30/12/13

Camping Pertama Zhafi



Yeaahh.... Pertama kalinya Zhafi ngerasain berkemah. Bareng dengan Komunitas Camping SAT, tanggal 28-29 lalu, kita camping di lereng gunung Pangrango, tepatnya di Bukit Perkemahan Mandalawangi, Cibodas. Zhafi keliatan antusias menikmati campingnya. Bermain perahu, mandi di kali, jalan-jalan sekitar kawasan perkemahan yang berbukit-bukit. Makin senang dia karena bisa menikmati itu bersama teman-teman sekolahnya. Alhamdulillah. Nikmat mana lagi yang akan kaudustakan... :)


25/12/13

Sakit di Kala Liburan Semester



Di liburan semesternya ini, Zhafi harus kena infeksi kulit, yang belakangan kutahu namanya impetigo. Awalnya memang dimulai dari aku. Lalu menular ke ayahnya, dan terakhir Zhafi. Kasihan, sekitar 2 minggu dia harus menahan sakit karena bisul-bisul bertumbuhan di kakinya. Sempat ada episode dia demam, lalu sempat juga susah berjalan saking banyaknya bisulnya itu.

Belum cukup juga, ngga lama kemudian bisul tumbuh juga di pelipis kanan dan di bawah mulutnya. Kami sampai konsul ke dokter di RMC tiga kali.  Terakhir diresepkan salep antibiotik dan antibiotik minum. Dan sepertinya di situlah kesalahanku. Aku tidak menebus antibiotik minumnya, yang kemungkinan bisa menghindarkan Zhafi dari GNAPS. Tapi sungguh, bukan tanpa alasan aku tidak menebusnya. Karena aku pernah membaca bahwa terlalu banyak antibiotik hanya akan membuat anak mudah sakit dan khawatir mengakibatkan resistensi antibiotik. Selain itu, infeksi di kulit bisa disembuhkan secara topikal. 

Jadi, apa yang aku lakukan pun demi kebaikan Zhafi juga. Tapi mungkin aku perlu lebih teliti lagi, mana yang sebaiknya tanpa antibitik, dan mana yang memerlukan antibiotik. Dan ini akan jadi pembelajaran besar buatku.... Alhamdulillah sekarang sudah pulih, dan semoga tidak ada lagi sakit yang mengkhawatirkan seperti itu lagi, kumohon Ya Allah.

02/12/13

Perlukah Bagi-Bagi Kondom



Tadi malam aku baru tahu kalau sekarang Indonesia (atau dunia?) sedang ‘memperingati’ pekan kondom sedunia. Aku mengetahuinya dari postingan Ustad Felix di Fan Pagenya. Dia menyesalkan kenapa harus ada acara bagi-bagi kondom gratis? Seolah-olah ingin melegalkan perzinahan dengan bersembunyi di balik istilah safe sex. Safe sex itu bukan berzina dengan kondom. Safe sex itu adalah berhubungan hanya dengan pasangan yang sudah dinikahi!

Aku sepakat! Tidak perlu menuduh orang munafik jika ada orang punya pendapat bahwa bagi-bagi kondom itu seperti melegalkan perzinahan.

“Ya Rabb.... jauhkanlah keluarga kami dari perbuatan keji itu Ya Rabb... lindungilah kami, lindungi anak-anakku ya Allah dari perbuatan yang Kau murkai. Ya Rabb.... mampukan kami sebagai orangtua untuk membimbing mereka menjadi generasi Rabbani. Menjadi pribadi yang mencintai Engkau, takut pada Engkau, dan berani menegakkan kebenaran dengan cara penuh kasih.”

Mengurangi penyebaran penyakit kelamin adalah dengan cara menghindari free sex atau seks pranikah. Monogami, dan setia pada pasangan. Kalaupun sudah terlanjur ada yang terkena, baru memakai kondom supaya tidak menularkan pasangannya. Bukan menjadikan kondom sebagai benteng pertama!

Memang menghindari zina tidak cukup hanya dengan dibekali iman. Karena dalam keadaan tertentu ketika semua situasi mendukung, zina bisa saja terjadi sealim apapun orangnya. Karena saat itu, dorongan nafsu sudah tak bisa dibendung lagi oleh keimanan. Yang perlu dilakukan adalah... sedari awal menjauhkan diri dari perbuatan yang mendekatkan kita pada zina. Mending langsung menikah. Masih terlalu kecil? Kalau gitu yang perlu ditingkatkan adalah pembinaan supaya anak bisa baligh sekaligus aqil  secara bersamaan.

Yang terjadi sekarang ini, masa baligh terlalu cepat, tapi pencapaian aqil terlambat. Sehingga muncul ‘makhluk-makhluk’ bernama remaja. Seharusnya remaja tidak perlu ada, seharusnya kalaupun ada, tidak perlu rentang usianya terlalu lama. Remaja adalah masa galau. Seharusnya, dari anak-anak langsung menjadi dewasa. Bagaimana caranya?

Menyiapkan keterampilan hidup sejak usia anak-anak (usia sekolah dasar). Keterampilan seperti: kemampuan mengambil keputusan, kemampuan memecahkan masalah, kemampuan menganalisis masalah, termasuk kemampuan berwirausaha. Jangan memanjakan anak dengan fasilitas.

Ketika anak sudah terbekali dengan semua keterampilan itu, pemikirannya akan lebih matang. Anak akan selalu berpikir mencari kegiatan yang bermanfaat dan berguna. Ketika memasuki masa Baligh pun mereka akan  lebih bisa mengambil sikap yang tepat. Kalaupun menikah dini, mereka sudah siap baik secara sosial, seksual, maupun finansial.

Solusi dari penyebaran penyakit kelamin adalah menghindari zina. Cara menghindari zina adalah tidak pacaran, atau menikah dini bagi yang sudah siap.

Yang paling sedih, kondom dibagikan di kampus UGM dengan memakai bis bergambar Ju Pe???

Malu jadi almamater UGM!

Menulis ini terus terang menjadi beban buat saya. Saya ibu dari 2 anak lelaki. Mengingat seks bebas sekarang bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan pelajar SMP sekalipun, membuat saya punya kekhawatiran tersendiri. Tapi tetap bagi saya membekali anak yang belum menikah dengan kondom ketika mereka sudah sexually active bukan jadi pilihan bagi saya. Lebih baik bagi saya untuk berusaha sebaik mungkin memberikan bimbingan berkelanjutan sejak dini hingga mereka berusia baligh. Bimbingan, keakraban, dialog-dialog, rasa percaya. Selebihnya... saya meyakini kekuatan doa.

Al Azhom, Tangerang
2 Desember 2013





30/10/13

7 Kebiasaan Hanan yang Lucu dan Mengharukan


  1. Selalu ingat untuk mengembalikan sesuatu/barang yang dimainkan ke tempat semula
  2. Menaruh sepasang sendalnya di teras, di bawah jendela, selaluu dengan posisi terbalik.... yang kanan di kiri, yang kiri di kanan, daaan berjauhan satu sama lain. Kalo dibetulin posisinya, sama Hanan dibalikin lagi sesuai versinya
  3. Bergoyang-goyang kaki ato tangan kalau ada yang menyanyi
  4. Beberapa hari terakhir ini, setiap ibunya pulang dari pergi yang ngga ngajak dia, Hanan selalu minta ibunya buka jaket atau jilbab, membimbing ke meja makan. Lalu ngambilin gelas atau piring, nyuruh ibunya untuk makan atau minum. Terus dia ikutan duduk nemenin ibuknya. Uhh so sweeett... :_)
  5. Kalo ada bagian tubuhnya yang kejedut, keinjek, atau sakit ringan lainnya, yang ga bikin dia sampe nangis, di bakalan minta diciumin bagian ‘sakit’nya itu berkali-kali sampe rasa ‘sakit’nya hilang. Hihihi...  tapi kalo kejedutnya kenceng dan sakit banget ya bakalan nangis kejer, diciumin ga mempan. Baru diem kalau di ajak main cilukba di kaca.
  6. Setiap mau pergi, udah tau kalau dia harus pipis dulu, langsung belagak buka celana deh...
  7. Dipakein baju baruu, ngambek. #pusing deh

23/01/13

Resolusi 2013

Resolusi 2013
Ketika di awal pergantian tahun, aku melewatkannya tanpa ada resolusi apapun, seperti pergantian hari yang lain. Tapi...terdorong ingin melakukan perubahan yang besar, terinspirasi dari beberapa tokoh dan beberapa orang-orang di sekitarku, akhirnya kubuat juga resolusi untuk tahun ini.
Tanpa banyak basa basi, biarlah kutuliskan di sini beberapa hal yang ingin aku capai di tahun 2013 ini.
  • Hafal minimal 6 Juz dari 30 juz dalam Al Qur'an,
Beberapa kondisi di masa lalu -mungkin bisa dikatakan sebagai ujian, bisa juga teguran -, membuatku -alhamdulillah- menemukan kembali jalan kepada Tuhan, Allah SWT. Dan melalui beberapa proses, terinspirasi oleh seorang Yusuf Mansur, dan membaca banyak referensi, akhirnya aku mantap ingin menjadi seorang hafidzhah, penghapal Qur'an. Dan untuk menguatkan motivasi, aku menuliskan jurnalnya di sebuah blog.
  • Hidup lebih sehat
Yap...saatnya untuk kembali hidup sehat. Saatnya untuk kembali menjadi dokter buat diri sendiri dan keluarga. Pola makan sehat, pola hidup sehat, dan pola pikir sehat. Olahraga cukup (minimal joging 30 menit sehari), selalu bersyukur dan berfikir positif dan optimis! Ada afirmasi dan doa yang sejak beberapa hari terakhir aku selalu ucapkan setiap hari, terinspirasi dari seorang rekan di dBC Network, yaitu mbak Wardah Mawarti. Bunyinya: " Terimakasih ya Allah, aku bangun dalam keadaan sehat, banyak nikmat, dan berkelimpahan rizki.  Saya yakin hari ini begitu banyak kemudahan yang akan Engkau berikan. Saya percaya saya bisa, mampu menjadi yang terbaik dalam semua hal. "
  • Membantu dua orang untuk bisa jadi Senior Manager di  bisnisku
Ingin lebih fokus dan semangat lagi menjalankan bisnis bareng adikku, mbak Sita, dan teman-teman baruku di dBC Network. Harus banyak-banyak melakukan ATM, amati-tiru-modifikasi. Semangkaa! Ingin bisa melihat adikku mencapai posisi Senior Manager, juga temanku yang lain di dBC Network. Supaya mereka bisa punya penghasilan yang baik dan mencapai impian-impian mereka. Amiinn.

13/01/13

Ingin Hafal Qur'an

Ingin lebih dekat dengan Al Qur'an. Karena itu di awal tahun 2013 ini, aku niatkan untuk memulai perjalan menjadi seorang hafidzah.

Untuk tahun 2013 ini, aku berharap bisa:
  • Hapal Al Qur'an (dan paham maknanya) 12 Juz, termasuk Juz 'Amma. Ada 30 Juz Al Qur'an, targetnya, dalam setahun bisa hapal Qur'an dan paham maknanya 12 Juz, asumsinya 1 bulan dapet 1 juz.
  • Khatam baca Al Qur'an minimal 2 kali, dengan asumsi membaca saja, dan baca cepat terjemahannya.
Semoga Allah meridhoi usahaku, dan menerima amalanku ini, dan dimudahkan jalannya.

Dan, semoga semakin banyak hafidz dan hafidzah dimukan bumi ini.

14/11/12

Hanan's First Years

Setelah stagnan selama setahun lebih, alhamdulillah sejak bulan Maret 2012 perkembangannya memperlihatkan kemajuan yang melegakan.:))

Hanan lahir 14 Juli 2010 dengan berat lahir 3,4 kg, dan nilai apgar 9/10. Sehat., putih, montok....:)

Bulan kedua, ketiga, keempat, pertumbuhan berat badannya pesat. Hanya muncul masalah eksim di wajah dan ketombe bayi di kepala. Tapi setelah ganti sabun lalu hilang dengan sendirinya. Perkembangan bahasanya sempat mencapai tahap lalling, tahap kedua dari sekian banyak tahap perkembangan bahasa, yaitu mengoceh "ba...ba...".Mulai bisa tengkurap.

Mulai bulan kelima (Desember 2010), kecurigaan muncul waktu berat badan naiknya ngga banyak. Sampai bulan ketujuh (Februari 2011), masih sama...di kisaran angka 7. Tengkurap pun belum bisa. Dikira karena alerginya yang parah. Sempat menjalani diet alergi. Tapi lalu dia mulai sering demam, nafsu makan ngga ada, kupikir bisa hilang sendiri, ternyata sampai dengan bulan Maret, masih tetap demam dan batuk, disertai berat badan yang masih tetap. Akhirnya konsul ke DSA lagi. Kecurigaan TB, tapi ternyata BB naik, di cek darah...kemungkinan infeksi virus biasa (common cold).

Tapi kok dia sering demam...malah sampai tinggi dan masuk RS bulan Mei 2011.Lagi-lagi diagnosisnya ga jelas, kemungkinan besar infeksi virus. Tapi sempat terpapar antibiotik lapis kedua. Tapi kami mendapat masukan dari dokternya, bahwa sebaiknya dilakukan tes TSH untuk mengecek kondisi tyroidnya, setelah melihat gejalan klinis dari Hanan. Sekeluarnya dari RS, dia terlihat sehat sekali, dan nafsu makannya pun baik. Tapi hanya berlangsung 2 minggu saja. Tapi hasil tes TSH memang tidak bagus.

Juni - Juli 2011, kembali dengan kondisinya yang sakit. Demam naik turun, batuk berkepanjangan, tidak ada senyum sama sekali, diam tidak aktif, lebih banyak tidur miring. Di usianya yang hampir 1 tahun ini dia belum juga mau tengkurap sendiri, apa lagi duduk sendiri. Sempat menjalani diet ala dr. Tan Shot Yen untuk ibunya (semoga berpengaruh positif buatnya melalui air susu), tapi  hanya bertahan 3 minggu, aku ngga sanggup melanjutkan baik dari segi komitmen dan biaya. Di bulan ini juga Hanan mulai mengenal terapi akupunktur. Sejak saat itu, Hanan rutin menjalani terapi akupunktur, di BSD lalu berlanjut di Jatinegara dan berlangsung sampai kurang lebih 7 bulan. Awalnya terlihat perbaikan pada batuknya. Kami juga mendatangi dokter anak spesialis endokrin menindaklanjuti hasil lab Hanan bulan Mei lalu, diagnosanya mild hypothyroid, dan mendapatkan resep suplemen tiroid. Kami berdua sepakat untuk ngga menebus resep itu, khawatir dengan efek samping. Kami sepakat untuk memberikan terapi akupunktur secara rutin saja padanya. Perbaikan? Ada, tapi lambat dan ngga banyak.

Agustus - September 2011, melalui pencarian di internet tentang penyembuhan penyakit, bermuara pada situs tentang Emotional Freedom Therapy (EFT). Dari paparan yang aku baca, aku tertarik untuk mengikuti pelatihannya. Ilmu yang sangat menarik, dan memberi harapan lebih buatku terhadap penyembuhan alternatif yang alami buat Hanan. Lalu aku mencoba menerapkannya pada Hanan untuk 'menyembuhkan' hipotiroidnya, aku rutin men-tapping-nya, sambil terus berdoa untuk kesembuhan dan kenormalannya.

Oktober 2011, kami dapat jadwal untuk bertemu tim dokter di klinik tumbuh kembang RS Harapan Kita (setelah membuat janji di bulan sebelumnya). Berharap mendapatkan tuntunan tentang tes-tes apalagi yang perlu dilakukan dan diagnosis apa yang muncul, ternyata...hanya muncul satu kesimpulan...delayed development. Tapi penyebabnya karena dia sakit apa itu ngga ada. Dari konsul dokter yang proses menunggunya membuat kami seharian di RS, kami direkomendasikan:
- obat batuk untuk batuknya yang berkepanjangan
- terapi gizi, penambahan jumlah kalori dari makanan sehari-hari ditambah susu padat kalori
- segera mulai terapi fisio (belajar sit up, duduk, tengkurap, berlutut, onggong2, dan merangkak)

Dan mulailah Hanan menjalani terapi fisio rutin seminggu sekali, ditambah latihan di rumah setiap hari. Terapi gizinya? Kurang berhasil. Penyebabnya, memang nafsu makannya ngga ada, memang dia masih sakit, dan obat batuknya pun ngga membantu. Apalagi susunya...dia ngga mau minum sama sekali.

November, Desember 2011, lanjut Januari, Februari 2012....Hanan menjalani terapi rutin fisio, dan akupunktur, ditambah EFT. Dalam kehidupan keseharian, aku dan ayahnya juga semakin berinterospeksi terhadap diri sendiri, membaca buku-buku yang inspiratif dan menenangkan, dan aku menjalani hipnoterapi untuk beberapa sesi yang membantu menurunkan level depresiku. Dan kami semakin memperbanyak sedekah, memperbaiki ibadah-ibadah wajib, mulai mempersering ibadah sunah, dan semakin belajar untuk ikhlas, sabar...

Bahkan ketika Hanan didiagnosa TB (yang sebenernya aku ngga yakin), aku memilih untuk memberikan obat TB ke dia, berpikir mungkin ini jalan kesembuhan buat Hanan, mungkin selama ini dia terkena TB walau dulu pernah di mantoux dan hasilnya negatif. Minum obat TB itu selama 2 minggu, ternyata organ hatinya ngga kuat dan dia pun jadi kuning. Obat dihentikan. Disaat yang sama, dia terkena campak.
Lagi-lagi...aku pun ikhlas.

Lalu keajaiban itu datang di bulan Maret 2012. Alhamdulillah, suatu momen ditambah seorang teman menjadi jalan bagi ayah untuk pergi umroh. Awalnya aku kurang setuju, tapi...aku memilih untuk berserah pada Allah... Aku hanya titip doa untuk kesembuhan dan perbaikan kondisi Hanan. Selama ayah umroh, dan setelah pulang dari umroh.....terlihat kondisi Hanan membaik setiap harinya. Bahkan, dia terlihat lebih kuat dan mulai mau merangkak maju dengan sukarela. Bu Irma, fisioterapisnya pun melihat ada titik terang bagi kemajuan terapinya. Dan senyum pun mulai sering muncul dari wajanya.... Subhanallah...




Dapat Insight untuk My Life Project

Life Project itu adalah berkebun.  Bukan karena hobi, ini awalnya aku mau serius berkebun Udah lama aku punya mimpi pengen punya kebun sayur...