidak suka warna bulumu sendiri?"
Ciku mengangguk.

Induk Burung lalu mengajak Ciku terbang mencari makan. Ketika sedang berhenti di suatu tempat untuk mencari makanan, terdengar suara gemerisik diantara dedaunan semak. Ciku dan Induk Burung mencari dari mana asal suaranya. Tak lama mereka menemukan seekor burung berwarna putih yang terjatuh. Ternyata sayapnya luka.

"Aduh, kasihan sekali, bu. Burung itu sayapnya luka," kata Ciku.

Ternyata, Si Burung Putih terkena peluru pemburu. Setelah memberikan pertolongan kepada Si Burung Putih, Ciku dan Induk Burung melanjutkan mencari makan dan kembali pulang.

Induk Burung berkata pada Ciku, "Kasihan ya, Si Burung Putih. Mungkin sementara  ini dia tidak bisa terbang sampai sayapnya sembuh. Tidak bisa mencari makan sendiri. Alhamdulillah ya, kita dalam keadaan sehat, sayap kita masih lengkap untuk terbang, bisa mencari makan sendiri sesuai keinginan kita"

"Kita beruntung yaa... Walau mungkin bulu kita tak seindah bulu yang dimiliki burung lain, tapi kita diberikan Allah kesalamatan," lanjut Induk Burung.

Ciku pun tersadar. Iya, ya. Keselamatan Ciku adalah pemberian yang tak ternilai harganya dari Allah. Ciku pun bisa kembali tersenyum dan bersyukur. Tidak lagi merisaukan warna bulunya.

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

Awalnya, Ibuk ingin membuat cerita yang pesan moralnya anak rajin sholat. Tapi ngga kunjung menemukan ide untuk menyampaikannya dengan bahasa yang yang menggurui.

Lalu kok malah teringat sama cerita keluarga burung kemarin. Alhamdulillah bisa memanfaatkan dongeng kemarin dengan mengambil Si Ciku, saudaranya si Sasi, sebagai tokoh utama kali ini.

Pesan moralnya sudah jelas, ya... Mengajak anak untuk bersyukur dan berbahagia dengan apa yang sudah diberikan Allah kepada kita.

Grab Your Imagination #1

Sasi Siap Terbang

Sasi adalah seekor burung yang tinggal di atas sebuah dahan pohon. Sasi baru saja keluar dari cangkang telur bersamaan dengan saudara-saudaranya. Seperti saudara-saudaranya, Ciku dan Mimu, saat baru keluar segera mencari sosok induknya. Sang induk datang tepat pada waktunya, setelah seharian mencari makan untuk dibawa ke sarang.

Ciap ciap ciap, sambut ketiga anak burung ketika melihat induknya membawakan ulat lezat untuk mereka.

Semakin hari, Sasi dan kedua saudaranya tumbuh semakin besar. Sang Induk Burung mulai mengajak ketiga anaknya untuk belajar terbang. Ciku dan Mimu sangat bersemangat belajar terbang. Wah, tapi dimana Sasi? Sasi ternyata bersembunyi di balik dedaunan.

"Kenapa kamu bersembunyi di situ, Sasi? Ayo kita belajar terbang bersama... " Sang Induk menghampiri Sasi.
"Aku tidak mau belajar. Aku mau di sarang saja!" jawab Sasi.
"Kenapa kamu tidak mau? Lihat serunya Ciku dan Mimu mencoba untuk terbang. Kamu tidak mau merasakan serunya?" bujuk Sang Induk.
"Ngga mau!"
"Ya, sudah. Tidak apa-apa kalau Sasi belum siap."

Beberapa hari kemudian, Ciku dan Mimu sudah bisa terbang dengan baik. Makin hari makin jauh perginya. Setiap hari, Ciku dan Mimu pergi terbang entah kemana. Sepulangnya, selalu membawa oleh-oleh cerita seru.

"Ibuu... Tadi aku terbang ke taman bunga. Aku melihat banyaaak sekali bunga cantik berwarna-warni. Ada merah, biru, ungu, kuning, juga warna jingga. Bentuknya juga lucu-lucuuu. Aku suka melihatnya dari atas, Bu. Inddaah sekali, " cerita Mimu suatu kali.

"Ibu, Ibu..., tadi di pinggir sungai itu ada ada suara nyanyian yang lucu. Ternyata ada banyak katak di situ yang sedang bernyanyi. Mereka kelihatannya senang karena hujam sudah turun. Aku tadi hampir kehujanan, lalu aku berteduh di sebuah pohon, " Ciku tak kalah seru bercerita.
Begitu seterusnya Ciku dan Mimu bercerita pengalaman yang ditemui saat terbang menjelajah tempat-tempat baru. Sang Induk mendengarkan dengan seksama cerita mereka.
"Wah, pasti menyenangkan yaa, bisa melihat tempat baru dan hal baru."

Sasi ikut mendengarkan cerita saudara-saudaranya dengan penuh kekaguman. Lalu timbul rasa sedih karena ia belum pernah melihat secara langsung apa yang sudah dilihat oleh saudara-saudaranya.

Sang Induk menghampiri Sasi yang sedang bersedih.
"Ada apa, Sasi?"
"Aku sedih, Bu... Ciku dan Mimu bisa pergi ke berbagai tempat. Mereka bisa menemukan banyak hal seru dan menarik. Tapi aku cuma ada di sarang ini. Tidak tau bagaimana caranya bisa ke tempat-tempat yang indah dan menarik. " jawab Sasi dengan muka sedih. Sang Induk lalu tersenyum dan memeluk Sasi dengan lembut.
"Sasi, kamu ingin bisa merasakan pengalaman seperti Ciku dan Mimu?" Sasi mengangguk.
"Yuk kita coba terbang. Kamu sudah coba?"
"Tapi, aku takut, Bu... "
"Jangan khawatir, Ibu akan menemani Sasi untuk memulai."
Sejenak Sasi berpikir, lalu bertanya," memangnya kenapa aku harus belajar terbang, Bu? "
"Karena dengan engkau terbang dan menjelajahi angkasa, kau akan bisa melihat dunia, melihat serunya ombak berkejaran di pantai, indah warna-warninya bunga. Kamu akan mendengar banyak nyanyian indah yang tidak biaa kamu temukan di sarang ini. Jadi, ayuk kita terbang. "

Sasi mulai membayangkan dirinya mengangkasa dengan kedua sayapnya, dan menemukan berbagai hal menarik.

Lalu dengan mantapnya, Sasi berkata,
"Aku siap terbang, Bu! "

🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰🐦🐦🐦🐦
Dongeng ini tercipta adalah karena inspirasi dari apa yang Ibuk alami di rumah. Yaitu, Hanan yang belum bersemangat belajar membaca.

Alhamdulillah ide menulis dongeng ini mengalir lancar, sehingga bis selesai dalam waktu satu jam. Kemudahan dari Allah. Padahal selama ini merasa udah menyerah duluan untuk urusan menulis fiksi.

Dapat Insight untuk My Life Project

Life Project itu adalah berkebun.  Bukan karena hobi, ini awalnya aku mau serius berkebun Udah lama aku punya mimpi pengen punya kebun sayur...