07/09/09

Hari Pertama di TK Mini Pak Kasur
















Sabtu lalu adalah hari pertama Zhafi jadi murid TK Mini Pak Kasur. Liat tuhh...seragamnya :), sempet khawatir ngga mau dipakein seragam karena waktu pertama dikasih, masih kegedean. Tapi setelah dikecilin, untungnya mau.






Di TK Mini, sambil nunggu bel berbunyi, Zhafi paling seneng main prosotan. Syurr....

Yah...semoga di sini, Zhafi bisa semakin kaya pengalamannya, apa lagi dengan ibu guru yang ramah-ramah itu. :)

03/09/09

Sekolah Untuk Zhafi

Aku sebenernya ngga begitu berniat masukin Zhafi ke pre school di usianya yang belum genap 3 tahun. Masih yakin bisa ku handle sendiri untuk tumbuh kembangnya paling tidak sampai usianya 3 atau 4 ta hun.

Tapi, khawatir juga dengan perkembangan sosialnya. Secara ngga gitu banyak temen sebaya. Adanya anak usia 6-7 tahunan. Ngga masalah memang. Tapi pengen juga membiasakan Zhafi berteman dengan anak sebaya. Apalagi ayahnya juga yangti-yangkungnya udah nanyain terus, mau dimasukin ke sekolah mana.

Yah...begitulah, akhirnya kita (aku, Zhafi, dan ayahnya) memulai perjalanan mencari tempat yang tepat untuknya mengembangkan kemampuan sosialisai, emosional, kreativitasnya. Bagiku ketiga hal itu penting.

Pilihan pertama jatuh pada Sanggar Kreativitas Bona. Suka dengan tampilan luarnya, dengan outdoor playground yang cukup asik. Tapi...sedari awal, Zhafi kok ngga nyaman ya. Setiap kali diajak masuk, ngga mau. Dia maunya main di luar, di playgroundnya. Sampai kunjungan keempat pun di ngga enjoy, walau akhirnya masuk juga setelah dibujuk pake mainan kesukaannya, mobil2an.

Tiga kunjungan pertama itu untuk membiasakan dirinya dengan lingkungan SKB, sebelum mengikuti trial di kunjungan keempat. Pas Trial, dia baru mau masuk setelah paruh waktu kedua. Ya...lumayan kesempatan untuk melihat bagaimana situasi dalam kelas. Hmm...aku ngga begitu sreg dengan cara gurunya berinteraksi dengan anak-anak. Tapi waktu itu kami belum punya alternatif lain.

Tapi dari obrol-obrol dengan salah satu wali murid, kami punya alternatif kedua, yaitu Tumble Tots. Ini juga hasil dari browsing. Selain itu ada juga TK Mini Pak Kasur. Hari Sabtu 22, nyoba ke Tumble Tots, kebetulan bisa langsung trial. Kegiatanyya dimulai dengan circle time. Selama circle time, para aunty memimpin dan mengajak anak-anak ikut bernyanyi dan mengikuti gerakan. Kadang berinteraksi dengan menanyakan hal-hal sederhana. Tapi Zhafi belum enjoy, belum ngerti apalah pake bahasa inggris. Jadi diapun ngga mau gerak, dan ditanya pun ga mau ngomong.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan motorik kasar. Anak-anak berbaris lalu satu demi satu melewati alat-alat permainan seperti balok titian, matras jungkir balik, tempat lempar bola, prosotan kecil, dsb yang disetting seperti semacam halan rinrtang. Zhafi suka banget nih...pas kegiatan ini. Malah minta lagi padahal waktunya udah habis.

Sekilas Zhafi cocok di sini. Tapi aku dan ayahnya melihat selama program itu, ngga ada kesempatan anak berinteraksi satu sama lain. Padat kegiatan, padat instruksi, dan tiap anak masih ditemani orangtuanya. Untuk hal sosialisasi, di SKB memang lebih memungkinkan dari pada di TT. Tapi...Masih belum sreg.

Akhirnya seminggu kemudian, nyoba trial di TK Mini di Cikini. Kegiatannya selama satu jam, (TT juga 1 jam). paruh waktu pertama di luar kelas, membuat lingkaran besar, dengan jumlah anak 20, dan semua guru ikut turun. Lingkaran besar dipimpin oleh satu guru yang berinteraksi secara aktif kepada anak. Bernyanyi, gerak, hampir sama seperti di TT, tapi di TK MINI, lebih komunikatif dan interaktif, dan hangat. Zhafi pun senang mengikuti instruksi dan nyanyiannya. Selama aktivitas lingkaran besar itu, ada kesempatan Zhafi berinteraksi dengan temen disampingnya. Guru-guru pun kadang mendekati setiap anak untuk sekedar menyemangati bernyanyi.

Paruh waktu kedua, anak bermain bebas di dalam ruangan yang udah disediain mainan-mainan motorik kasar, ataupun motorik halus. Gue suka di sini. Zhafi pun begitu keliatannya. Jadi...aku dan ayahnya langsung aja mutusin daftar Zhafi di sini. Bismillah. Semoga ini pilihan tepat.

Oya, untuk info biaya:
SKB :
Pendaftaran Rp 2.750.000
Biaya Alat Rp 500.000
SPP Rp 250/bulan

Tumble Tots:
Pendaftaran RP 200.000
Membercard Rp 750.000 (untuk selamanya)
Perbulan RP 300.000 - Rp 500.000 (tergantung frekuensi masuknya dalam seminggu, apakah 1x, 2x, atau 3x seminggu)

TK Mini Pak Kasur:
Pendaftaran: RP 1.950.000
SPP : Rp 130.000
Komite OrTU: Rp 50.000
Formulir : RP 50.000

Catatan Minggu Ini

Kamis 27.08.09
Hari pertamaku puasa. Biasa....women thing.
Ngurus pembuatan kartu ASKES. Senangnyaa....cepet (bisa ditunggu  30 menitan), dan gratis. Bandingin sama pembuatan SIM, KTP...yang lama...dan bayar. :(

Jumat 28.08.09
Pemakaian perdana kartu ASKES di puskesmas. Bukan diniatin sih. Tapi memang ada keluhan. Nyeri dada. Mulai rada takut setelah browsing tentang nyeri dada yang mengarah ke penyakit jantung. Huks...semoga aku salah. Dan ternyata kata dokter, nyeri dada di kanan dan tengah bukan indikasi jantung. Kecuali jantungnya pindah ke kanan...(hehe...dokter mau ngelucu nih). Kemungkinan paru-paru, atau persendian yang bermasalah. Well...oke. Dikasi obat. Hm...asam mefenamat dan bio neuron plus vit c. Yang kuminum cuma bio neuron dan vit c nya. Secara rada takut sama asam mefenamat yang obat keras. Pengen nanya ke milis sehat, malu karena selama ini belum banyak urun pendapat di sana, alias belum aktif.

Sabtu
29.08.09
Trial di TK mini Pak Kasur. I'm talking about Zhafi school. Dari beberapa prechool yang kita datengin untuk trial (sanggar bona dan tumble tots), sepertinya TK mini paling pas, dan Zhafi pun langsung enjoy. Dan paling pas dengan kriteria ku. Lingkungannya mendukung untuk belajar sosialisasi, dan kegiatannya banyak di nyanyi dan bermain. Aku mau cerita tentang ini, nanti di postingan lain.

Malamnya, buka puasa bersama di rumah. Alhamdulillah...hampir semua bisa datang. Bahkan Mba Retno yang tinggal di Solo pun sampe juga di sini. Enjoy :)

Senin 31.08.09
Kudu bikin laporan keuangan ESL, sebelum kolektor dateng. JAdi aku harus ke Klp Gading. Then go home.

Selasa 01.09.09
Oh no....IM2 ku diblokir. Bye..bye...facebook. Gini ni akibatnya kalo nunda-nunda bayar tagihan. Padahal Senin dah inget mau bayar. Dan mau ga mau harus kubayar sekarang juga.

Rabu 02.09.09
Bangun tidur...dada sakit lagi. Kalau narik napas dalam sakit banget. Sekarang bahkan kaya ketindih rasanya. But still menahan diri.
Call IM2, minta account ku di unblock. Sorenya dicek belum aktif juga. Huhuw....T_T

Kamis 03.09.09
Hari paling tidak produktif sedunia. Bangun tidur lengan kiri sakit banget luar biasa. Buat gerak kadang terasa ngilu. Dada terasa sakit sedikit. Kuputusin ke puskesmas lagi, minta ronsen. Datang pagi...biar ngga ngantri kaya hari jumat kemarin. Alhamdulillah...cepet. Ronsen juga cepet. HAsil diambil besok. Menurut dokter ada kemungkinan bronkhitis....what? Karena gue kurus. huhu..... Karena hampir semua badan ku sakit, aku jadi lebih banyak tiduran. Nonton HBO, filmnya ga begitu bagus sih. Kecuali Philadelphia, lainnya Clueless (tapi lawan mainnya alicia silverstone manis juga, walau masih kalah ganteng sama Suamiku...ahiak ahiak --goofy's laugh), satunya lagi film ga terkenal...tapi lumayan.

11/08/09

Hati-hati Sebelum Bikin Janji

Waktu mandi:
Zhafi: Hua….hua….(nangis waktu samponya dibilas air, padahal ga kena mata). Huaaaaaa!
Ibu: Wah…segernya…habis ini nanti maen mobil2an yang bisa jalan sendiri itu, yuk…sambil nonton tomas (berusaha meredakan tangisnya)
Z: HUaaa…..Huaa…….(tetep nangis)

Acara mandi selesai, pakai baju, lalu ke ruang TV, Z bersiap nonton TV tapi ternyata tv sudah dimatikan karena memang adzan maghrib.

Z: lo kok...dimatiin...nyalain ! (marah)
I: iya...ternyata udah magrib, solat dulu yuk, abis itu baru setel lagi
Z: (marah dan hampir nangis) katanya habis mandi nonton tomas sambil main mobil2an
I: (glek....)

09/08/09

Plan: Bermain Cat

Bahan
- tepung maizena
- air panas dan air mendidih
Alat
- kuas
- gelas bekas aqua
- wadah cat
Media Bermain
- dus-dus bekas
- pakaian atau kain bekas (yang tdk terpakai)
- wadah2 bekas
- dinding kamar mandi

Ini akan membuat sibuk Zhafi seharian ;)

16/07/09

Dsa Barunya Zhafi, Ngga Antibiotic Minded

Dari duluu...banget dokter anak untuk Zhafi ngga pernah netep. Gonta-ganti melulu. Ya..kurang bagus sih. Tapi kondisinya waktu itu memang memaksa seperti itu.

Anyway, ga mau nyeritain soal siapa aja tentang DSa-DSAnya Zhafi. Tapi pengen nyeritain tentang DSA yang ku temui terakhir kemarin.

Bermula dari sejak hampir 3 minggu terakhir, Zhafi pilek. Kupikir karena alergi, dan memang iya. Dan seingat ku, di panduan 'common problems on children', intinya kalau hanya pilek dan batuk, ngga perlu diminumin obat apapun. Jadi memang ngga kuberi treatment macem2 hanya minum banyak saja. Kadang suka kasian kalau liat di serot-serot hidung terus (bahasa halusnya apa ya, ya sniffing gitu lho), kadang kenceng banget. Aku bilang ke dia, dibuang Mas ingusnya seperti ini loh caranya...(aku contohkan gimana caranya-maaf- membuang ingus). Tapi...ya anak umur 2,5 tahun kan harus berkali-kali dikasi tau ya...sampai sekarang masih belum bisa. Nah...aku lupa tuh treatmennya ada yang ketinggalan, yaitu menguapi hidungnya dengan uap air panas, udara kamar tidur harus lembab, minumnya air hangat, supaya ingusnya mencair dan mudah keluar, jadi ngga bikin mampet.

Nah...karena udah dua minggu lebih, aku berniat mau ke DSA langganan, dokter yang sudah sepuh. Aku suka ke dokter ini, karena sepanjang pengalamanku, dia bisa banyak kasih konsultasi. Setiap praktek paling cepet 15 menit, karena ngga cuma periksa, nanya keluhan secara singkat, ngasih resep, lalu keluar, seperti kebanyakan dokter lain. Kalau sama DSA langganan ini, kita bisa banyak nanya. Ya...walau ngga RUD, tapi setidaknya bisa di ajak diskusi lah. Ndilalah....besoknya dia panas tinggi...jadi memang kayanya harus ke DSA, sekedar konsultasi, apa penyakitnya. Berhubung agak takut dengan isu swine flu.

Tapi...waktu meriksain Zhafi ke sana, dan setelah konsultasi ini itu, kok dikasinya resep antibiotik, dijadiin puyer pula. Aku bilang...apa harus antibiotiknya, Dok? Menurutnya...iyyaa...sudahlah kasih saja, ini sudah dua minggu kan? Biar dia segera sembuh. Well...bukannya aku anti dengan antibiotik (kalau puyer sih emang anti), tapi apa memang perlu antibiotiknya. Tapi biar gimanapun juga, aku tebus. Jujur, aku masih didera keraguan, dan belum kuat betul untuk bener-bener menerapkan RUD. Tapi jauuuh di lubuk hati...aku tidak mau ngasi antibiotik kalau belum pasti betul apa Zhafi butuh antibiotik. Apalagi dibikin koktail obat.

Waktu cari info kandungan obat-obat di resepnya, kok seremmm banget liat indikasinya ngga sesuai dengan zhafi, apalagi efek sampingnya yang duh...mengerikan.

Maka...karena kondisi Zhafi udah rada mendingan, walau sempet dara mencret, aku jadi bisa browsing. Aku browsing cari dokter spesialis anak yang RUD. Alhamdulillah, setelah membuka halaman ke sepulunya mbah google, sampai deh di blognya Mama Radhika dan Rania. Aku dapat info dokter Isabela Riandani, yang alhamdulillah.....prakteknya di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading. Yippiy...akhirnya ketemu dokter spesialis anak yang RUD dan praktik di dekat rumah. Selama ini nemu alamat dokter yang RUD di daerah tangerang...melulu.

Besoknya aku langsung ke sana. Syukur...ngga harus antri lama. Begitu dateng, langsung dipanggil. Kesan pertama, dokternya ramah, tau gimana nenangin anak yang cemas mau diperiksa, dan yang paling kusuka...dia ngga antibiotik minded, well ngga terlalu RUD juga sih. Setelah kuceritain kronologisnya secara singkat, dan dia minta dikasih liat resepnya, dia bilang...puyernya ngga usah dikasih lagi ya, bu. Dalam hati bersorak syukurlah. Walau dia mengijinkan obat batuknya diminum aja kalau memang masih batuk. Dia paling menyarankan untuk diberi probiotik, zink, dan obat anti alergi jika memang dibutuhkan. Tapi...semuanya belum kutebus, karena ..hiks..anggarannya udah nipis. Juga karena aku tau dari milis sehat, probiotik macam laktobe itu ngga perlu0perlu amat, karena di dalam tubuh udah ada. Zink itu katanya untuk menambah daya tahan tubuh. Pikirku, itu masih bisa kuusahakan dengan memberi asupan sesuai piramida makanan. Nah yang obat anti alergi ini, aku belum cari tau.

Saat itu juga, aku mikir kalau perlu ke dokter, mending ke dokter Isabel ini aja deh. Thanks to Mama Radhika dan Rania :).

I Get Cough, But Still Be Able to Survive Today

Duh...si ibunya Zhafi ini rada gak enak badan, mulai batuk, jadi tadi kasian Zhafi ngga jelas kegiatannya waktu pagi-siang. Nonton TV... aja. Dan keliatan banget di bosen. Tapi setelah bangun tidur siang dia kuajak siram kebun, sambil cerita kalau tanaman juga butuh air. Dan sebelumnya pas mau tidur, aku bacakan cerita tentang ski dan kendaraan penyelamat dengan gaya yang lebih atraktif. Biasanya buku direbut lho, tapi dengan gaya ceritaku yang baru, sukses membuat dia mendengarkan karena tertarik. Eh, ndilalah, sorenya ada sepotong ulasan tentang ski di Discovery.

Setelah mandi sore karena badannya basah kuyup habis semprot2 air (dan karena memang sudah sore), mau kuajak jalan ke taman deket kompleks siapa tau rame di sana, eh dia malah minta naik motor. Padahal motor kustarter ngga nyala-nyala. Sementara dia ngotot pengen naik motor. Untuung aja, pas ada tetangga datang ngasih bingkisan ultah anak tetangga, lengkap dengan balon. Huf...saved by the bell. Dia lalu asik dengan balonnya, bongkar-bongkar isi bingkisa, nemu susu UHT, dan karena didalamnya ada nasi kuning juga, sekalian kuajak makan. Awalnya disuapin, trus makan sendiri dongg. Hehe, tumben makan malemnya jam 5, padahal biasanya jam 7.

Aku sendiri tadi harus berususan dengan pekerjaan cuci mencuci. Lalu sempat juga reschedule jadwal harian. Berhubung sekarang kondisinya lagi ga ada pembantu, ya jadwal yang terakhir kemarin perlu direview dan direvisi (halah kaya skripsi). Ngga banyak perubahan sebenernya, hanya saja lumayan efektif untuk merefresh dan merecharge pikiran. Secara kemarin mulai ngga konsisten ngejalanin jadwalnya. Yup, membuat rencana dan jadwal adalah terapi buat ku...tapi...hehe..masih spt hangat2 tai ayam. Brilliant in planning, still bad in doing..

By the way, yang pasti tadi alhamdulillah, rencana acara akikah sudah 50% keurus, sisanya besok di selesaikan untuk reconfirm dan pembayaran kambing.

Still, i'm not a supermom, and i do not want to be a supermom. I just want to get all things done properly, on time.

Dapat Insight untuk My Life Project

Life Project itu adalah berkebun.  Bukan karena hobi, ini awalnya aku mau serius berkebun Udah lama aku punya mimpi pengen punya kebun sayur...