05/10/15

Membentuk Kebiasaan Baik



Zhafir rajin ke mesjid, menunaikan shalat berjamaah. Di waktu ashar, maghrib, dan Isya.
Ashar masih bolong-bolong shalat di mesjidnya. Kadang karena pulang sekolahnya terlambat, atau sedang ada kegiatan, atau karena sedang menurun saja motivasinya. 

Semua karena ayahnya sudah jadi contoh yang baik. Ayahnya selalu mengusahakan untuk sholat di mesjid di setiap awal waktu sholat. 

Semakin bertambah rajinnya ketika kami menerapkan sistem bintang. Kami akan memberikan 1 bintang untuk setiap kebiasaan dan perbuatan baik yang dia lakukan. Bintang itu harus dia kumpulkan, dan di akhir bulan, bisa ditukarkan dengan apa yang jadi keinginannya. Tentunya setelah melalui hasil filter kami.  Bisa berupa mainan, buku (diluar buku yang kami memang anjurkan dia untuk membaca), bermain di game zone, atau bepergian, atau barang lain yang dia inginkan. 

Buku bintang Zhafir
Aku awalnya hanya cari ide untuk memotivasi dia untuk membentuk kebiasaan baik. Rulesna, 1 kebiasaan baik = 1 bintang. Bintang dikumpulkan lalu ditukar. Lalu ayahnya menambahkan ide, 1 bintang = Rp 1000. Supaya jelas nilai barang yang ditukar dengan bintangnya. Secara periodik akan dievaluasi, mana kebiasaan baik yang disasar mana yang ngga perlu di kasih reward bintang lagi. 

Kebiasaan baik yang ingin aku sasar adalah terutama bangun pagi dan sholat subuh di awal waktu. Huah… untuk yang bangun pagi ini masih belum bisa konsisten. 

Komik favorit Zhafir

Tapi Alhamdulillah, kebiasaan untuk sholat di mesjid di awal waktu sudah terbentuk.
Kebiasaan lain yang sudah jadi hobinya juga adalah membaca. Ada buku komik  tentang Muhammad Al Fatih. Dan dia suka membacanya. Semoga ibroh dari buku itu bisa sampai ke dia. Aamiin. 


07/06/15

Trip Singkat Ke Pasuruan

Sejak tanggal 2 Juni lalu, Mas Zafi sudah mulai libur sekolah. Tapi Mas Zafi sudah memulai perjalanan liburannya sejak tanggal 29 Mei. 

Jadi ceritanya, Ayah dapat kabar, kalau tanggal 31 Mei, keluarga Ayah di Pasuruan mau ngumpul semua di acara walimahan khitannya salah satu sepupu kami, Mas Zaki yang masih berusia 10 tahun. Keluarga dari Jakarta dan yang tinggal di Ambarawa juga bakal hadir ke Bangil, Pasuruan. Rencananya sepupunya Mas Zafi yang di Jogja, Dek Leon dan Dek Keisa juga akan datang. Ya, kesempatan seperti ini jarang-jarang ditemui, kecuali saat lebaran. Jadilah, Ayah pesan tiket untuk ke Surabaya naik kereta. 

29 Mei 2015
Perjalanan dimulai hari Jumat siang jam 11. Kami berangkat dari rumah ke Stasiun Pasar Senen, menggunakan commuter line. Karena rumah kami dekat sekali dengan stasiun commline Batu Ceper, Jadi ya, lebih praktis naik commline. Kami tiba di Stasiun Pasar Senen setengah jam sebelum jadwal keberangkatan ke Stasiun Pasar Turi Surabaya.

Perjalanan memakan waktu 13 jam. Mas Zafi dan Dek Hanan benar-benar menikmati perjalanan panjang selama di KA. Kadang ketawa bareng, becanda, kadang rebutan makanan, dan ngga tidur sama sekali sampai akhirnya malam tiba. 

30 Mei 2015
Jam 1 dini hari, kereta sampai di stasiun Gubeng Surabaya. Rencana semula turun di Stasiun Pasar Turi batal, karena kasihan dengan Om Iyan yang menjemput kami. Omnya anak-anak ini menempuh perjalanan Pasuruan – Surabaya saja sudah lumayan jauh, 1 jam lebih, dan stasiun yang lebih dekat adalah Gubeng. 

Sampai di rumah Uti Yayuk di Pasuruan, kami melanjutkan tidur hingga Subuh tiba. Agenda hari ini bebas. Setelah mengunjungi rumah almarhumah Mbah Buyut di Bangil, kami kembali ke rumah melanjutkan istirahat. Kebetulan waktu itu Si Emak ini lagi meriang jadi sepanjang siang istirahat, sementara Mas Zafi dan Dek Hanan asik bermain bersama Dek Lintang dan Dek Feran. Alhamdulillah, istirahat yang cukup bikin tubuh enakan.

31 Mei 2015
Pagi-pagi sekali kami sekeluarga ziarah ke makam MbahKung dilanjutkan silaturahmi ke rumah Bude Rom. Nah, Jam 8 kami semuanya berangkat lagi ke Bangil. Kali ini ke rumahnya Mbah Ufik dan Mbah Nani, untuk menghadiri syukuran khitanan putra mereka, Mas Zaki. Alhamdulillaah ketemu semua keluarga. 

Siangnya, kami kembali ke rumah Uti, dan berkemas-kemas untuk kembali pulang ke Tangerang. Kami ke Stasiun Pasar Turi diantar Om Iyan sekeluarga. Kereta yang kami naiki, berangkat pukul 4 sore. Alhamdulillah tiba di Pasar Senen jam 4, dan lanjut ke Batu Ceper tiba jam 6.

1 Juni 2015
Sesampainya di rumah, Zafi langsung bersiap ke sekolah untuk pementasan di acara Graduation Kakak kelas 6nya. Dan Ayah, juga bersiap ke kantor.

Alhamdulillah perjalanan lancar dan selamat. Hanya saja malamnya Mas Zafi sakit karena bekal kue untuk sarapannya ngga dimakan, dan terlambat makan malam. Akibatnya maagnya kambuh, mual, muntah, diare yang berlangsung sampai 5-6 hari.

Emaknya ini sempat was-was. Karena, tanggal 10 rencananya mau trip ke Solo Jogja. Tapi bismillah in syaa Allah Mas Zafi bisa sembuh dan tetap bisa ikut perjalanan liburan keluarga ke Solo Jogja.

16/02/15

Baca Buku Lagi



Alhamdulillah dapat buku bagus, nih. 

Ceritanya udah lama pengen beli buku, dan pengen buku yang menceritakan sejarah Islam, terutama di zaman kejayaannya, dengan kemunculan ilmuwan-ilmuwan yang ternama.

Jadi, pingin deh koleksi buku tentang Ibnu Sina, Ibnu Rushdi, Al Ghazali, Sejarah Islam, tentang KhalifahTurki Utsmani. Biografi sahabat-sahabat Rasul. Tapi, di sisi lain juga pingin baca dan koleksi fiksi-fiksi berbobot.

Tadinya pengen beli buku Assalamualaikum Beijing. Pengen baca bukunya aja deh, belum tertarik untuk nonton filmnya. Nanti aja kalau udah ada di tivi.

Akhirnya ketika ada waktu senggang, ke Gramedia, muter-muter, nemu buku ini. Bukunya Habiburrahman El Shirazy yang terbaru. Judulnya Api Tauhid. Novel fiksi sejarah. Fiksi yang mengandung sejarah tentang tokoh Islam asal Turki, Bediuzzamann Said Nursi.

Luar biasa tokoh ini, tokoh yang di anugerahi kecerdasan luar biasa dan menjadi cahaya untuk tetap tegaknya Iman dan Islam di awal zaman keruntuhan kekhalifahan Turki Utsmani.
Jadi belajar sedikit lagi soal sejarah panjang bergantinya pemerintahan kekhalifan Turki menjadi republik, dan kegelapan yang terjadi di sana pasca itu.

Rencananya aku akan baca dua kali buku ini. Yang pertama baca cepat untuk tau jalan cerita dan alurnya, yang kedua baca lebih seksama untuk memperhatikan detil-detil nya, juga untuk jadi bahan membuat resensinya. Ya, aku mau meresensi buku ini. Insya Allah benar-benar kulakukan. Untuk memperbarui blog, juga untuk berbagi.

Karena menurutku, buku ini perlu banget dibaca bagi kaum muda. Untuk menginspirasi kaum muda agar makin teguh lagi mempelajari Islam dan ajaran kasih sayangnya.

Masalahnya, memang, kalau udah ibu-ibu begini, cari waktu untuk membaca habis novel setebal  578 halaman ini memang ngga bisa seperti dulu. Zaman kuliah dulu, 3 hari bisa habis. Sekarang waktunya kan dibagi-bagi, buat bikin sarapan, makan malam, mandiin anak, nemenin anak belajar, cuci, setrika, nyapu, ngepel , nganter sekolah, bla anda bla and bla …

Hihihi…

05/02/15

Remember This My Sons ...



Anak anak ibu yang keren,

Waktu baca ini, kalian sedang apa yaa?
Tau nggak, apa sih arti kalian buat Ibu?
 
Kalian selalu jadi permata di hati ibu.
Dan ibu selalu ingin jadi ibu idaman kalian

Kelas parenting ibu ikuti supaya bisa jadi ibu dan orangtua yang lebih baik
Buku-buku parenting pun ibu baca untuk referensi jadi ibu yang oke dan keren buat kalian

Supaya kalian kelak jadi manusia yang keren dunia akhirat
Tapi, praktek ngga semudah teori ya, Nak… (hiks)

Masih sering ya dengar ibu marah-marah
Masih sering ya melihat ibu ngga sabaran
Masih sering juga ya, ibu pakai cara yang tidak kalian suka ketika menasihati atau menegur kalian.

Maaf anak-anak ibu yang keren.
Maafkan ibu. 

Ibu ngga sempurna dan  ngga akan pernah sempurna.
Tapi doa  dan harapan ibu tetaplah sama, ingin kalian menggapai kemuliaan hidup di dunia dan kebahagiaan menikmati surga.

Maka itu jadilah anak sholeh. 

Sholat, puasa, dan lainnya janganlah pertanyakan lagi untuk apa.
Hanya itu yang akan membuat kalian merasa kalian tidak sendiri menjalani hidup, yang terkadang membahagiakan, tapi ngga jarang juga menyakitkan.
Hanya itu yang akan membuat kalian punya bantal yang empuk ketika merasa jatuh
Hanya itu yang akan membuat kalian merasa tenang ketika disibukkan oleh hiruk pikuk dan kusut masai masalah dunia
Hanya itu yang akan membuat kalian tetap waras saat tertekan

Setelah semua itu ... , semua ibadah itu kalian jaga, ingatlah kalau kalian ngga sendiri hidup di dunia

Ada orangtua yang membutuhkan doamu, ada sahabat dan teman-teman mu yang saling mendukung, dan kelak ada anak-anakmu yang butuh bimbinganmu.
Lalu, ada tetangga, orang fakir miskin, dan banyak lagi di luar sana yang jangan kalian abaikan ya.

Belajarlah, terus belajar. Tetapkan hati untuk jadi orang yang berkeahlian. Yang nantinya keahlian itu akan jadi manfaat buat orang mereka.
Karena belajar kita ibadah, kerja kita ibadah.

Sholeh ngga berhenti pada urusan sholat dan puasa.

Nak, kalau kalian ngga melihat ada yang patut diteladani dari kami sebagai orangtua,
Ingatlah cerita-cerita kami tentang Idola kita Rasulullah SAW serta para sahabatnya.
Teladani mereka, yang ngga diragukan lagi kesholehannya.
Karena mereka, sebaik-baik teladan

Dari ibu yang selalu mendoakan kalian.

25/01/15

Bahagia Itu ...

 Sumber Bahagia
Ada rasa puas dan bahagia sama diri sendiri. Karena dalam seminggu ini bisa menyelesaikan daftar to do list setidaknya hingga 80%. Menerjang kemalasan, menerjang hujan *lebay. 

Iya… musuh besar saya itu kemalasan. Efeknya menunda, besok, besoknya lagi, besok-besoknya lagi. Ujungnya malah ga jadi.

Memang ada beberapa hal yang ngga terlaksana. Tapi, ngga perlu disesali ya. Move on aja, lakukan  sesuatu yang baru yang berpeluang jadi ladang amal lainnya.

Ya bagi saya, arti kebahagiaan itu salah satunya adalah bisa menunaikan janji. Baik janji ke orang lain atau janji yang dibuat untuk diri sendiri. To do list yang saya buat untuk seminggu kemarin ini sebagian ada yang berupa janji kepada orang lain, dan sebagian adalah janji yang dibuat untuk keperluan pribadi.

Saya bersyukur, walau hujan awet hampir setiap hari, walau godaan malas selalu mengintai, tapi tetep bisa kekeuh niat untuk bisa bikin tanda checklist di setiap point to do list.
Jadi apa arti bahagiamu, Teman … ? :)




20/01/15

Ide Bisnis: Organic and Healthy Superfood Shop

Pernah menulis ini tapi belum dipublish. Entah kapan nulisnya, udah lama sepertinya. Tapi masih relevan. 

-------------------

Dari dulu pengen punya bisnis sendiri. Bisnis yang bisa dijalanin dari rumah. Dulu orientasinya uang banget deh tapi. Pengen nambah uang belanja, uang jajan, uang beli buku, uang ke salon. Hahaha.

Mungkin karena money oriented, jadinya ngga jalan. Apa yang dipikir bakal laku, itu dicoba. Jualan baju muslim, jualan frozen food, jualan mainan, sprei. Kejual sih. Tapi sebiji dua biji. Hahaha #nggapinterjualan.

Ternyata, aku ngga punya passion di situ. Ngga ngerasa klik dengan produk yang dijual. Jual baju muslim gimana, orang sayanya ngga ngikutin fashion banget. Sekedar suka, lalu beli. Tapi ngga paham bahan apa yang bagus, model apa yang bakal disukai.Gimana mau kasih advise buat konsumen. :D

Jual frozen food, memang potensinya besar. Pasti laku. Masalahnya ... aku sekeluarga, lagi mengatur asupan makanan. Pinginnya bisa jalanin Food Combining dengan baik dan benar. Nah kalau jualannya frozen food, gimana mau aman pola makannya. Hehe. Kalau nyetok frozen food, khawatir kebawa ke pola makan di keluarga.

Kenapa sih, kok harus food combining. Jadi gini, kami berdua (aku dan suami) usia sudah mulai kepala 3, dan keluhan kesehatan akibat pola makan juga pola hidup yang kurang sehat di masa lalu, mulai kerasa nih. Dari yang suami mulai sering sakit punggung, perut begah, dan sebagainya. Saya juga, suka cepet capek, perut suka sakit, dan sebagainya. Anak pertama juga, punya masalah alergi. Mencoba beragam pengobatan, tapi juga ngga ingin tergantung dengan obat medis, akhirnya nemu deh pola makan food combining ini.

Pola makan ini masuk akal dan banyak yang sejalan dengan apa yang diajarkan Rasulullah. Jadi, kami ingin bisa sehat dengan mengubah pola makan kami menjadi pola makan yang sesuai dengan sistem metabolisme tubuh.

Pakemnya, menjadikan buah dan sayur sebagai bahan pangan utama yang dikonsumsi tubuh, setelah itu baru pati (karbohidrat), dan protein. Dan cara memakannya juga ada petunjuknya sendiri.
Yang perlu dihindari adalah:
  • tepung (terutama terigu), 
  • gula-gulaan (semua makanan dan minuman manis)
  • minuman bersoda, berkafein, dan beralkohol,
  • mencampur pati dengan protein hewani,
  • makanan dengan aneka zat aditif

Nah, jadi repot kalau saya mau menerapkan pola makan ini tapi masih jualan frozen food (padahal suka banget!!!). Tapi bukannya ngga konsumsi sama sekali sih. Ada waktu-waktu di mana kita boleh sedikit 'nakal'. Ya, biar ngga jadi alien. Hohoho...

Jadinya, balik ke ide bisnis, ya. *clingakclinguk, masih ada yang dengerin ngga :D.

Yang ingin aku lakukan adalah merintis usaha makanan pendukung pola makan sehat.

Dalam pola makan ini, oke lho kalau rajin konsumsi segenggam kacang-kacangan setiap hari. Kacang yang dimaksud adalah yang selain kacang tanah. Seperti almond, kacang arab, dsb. Lalu ada biji-bijian yang menyandang predikat superfood. Karena kandungannya yang sangat baik untuk tubuh. Diantaranya, flaxseed, chia seed, dsb.

Kedengaran asing ya. Sayangnya memang, makanan ini belum umum di Indonesia. Tapi pelaku pola makan sehat udah akrab banget dengan makanan itu.

Selain itu, akan ada juga beras merah, beras hitam, dan beras coklat. Tepung pengganti terigu untuk mengolah makanan juga akan tersedia. Seperti tepung mocaf, tepung beras merah, dsb.

Pelaku bisnis ini belum banyak. Itu asyiknya. Tapi ada tantangan tersendiri.

Tantangannnya adalah, mengedukasi pasar. Karena pasar produk ini mungkin masih terbatas, karena harganya juga yang masih agak mahal, juga masih sedikitnya informasi tentang manfaat dari makanan tersebut. Ngga seperti menjual burger yang semua orang sudah tahu rasa dan bentuknya seperti apa, produk ini memang ngga menjual rasa, tapi manfaat.

Tapi, insya Allah aku mau konsisten jalanin ide ini. Karena, bukan cuma money oriented lagi. Tapi dengan menjalani ide bisnis ini, membuat aku makin semangat dan konsisten jalani pola makan yang sehat, dan bisa berbagi informasi dan ilmu yang kutahu tentang bagaimana menyayangi tubuh dengan menjaga pola makan.

Insya Allah, nilainya bukan cuma materi, tapi bisa ngajak orang lain merasakan manfaat hidup sehat. Bismillah. Aamiin.

Dapat Insight untuk My Life Project

Life Project itu adalah berkebun.  Bukan karena hobi, ini awalnya aku mau serius berkebun Udah lama aku punya mimpi pengen punya kebun sayur...